NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 : Melawan

Angin dingin dari pegunungan Utara menusuk hingga ke tulang, namun Lin Yue tetap bergeming di balik semak belukar yang membeku. Ia mengenakan pakaian kasar seorang pedagang pria dari perbatasan; wajahnya disamarkan dengan debu dan arang untuk menutupi kulitnya yang kini semakin halus. Di sampingnya, Mei Mei dan dua anggota "Mawar Berduri" lainnya bergerak tanpa suara, seperti bayangan yang menyatu dengan malam.

​Di lembah bawah, kamp Jenderal Wu terlihat seperti lautan obor. Suara tawa keras dan denting gelas perunggu terdengar hingga ke lereng bukit, membuktikan laporan Lin Yue benar: Jenderal Wu terlalu sombong untuk memperketat penjagaan.

​"Ingat," bisik Lin Yue, suaranya rendah dan penuh otoritas. "Kita masuk sebagai rombongan penari dan pembawa arak yang dikirim oleh 'pejabat' kota sebelah. Jangan pernah lepaskan kewaspadaan kalian. Satu gerakan salah, dan kepala kita akan menjadi hiasan di gerbang itu."

​Mei Mei mengangguk, tangannya menggenggam erat belati kecil yang disembunyikan di dalam lipatan bajunya.

​Proses penyusupan berjalan mulus. Berkat dokumen palsu yang disiapkan Han Shuo, Lin Yue dan timnya berhasil melewati gerbang depan. Mereka digiring menuju tenda utama yang besar, tempat Jenderal Wu sedang berpesta dengan para perwira tingginya.

​Saat Lin Yue melangkah masuk, bau lemak panggang dan arak keras menyengat hidungnya. Di ujung ruangan, duduk seorang pria paruh baya dengan perut buncit dan mata merah akibat mabuk. Itulah Jenderal Wu, tangan kanan kaisar palsu Long Wei.

​"Oh! Jadi ini penari-penari yang dikirimkan untukku?" Wu tertawa, suaranya serak. "Tapi tunggu... siapa pria kecil di depan itu? Kenapa dia terlihat seperti pemimpin kalian?"

​Lin Yue membungkuk dalam, merendahkan suaranya agar terdengar seperti pria muda. "Hamba adalah pengatur rombongan ini, Jenderal. Kami membawa arak terbaik dari tanah Tang yang baru saja kami sita. Kami dengar Jenderal adalah penakluk hebat, jadi hanya arak ini yang pantas untuk Anda."

​Mendengar kata "Tang", mata Wu berkilat. "Tang? Bangsa sampah itu? Hahaha! Bawa kemari!"

​Lin Yue melangkah maju, membawa cawan emas. Saat ia mendekat, ia bisa melihat betapa kotor dan menjijikkannya pria ini. Di samping Wu, ada seorang pria tua yang dirantai, wajahnya penuh luka lebam, namun matanya memancarkan api yang tak padam.

​Jantung Lin Yue berdegup kencang. Ia mengenali ukiran di pundak pria tua itu—itu adalah tato militer elit Bangsa Tang. Seorang penyintas? batin Lin Yue.

​"Lihat ini!" Wu menunjuk ke arah pria tua itu sambil meminum araknya. "Ini adalah sisa-sisa Jenderal Besar Tang yang katanya tak terkalahkan. Jenderal Yuan. Dia telah menjadi anjing penjagaku selama setahun ini. Katakan sesuatu, Yuan! Sambut tamu-tamu kita!"

​Pria tua itu, Yuan, hanya meludah ke arah kaki Wu. "Kau... hanya seekor anjing yang menggonggong di balik tembok orang lain, Wu. Saat harimau Tang kembali, kau akan menjadi yang pertama dikuliti."

​Plak!

​Wu menampar Yuan hingga pria tua itu tersungkur. "Harimau Tang sudah mati! Permaisuri mereka yang gemuk itu hanyalah lelucon di istana Daxuan!"

​Lin Yue mengepalkan tangannya di balik lengan bajunya yang lebar. Amarahnya membuncah, namun insting petinjunya menyuruhnya untuk tetap tenang. Belum saatnya, pikirnya.

​"Jenderal Wu," ucap Lin Yue lembut namun dingin. "Mengapa membuang tenaga untuk orang tua ini? Mari kita lihat tarian yang telah kami siapkan. Tarian ini disebut... 'Pukulan Terakhir'."

​Musik pengiring mulai dimainkan oleh Mei Mei menggunakan seruling bambu. Lin Yue mundur ke tengah ruangan. Ia mulai bergerak, bukan dengan gerakan tari yang gemulai, melainkan dengan gerakan kaki footwork tinju yang disamarkan sebagai tarian etnik. Ia berputar, melesat, dan melakukan gerakan tipu daya yang memukau para perwira yang mabuk.

​Saat semua orang terpesona oleh gerakan Lin Yue, ia perlahan mendekati posisi Jenderal Yuan. Sambil berpura-pura jatuh dalam tarian, Lin Yue membisikkan sesuatu di telinga Yuan.

​"Bangkitlah, Jenderal. Putri Harimau telah datang untuk menjemputmu."

​Mata Yuan membelalak. Ia menatap mata Lin Yue yang tajam dan jernih. Ia melihat kilatan yang hanya dimiliki oleh keluarga kerajaan Tang. Air mata mulai menggenang di mata tua yang lelah itu.

​Tiba-tiba, seorang perwira yang curiga berdiri. "Tunggu! Gerakanmu tidak seperti penari. Kau terlalu... kokoh. Lepaskan penutup kepalamu!"

​Wu berhenti tertawa. "Benar juga. Lepaskan!"

​Lin Yue berhenti bergerak. Keheningan yang mematikan menyelimuti tenda itu. Ia menatap Wu dengan senyum yang sangat manis, namun mematikan.

​"Baiklah, Jenderal. Jika Anda ingin melihat wajah asli 'penyihir' yang mengalahkan raksasa Barat... maka lihatlah baik-baik."

​Lin Yue menyambar penutup kepalanya dan melemparkannya. Rambut hitam panjangnya terurai indah, kontras dengan wajahnya yang kini terlihat sangat cantik namun penuh dengan otoritas.

​"Lin Yue?!" teriak Wu, menjatuhkan cawannya. "Permaisuri Babi?!"

​"Panggil aku... mimpi burukmu," balas Lin Yue.

​Dalam satu gerakan eksplosif, Lin Yue meluncurkan pukulan straight kiri ke arah perwira terdekat, lalu melakukan pivot dan menghantamkan sikunya ke rahang perwira lainnya.

​"Mawar Berduri! SERANG!" teriak Lin Yue.

​Mei Mei dan yang lainnya langsung mencabut belati mereka. Tenda utama itu seketika berubah menjadi medan pembantaian. Lin Yue menerjang ke arah Jenderal Wu, yang sedang meraba-raba mencari pedangnya dengan tangan gemetar.

​"Dua puluh tahun kau menyiksa rakyatku," desis Lin Yue saat ia menangkap tangan Wu dan memutarnya hingga terdengar suara tulang yang patah. "Sekarang, aku akan menunjukkan padamu bagaimana seorang 'babi' bertarung."

​Lin Yue mendaratkan kombinasi pukulan beruntun ke perut dan wajah Wu. Setiap pukulan membawa beban penderitaan ribuan rakyat Tang. Wu terlempar menabrak meja kayu besar, darah menyembur dari mulutnya.

​Di tengah kekacauan itu, Lin Yue berhasil memutus rantai Jenderal Yuan menggunakan pedang rampasan.

​"Cepat! Kita harus pergi sebelum seluruh kamp mengepung kita!" ucap Lin Yue.

​Namun, saat mereka hendak keluar, suara terompet perang terdengar dari luar tenda. Ternyata, Jenderal Wu tidak sendirian. Seorang ksatria misterius mengenakan topeng besi muncul di depan pintu tenda, memegang tombak besar.

​"Permaisuri Lin Yue... Anda seharusnya tetap di istana," suara pria bertopeng itu dingin dan dalam.

​Lin Yue memasang kuda-kuda, melindungi Jenderal Yuan di belakangnya. "Aku tidak pernah suka tinggal di rumah yang penuh dengan kecoak."

​Pertempuran besar baru saja dimulai, dan kali ini, Lin Yue harus bertarung bukan hanya untuk nyawanya, tapi untuk harapan terakhir Bangsa Tang yang ada di pundak Jenderal Yuan.

***

Happy Reading ❤️

Mohon Dukungan untuk :

• Like

• Komen

• Subscribe

• Follow Penulis

Terimakasih❤️ Love

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!