NovelToon NovelToon
Terikat Perjanjian Tuan Playboy

Terikat Perjanjian Tuan Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Pelakor / Pelakor jahat / Poligami / Selingkuh / Playboy
Popularitas:224
Nilai: 5
Nama Author: omen_getih72

Chaterine berdiri diam, mengamati suaminya mencium kekasih SMA-nya, Moana, di pesta ulang tahun pernikahan mereka yang ke-2. Meskipun sudah diyakinkan, Chaterine tak bisa menghilangkan perasaan bahwa kehadiran Moana mengancam pernikahannya. Terjebak dan tercekik, Catherine mendambakan kebebasan, bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun Tuhan ternyata punya rencana lain untuk Chaterine. Takdir ikut turun tangan ketika ia bertemu dengan Christian, mafia terkuat di Negara Rusia. Christian menawarkan balas dendam kepada Moana dan suaminya dengan imbalan menjadi simpanannya selama setahun. Saat Chaterine bergulat dengan tawaran berbahaya ini, ia tertarik pada Christian yang misterius. Akankah ia menyetujui kontrak tersebut, dan apa yang akan terjadi seiring ketertarikannya pada Christian semakin kuat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon omen_getih72, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Selama beberapa hari berikutnya, rasa sakit di perut Catherine bertambah hampir setiap hari.

Ikatan di dalam dirinya mulai membusuk, dan ia merasa semakin tidak tertarik pada pasangannya.

Hal itu berdampak signifikan pada kesehatannya.

Pembantu pribadinya, Ana, membawakannya jus dan makanan enak untuk dimakan lalu memaksanya untuk makan.

Pikirannya kacau. Jika ia meninggalkan Dominic dengan sukarela, ia yakin dia akan menangkap dan menjebloskannya ke penjara atau lebih buruk lagi, dia bisa mengeluarkannya dari keluarga Archer dan kemudian ia akan dicap sebagai penghianat.

Saat Catherine mempertimbangkan pilihan-pilihannya, ia memfokuskan semua perhatiannya untuk mengasah keterampilan bertarungnya.

Berolahraga selalu mendatangkan rasa pencapaian dan adrenalin yang meluap.

Sebagai putri seorang pemimpin, ia adalah seorang wanita yang unggul, tetapi ia sudah lama tidak berlatih.

Jadi, saat ia pergi ke tempat latihan dan memasuki tempat pelatihan anak buahnya, para pria di sana terkejut.

Pelatihnya, Arnold ada di sana. Pria itu membungkukkan badan memberi hormat.

"Aku akan menjadi partnermu, Nyonya Catherine."

Arnold berasal dari keluarganya dan jika perusahaan mereka tidak bergabung, dia akan menjadi asisten pribadinya.

Meskipun semua luka yang Catherine derita, ia dengan cekatan menghindari setiap serangan dari Arnold.

Pria itu adalah pria yang kuat. Ia menerjang Catherine dan mendaratkan rentetan pukulan di wajahnya, tetapi Catherine menghentikan pukulannya dengan lengan bawahnya dan menendang perutnya, membuatnya terpental ke tanah.

Catherine mendengar orang-orang bertepuk tangan dan bersorak.

"Maju, Nyonya Catherine, go!!"

Arnold bangkit dan menerjang ke arahnya, ia berubah menjadi semakin serius.

Catherine menyipitkan mata dan menunggu. Tepat saat dia berada beberapa kaki jauh darinya, ia memasang kuda-kuda dan melakukan serangan telak.

Membanting pria itu ke tanah dengan tangan melingkar di lehernya.

Arnold tunduk padanya, dan dia menjauh.

Keduanya saling menunduk memberi hormat dan berjabat tangan.

"Itu mengesankan, Nyonya Catherine."

Catherine terkekeh, merasa senang setelah sekian lama. "Aku akan melanjutkan latihanku mulai sekarang," Ucap Catherine padanya.

"Nyonya Catherine," sebuah suara lembut dan malu-malu terdengar dari belakang.

"Aku tahu kemampuanku tidak ada apa-apanya denganmu, tapi aku akan sangat senang jika kamu mau membantuku dalam berlatih," ucap Moana, kedua tangannya terkepal di depan dada.

"Tidak, terima kasih," balasnya sambil mengambil mantel dari sang pelayan yang melayani semua prajurit di tempat latihan.

Moana mendengus. "Nyonya Catherine, jangan marah padaku. Aku hanya ingin melakukan apa yang diminta Tuan Dominic. Dia bilang kamu adalah orang terbaik untuk berlatih, jadi aku di sini."

Catherine mengangkat alis, menyadari keheningan yang menegangkan di sekitar mereka.

"Dominic yang memintamu berlatih?"

"Ya," Moana mengangguk sambil memutar matanya. Dia menundukkan kepala. "Aku sudah kehilangan kemampuanku. Tuan Sammy dulu sering memukuliku dan tidak pernah mengizinkanku pergi berlatih."

Catherine jadi heran dengan kejenakaannya.

Apakah Dominic repot-repot menanyai Sammy tentang dugaan kekerasan yang dilakukannya terhadap Moana?

Ia tidak pernah melihat luka apa pun pada diri wanita itu.

"Kumohon, Nyonya Catherine. Aku mohon padamu," ucapnya sambil menggenggam kedua tangannya di depan dada. "Aku tahu aku ini bukan siapa-siapa, tapi aku tidak bisa menentang perintah Tuan."

Catherine mengatupkan bibirnya dan mengangguk. Jika Dominic meminta wanita itu untuk berlatih bersamanya, bolehkah ia menentang perintahnya?

Mereka berdua berdiri berhadapan di atas matras latihan. Moana mengambil posisi, dan Catherine mengambil posisinya.

Saat mereka saling mengitari, fokus Moana yang intens membuat orang sulit percaya bahwa wanita itu butuh latihan.

Tiba-tiba, Moana menerjang dan menendang perutnya dengan keras. Terkejut, ia terhuyung mundur.

Wanita itu tidak memberi Catherine kesempatan untuk pulih dan mengayunkan kaki ke sampingnya.

Catherine menghentikan kakinya dengan lengan bawahnya dan kemudian, dengan gerakan cepat, menunduk dan meninju lututnya.

Moana menjerit saat jatuh.

Dengan tatapan tajam, ia melompat ke udara, mengarahkan pukulan langsung ke wajah Catherine.

Ini terasa seperti serangan, bukan sekadar latihan. Seolah-olah Moana ingin membunuhnya.

Catherine menunduk, tetapi pukulan itu mengenai bahu, membuatnya mendesis kesakitan.

Moana menyeringai dan kemudian, dengan kekuatan penuh, mengayunkan kakinya, membidik kepala lawannya.

Catherine menghindarinya, dan wanita itu terhuyung ke depan.

Ia berputar cepat dan membidik sisi wajah Moana, tetapi wanita itu membalikkan wajahnya dan sikunya mendarat tepat di hidung.

Moana menjerit kesakitan saat darah mengalir keluar dari hidungnya.

Pintu terbuka dan Dominic bergegas masuk.

"Moana, Moana!"

Air mata Moana mengalir. "Dominic, dia-dia memaksaku untuk bertarung dengannya hanya untuk-untuk melakukan ini. Bayi kita..." tangisnya.

Catherine menatapnya dalam diam. Bayi apa?

Moana hamil? Dan dia baru saja berbohong.

Tuhan di atas sana. Bagaimana ia bisa bersaing dengannya?

"Bagaimana bisa?" geram Dominic sambil mencekik leher Catherine.

Catherine mencengkeram pergelangan tangan pria itu saat pikirannya mencoba memahami seluruh situasi.

Cengkeraman Dominic di tenggorokannya mengencang, dan ia mulai terbatuk.

"Dominic!" desahnya.

Dominic mendorongnya ke tanah. "Jauhi dia, Catherine. Ini peringatan terakhirku. Dia sedang mengandung anakku!" Ia menoleh ke arah Moana, menggendongnya, dan melangkah keluar dari ruang pelatihan.

Catherine menonton mereka dengan pikiran kosong dan tangannya mencengkeram leher. Ini benar-benar tamparan di wajahnya.

Selama dua tahun. Ia ingin dihamili oleh pasangannya, tetapi ia tidak bisa. Dan gadis ini hamil dalam beberapa hari?

Perselingkuhan Dominic yang terang-terangan berubah menjadi hal baru hari itu.

Saat ia menyeret kakinya keluar dari tempat latihan, ia tahu bahwa mata semua orang tertuju padanya.

Insiden itu akan menjadi gosip terbesar di keluarga besar itu. Moana mengandung pewaris Presdir, dan itu akan meningkatkan statusnya di keluarga itu.

Semua harapannya hancur berkeping-keping karena terbentur batu waktu. Tak ada yang tersisa dalam hidupnya.

Semua yang ia sayangi, suaminya, anak buahnya, hidupnya, bisnisnya, dan reputasinya direnggut dengan tiba-tiba hingga terasa seperti tanah di bawahnya telah ditarik keluar.

Ia tidak tahu kapan ia sampai di kamarnya dan kapan ia menjatuhkan diri di tempat tidur, tapi suara dering ponselnya yang terus menerus mengganggu tidurnya.

Nama Kate yang tertera pada layar membuatnya bergegas menggeser simbol hijau.

"Cath, aku minta maaf terlambat meneleponmu. Aku sedang mendaki di Andes dan baru saja kembali. Kamu apa kabar dan di mana?" wanita terdengar begitu antusias hingga Catherine tertawa kecil dan menyeka air matanya. Tuhan, ia sangat merindukannya.

Catherine langsung ke pokok permasalahan.

"Kate, aku butuh bantuanmu." Catherine ingin menceritakan semuanya kepada Kate, tetapi itu akan membuat wanita itu datang padanya dan membuat keributan besar.

Setelah terdiam sejenak, wanita itu berkata..

"Aku mendengarkan."

"Christian?" Kate terdengar terkejut.

"Ya. Bisakah kamu mengatur pertemuan dengannya?" Catherine menunggu dengan napas tertahan di tenggorokan.

Pria itu akan menemuinya besok jika Kate yang meminta.

Catherine tahu dia seseorang yang sangat sibuk dan mungkin butuh waktu berbulan-bulan sebelum ia mendapat janji temu.

"Baiklah, aku akan bertanya padanya. Apakah ada hal lain yang ingin kamu bicarakan?" Bahkan setelah dua tahun tidak saling bicara, perhatian wanita itu padanya begitu besar.

"Tidak," jawabnya dengan suara serak.

Catherinemenempelkan ponsel ke dadanya dan mendongakkan kepala. Berdoa kepada sang Pencipta agar ia bisa mendapat janji temu lebih awal.

Merasa lebih baik, Catherine pergi ke taman belakang di malam hari untuk menyembuhkan diri.

Mendengar tentang kehamilan Moana adalah hal terakhir yang Dominic tinggalkan untuknya. Sendirian. Sengsara.

Sungguh wanita yang kesepian.

Saat kembali ke rumah, ia bertanya-tanya berapa banyak lagi hal yang bisa ia tanggung.

Ia merasa ingin mengakhiri hidupnya.

Wanita itu berbaring di lantai, meringkuk seperti janin, tidak bisa menangis, merasa hampa.

Ponselnya berdering, dan ia mengangkatnya seperti robot.

"Halo?"

"Catherine!" Kate berucap. "Christian bisa menemuimu lusa. Dia akan datang ke kediaman Archer untuk bertemu dengan Dominic."

**********

**********

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!