NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:258
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Devan vs Mahendra

Semesta sudah memberi kita kode, tidak ada satupun yang bisa menjadi sandaran untuk hidup kita maka berjalanlah sendiri meskipun pincang dengan satu kaki.

Mahendra malam ini seperti biasanya menjalani pekerjaan rutinnya ke tempat om Jo, meski beliau nya sudah berhasil berjalan dengan lancar, beberapa bulan terakhir ini Mahendra yang melarang om Jo mengkonsumsi teh ramuan dari Ririn ternyata membuatnya sembuh lebih cepat, setelah di selidiki ternyata ramuan itu adalah sejenis zat adiktif yang membuat konsumennya kecanduan, awalnya memang susah dan gelisah tak bisa tidur badan pegal dan rasa tidak nyaman tiap malam, terapi dengan ketelatenan Mahendra memijat syaraf² tertentu akhirnya berhasil juga, om Jo tidak lagi ketergantungan, dan Karina yang sempat hampir ketagihan meski belum fatal juga sudah sembuh, teh herbal itu mengandung suatu zat yang melemahkan urat saraf dan memperkecil otot jadi membuat penggunanya lumpuh, dan itu ternyata tujuan utama dari para penjahat .

Mahendra masuk bertepatan dengan Ririn yang baru keluar dari kediaman keluarga Jonathan Pambudi, dia menyeret kopernya dengan perasaan dongkol setengah mati apalagi ketika akan masuk kerumah mewah itu di dapatinya semua koper sudah teronggok di dekat pintu gerbang, dan sang pemilik rumah tak mengizinkan Ririn masuk meski bersikeras bahwa masih ada barang berharganya yang masih tertinggal.

"Semuanya sudah di packing pelayan dan ini barangmu bawa semuanya, tak ada lagi urusan dengan keluarga Pambudi kamu di pecat dengan tidak hormat, dan hati hati saja setelah mendapatkan bukti yang kuat kami tak main main akan menjebloskan kamu ke penjara, jangan dikira kami tak bisa menemukan mu meski di lubang semut sekalipun kamu pasti akan kita temukan". ucap lantang Karina yang masih di dengar Mahendra dari luar, yang diusir tidak keluar sepatah katapun, hanya dari raut mukanya terlihat dendam membara yang terpendam.

Hendra berpapasan dengan Ririn, Hendra sudah minggir sampai mepet di sebelah pot bunga tapi Ririn yang dalam keadaan marah tak tahu harus di lampiaskan kepada siapa menabrak Hendra dengan keras, Hendra meski seorang laki-laki tapi dapat serangan tak disangka sangka membuatnya jatuh terduduk.

Selagi dia masih memegangi bahunya sambil dalam kondisi duduk di tanah sebuah tangan mencoba membantunya berdiri, Hendra gapai tangan itu yang ternyata tangan dari Karina, Hendra yang terlalu kuat menarik tangan Karina yang tak begitu kuat malah membuat Karina jatuh menimpanya, mereka jatuh berdua dengan posisi Karina diatas tubuh Hendra, keduanya saling berpandangan ada rasa saling kagum disana, dan dalam keadaan yang sangat tak menguntungkan itu Devan masuk dengan gayanya yang tengil dan sok jagoan.

" ternyata oh ternyata, kamu minta cerai sudah ada lagi calon yang bakal menjadikanmu istri, pasangan mesum tak berguna, merasa tak bersalah dan selalu menyalahkan aku, Karina ternyata kamu tak layak di jadikan istri, kamu jalang juga, ha ha ha mungkin karena jarang aku belai jadi kamu cari pelampiasan di luar, tapi sayang yang kau dapatkan hanya lelaki kere dan miskin, rugi Karina !" Devan datang bertepuk tangan dengan nada yang sangat mengejek.

" Tutup mulut mu Devan, semua tidak seperti yang kau pikirkan, aku hanya ingin menolongnya setelah dia jatuh di dorong oleh jalang mu tadi". Karina membela diri.

"Halah alasan, aku menyaksikan kalian ciuman tadi, lagi pula kamar di dalam sangat luas dan bebas, kenapa ciuman di halaman rumah beralaskan rumput lagi dasar norak".

Ejek Devan membuat telinga Mahendra meradang, satu pukulan melayang tepat terkena di mulutnya dan Devan pun yang kali ini sudah bersiap menerima pukulan membalas dengan telak dengan menendang perut Mahendra, Mahendra merasa kesakitan, ulu hatinya serasa hampir pecah rasanya.

Perkelahian terus berlanjut saling meninju menendang dan belum tahu mana yang kalah mana yang menang, Karina berteriak minta tolong dan ternyata si satpam depan lagi pada makan malam di luar dua duanya.

Mahendra saat ini yang dalam posisi terjepit karena semua pergerakannya di kunci oleh pria tinggi besar berkulit gelap yang hobby nge gym itu punya sedikit kesempatan, tangannya meraih pasir di pot bunga yang sudah hancur berantakan dan melempar pasir ke mata Devan, alhasil Devan meraung kesakitan karena tajamnya pasir menusuk bola matanya.

Mahendra berhasil lepas dari cengkeraman Devan dan segera berdiri, sekali lagi Devan dalam keadaan kesakitan dan tidak bisa melihat , Mahendra menghadiahi nya sebuah tendangan di selangkangan Devan hingga double kick, Devan terjatuh sambil bingung apa yang harus di pegang dulu, matanya atau aset nya yang nakal itu yang suka sekali tusuk sana tusuk sini padahal ada istri tapi malah di anggur in.

Tiba-tiba dua satpam yang sedang jaga tapi lagi kurang disiplin itu datang dengan tergopoh gopoh.

"Ada apa mbak Karin, apa yang terjadi?" tanya keduanya.

"kalian ini bodoh dan sembrono sekali, kenapa tak ada yang jaga, makan kan bisa gantian nggak harus selalu kemana mana berdua seperti pasangan kekasih, bawa dia keluar entah mau kalian bawa kemana, kerumah sakit kek kemana kek". Karina memarahi kedua satpam yang tak disiplin itu.

"Maaf mbak Karin, tak biasanya terjadi seperti ini jadi kami anggap aman aman saja, maafkan kami". Ucap salah satu satpam sambil memapah Devan yang meraung kesakitan.

"Lain kali harus waspada, itu gunanya kami membayar kalian, bawa dia ke klinik". Perintah Karina yang ternyata masih punya rasa perduli, dan mengajak Mahendra masuk ke dalam rumah, untuk luka luka Mahendra Karina yang akan mengobatinya.

Devan dibawa keluar dan diantar dengan motor karena tadi Devan datang hanya dengan naik taxi, Mahendra dan Karina masuk kedalam sementara om Jo yang tadi tak mendengar keributan terus saja berada di kamar dengan tekun mengerjakan pekerjaan nya.

"Ada apa tadi ribut ribut Karin?" tanya om Jo, sementara Kiara susah ngorok dari tadi setelah magrib, begitu biasanya gadis itu, hidupnya suka suka gue, tak disiplin sama sekali, kapanpun ngantuk ya tidur tengah malam terbangun ya kembali main game .

""Si Devan datang mengacau". Jawab Karina singkat sambil membawa kotak obat untuk mengobati luka memar di wajah Mahendra.

Dengan telaten Karina mengoleskan disinfektan untuk menghilangkan bakteri dan kuman di luka luka² nya, Mahendra yang selama hidupnya tak pernah bertikai dengan siapapun kini jadi mempunyai dua musuh, si Anton dan Devan, Anton hanyalah cecunguk kecil yang di sentil saja tumbang meski berbadan besan gemoy, lain dengan Devan yang memang ahli bela diri, Devan musuh yang berat bagi Mahendra.

"aduh perih Mbak Karin". Rintih Mahendra yang lukanya tersentuh cairan mengandung alkohol.

Sementara om Jo senyum senyum melihat dua sejoli yang sepertinya memendam rasa itu, om Jo berjanji tak akan menginterupsi hubungan mereka, om Jo tak akan lagi memaksakan kehendaknya untuk anak anaknya, sekali memaksa tapi ternyata salah besar dan beliau sungguh menyesal tiada tara.

*****

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!