NovelToon NovelToon
Diceraikan Suami Dinikahi Ceo Milyader

Diceraikan Suami Dinikahi Ceo Milyader

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Aisya harus menelan pil pahit, dua tahun pernikahan, ia belum dikaruniai keturunan. Hal ini membuat mertuanya murka dan memaksa suaminya menjatuhkan talak.

Dianggap mandul dan tak berguna, Aisya dicampakkan tanpa belas kasihan, meninggalkan luka yang menganga di hatinya.

Saat sedang mencoba menyembuhkan diri dari pengkhianatan, Aisya dipertemukan dengan Kaisar.

Penampilan Kaisar jauh dari kata rapi, rambut gondrong, jaket kulit lusuh, dan tatapan liar. Mirip preman jalanan yang tampak awur-awuran.

Sejak pandangan pertama, Kaisar jatuh cinta pada Aisya. Ia terpesona dan bertekad ingin menjadikan Aisya miliknya, memberikan semua yang gagal diberikan mantan suaminya.

Tapi, mampukah Kaisar meluluhkan hati Aisya yang sudah terlanjur hancur dan tertutup rapat? Atau apakah status dan cintanya yang tulus akan ditolak mentah-mentah oleh trauma masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Aisya masih terperanjat, menatap nanar pemuda acak-acakan yang kini terhuyung sambil memegangi lengannya yang berdarah.

Darah merah pekat itu terus merembes, kontras dengan kulit pucat si pemuda.

Meskipun pasar mulai ramai kembali setelah si penodong kabur, tidak ada satu pun orang yang benar-benar mendekat untuk menolong. Mereka hanya melihat dari jauh.

“Ya ampun, Mas!” seru Aisya, Ia segera menyadari, pria ini terluka parah karena menolongnya.

“Mas tidak apa-apa kan?” tanya Aisya panik, pertanyaan bodoh mengingat darah mengalir deras.

Pemuda itu meringis menahan sakit. Ia mengibaskan tangannya, berusaha terlihat kuat.

“Cuma goresan kecil. Santai saja. Dia itu preman cupu,” ucap pemuda itu. Wajahnya yang pucat dan keringat dingin di pelipisnya membuktikan ia sedang menahan sakit luar biasa.

“Ayo, kita harus obati ini. Lukanya dalam,” desak Aisya.

Tanpa menunggu persetujuan, Aisya dengan hati-hati memapah lengan pemuda itu. Ia membawa pemuda itu menjauhi keramaian, menuju sebuah mushola kecil yang terletak agak tersembunyi di sudut pasar.

Pemuda itu, yang sedari tadi bersikap sok jagoan, akhirnya pasrah dipapah oleh Aisya. Ia didudukkan di teras musala yang kosong.

“Tunggu sebentar di sini, ya, Mas. Jangan banyak bergerak,” perintah Aisya.

Pemuda itu mengangguk, masih sibuk menekan lukanya sendiri. Aisya segera berlari kecil menuju apotek atau warung terdekat.

Dengan tangan gemetar, ia mengeluarkan dompetnya yang tadi nyaris berpindah tangan. Uang lima puluh ribu rupiah yang tadinya diniatkan untuk membeli lauk-pauk, kini beralih fungsi.

Ia membeli Betadine, kapas, dan perban. Uang itu habis tak bersisa.

Aisya menghela napas pasrah. “Ya sudahlah. Malam ini makan nasi garam pun tak mengapa, asalkan nyawa orang ini tertolong.”

Aisya kembali ke mushola. Ia meletakkan kantong belanjaannya di lantai, lalu berjongkok di hadapan pemuda itu.

“Coba lihat lukanya. Aku obati, ya” pinta Aisya lembut.

Pemuda itu mendengus. “Nggak usah repot-repot, Mbak. Saya bisa obati sendiri.”

“Jangan sok kuat! Darah kamu masih mengalir terus. Kalau tidak dibersihkan, bisa infeksi. Ayo, sini!” Aisya mulai mengeluarkan kapas dan betadine.

“Baiklah, tapi jangan sentuh-sentuh, ya!” pemuda itu akhirnya menurut.

“Nah, sekarang buka kemeja kamu,” ucap Aisya tanpa berpikir panjang. Ia fokus pada lukanya yang harus segera ditangani.

Mendengar permintaan itu, mata pemuda itu langsung membulat. Ia menatap Aisya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Aisya memang menggunakan kerudung dan pakaian longgar, tapi tetap saja...

“Ehh? Apa? Buka kemeja?!” Pemuda itu langsung menarik lengannya menjauh. Raut wajahnya kini antara kaget dan curiga. “Wah, gawat nih! Mbak, saya tahu saya ganteng, tapi jangan mentang-mentang saya luka terus mbak jadi mesum gini dong!”

Aisya mematung, menatap pemuda itu tak percaya.

“Mesum kamu bilang?! Astagfirullah! Aku cuma mau lihat lukanya lebih jelas. Kaos kamu itu kan menutupi semua, mana bisa aku bersihkan lukanya! Daripada nanti perbannya malah lengket ke baju.”

“Ah, alasan! Modus lama! Nggak usah, saya bisa gulung sendiri!”

“Memangnya kamu bisa mengobati pakai satu tangan? Cepat buka!” Aisya mulai kesal. Ia sudah menghabiskan seluruh uangnya, kini malah dituduh mesum oleh pria yang jelas-jelas baru saja menumpahkan darah untuk menyelamatkannya.

Pemuda itu mencibir. “Galak amat, Mbak! Oke, oke. Tapi jangan melotot begitu.”

Dengan susah payah, pemuda itu menarik kaus lusuhnya ke atas hingga menampakkan bagian lengan yang terluka. Ternyata luka sayatan itu cukup panjang dan dalam.

Aisya segera menuangkan Betadine pada kapas. “Tahan sedikit, ya. Ini akan perih.”

“Perih sih nggak masalah. Yang masalah itu pikiran mesum kamu—”

“Diam!” potong Aisya. Ia mulai membersihkan area luka dengan telaten, mengabaikan gerutuan pemuda itu.

Saat Aisya sedang fokus, pemuda itu menatap wajah teduh Aisya. Ia melihat mata yang sembab, seolah baru saja menangis lama, dan wajah yang memancarkan kelelahan. Aisya tampak polos, tetapi ada aura penderitaan yang terpancar darinya.

“Hei, mbak penolong. Santai aja. Luka saya nggak seburuk nasib saya kok,” ucap pemuda itu, berusaha mencairkan suasana.

Aisya tak menggubris, masih sibuk membalut.

“Nama saya Kaisar,” ujar pemuda itu tiba-tiba, memperkenalkan diri dengan nada yang lebih serius. “Si gondrong acak-acakan yang barusan menuduh kamu mesum. Kalau kamu siapa?”

Aisya selesai membalut luka itu dengan perban yang rapi. Ia mengangkat wajah, menatap mata Kaisar.

“Terima kasih, Kaisar. Kamu sudah menolong aku. Kalau tidak ada kamu mungkin aku yang berada dalam bahaya.” Aisya teringat pisau tajam itu.

“Nama mbak siapa?” tanya Kaisar lagi, penuh harap.

Aisya hanya tersenyum tipis. Senyum yang penuh rahasia dan kesedihan. Ia mengangguk kecil.

“Sudah, ya. Lukanya sudah aku balut. Kamu istirahat saja dulu. Aku harus segera pulang,” kata Aisya, mengalihkan pembicaraan. Ia tidak ingin menyebutkan namanya.

Entah mengapa, ia merasa enggan memberikan informasi apa pun tentang dirinya kepada pria asing ini, meski pria ini adalah penolongnya.

Aisya hanya ingin buru-buru pulang, sebelum mertuanya marah besar.

Kaisar terkejut. “Lho? Mau pulang? Saya kan nanya nama. Nggak mau kasih tahu?”

Aisya mengambil tas dan perlengkapan obatnya.

“Semoga cepat sembuh mas Kaisar. Lain kali, jangan sok jagoan. Kamu bisa mati kena tusuk.” Aisya beranjak dari sana.

Kaisar menatap kepergian Aisya dengan wajah kecewa. Ia menyentuh perban di lengannya. Gadis itu menolongnya, menghabiskan uang terakhirnya, tapi tak mau menyebutkan nama.

“Kalau kita dipertemukan lagi, aku pastikan, setelah itu kamu akan jadi milikku,” gumamnya lirih.

1
Ila Lee
minta petunjuk dari Allah SWT insyaallah jika kiasar benar jodoh MU doa MU di makbulkan Allah Aamiin ❤️❤️
Ila Lee
sosewet mas Kaisar terus melamar dan mahu di jadi pendamping hidupnya dengar Aisya sejak pertama kali bertemu Kaisar sudah mencintai walaupun waktu itu kau isteri Hendra berengsek jantan keparat 😡😡😡
Ila Lee
pak Kaisar yg terus mencari MU Aisya orang yg sangup terluka kerana me boling MU dan orang yg mencintai dalam diam❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
semoga Sarah itu adalah Aisya Thor kasihan Kaisar MCM orang gila kerana terus mencari Aisya cinta itu buta Thor kerana cinta orang boleh jadi gila🤣🤣🤣🤣🤣
Leny Wijaya
Sholat minta petunjuk aisya kemana hatimu akan brlabuh😃😃moga jawabnya ada pada kaisar👍👍😃
Lilik24
selalu adalah kalau utk Mas Kaisar😍😍😍
zhelfa_alfira
akhirnya setelah babang kai galau selama 3 bulan kini sudah bertemu sama pujaan hati...
Leny Wijaya
eng ing eng kaisar bertemu aisya moga aisya mau balik ke jakarta bersama kaisar👍👍👍
partini
emang ganti nama Thor
apa Sarah nama tengah belakang atau samping 🤣
Senjakala: Nama samaran mak wkwk
total 1 replies
Huri Fah
Terima dong sarah, kasian bujang karatan 🤭
Senjakala: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
sunshine wings
kalo udah jodoh.. takdir akan mempertemukan dimana saja.. di kutub utara mas Kaisar akan sampai.. ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Wulan Sari: betul say setuju banget semoga bisa bersama ya 🤲
total 1 replies
sunshine wings
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️
Leny Wijaya
Yes akhirnya nanti aisya brtemu kaisar lagi yg dulu menolongnya😃dah gk sabar nunggu bab lanjutan👍
Ila Lee
semoga kiasar cepat ketemu Aisya ya 😍😍😍😍
Ila Lee
pergi Aisya maruahmu telah diinjak 2 oleh suami yg kamu hormati hanya kerana wanita lain 😭😭😭😭😭
Ila Lee
pergi lh dari rumah yg seperti neraka yg penting bercerai dulu dari Hendra jantan pengecut dayus tidak kuat imannya digoda sikit terpedaya 😡😡😡😡😡😡
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Opi Sofiyanti
y iyalah msh rata.. orng yg mandul kan ank kamu.... 😁😁😁
Opi Sofiyanti
lah udh nikah wae ajaaaa.... 😜😜😜
Opi Sofiyanti
lah 3 bln apa 3 hr??? 😂😂😂
Senjakala: Angap aja gak nemuin pas di mobil kak wkwk
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!