NovelToon NovelToon
Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:244
Nilai: 5
Nama Author: Kukuh Basunanda

Menceritakan kisah cinta seorang Guru Gen Z tampan bernama Dimas Aditya dengan janda muda cantik dan kaya raya bernama Wulan Anggraeni. Kedua nya di pertemukan oleh keadaan hingga akhirnya tumbuh gelombang cinta di hati mereka. Seiring berjalannya waktu, Dimas berhasil mencuri hati Wulan sekaligus menyembuhkan rasa traumanya atas kegagalannya di pernikahan pertama. Namun di satu sisi, sang mantan (Nayla) masih mengharapkan menikah dengan Dimas. Rasa sayangnya yang begitu dalam, membuat cinta segitiga di antara mereka tak terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kukuh Basunanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimas Merantau ke Jakarta

Kabar tentang pengunduran diri Dimas sebagai guru di SMA Al-Ikhlas telah sampai di telinga Ela. Ia merasa kehilangan sosok yang begitu ia kagumi di sekolah. Senyum manis dan canda Dimas benar-benar masih membekas di hatinya.

"Pak Dimas, kenapa pak Dimas resign dari sekolah ?", ketik chat WhatsApp Ela kepada Dimas. 

Beberapa menit kemudian Dimas membalas chat Ela.

"Sepertinya karna sudah gak cocok bu dengan aturan sekolah", balas chat Dimas. 

"Terus sekarang pak Dimas mau pindah mengajar dimana ?", tanya Ela di whatsApp.

"Saya ada rencana mau mengajar di international school di Jakarta bu, saya sudah mengajukan lamaran via e-mail dan pekan depan, saya di undang untuk tes interview dengan bahasa inggris", ketik balasan Dimas kembali.

"Tapi saya merasa kehilangan banget tau pak". 

"Pak Dimas sehat-sehat yah di sana dan semoga gak pernah melupakan aku", ketik Ela kembali.

 "Terimakasih untuk perhatiannya bu Ela, pasti saya gak akan pernah lupa sama bu Ela", ketik Dimas dengan emoticon senyum. 

Ela seolah takut Dimas tertambat hatinya dengan wanita lain karna dari dalam lubuk hatinya sangat menyayangi Dimas. Ia berharap Dimas selalu memikirkannya sebagaimana Ela selalu memikirkan Dimas.

Di warung makan milik bu Ratih, Dimas menemui sang ibu saat kondisi warung sedang sepi pembeli.

"Bu ada sesuatu yang mau Dimas sampaikan ke ibu", ujar Dimas menatap wajah bu Ratih.

"Kamu mau menyampaikan apa nak ?", tanya bu Ratih.

"Pertama, Dimas sudah mundur dari SMA Al-Ikhlas bu dan yang kedua, Dimas di terima sebagai guru di International school di Jakarta bu tepatnya di daerah Menteng", jawab Dimas.

"Pekan depan Dimas harus kesana untuk mengikuti tes interview dengan bahasa inggris".

"Berarti itu artinya kamu belum di terima dong , kan belum lolos tes interview", ujar bu Ratih.

"Iya juga sih bu tapi Dimas percaya diri kok dengan kemampuan bahasa inggris Dimas, insya Allah Dimas lolos bu, doain Dimas ya bu", ucap Dimas kepada sang ibu.

"Ibu pasti berdoa yang terbaik buat kamu nak", respon bu Ratih.

"Terimakasih bu, kalau Dimas di terima mengajar disana, gajinya lumayan loh bu, gajinya UMR Jakarta di tambah tunjangan totalnya 9 juta, jadi Dimas juga bisa transfer ibu setiap bulannya", sahut Dimas.

"Disana juga Dimas gak perlu ngekost kok bu karna  Dimas nanti dapat mess".

"Alhamdulillah, ibu ikut senang, semoga kamu beneran di terima ya nak", ucap bu Ratih.

"Kalau misalkan kamu di terima kerja disana, ibu minta kamu jangan boros ya nak, sisihkan uang gajimu untuk masa depanmu, rajin lah menabung", petuah bu Ratih.

"Iya bu", sahut Dimas.

"Ibu gak papa kan kalau Dimas tinggal ?", tanya Dimas kembali seolah berat meninggalkan ibunya.

"Ibu gak papa kok paling nanti ibu kesepian aja sih gak ada kamu gak ada Diana", jawab Bu Ratih.

"Dimas janji deh sama ibu, nanti Dimas bakal sering video call ibu selama di Jakarta", ucap Dimas.

Hari itu tiba, Dimas berpamitan dengan bu Ratih untuk mengadu nasib di jakarta. Membawa tas ranselnya, ia memesan ojek online menuju stasiun kereta. sampai di sana , Dimas langsung menunjukan e-boarding pass nya kepada petugas di stasiun kereta.

Di dalam kereta, Dimas duduk di gerbong 3 KA bogowonto kelas ekonomi. Tak terduga-duga, ia duduk berjejeran dengan youtuber asal kebumen, Homsul. Keduanya kemudian berbincang dengan bahasa ngapak.

"Rika pan maring mendi mas ? (Kamu mau pergi kemana mas) ?", tanya Homsul. 

"Arep maring Jakarta mas golet gawean (mau ke Jakarta mas cari pekerjaan)", jawab Dimas. 

"Mas njenengan kaya artis film ngapak kebumen cingire  sih ? (Mas, anda mirip artis film ngapak kebumen cingire yah ) ?", tanya Dimas. 

"Lah pancen iya,  pan poto karo enyong apa priben ? (Memang iya, mau foto sama aku atau gimana ) ?", canda Homsul. 

"Lah rika ora gagah ka, males (lah Anda gak ganteng kok, males ah)", canda Dimas. 

"Lah daripada rika, ganteng tapi raine kaya sempak teles (Daripada kamu, ganteng sih tapi mukanya seperti celana dalam basah) ? ", canda Homsul kembali. 

"Cingire lah", respon Dimas sembari terbawa lebar.

"Mas apa bedane sempak karo cawet sih (mas apa bedanya sempak sama cawet) ? ", tanya Dimas kembali. 

"Sempak kuwe kandel mas , nek cawet kuwe tipis (sempak itu tebal mas kalau cawet itu tipis)", jawab mas Homsul. 

Kembali Dimas tertawa ngakak terbahak-bahak.

"Rika pan maring mendi mas Homsul (anda mau pergi kemana mas Homsul ) ?", tanya balik Dimas. 

"Enyong pan syuting sinetron Indosiar sing judule azab bakul tempe mendoan (Saya mau syuting sinetron Indosiar yang judulnya azab penjual tempe mendoan)", jawab Homsul lagi. 

"Enyong guyonan ya mas , urip aja di gawe serius, mumet (saya becanda ya mas, hidup jangan di bikin serius, pusing) ", petuah Homsul. 

Pukul 15.53 WIB, kereta bogowonto tiba di stasiun pasar senen, Jakarta. Seumur hidupnya Dimas baru pertama kalinya melangkahkan kakinya di Jakarta. Di sekitar daerah pasar senen, Dimas mencari masjid untuk tempat transit sembari menunggu tes interview besok.

Esok pagi yang begitu ceria, Dimas dengan penuh antusias mengikuti tes interview di sebuah sekolah internasional, Bright Future School (BFS). Divisi HRD mewawancarai Dimas Dengan menggunakan Bahasa Inggris. Semua pertanyaannya di jawab Dimas dengan baik.

Tell me about yourself", ujar pak HRD. (Ceritakan kepada saya tentang dirimu) 

"My name is  Dimas Aditya. I graduated from Nusantara University with a degree in English Department. I have nine months of experience as a teacher as well as private Tutor for more than two years , where I focused on English Lesson. I'm passionate about teaching and I'm excited about the opportunity to apply my skills in this role", respon Dimas begitu meyakinkan. 

(Nama saya Dimas Aditya. Saya lulus dari Universitas Nusantara dengan gelar di bidang pendidikan bahasa inggris. Saya memiliki pengalaman sembilan bulan sebagai guru di sekolah dan guru les privat selama lebih dari dua tahun, di mana saya fokus pada pelajaran bahasa inggris. Saya memiliki passion di bidang mengajar dan sangat tertarik dengan kesempatan untuk menerapkan keahlian saya dalam peran ini).

"Why are you interested in this position?", tanya pak HRD kembali. 

(Mengapa Anda tertarik dengan posisi ini ?)

"Because, my passion is teaching. I have good skill in English. I believe when I am given opportunity teaching here, I can do the best for the students here", jawab Dimas dengan senyum ramahnya. 

(Karena passion saya itu mengajar. Saya punya skill bahasa inggris yang bagus. Saya percaya ketika saya di beri kesempatan mengajar di sini, saya bisa melakukan yang terbaik untuk para siswa disini).

"How do you handle pressure or stressful situations?", pak HRD kembali bertanya kepada Dimas. 

(Bagaimana anda menangani tekanan atau situasi yang menekan?)

"When faced with pressure, I try to stay calm and focused on the task at hand. I prioritize my tasks", respon Dimas lebih lanjut.

 (Saat dihadapkan pada tekanan, saya mencoba tetap tenang dan fokus pada tugas yang ada). 

"Thank you Mr. Dimas. For further information whether you will be accepted or not, we will announce via e-mail. At least tomorrow", ucap pak HRD sembari menutup sesi wawancara.

(Terimakasih, tuan Dimas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai di terima atau tidak, kami akan mengumumkannya lewat e-mail. Setidaknya besok)

"You're welcome sir", respon Dimas.

(sama-sama pak).

Dimas terus menerus mengecek e-mail masuk hingga pada akhirnya ia di nyatakan lolos interview dan di terima sebagai guru di BFS. Sinar matahari pada jiwanya, Dimas langsung sujud syukur atas keberhasilannya di terima di sekolah bonafit tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!