NovelToon NovelToon
Jejak Malam Di Kamar Nomor 101

Jejak Malam Di Kamar Nomor 101

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Beda Usia / Nikahmuda / Teen School/College / Menjadi bayi / Hamil di luar nikah
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

Satu malam di kamar nomor 101 menghancurkan seluruh masa depan Anindira. Dijebak oleh saudara tiri dan terbangun di pelukan pria asing yang wajahnya tak sempat ia lihat, Anindira harus menelan pahitnya pengusiran dari keluarga.
​Lima tahun kemudian, ia kembali sebagai asisten pribadi di Adiguna Grup. Namun, bosnya adalah Baskara Adiguna, pria berhati es yang memiliki sepasang mata persis seperti putra kecilnya.
​Ketika rahasia malam itu mulai terkuak, Anindira menyadari bahwa ia bukan sekadar korban satu malam. Ia adalah bagian dari rencana besar yang melibatkan nyawa dan harta. Baskara tidak akan melepaskannya, bukan karena cinta, melainkan karena benih yang tumbuh di rahim Anindira adalah pewaris tunggal yang selama ini dicari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Pria Misterius Di Kegelapan

Pria misterius yang bersamanya semalam ternyata meninggalkan sebuah jejak permanen di dalam rahim Anindira tanpa ia sadari. Anindira hanya bisa terpaku di depan pintu ruang tamu sambil meremas kancing perak yang tersembunyi di balik telapak tangannya. Matanya menatap ngeri ke arah sang ayah yang sudah berdiri dengan napas yang memburu serta tatapan yang seolah siap meledak kapan saja.

Suasana di dalam ruangan itu terasa sangat mencekam dan menekan hingga Anindira merasa paru-parunya seperti dihimpit oleh beban seberat gunung. Sarah yang berdiri di samping ayahnya memasang wajah cemas yang sangat dibuat-buat meskipun matanya berkilat penuh kemenangan. Hening yang panjang itu justru terasa jauh lebih menyakitkan daripada sebuah teriakan makian yang paling keras sekalipun.

"Dari mana saja kamu baru pulang pada jam begini dengan penampilan yang menjijikkan seperti itu?" tanya ayahnya dengan suara rendah namun sarat akan ancaman.

Anindira menundukkan kepalanya dalam-dalam sambil mencoba menutupi bagian gaunnya yang sobek dengan tas tangan kecil miliknya. Lidahnya terasa sangat kelu dan kaku hingga ia kesulitan untuk merangkai satu kata penjelasan pun yang masuk akal. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini mulai menggenang kembali di pelupuk matanya yang sudah nampak sangat bengkak.

"Aku tersesat semalam dan ponselku mati total hingga aku tidak bisa menghubungi siapa pun di rumah," bisik Anindira dengan suara yang sangat bergetar hebat.

"Tersesat? Sarah bilang kamu masuk ke dalam kamar nomor 101 dengan seorang pria asing yang tidak jelas asal usulnya!" gertak ayahnya sambil memukul meja kaca hingga terdengar bunyi dentuman yang nyaring.

Anindira tersentak hebat mendengar tuduhan itu dan langsung melemparkan pandangan tajam ke arah saudara tirinya yang kini sedang pura-pura terisak. Ia merasa dikhianati oleh darah dagingnya sendiri yang justru menjadi dalang di balik semua kehancuran yang ia alami semalam. Sarah menutupi mulutnya dengan sapu tangan sambil memberikan tatapan yang seolah meminta maaf padahal hatinya sedang bersorak kegirangan.

"Aku tidak bermaksud mengadu kepada ayah, Dira, tapi aku sangat khawatir karena melihatmu dibawa oleh pria itu," ucap Sarah dengan nada suara yang terdengar sangat sedih.

"Pembohong! Kamu yang membantuku menuju kamar itu karena kamu bilang aku butuh istirahat!" teriak Anindira dengan amarah yang meledak dari dalam dadanya.

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Anindira hingga wajahnya terlempar ke samping dan ia merasakan rasa panas yang luar biasa menjalar di kulitnya. Ayahnya menatapnya dengan rasa kecewa yang sangat mendalam seolah Anindira adalah sampah yang sudah tidak lagi memiliki harga diri. Anindira memegang pipinya yang mulai memerah sambil menahan isak tangis yang menyesakkan kerongkongannya.

"Berani sekali kamu melempar kesalahanmu kepada saudaramu yang sudah baik hati menjagamu selama pesta berlangsung!" maki ayahnya dengan jari menunjuk tepat ke arah wajah Anindira.

Anindira merasa dunianya benar-benar hancur keping-keping saat melihat ayahnya lebih mempercayai sandiwara Sarah daripada kejujurannya sendiri. Ia ingin menunjukkan kancing perak itu sebagai satu-satunya bukti namun ia sadar bahwa pria misterius itu memiliki kekuasaan yang bisa menghancurkan keluarganya. Ia hanya bisa terdiam membisu sambil menerima semua caci maki yang dilontarkan oleh pria yang sangat ia hormati tersebut.

"Masuk ke kamarmu dan jangan pernah keluar sampai aku memutuskan hukuman apa yang pantas untuk anak tidak tahu malu sepertimu!" perintah ayahnya dengan suara yang menggelegar di seluruh penjuru rumah.

Anindira berlari menuju kamarnya di lantai atas dengan langkah yang limbung dan penglihatan yang kabur karena air mata yang terus mengalir deras. Ia mengunci pintu kamarnya rapat-rapat lalu merosot jatuh ke lantai sambil memeluk lututnya sendiri dalam kegelapan yang sunyi. Di dalam kepalan tangannya, kancing perak itu terasa sangat dingin dan mengingatkannya pada sosok pria yang memiliki tatapan mata setajam elang.

Ia mencoba mengingat kembali setiap detik yang terjadi di dalam kamar nomor 101 namun yang tersisa hanyalah bayangan hitam yang sangat samar. Pria itu memiliki suara yang sangat dalam dan aura yang mampu membuat siapa pun tunduk tanpa perlu mengeluarkan banyak tenaga. Anindira merasa terjebak dalam sebuah labirin tanpa jalan keluar yang akan menyeretnya ke dalam penderitaan yang jauh lebih besar lagi.

Tangannya perlahan mengusap perutnya yang masih terasa datar namun ia merasakan sebuah firasat buruk yang sangat kuat sedang tumbuh di sana. Rasa mual yang tiba-tiba menyerang membuatnya harus berlari ke arah kamar mandi untuk memuntahkan seluruh isi perutnya yang terasa bergejolak hebat. Gejala aneh yang mulai muncul di dalam tubuhnya seolah menjadi pertanda bahwa badai besar yang sesungguhnya baru saja dimulai.

 

1
Healer
aduiiii Dira....jgn lagi kamu kerangkap ya...💪💪💪
Healer
antara karya yg menarik...susun kata yg teratur kesalahan ejaan yg sgt minimalis...✌️✌️👍👍!!terbaik thor👍👍👏
Healer
salah satu karya yg menarik dari segi tatabahasa....dari bab awal hingga bab yg ini kesalahan ejaan blm ada lagi.... teruskan thor
Healer
Dira kamu harus kuat dan jgn jadi wanita lemah....lawan si Sarah itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!