melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.
kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.
setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.
arc ini juga memperkuat beberapa character
dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ujian high magnus 3 hari lagi
Malam menyelimuti asrama Akademi Sihir Agreta dengan sunyi yang lembut. Angin dingin berembus perlahan, menyusup melalui jendela-jendela tinggi, membawa ketenangan yang jarang terasa setelah hari yang panjang.
Di salah satu kamar, cahaya lampu temaram menerangi sosok Lucyfer yang duduk di dekat jendela. Rambut putihnya tergerai rapi, matanya menelusuri baris demi baris sebuah buku tua berjudul:
“Bagaimana Caranya Bisa Hidup Kedua Kalinya.”
Lucyfer membaca dalam diam, tenggelam dalam pikirannya sendiri.
“Jika seseorang berada di ambang kematian,” pikirnya, mengingat isi buku itu,
“dan ada satu orang lain yang rela melakukan ritual pertukaran inti sihir… maka inti itu dapat berpindah dari pemilik aslinya ke tubuh yang hampir mati. Namun ritual ini tak berlaku bila tubuh tersebut telah benar-benar kehilangan nyawa.”
Lucyfer menutup buku perlahan.
Entah mengapa, isi buku itu terasa terlalu dekat dengan kenyataan yang pernah ia dengar—dan mungkin, suatu hari, akan ia hadapi.
Langkah kaki pelan terdengar dari belakang.
Elviera mendekat, rambutnya bergoyang halus tertiup angin malam. Tanpa berkata banyak, ia menyelimuti bahu Lucyfer dengan selimut hangat.
“Tuan muda Lucyfer,” ucapnya sopan dan dingin seperti biasa,
“sekarang sudah larut. Anda bisa jatuh sakit bila terus di dekat jendela.”
Lucyfer tersenyum kecil.
“Terima kasih, Elviera.”
Elviera menunduk singkat, lalu berjalan pergi, meninggalkan Lucyfer yang kembali menatap langit malam—tenang, namun penuh pertanyaan.
Keesokan paginya, setelah pelajaran berakhir
—
“DUP! DUP! DUP!”
Langkah kaki cepat menggema di lorong asrama. Klee berlari dengan napas terengah, wajahnya penuh semangat.
“Lucyfer!” serunya.
“Aku bawa berita penting! Ujian High Magnus bakal dimulai tiga hari lagi!”
Lucyfer menoleh tenang.
“Hanya tiga hari, ya… berarti pesertanya juga tak sedikit.”
“Aku juga mikir gitu,” jawab Klee.
Mereka berjalan menuju asrama. Saat pintu dibuka, Elviera, Sylvara, Toma, Varen, Alven, dan Selesia sudah berkumpul.
“Persiapkan diri kalian,” kata Lucyfer datar.
“Lawan kita banyak. Bahkan ada peserta dari Akademi Sihir Odler.”
Ruangan langsung hening.
“EH?!” teriak Varen.
“Akademi Odler?! Serius?!”
Sylvara menoleh tenang.
“Kenapa kau teriak bukankah kita juga sama sama akademi elit?”
“Beda,” jawab Varen cepat, nadanya cemas.
“Agreta itu akademi bangsawan. Odler itu akademi khusus—isinya murid-murid dengan potensi sihir luar biasa yang benar-benar dilatih keras, fisik dan mental.”
“Tenang saja,” sela Toma santai.
“Selama mereka sportif dan tak curang, kan tak masalah?”
Varen langsung menarik pipi Toma.
“Tenang-tenang dengkulmu! Mereka bukan lawan biasa!”
“WOI!” bentak Alven dari sudut ruangan.
“Kalau mau teriak, keluar! Gua lagi tidur!”
Lucyfer hanya menggeleng pelan melihat keributan itu.
Di sisi lain—
Akademi Sihir Odler berdiri kokoh dengan aura disiplin yang berat. Di aula utama, delapan murid berdiri tegap di hadapan kepala akademi.
“Ingat,” ujar kepala akademi dengan suara tegas,
“kalian membawa nama Akademi Odler.
Kalian harus menang—namun tetap sportif.”
“SIAP, PAK!” jawab kedelapan murid serempak, suaranya mantap seperti pasukan militer.
“Kita tak boleh apa?”
“TAK BOLEH CURANG!”
“WAJIB SPORTIF!”
“KERJA SAMA DAN DISIPLIN TINGGI!”
Kepala akademi mengangguk puas.
“Kalian telah mendapatkan delapan koin emas dengan cara terhormat. Menangkan ujian ini tanpa kecurangan, dan patuhi komando ketua tim.”
Itulah Akademi Odler—
elit, keras, disiplin mutlak.
Akademi yang hanya menerima murid dengan potensi sihir ekstrem, dan melatih mereka hingga mencapai batas tertinggi kemampuan mereka.
Dan dalam tiga hari ke depan—
dua dunia yang sangat berbeda itu akan bertabrakan.