NovelToon NovelToon
Rahasia Milyuner Amnesia

Rahasia Milyuner Amnesia

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:37.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Mikael Wijaya, putra milyuner dari Surabaya Wijaya Agra mengalami kecelakaan di Dubai setelah memergoki calon istrinya berselingkuh. Kecelakaan fatal itu membuatnya hilang ingatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28 Ingatan Kael part dua

"Sebelum kecelakaan, kamu membelikan mawar itu untuk Adelia. Lihat saja, kelopaknya ada yang berwarna merah karena terkena darah kamu, Kael." Oma Hastuti mulai menjelaskan kronologi kecelakaan Kael.

Kael menatap mawar itu. Ada suara suara yang tidak jelas bermunculan di dalam kepalanya.

"Mawar kuning lagi?"

"Kamu mau mawar merah?"

"Engga....., yang penting jangan kuning lagi."

Bibirnya spontan berkedut Samar dan kedua omanya tidak memperhatikan.

Kael masih menatap mawar putih itu.

TOK TOK TOK

Tatapan kembali terarah ke arah pintu luar.

Kael tau siapa yang sudah menyelamatkan buket mawar ini.

"Masuk, Levi."

Orangnya sekarang sedang memasuki ruangannya.

"Masuk, Levi. Kael mungkin belum mengingat kamu. Tapi pelan pelan, ya, pasti ingat juga nanti," ucap Oma Hastuti ketika Levi sudah berada di dekat mereka.

Levi tersenyum.

"Iya, oma."

"Sebentar lagi opa mau datang. Gantian nungguin Kael," senyum Oma Diana.

"Kita pulang dulu, ya. Titip Kael, Levi," pesan Oma Hastuti sambil mengusap lembut puncak kepala Kael.

"Oma pulang bentar, ya."

"Ya, Oma."

Oma Hastuti menatap Levi.

"Oma sudah tambah beberapa pengawal untuk berjaga di depan." Oma Diana memberitau.

"Iya, oma." Walaupun Levi tidak mengatakan apa apa tentang kecelakaan ini, tapi kedua opa dan oma Kael sudah mengambil tindakan preventif demi keselamatan cucu mereka. Dokter dan perawat juga harus memiliki identitas yang jelas saat akan memeriksa Kael. Keselamatan Kael prioritas paling utama buat mereka.

Saat Oma Hastuti dan Oma Diana sudah berjalan meninggalkan ruangan Kael, mereka menghentikan langkah di depan kepala pengawal yang sedang menunduk hormat.

"Jangan ijinkan perempuan yang bernama Nafa masuk. Langsung usir aja," titah Oma Hastuti. Tadi mereka lupa memberi perintah larangan itu pada kepala pengawalnya. Ngga menyangka kalo Nafa berani datang. Sebelumnya mereka sudah memberikan perintah pelarangan terhadap kedatangan Latifa.

"Baik, nyonya."

Sementara itu setelah hanya tinggal berdua saja, Levi tersenyum tipis melihat Kael.

"Ngga lupa, kan?" tannyanya agak was was.

Kael balas tersenyum.

"Bunganya, thank's."

"Sialan...... Kirain nunggu sebulan baru diingat," umpat Levi dengan hati senang.

"Baru sedikit yang bisa aku ingat."

Levi mendengus.

"Oke, pelan pelan aja. Lama lama juga bakal ingat."

Semoga, harap Kael. Tatapnya kembali tertuju pada buket mawar putih. Teringat kata kata Adelia. Senyumnya jadi terukir samar.

"Harusnya bunga ini kamu kasih ke dia."

"Dia siapa?" ledek Levi.

"Adelia."

Ternyata, decih Ldvi dalam hati

"Sudah aku kasihkan saat kamu sedang dioperasi. Harusnya kamu lihat reaksi dia. Dia nangis, El. Fix sudah, dia juga cinta sama kamu." Levi tertawa senang mengakhiri ucapannya. Walaupun Kael tetap berwajah datar, Levi tau, dalam hatinya pasti Kael berbunga bunga mendengarnya.

Sebenarnya jantung Kael berdebar ngga menentu saat ini. Gadis itu..... Kael mulai merasakan denyutan ketika ingin mengingat Adelia lebih jauh.

Dia melepaskannya, berusaha percaya yang dikatakan dokter Luna, kalo ingatannya akan kembali nanti tanpa harus dia paksa.

"Dia nangis?" tanya Kael ngga percaya.

"Ya. Sayang ngga sempat aku vidio-in."

Kael tersenyum samar.

"Kenapa bunganya ngga dia bawa pulang?"

"Mungkin dia ingin kamu yang langsung memberikannya."

Kael merasa degup di jantungnya makin cepat.

Dia belum bisa melakukannya sekarang. Tangan dan kakinya masih kaku.

Kael berusaha tetap datar di tengah tatapan Levi yang mengawasinya.

"Levi, kecelakaanku kemarin, ada yang merencanakan, ya?" Kali ini dia mengganti topik pembicaraan. Lama lama membahas tentang Adelia, topengnya bisa tersingkap juga.

Tanpa ragu Levi mengangguk

Kael menghembuskan nafas kesal. Dia seolah sudah tau pelakunya.

"Oma opa kamu sepertinya juga sudah curiga. Kamarmu dijaga ketat."

Kael ngga menjawab. Dia tau sesayang apa opa dan oma terhadapnya.

"Aku minta maaf. Pengawalku yang jaga kamu malah gampang banget dikerjain." Sampai sekarang Levi masih menyesal.

"Mereka ngga apa apa, kan?"

"Ya. Sekarang dalam tahap pemulihan."

"Baguslah. Namanya juga musibah."

Levi bersyukur karena Kael juga tidak menyalahkannya.

"Aku kagum dengan daya tahan tubuhmu," decak Levi. Dua kali selamat setelah mengalami kecelakaan yang sangat parah.

Kael tertawa tanpa suara. Kalo dia langsung meninggal, dia pasti akan m@ti penasaran. Dia masih belum ingat semuanya, tapi dia hanya merasa ada yang harus dia selesaikan dengan gadis itu, Adelia.

"Lalu, mantan kamu bagaimana?" Tadi saat ke sini, Levi bertemu dengan gadis yang berprofesi sebagai model yang mempunyai kedekatan dengan Kael.

"Mantan?"

Levi mengangguk.

"Nafa, model yang katanya ngga jadi kamu nikahi."

Kael tersenyum miring.

"Aku sudah selesai dengannya."

"Kamu ngga akan kasih dia kesempatan?"

"Buat apa?" Kael bertanya sinis. Entahlah, saat membicarakan Nafa, yang ada hanya perasaan muak dan ji-ji.

"Siapa tau masih cinta. Dengar dengar kamu sangat mencintai model itu sampai mau menikahinya," sindir Levi

Kael belum bisa mengingat alasannya. Tapi hatinya mengatakan kalo dia sudah selesai dengan Nafa. Mungkin di waktu akan datang dia baru bisa mengingat alasannya.

"Aku masih belum ingat. Kenapa bisa begitu."

"Lebih baik ngga usah diingat. Ingat Adelia aja," pungkas Levi sambil mengedipkan sebelah matanya.

*

*

*

"Aku benci gadis itu," semprot Nafa dengan perasaan marah. Ketiga temannya saling tatap.

Tadi setelah pulang dari rumah sakit, Nafa meminta bertemu dengan ketiga temannya.

Jadi mereka berkumpul di sini, di restoran yang ngga jauh dari hotel tempat mereka menginap. Untungnya ketiga temannya sedang tidak ada acara dan saat dia minta berkumpul, jadi mereka oke aja.

"Gadis yang mana?" tanya Jeni. Dia baru saja menggigit kentang gorengnya.

"Yang dekat dekat dengan Kael," dengusnya, kemudian mengangkat cangkir kopinya. Meneguknya.

Ketiga temannya saling tatap lagi mereka sudah bisa menebaknya. Terdengar helaan nafas ketiganya.

"Jadi kamu mau apa sekarang?" tanya Lisa pelan. Tangannya malah memutar cangkir kopinya.

Nesie menatap Nafa lekat, menunggu dengan perasaan ngga sabar jawaban temannya.

"Kael belum bisa mengingat semuanya, jadi aku akan melakukan sesuatu."

"Apa?" tanya Jeni.

"Aku punya teman yang kerja di farmasi. Aku akan minta obat penghapus memori Kael secara permanen."

"Gila!" sentak Lisa.

"Otakmu masih sehat?" Jeni juga terkejut.

"Jangan aneh aneh," larang Nesie.

"Kenapa? Kael hanya salah paham. Aku bisa membuat cerita kalo Arsa memaksaku," tukas Nafa tetap ngotot dengan isi kepalanya.

"Lama lama kamu bisa masuk rumah sakit jiwa, Nafa." Nesie menghela nafas mendengar ide gila temannya.

Nafa tampak ngga peduli. Dia kembali meneguk kopinya.

"Aku belum pernah melihat laki laki sebaik Arsa. Kenapa kamu ngga mau bersamanya?" Jeni menggelengkan kepalanya.

"Jangan sampai kamu nyesal, Nafa. Nasib baik ngga datang dua kali," timpal Lisa.

"Bukannya Arsa juga bisa memberikan yang Kael berikan. Apalagi yang kamu inginkan lagi," tanya Jeni lelah. Ngga habis pikir dengan jalan pikiran temannya. Di kasih jalan mudah, malah milih yang banyak polisi tidur dan belokannya.

Nafa mendengus.

"Kalian ngga tau, ya. Arsa akan kehilangan semua hartanya kalo memilih aku. Beda dengan Kael. Dia akan tetap memiliki semuanya walaupun sudah memilih aku," jelas Nafa dengan mimik kesal.

Ketiga temannya baru tau. Pantasan saja Nafa ngotot ingin bersama Kael.

Hening.

"Lebih baik kamu bicarakan dulu dengan Arsa. Dia pasti sudah punya simpanan buat hidup kalian," ucap Nesie mencoba menasehati Nafa.

"Simpanannya ngga akan sebanyak punya Kael."

Ketiga temannya menghembuskan nafas kesal.

1
Ernaaaaa
nafa..s kematian tuh orang .. jahatnya
Rahmawati
ya gitu kl orang bermental kismin pasti serakah
Diyah Saja
biar nyusul Renata trus mampus bundir😄
Diyah Saja
🤣🤣🤣 deg deg an levi
Susma Wati
latifa dan nafa cocok, sama-sama gila harta,
sleepyhead
Kalau kael mati, udahan dong ceritanya 🤭😁
hansen
kasihan juga jadi arsa hidup ditentukan oleh mama nya punya kekasih sampah seperti nafa..emang si lalat tempat nya disampah doang
Yana Phung
semoga ingatan kael cpt pulih
dijamin rencana nafa nggak bakal terlaksana,, apalagi kael di rawat di rs keluarga adelia
aku malahan nggak sabar menanti aksi mak tirinya kael,, biar cpt masuk penjara
Herman Lim
waduh ga sah mimpi tgg aja video mu di tangan keal pasti tamat riwayat mu sama Arsa berserta emaknnya
Elizabeth Zulfa
semoga ide jahatmu jdi senjata makan tuan dech 😏😏
anggita
bunga🌹, like👍.
Tri Handayani
thorrr...jangan biarkan rencana nafa berhasil.
Tri Handayani
kael bener tuch kata levi mending yg d ingat-ingat adelia g usah mengingat si'nafa.
Tri Handayani
baca obrolan kael dan levi jadi senyum-senyum sendiri apalagi ternyata kael masih ingat adelia tambah senang q .
Tri Handayani
bener nesie...lama-lama teman kamu berujung d rumah sakt jiwa.
Lusi Hariyani
tu kan bnr kael msh ingat adelia,dasar si nafa g th diri bngt buang aja ke laut
Ariany Sudjana
ga rela kalau Kael malah jadi balik sama Nafa, meskipun Kael belum pulih ingatannya. sudah bagus Kael sama Adelia, sama-sama kaya raya dan sama-sama berkelas
Chici👑👑: Mampir juga yuk kak di novelku judul nya " Menikahi Tuan Muda Kejam "
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar Mak lampir serakah kamu Nafa, kamu pikir meskipun Kael amnesia, Kael masih mau balik dengan jalang murahan seperti kamu? jangan mimpi kamu, lebih baik kamu masuk RSJ, ketemu dengan sesama pasien RSJ, itu baru benar 🤣🤣🤭🤭
Dewi kunti
ketiganya,nich jempol kenapa kelebaren sich
Herman Lim
u aja yg terlalu hidup y klo ga tau gimn solid mereka utk saling membantu apa lagi soal cow yg dah di tandai sama keluarga mereka jgn harap BS dpt balik lagi cow tuh nafa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!