NovelToon NovelToon
Jodohku Ternyata Lurah

Jodohku Ternyata Lurah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Wanita Karir / Keluarga / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Menurut Azalea Laire, dirinya mempunyai bapak kolotnya minta ampun. Jaman sekarang masih saja dijodoh-jodohkan, mana pakai ada ancaman segala, dimana kalau tidak mau dijodohkan, dirinya akan ditendang bukan lagi dari keluarga, tapi di depak dari muka bumi.

Azalea geram di tagih perjodohan terus oleh bapaknya, sehingga dia punya niat buat ngelabrak pria yang mau dijodohkan olehnya agar laki-laki itu ilfeel dan mundur dari perjodohan. Tapi eh tapi, ketika Azalea merealisasikan niat itu yang mana dia pergi ke desa untuk menemui sang jodoh, ternyata dia melakukan kesalahan.

Ternyata jodoh dia adalah Lurah.

Terus kira-kira masalah apa yang udah dibikin oleh Azalea? Kira-kira masalah Azalea ini bikin geram atau malah bikin cengar-cengir?

Nyok kita pantengin aja ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegiatan Pasca Pentas

"Azalea punya pacar? Siapa?" gumam Pak Sutopo bingung. Ia menoleh ke arah istrinya dengan wajah menginterogasi, "Bu, memangnya ada cowok yang pernah datang ke rumah? Atau Azalea sering teleponan sama cowok yang kita tidak tahu?"

Bu Sutopo mengerutkan kening sembari berpikir ragu-ragu. "Ya kalau main ke rumah, ada sih beberapa teman cowok Azalea, Pak. Tapi setahu Ibu, itu cuma teman. Lagipula kalau mereka datang ke rumah itu tidak sendirian, biasanya ramai-ramai, ada teman wanitanya juga. Belum tentu kan salah satu dari mereka itu pacarnya?"

Bu Sutopo menghela napas. Sejujurnya ia ragu kalau Azalea sudah punya pacar tanpa bercerita padanya, karena selama ini putri mereka cukup terbuka. Tapi ia juga tidak bisa main judge atau menyimpulkan terlalu dini kalau memang belum ada kejelasan yang pasti. Dunia anak muda zaman sekarang kan susah ditebak.

"Sudahlah Pak, jangan ditebak-tebak sendiri. Nanti malah jadi fitnah. Coba nanti Ibu pastikan lagi dengan bertanya langsung kepada Azalea kalau dia pulang atau pas teleponan."

Hagia hanya menyimak percakapan tersebut dengan tenang. Meskipun telinganya menangkap setiap kata praduga dari orang tua Azalea, Hagia tidak lantas ikut larut dalam spekulasi tersebut. Ia tidak berharap dugaannya benar, pun tidak ingin menyangkalnya secara kasar. Bagi Hagia, ia lebih percaya apa yang ia dengar langsung dari mulut Azalea, bukan sekadar praduga-praduga atau selentingan dari orang-orang di sekitarnya, bahkan dari orang tuanya sekalipun. Kejujuran Azalea adalah satu-satunya keyakinan yang ia pegang.

Begitulah kira-kira perjumpaan singkat saat itu berlalu, sebuah diskusi penuh tanda tanya tanpa kehadiran sang tokoh utama, Azalea.

...***...

Sementara itu di jagat digital, suasana jauh lebih gaduh. Sepenggal adegan pentas seni tempo hari ternyata menjadi trending topic. Di berbagai platform sosial media, tagar #Halea--singkatan dari Hagia dan Azalea yang dibuat oleh para netizen kreatif--makin melejit naik ke puncak klasemen pencarian.

Setiap kali Azalea punya waktu luang untuk scroll ponselnya, pasti ada saja postingan tentang dirinya yang lewat di beranda. Ada video slow-motion saat ia tersenyum di panggung, ada foto candid yang diambil dari sudut jauh, hingga teori-teori konspirasi ala netizen tentang hubungan spesialnya dengan Hagia.

Azalea merasa itu lucu sekaligus aneh. Melihat dirinya sendiri dipuja-puja oleh orang kini menjadi agenda rutin yang ia lakukan setiap kali merasa senggang. Ada rasa bangga dan juga terharu.

Pagi menjelang siang itu, Azalea kini bukan lagi mendekam di dalam kamar seperti yang sering ia lakukan, bukan pula sedang bersantai di area asrama. Dia sedang berada di luar, tepatnya di tempat bazar UMKM desa.

Azalea sedang terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan, membantu menjaga stand pedagang serta menjadi panitia kecil. Ajaibnya, kali ini wanita itu tidak didampingi oleh Hagia yang biasanya menempel layaknya prangko.

Meskipun begitu, ia tetap tidak sendirian karena ada teman-teman yang lain, baik pria maupun wanita yang tetap menjaganya. Azalea benar-benar tidak diperbolehkan ke mana-mana sendirian lagi semenjak popularitasnya meledak. Teman-temannya seolah sudah membentuk barisan pengamanan dadakan untuknya.

Kemana Hagia sampai tidak bisa menemani Azalea? Laki-laki itu tadi sempat mengirimkan pesan singkat sebelum Azalea berangkat. Katanya ia ada urusan mendesak sebentar. Hagia berjanji, kalau urusannya sudah kelar, dia bakal segera menyusul Azalea di mana pun wanita itu berada.

Di momen yang cerah itu, Azalea tidak sengaja bertemu dengan Suci. Sudah beberapa hari ini Azalea tidak berjumpa dengannya, bahkan sekadar berpapasan di asrama pun tidak pernah. Merasa senang melihat sosok yang ia kenal, Azalea lantas menegur sapa dengan semangat.

"Suci! Hai, apa kabar? Baru kelihatan nih." seru Azalea sambil melambaikan tangan.

Akan tetapi Suci tidak menjawab sapaan Azalea. Wanita itu terus saja berjalan seakan-akan ia tidak melihat dan tidak mendengar kehadiran Azalea di sana. Azalea mengernyitkan kening, ia berpikir positif, 'Oh, mungkin nggak kedengeran kali ya, kan ramai disini.

Azalea mencoba lagi dengan suara yang lebih lantang. "Suci!"

Tetap sama. Suci tetap melangkah tanpa menoleh sedikit pun. Merasa penasaran, Azalea pun mendekat dan sedikit berlari hingga berhasil berada di samping Suci, lalu ia menoel pundak Suci. Ia pikir suara panggilannya benar-benar teredam ramainya suara sehingga berinisiatif menyapa lewat tepukan.

Saat ditepuk oleh Azalea, Suci akhirnya menoleh sedikit. Tapi hanya sebentar, tidak sampai dua detik. Kemudian secepat kilat ia membuang muka dan justru berpamitan pada orang di sebelahnya.

"Mbak Lastri, saya ke sana dulu ya, ada urusan yang lupa dikerjakan," ucap Suci sambil menunjuk ke arah stand salah satu pedagang, tidak memedulikan Azalea yang berdiri di sampingnya.

Sapaan Azalea benar-benar tidak digubris. Suci melenggang pergi begitu saja.

Azalea bertanya-tanya dalam hati, Kenapa ya Suci? Tapi dasar Azalea yang memiliki sifat easygoing, dia tidak mau berpikir terlalu kritis sampai hal itu membawanya ke dalam pikiran yang terus-menerus. Ia mengangkat bahu, menganggap mungkin Suci memang sedang banyak pikiran atau sedang dalam mood yang buruk.

Kejadian tadi ternyata tak luput dari pengamatan Lastri. Lastri melihat dengan jelas bagaimana Suci secara terang-terangan mengabaikan Azalea. Lastri pun ikut bertanya-tanya dalam hati, mungkinkah Suci dan Azalea tengah bertengkar hebat?

Untungnya di momen yang ajojing itu, Azalea tidak dibiarkan larut dalam kebingungan terlalu lama. Ada beberapa warga desa dan teman-teman mahasiswa lain yang langsung menghampirinya. Mereka mengajak bercanda, mengobrol seru tentang dagangan, bahkan ada beberapa remaja desa yang malu-malu minta foto bareng karena melihat Azalea viral di media sosial.

Keramaian itu membuat Azalea jadi gampang lupa jika ada seseorang yang secara terang-terangan sedang tidak menyukainya.

Keriuhan di tempat itu tiba-tiba berubah menjadi ketegangan kecil ketika ada hal tidak terduga yang datang menghampiri. Sekelompok orang yang bukan warga lokal muncul dari arah jalan setapak. Mereka bukan petani, bukan pula mahasiswa. Mereka membawa kamera, lampu portabel, serta ada mikrofon yang ujungnya terbungkus busa bertuliskan logo sebuah media hiburan.

Kelompok itu langsung menuju ke arah Azalea seakan sudah mengincar posisinya sejak tadi. Mereka tampak hendak melakukan wawancara dadakan.

"Mbak Azalea, bisa minta waktunya sebentar? Kita dari tim investigasi artis sosial media," seru salah satu orang yang memegang mik.

Waduh, ini beneran acara gosip ya? Betulan gak nih kira-kira? Apa prank mic bau tai? Batin Azalea.Pikirannya jadi kemana-mana lantaran ia melihat konten prank.

.

.

Bersambung.

1
〈⎳ FT. Zira
adi kegeeran duluan🤣
〈⎳ FT. Zira
si Cong waspada 100%🤣
〈⎳ FT. Zira
capernya bakal sukses ini.. tapi mon maap ee dii.. Lea hanya untuk hagia seorang
aleena
huaaaa
nangis dalam bantal
dikira hagia mau nikahan sama siapa
tak taunya dirinya sendiri wanita saingan🤣🤣🤣🤣
Zenun: the real bersaing dengan diri sendiri wkwkwk
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
aku masih ngakak di bab ini 🤣🤣🤣
hati merana,gak tau nya sama dia
🤣🤣🤣🤣
Zenun: jiaaaah.... ciat ciat ciat😆
total 6 replies
Felycia R. Fernandez
ya ampun,ini calon adek ipar 😆😆😆
Zenun: ada-ada bae emang
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Hagia kah??
Zenun: si cong
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
vote meluncur
Zenun: Terimakasih kakak
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
😍😍😍😍
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: bikin berdenyut2 🤣🤣
total 2 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
otornya absurd, tokohnya jadi absurd juga 🤦‍♀️🤦‍♀️
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
kamu salah paham. tapi aku suka. biarkan kesalah paham ini, semakin panjang /Facepalm/
Zenun: aku pun suka kesalahan pahaman ini😄
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya, punya ayahmu. tapi kamu pewarisnya
Zenun: hihihi
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
heleehhhh, modus mu /Facepalm//Facepalm//Curse/
Zenun: wkwkwk
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan ternyata itu ialah nomor sang penipu /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Zenun: minta kirimin pulsa ya
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebegitu khawatirnya hagia sama lea. apalagi itu, jika bukan cinta
Zenun: Iya betul sekali
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
ooo, lebih privasi gitu maksudnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia memang menyukai mu hagia. seharusnya bukan akting yg ditunjukkan tapi kebenaran
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
fokus leaaa, fokus /Chuckle//Chuckle//Facepalm/
Zenun: sulit fokus😢
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
aku suka sama pikiranmu
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
nah kan, akhirnya kamu sadar lea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!