Amora adalah seorang mahasiswi yang terpaksa menikahi pria pilihan orang tuanya
ini karya kedua aku, semoga suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella_imupp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dekatnya 5 orang itu
"kalian bicara apa sih!! Jangan sembarang deh.." ucap Nathan
"memang kenapa? aku hanya ingin mati saja, mengapa begitu sulit." ucap Argan
"Kalian jangan gila!! Ini hidup bukan permainan" ucap Nathan
"aku hanya ingin mendapat kan kasih sayang dari mereka semua apa aku salah? Mengapa tuhan menciptakan aku jika hanya untuk di siksa.. Aku lelah.." ucap Arkan, matanya berkaca-kaca
"Kenapa tidak ambil saja nyawa aku.. Aku juga tidak ingin di siksa.." ucap Argan tanpa sadar air mata mulai turun ke pipinya
"Heh!! Ingat jangan menunjukkan sifat itu, nanti mommy dan Daddy marah" ucap Anantara
"ah iya maaf, akan lupa.." ucap Arkan
"eh iya.. Nanti Daddy Agan marah.." ucap Argan lalu mengusap air mata nya
*hah? Akan? Agan? Siapa mereka?" tanya Nathan ke Anantara
"ya itu mereka berdua. Mereka kalau sedang mengingat trauma nya pasti akan memanggil nama mereka sendiri, namun berbeda, yang tadi nya Arkan jadi Akan dan Argan jadi Agan" ucap Anantara sambil menjelaskan ke Nathan
"Oh gitu.. Pantas saja tidak asing nama nya." ucap Nathan
"Ya gitu deh.." ucap Anantara
"Tapi mereka trauma karena keluarga kah? Terus kalau Abang punya trauma juga gak?" tanya Nathan
"Tentu karena mereka, apalagi mereka merasakan itu saat umur mereka masih 4 tahun. kalau trauma Abang ada, tapi kita bertiga belum separah trauma Amora." ucap Anantara
"Trauma Amora apa?" tanya Nathan
"Tanya sendiri ke my little princess lah, gue mah gak bisa kasih tahu" ucap Anantara
"Apaan mor?" ucap Nathan lalu menatap Amora
"rahasia. Karena ini bersangkutan dengan masalah terbesar yang ada disini" ucap Amora
"Ah elah.. Kenapa gak kasih tahu aja sih" ucap Nathan
"Gak deh.. nanti kalau tahu bisa bahaya.. Bukan cuman hubungan kita tapi juga nama keluarga aku" ucap Amora
"sebenar nya apa sih.." ucap Nathan sambil menatap keempat A secara bergantian
"pokok nya jika kau tahu salah satu inti masalah tersebut maka semua akan terjawab karena mereka menyambung" ucap Anantara
"Gila.. Sumpah kalian semua gila.. Tinggal kasih tau aja susah amat.. Padahal tinggal bilang beberapa kata doang loh" ucap Nathan
"Sabar.. tapi paling bentar lagi kau akan tahu" ucap Argan
"Ayolah... Kalian tinggal bilang.. lebih baik aku tahu dari kalian daripada orang lain kan.." ucap Nathan
"No.. No.. A.. A" ucap Amora
"Ayo lah janji.. Sumpah dah gak bakal aku ninggalin kalian semua.. justru kalau tahu dari orang lain aku bisa aja pergi loh.." ucap Nathan sambil sedikit menakuti keempat A
"Em.. Gimana ya.. Gak deh.. lagian kalau pergi ya pergi aja, aku tidak akan melarang seseorang yang memang dari awal ingin pergi" ucap Amora
[gila.. Gimana cara nya sih.. Gue beneran penasaran sama masalah itu..] batinan Nathan
"yaudah deh aku tunggu waktu itu datang aja" ucap Nathan
"Terserah" ucap Amora
Setelah perbincangan itu, akhir nya Nathan pulang karena langit sudah mulai gelap
"yaudah kalau gitu gue pulang" ucap Nathan
"Iya, hati-hati jangan ngebut-ngebut, lihat kanan kiri depan belakang. setelah sampai rumah telfon Mora dan kalau ada apa-apa telfon Mora juga jangan diam aja, okeyy" ucap Amora
"iyah.. sayangkuu. Pasti Nathan hubungi kok" ucap Nathan
"Idih bucin.. Bucin.. Bener bener gak tahu tempat ini orang bucin" ucap Argan sambil menyindir Amora dan Nathan
"Biarin lagian salah siapa jomblo, yakan baby?" ucap Nathan
"iya. Makanya cari pacar jangan main game doang.." ucap Amora
"Pacaran kok sama berkas dan anime." ucap Nathan
"padahal gepeng, gak bisa gerak lagi" ucap Amora
"Mana cuman bikin pusing aja" ucap Nathan
"udah gepeng, gak bisa ngebantu, gak nyata lagi" ucap Amora
Ketiga A hanya bisa terdiam karena disindir duo bocil kematian itu setelah beberapa menit "udah stop.. nyindir nya sakit coy" ucap Anantara
kedua A masih terdiam, ya karena mereka masih tidak menyangka bakal digituin mana nyindirnya anime mereka lagi
"udahlah mending gue pulang, dadah para orang jomblo" ucap Nathan
"heh gue ini single bukan jomblo" ucap Arkan
"apa bedanya sama aja perasaan" ucap Nathan
"bedanya single itu pilihan kalau jomblo itu nasib" ucap Argan