NovelToon NovelToon
Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / CEO / Pernikahan Kilat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Adrian Arkadia, seorang CEO jenius dan penguasa bisnis yang dingin, menyamar sebagai pria miskin demi memenuhi wasiat kakeknya untuk mencari cinta sejati.

Ia kemudian menikahi Arumi, gadis sederhana berhati emas yang dijadikan "pelayan" dan pemuas ambisi oleh ibu serta adiknya yang materialistis.

Di tengah hinaan keluarga mertua dan ancaman rentenir, Adrian menjalani kehidupan ganda yaitu menjadi kuli panggul yang direndahkan di malam hari, namun tetap menjadi raja bisnis yang menghancurkan musuh-musuhnya secara rahasia di siang hari.

Perlahan tapi pasti, Adrian menggunakan kekuasaannya untuk membalas setiap tetes air mata Arumi dan mengangkat derajat istrinya hingga para penindasnya berlutut memohon ampun.

Bagaimana kelanjutannya???
Jangan lupa mampir baca yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSB BAB 23_Perintah Sang Patriark

Adrian menegang, ia tahu Kakek Haris adalah pria yang sangat disiplin dan tidak suka jika cucu satu-satunya "bermain-main" terlalu lama dengan penyamaran.

Apalagi, Kakek Haris sedang berada di Singapura untuk pertemuan bisnis tahunan.

Arumi menatap pria-pria itu dengan ketakutan.

"Mas... siapa mereka? Kenapa mereka memanggilmu Tuan Muda?"

Adrian menatap ajudan kakeknya dengan tajam, sebuah peringatan agar mereka diam, ia berbalik ke arah Arumi.

"Arumi dengar," Adrian berbisik cepat.

"Mereka... mereka adalah rekan kerja mandorku di gudang yang juga punya cabang di sini. Sepertinya ada masalah di logistik dan mereka butuh bantuanku sebentar. Kau masuklah ke mal itu, beli hadiah untuk dirimu sendiri dengan uang hadiah tadi, aku akan membereskan ini dan menyusulmu dalam lima belas menit." seru Adrian.

"Tapi Mas, wajah mereka tidak seperti orang gudang..." ucapnya curiga.

"Percayalah padaku, Arumi. Tunggu di dalam, ya?" Adrian mendorong lembut Arumi ke arah pintu masuk mal Takashimaya yang ramai.

Begitu Arumi menghilang di keramaian, wajah Adrian berubah total.

Ia berbalik menghadap ajudan kakeknya dengan aura yang sangat dingin.

"Aku sudah bilang jangan pernah mendekatiku saat aku sedang bersamanya," desis Adrian.

"Maaf, Tuan Muda. Tapi Tuan Haris memaksa. Beliau ingin tahu siapa wanita yang membuat Anda mengabaikan rapat direksi selama dua minggu terakhir."

Adrian mengepalkan tangannya, ia tahu ia tidak bisa melawan perintah kakeknya.

Namun, ia juga tidak ingin identitasnya terbongkar sekarang.

Ia melangkah menuju mobil mewah itu, namun sebelumnya ia sempat melihat ke arah pintu mal.

Di sana, Arumi ternyata tidak masuk ke dalam, ia berdiri di balik pilar besar, menatap dengan mata berkaca-kaca ke arah suaminya yang masuk ke dalam mobil mewah dan dikawal seperti seorang pangeran.

Arumi merosot ke lantai mal yang dingin, Trofi di tasnya terasa berat.

'Mas Ian... siapa kau sebenarnya? Dan kenapa kau menyembunyikan dunia semegah ini dariku?' gumamnya dalam hati.

Di dalam mobil yang melaju, Adrian menatap jendela dengan cemas, ia tahu pertemuannya dengan Kakek Haris malam ini akan menentukan apakah ia bisa terus melindungi Arumi sebagai "Ian", atau apakah ia harus dipaksa menyeret Arumi ke dalam dunia Arkadia yang penuh dengan intrik dan bahaya.

Lampu-lampu neon Orchard Road membiaskan cahaya warna-warni pada jendela mobil Rolls-Royce yang melaju dengan senyap.

Di dalam kabin yang kedap suara itu, Adrian duduk dengan kaku.

Di depannya, duduk seorang pria tua dengan rambut putih yang tertata rapi, mengenakan setelan wol buatan Inggris yang sangat tajam.

Meskipun usianya sudah lanjut, mata pria itu, Haris Arkadia masih menyimpan kilatan kecerdikan yang sanggup mengintimidasi lawan bisnis paling tangguh sekalipun.

Haris menatap cucunya dari balik kacamata berlapis emasnya.

"Kau terlihat... lebih kotor dari biasanya, Adrian. Pakaian itu benar-benar tidak cocok untuk seorang pewaris tunggal." seru nya.

Adrian tidak membalas sindiran itu. Ia menatap kakeknya dengan datar.

"Bukankah ini yang Kakek inginkan? Bukankah Kakek yang menyuruhku menanggalkan jas ini dan mencari seorang istri di dunia yang nyata?"

Haris tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh dengan kenangan pahit.

Enam bulan lalu, saat Haris terbaring lemah di rumah sakit karena serangan jantung, ia memanggil Adrian ke sisinya.

Ia tidak membicarakan soal saham atau ekspansi tapi ia justru berbicara tentang kesepian di puncak kekuasaan.

Haris tidak ingin cucunya menikahi wanita sosialita yang hanya mencintai logo Arkadia di kartu kreditnya.

"Carilah wanita yang akan tetap memberimu makan meskipun kau tidak punya sepeser pun, Adrian. Menyamarlah. Jika kau bisa menemukan wanita seperti itu, maka kerajaan Arkadia akan aman di tanganmu," begitu perintah Haris saat itu.

"Aku memang menyuruhmu mencari istri yang tulus, bukan menjadi kuli gudang selamanya," ucap Haris memecah keheningan.

"Dan sekarang, aku dengar wanita itu memenangkan penghargaan internasional. Bakatnya nyata. Tapi... apakah dia sudah tahu siapa dirimu sebenarnya?" tanya sang kakek.

"Belum," jawab Adrian singkat.

"Dan aku ingin tetap seperti itu untuk saat ini." lanjutnya.

Haris mengetukkan tongkat kayu cendananya ke lantai mobil.

"Hati-hati, Adrian. Sebuah bangunan yang dibangun di atas fondasi rahasia akan mudah runtuh saat badai kejujuran datang. Dia sudah mulai curiga, bukan?" ucap kakek Haris.

Adrian terdiam, bayangan wajah Arumi yang bingung di bandara dan di depan mal tadi menghantuinya.

"Aku akan mengatasinya. Aku hanya butuh waktu agar dia mencintai diriku, bukan hartaku." ucap Adrian.

"Kau punya waktu sampai bulan depan, pada pesta ulang tahun perusahaan," tegas Haris.

"Kau harus memperkenalkannya sebagai Nyonya Arkadia yang sah. Jika tidak, aku sendiri yang akan turun tangan untuk menjemputnya."

Di saat yang sama, di lobi mal Takashimaya, Arumi masih terpaku di balik pilar.

Ia melihat mobil mewah itu menghilang di tikungan jalan, dadanya sesak.

Logikanya mencoba mencari pembenaran yaitu mungkin itu hanya teman Mas Ian, mungkin mereka hanya butuh bantuan logistik, namun nuraninya berteriak bahwa ada sesuatu yang sangat besar yang disembunyikan darinya.

Arumi berjalan gontai kembali ke hotel, sesampainya di kamar, ia tidak langsung istirahat.

Ia duduk di depan laptopnya, jemarinya bergetar saat ia mengetik nama di mesin pencari yaitu Adrian Arkadia.

Ribuan hasil muncul dalam sekejap, Arumi mengklik bagian gambar.

Layar laptop itu menampilkan foto-foto seorang pria dalam setelan jas mewah di berbagai acara gala dunia.

Meski dalam foto-foto itu pria tersebut mengenakan kacamata hitam atau sering membelakangi kamera karena sifatnya yang tertutup, Arumi mengenali bentuk rahang itu.

Namun ia mengenali cara pria itu berdiri, ia mengenali jam tangan Patek Philippe yang sesekali terlihat jam yang sama yang pernah ia lihat terselip di balik ransel butut Adrian saat pria itu sedang berganti baju.

"Tidak mungkin..." bisik Arumi. Air mata jatuh menetes di keyboard.

Ia kemudian mencari berita tentang Haris Arkadia.

Muncul foto sang kakek bersama cucu tunggalnya yang wajahnya sengaja sedikit diburamkan untuk privasi.

Namun, postur tubuh pria muda di samping Haris Arkadia itu adalah postur suaminya.

Arumi merasa dunianya berputar, segala kemudahan yang ia alami belakangan ini seperti apartemen mewah yang katanya "fasilitas kantor", tiket Singapura yang katanya "menang undian", denda Siska yang mendadak membuatnya terjepit, hingga kemenangan kompetisinya hari ini, semuanya terasa seperti sebuah pertunjukan yang telah diatur.

"Apakah semua ini palsu?" tanya Arumi pada keheningan kamar.

"Apakah kemenanganku hari ini juga karena uangnya? Apakah Profesor Wijaya hanya kasihan padaku karena diperintah olehnya?" tanyanya dengan bingung dan masih tidak percaya.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

1
🏡s⃝ᴿ . Incha
mau jd rakyat jelata lagi arumi ujung2 ny minta bantuan jg kan
Asyatun 1
lanjut
Supryatin 123
semakin seru nich lnjut thor 💪💪
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪❤️❤️
🏡s⃝ᴿ . Incha
lagi donk kak klu bisa double
erviana erastus
baru jadi resepsionis udah sombong 🤣 begitu lihat kartu nama langsung ciut 😏
erviana erastus
aku suka gaya mu kek 😍😍😍
Rahma Inayah
td songong tu resepsionits pas kasih liat kartu nm nyali nya ciut .semoga ni awal kesuksesan arumi
Asyatun 1
lanjut
Supryatin 123
keren si kakek haris❤️❤️❤️ Lnjut thor 💪💪
erviana erastus
siska, romi sekarang tambah dion hadeh kalian bkn lawanx
Wulan Sari
Yaaa memang dasar oenjahat Romi,Siska dan Dion banyak akalnya tapi semoga semuanya kena getahnya, gimana nt kalau kakek nya datang ya🤦🏼‍♀️ wah bakal jd terdakwa lg tu si mbak Rumi heeee 🤦🏼‍♀️🤭
Rahma Inayah
horang kaya maa bebasan klu mau kmn2 pakai hely pribadi ..tu kan kakek aja TDK percaya dgn kirim suara tu Krn apa kakek haris SDH melihat dan tau sifat Arumi walau br pertma bertemu JD GK mkn Langs percaya pada kirimn suara tu
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
Rini
puas Lo rum nyiksa suami 😡😡
kpn kau sadar, heran seneng amat lihat suami tersiksa, jd sebel Ama Rumi jdnya sok yes 😡😡
Rini: kasihan teh 🤭
total 4 replies
erviana erastus
bnyk kali musuhx ian
Rahma Inayah
insting Adrian TDK pernh slah semoga dia BS mengatasi masalh yg di sabotase dan BS membuat kepercayaan KPD pak haji
Rahma Inayah
untung pak haji TDK termin omongan Dion bnr klu pke orang Dion akn pakai material baru semua
Asyatun 1
lanjut
juwita
yg membuat rumit diri km sendiri arumi. coba klo g nyuruh Adrian ngelepas smuanya g akn ky gini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!