NovelToon NovelToon
Sistem Membuat Sekte Terkuat

Sistem Membuat Sekte Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Harem
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Demon Heart Sage

Di dunia kultivasi yang kejam, bakat adalah segalanya.

Bagi Xu Tian, seorang murid rendahan tanpa bakat, dunia hanya berisi penghinaan.
Ia dibully, diinjak, dan dipermalukan—bahkan oleh wanita yang ia cintai.

Hari ia diusir dari sekte tingkat menengah tempat ia mengabdi selama bertahun-tahun, ia menyadari satu hal:

Dunia tidak pernah membutuhkan pecundang.



Dengan hati hancur dan tekad membara, Xu Tian bersumpah akan membangun sekte terkuat, membuat semua sekte besar berlutut, dan menjadi pria terkuat di seluruh alam semesta.

Saat sumpah itu terucap—

DING! Sistem Membuat Sekte Terkuat telah aktif.

Dalam perjalanannya, ia bertemu seorang Immortal wanita yang jatuh ke dunia fana. Dari hubungan kultivasi yang terlarang hingga ikatan yang tak bisa diputus, Xu Tian melangkah di jalan kekuasaan, cinta, dan pengkhianatan.

Dari murid sampah…
menjadi pendiri sekte yang mengguncang langit dan bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demon Heart Sage, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Hadiah Pendiri

Senja menekan wilayah sekte dengan warna kelabu. Tanah yang tadi dipenuhi jejak pertempuran mulai dingin. Darah yang mengering membentuk pola gelap di antara retakan batu.

Xu Tian berdiri di tengah halaman. Bajunya robek di beberapa bagian. Lengannya masih basah oleh darah yang belum sempat berhenti menetes.

Di depannya, cahaya tipis melayang di udara. Tidak bergerak liar. Tidak mendesak. Panel itu stabil, seolah menunggu.

Chen Yu berdiri beberapa langkah di belakang. Punggungnya tegak. Matanya tertuju pada punggung Xu Tian, lalu pada cahaya di udara, lalu kembali menunduk.

Panel itu berubah. Garis-garis baru tersusun perlahan.

Hadiah Misi Utama: Dirikan Sekte dari Nol — Terbuka.

Tidak ada suara. Tidak ada getaran. Hanya tekanan halus yang membuat udara di sekitar terasa lebih berat.

Xu Tian tidak segera bergerak. Pandangannya menyapu halaman sekte. Batu-batu yang pecah. Dinding darurat yang retak. Aula yang masih setengah terbentuk, cahayanya meredup namun stabil.

Ia mengangkat tangan sedikit. Panel itu merespons.

Beberapa kategori muncul sejajar, tersusun rapi.

Teknik.

Bangunan.

Otoritas Sekte.

Fondasi.

Tidak ada penjelasan panjang. Tidak ada angka. Hanya nama-nama yang cukup untuk menimbang arah puluhan tahun ke depan.

Xu Tian menarik napas pendek. Dadanya terasa berat. Setiap tarikan udara menggesek luka di dalam.

Ia teringat raungan terakhir makhluk tadi. Terngiang di telinga. Darah di tanah belum sepenuhnya kering.

Satu pilihan keliru di sini tidak hanya merusaknya. Pilihan itu akan diwariskan.

Pandangan Xu Tian berhenti pada kategori pertama. Teknik.

Ia tidak menyentuhnya.

Tangannya bergeser, melayang di depan kategori kedua. Bangunan.

Bayangan aula megah muncul sekilas di benaknya. Formasi pertahanan. Gerbang besar. Dinding yang sulit ditembus.

Ia menahan tangan itu. Bangunan bisa runtuh. Bisa dihancurkan. Bisa direbut.

Kategori ketiga. Otoritas Sekte.

Wewenang. Kendali. Pengakuan.

Xu Tian mengingat masa lalu. Bukan dengan nostalgia, tapi dengan jarak dingin.

Sekte Awan Giok berdiri tinggi bukan karena satu orang. Mereka berdiri karena struktur yang menekan dari atas ke bawah. Setiap posisi memiliki fungsi. Setiap perintah memiliki jalur.

Namun ia juga tahu bagaimana otoritas tanpa fondasi berubah menjadi belenggu.

Tangannya turun.

Kategori terakhir. Fondasi.

Xu Tian menatapnya lebih lama. Tanah di bawah kakinya terasa dingin. Retakan halus menjalar perlahan, lalu berhenti.

Fondasi tidak terlihat. Tidak mencolok. Tidak memberi hasil cepat.

Namun tanpa itu, semua runtuh.

Chen Yu bergeser setengah langkah. Ia ragu-ragu, lalu berhenti.

“Guru,” katanya pelan.

Xu Tian tidak menoleh.

“Jika… sekte ini kuat, apakah semua orang akan aman?”

Suara itu tipis. Tidak menuntut jawaban cepat.

Xu Tian tetap menghadap panel. Tangannya menurunkan sedikit tekanan aura di sekitarnya. Udara menjadi lebih ringan.

“Aman itu sementara,” katanya. “Struktur yang benar bertahan lebih lama.”

Chen Yu menelan ludah. Ia mengangguk pelan.

Panel tetap melayang. Tidak ada perubahan. Tidak ada dorongan.

Xu Tian menyadari sesuatu. Sistem ini tidak mengarahkan. Tidak menyelamatkan dari kesalahan. Ia hanya membuka jalan.

Ia menggeser fokusnya kembali ke kategori Teknik.

Teknik pribadi cepat memberi hasil. Ia tahu itu. Dengan satu pilihan, ia bisa menutup jarak dengan dunia luar lebih cepat.

Namun ia juga tahu batasnya.

Jika ia mati, sekte ini kosong.

Jika ia pergi, sekte ini rapuh.

Jika semua bertumpu padanya, sekte ini tidak lebih dari bayangan.

Xu Tian mengingat murid-murid yang akan datang. Wajah-wajah yang belum ia kenal. Tubuh-tubuh lemah yang akan berdiri di halaman ini, menunggu arahan.

Teknik yang terlalu tinggi akan mematahkan mereka. Teknik yang terlalu langka akan membatasi jumlah.

Ia menggeser tangannya. Tidak menyentuh.

Kategori Bangunan kembali muncul di sudut pandangnya. Aula yang lebih kokoh. Gudang. Tempat latihan.

Bangunan memberi rasa aman. Tapi tidak memberi arah.

Tanpa ajaran, bangunan hanya wadah kosong.

Otoritas Sekte.

Xu Tian menyipitkan mata. Otoritas memberi kekuatan tanpa perlu mengangkat tangan. Satu perintah bisa menggerakkan banyak orang.

Namun otoritas tanpa pemahaman menciptakan ketakutan. Ia pernah hidup di bawah itu.

Ia menarik napas panjang. Luka di bahunya berdenyut. Rasa sakit itu nyata. Tidak perlu dipikirkan.

Pandangan Xu Tian kembali ke kategori Fondasi.

Ia tidak langsung menyentuhnya. Ia memutar pergelangan tangan, membiarkan aura tipis keluar.

Tanah merespons. Tidak berguncang. Tidak berdenyut. Hanya terasa lebih padat.

Fondasi bukan hadiah yang terlihat. Fondasi menentukan bagaimana semua hal lain tumbuh.

Namun fondasi tanpa teknik tetap mandek.

Xu Tian membuka kembali kategori Teknik. Kali ini, ia menekan lebih dalam.

Subkategori muncul.

Teknik Individu.

Teknik Sekte.

Xu Tian tidak ragu. Fokusnya langsung jatuh pada Teknik Sekte.

Teknik Individu menjanjikan kecepatan. Teknik Sekte menjanjikan kesinambungan.

Ia berhenti sejenak. Mengamati panel dengan saksama.

Tidak ada kilau berlebihan. Tidak ada tanda bahaya. Hanya tekanan halus yang sama sejak awal.

Xu Tian menyadari satu hal lagi. Teknik Sekte bukan hanya soal kekuatan. Itu adalah bahasa bersama.

Dengan satu teknik, murid bisa saling memahami gerak. Bisa bergerak sebagai satu tubuh.

Ia menoleh sedikit ke belakang. Chen Yu berdiri tegak, menunggu.

Xu Tian kembali menghadap panel.

“Teknik Sekte,” katanya pelan.

Panel bergetar tipis. Garis-garis berubah susunan. Cahaya sedikit lebih terang.

Namun belum terkunci.

Peringatan muncul, singkat dan kaku.

Pilihan ini akan membentuk jalur utama Sekte. Perubahan di masa depan akan terbatas.

Xu Tian membaca tanpa perubahan wajah.

Ia tahu apa artinya. Sekali dipilih, jalur ini tidak bisa dibelokkan sesuka hati.

Teknik Sekte akan menjadi tulang punggung. Segala tambahan harus menyesuaikan.

Ia menurunkan tangan. Tidak langsung mengonfirmasi.

Xu Tian menimbang ulang. Sekte kecil. Murid sedikit. Sumber daya minim.

Teknik yang terlalu agresif akan menguras mereka. Teknik yang terlalu lambat akan membuat mereka tertinggal.

Ia tidak membutuhkan teknik yang menantang langit. Ia membutuhkan teknik yang bisa dijalani.

Teknik yang mengajarkan disiplin. Pergerakan. Pembagian napas.

Teknik yang bisa diulang tanpa merusak tubuh.

Xu Tian mengangkat tangan lagi.

Belum menyentuh konfirmasi.

“Guru,” suara Chen Yu kembali terdengar. Lebih tenang kali ini.

“Jika salah memilih… apakah bisa diperbaiki?”

Xu Tian menjawab tanpa menoleh. “Bisa.”

Ia berhenti sejenak.

“Dengan membayar harga.”

Chen Yu tidak bertanya lagi.

Panel tetap terbuka. Senja bergeser menuju malam. Cahaya aula sekte semakin redup, tapi tidak padam.

Xu Tian berdiri di antara darah lama dan masa depan yang belum berbentuk. Tangannya melayang di depan panel.

Ia tidak menekan apa pun.

Belum sekarang.

...

Xu Tian menekan konfirmasi.

Panel merespons tanpa suara. Cahaya mengalir turun seperti lapisan tipis, lalu berhenti tepat di depan dadanya. Udara di halaman sekte mengeras sesaat.

Chen Yu merasakan tekanan itu lebih dulu. Kakinya bergeser setengah langkah ke belakang. Tanah di bawah telapaknya menjadi lebih padat.

Peringatan muncul singkat.

Teknik Sekte akan terikat permanen. Tidak dapat dipindahkan. Tidak dapat dicabut.

Xu Tian tidak berkedip. Tangannya tetap terangkat.

Ia menekan konfirmasi kedua.

Cahaya menyusut. Panel berubah bentuk. Garis-garis lama menghilang, digantikan susunan baru yang lebih sederhana.

Nama teknik muncul perlahan.

Tidak disertai penjelasan. Tidak ada kilau berlebihan.

Tanah di halaman sekte bergetar halus. Retakan lama menutup sebagian. Debu yang mengendap terangkat, lalu jatuh kembali dengan pola rapi.

Chen Yu menahan napas. Ia tidak bergerak. Dadanya terasa lebih berat, namun aliran di tubuhnya menjadi lebih teratur.

Xu Tian menurunkan tangan. Bahunya turun sedikit. Luka di lengannya berdenyut, lalu mereda.

Panel memudar, tapi tidak sepenuhnya hilang. Sisa cahaya melayang di udara, menempel pada batas wilayah sekte.

Di luar halaman, beberapa batu kecil berguling turun dari lereng. Suara itu singkat, lalu senyap.

Xu Tian menoleh ke Chen Yu.

“Berdiri,” katanya.

Chen Yu meluruskan punggung. Kakinya sejajar. Pandangannya lurus ke depan.

Xu Tian melangkah satu langkah. Tanah tidak berguncang. Namun jejak kakinya tertinggal lebih jelas dari sebelumnya.

Ia berhenti di tengah halaman.

“Besok,” katanya. “Kita mulai dari dasar.”

Chen Yu mengangguk. Tidak bertanya.

Udara di sekeliling mereka berubah. Tidak lebih hangat. Tidak lebih dingin. Hanya terasa lebih tertata.

Dari kejauhan, bayangan beberapa burung liar melintas. Mereka tidak mendekat. Arah terbangnya menyimpang dari wilayah ini.

Di balik bukit, seorang pemburu berhenti melangkah. Ia mengerutkan kening, lalu melangkah menjauh tanpa menoleh lagi.

Xu Tian memandang aula sekte yang belum selesai. Cahaya blueprint di dindingnya stabil. Tidak lagi berkedip liar.

Panel sistem muncul kembali. Lebih kecil. Lebih ringkas.

Konfirmasi: Teknik Sekte Terikat Permanen pada Sekte Langit Abadi.

Tidak ada tambahan.

Xu Tian menatapnya sejenak, lalu membiarkannya memudar.

Ia menyadari sesuatu tanpa perlu berpikir panjang. Sekte ini kini memiliki arah yang tidak bisa ditarik kembali.

Ia berbalik.

“Masuk,” katanya.

Chen Yu mengikuti dari belakang. Langkahnya lebih mantap dibandingkan sebelumnya.

Di belakang mereka, halaman sekte tetap sunyi. Namun tanahnya tidak lagi kosong.

1
Arceusssxara
ah mataku sakit maaf karena satu paragraf nya panjang amat kalimatnya. 😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!