NovelToon NovelToon
Pedang Pembasmi Iblis

Pedang Pembasmi Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Harem
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: FAUZAL LAZI

Han Chuan adalah seorang anak desa yang ceria dan penuh semangat. Ia menghabiskan hari-harinya dengan melukis pemandangan dan bermain bersama teman-temannya di bukit kecil dekat desa. Hidupnya sederhana dan bahagia hingga suatu hari, segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Saat sedang bermain bola bersama teman-temannya, langit tiba-tiba menggelap. Suara raungan aneh menggema dari hutan, dan makhluk-makhluk iblis menyerang desa tanpa ampun. Anak-anak yang bermain bersamanya menghilang satu per satu, ditelan oleh iblis saat di bersama ibunya. Ketika Han Chuan turun dari bukit, yang tersisa hanyalah pemandangan mengerikan desa hancur, dan jasad para penduduk berserakan. Dalam keputusasaan, ia juga menyaksikan ibunya yang ternyata seorang dewa yang turun tangan melawan para iblis. Namun malang, sang dewa tewas ditusuk dari belakang dan tubuhnya dilahap utuh oleh iblis. Rasa sakit dan amarah yang tak tertahankan membangkitkan kekuatan tersembunyi di dalam diri Han Chuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FAUZAL LAZI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Sayap-sayap mereka bergerak harmonis, menciptakan aliran Qi yang berputar kencang mengelilingi tubuh Han Chuan.

Suara WUUUUMMMM!!! bergema keras, seperti dengungan energi yang meledak dari kedalaman jiwanya sendiri.

Han Chuan, yang tadinya hampir kehilangan kesadaran, mulai merasakan kehangatan menjalar dari dalam tubuhnya. Salah satu kupu-kupu biru itu melesat ke arah iblis yang sebelumnya melemparkannya.

Iblis itu tertegun. Ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres ketika melihat kupu-kupu bercahaya menari di depannya. Nalurinya berteriak bahaya. Perlahan ia menoleh ke belakang

dan matanya terbelalak. Tubuh Han Chuan kini dikelilingi puluhan, ratusan kupu-kupu biru yang memancarkan cahaya menyilaukan.

Tubuh Han Chuan yang masih tertancap di kayu runcing mulai bergerak Perlahan lahan.dan dalam sekejap tubuhnya meluncur ke depan, terlepas dari kayu tersebut. Luka besar di tubuhnya, yang seharusnya mematikan, justru menutup perlahan. Daging dan kulit menyatu kembali dengan suara hingga lenyap tanpa bekas.

Han Chuan kini melayang di udara. Matanya bersinar biru menyilaukan. Dari punggungnya, sayap kupu-kupu raksasa tumbuh, tembus pandang dengan warna biru terang yang berpendar. Cahaya biru samar menyelimuti tubuh mungilnya.

Iblis itu mendesis kaget. “Apa… bagaimana mungkin ada dewa dengan umur tujuh tahun? Hahahah… menarik… menarik!” Ia tertawa, namun di balik tawanya terselip keterkejutan yang jelas. Saat ia hendak menyerang Han Chuan.

Tiba tiba tekanan luar biasa menimpa tubuh iblis itu. Tanah bergetar, debu beterbangan, dan iblis itu langsung jatuh tersungkur. Tubuhnya menancap di tanah, retakan besar menyebar di bawahnya. Ia mencoba bergerak, namun tubuhnya terkunci.

“Hahaha… tubuh dewa! Tubuh dewa! Untuk anak usia tujuh tahun…” Tawa iblis itu semakin menggila, meski ia tak mampu bangkit dari tanah.

Han Chuan yang masih melayang menatap dingin. Ia mengangkat tangannya ke arah iblis itu. Jemarinya mengepal perlahan.Ribuan kupu-kupu biru kecil keluar dari balik sayapnya. Mereka melesat bagaikan hujan panah, menembus udara dengan sangat cepat menghantam tubuh iblis yang sudah tidak bisa bergerak lagi di depannya.

Beberapa saat kemudian tubuh iblis hancur berkeping-keping, meledak menjadi potongan daging dan debu hitam. Jeritan terakhirnya hilang ditelan suara ledakan.

Sisa kekuatan Han Chuan masih bergetar di udara, meninggalkan jejak cahaya biru yang berkilau di sekitar tempat iblis itu binasa.

Han Chuan yang masih melayang akhirnya jatuh ke tanah, tak sadarkan diri. Semua sayap kupu-kupu dan cahaya biru yang tadi menyelimuti tubuhnya hilang tanpa bekas, begitu juga ribuan kupu-kupu lain yang sebelumnya melindunginya.

Beberapa saat setelah kejadian itu, ayahnya yang sudah kembali dari kota ikut menancapkan papan kayu dengan tulisan nama di setiap makam penduduk desa. Mereka hanya bisa memberikan penghormatan sederhana. Han Chuan duduk sendirian di depan papan kayu yang bertuliskan nama ibunya. Matanya merah, tangannya mengepal, tubuhnya bergetar menahan emosi.

“Semua harus mati… semua iblis harus mati…” batinnya dengan tatapan tajam yang penuh dendam.

Ayahnya berdiri di belakang, hanya bisa menghela napas panjang. Ada sedikit penyesalan di wajahnya, namun ia tidak berkata apa pun selain menatap makam dengan mata kosong.

Setelah tragedi yang menimpa desa, Han Chuan dan ayahnya memutuskan untuk kembali ke Kota Sianlong. Di kota itu terdapat tiga keluarga dewa besar dan satu penguasa utama yang berada di Istana Pedang Matahari.

Tiga keluarga dewa itu adalah keluarga Yan, keluarga Bai, dan keluarga Han. Masing-masing keluarga dipimpin oleh seorang dewa. Namun, sebelum menjadi dewa, mereka semua hanyalah manusia biasa yang berlatih keras hingga akhirnya masuk ke Tanah Para Dewa untuk mendapatkan kekuatan. Termasuk keluarga Han Chuan, yaitu keluarga Han.

Han Ling, ayah Han Chuan, kembali ke keluarga besar mereka. Walaupun harus bersujud, mengakui kesalahan, dan menundukkan harga diri, pada akhirnya mereka diterima kembali. Keluarga menyambut mereka dengan hangat, seakan tragedi yang lalu harus segera ditutup.

Han Chuan kemudian dimasukkan ke akademi, tempat anak-anak dilatih untuk berkultivasi dan menggunakan senjata. Tujuan akademi generasi untuk mencari murid yang bisa menjadi dewa sebagai pelindung umat manusia dari serangan iblis yang muncul mendadak sejak ratusan tahun lalu.

Karena itu, siapa pun yang memiliki kemampuan khusus atau bahkan hanya sedikit potensi tetap dipaksa untuk berkultivasi. Namun tidak semua bisa berhasil. Ada yang berhenti di tahap tertentu, dan tidak ada perkembangan akhirnya dikeluarkan dari akademi.

Karena salah satu tujuan lain akademi adalah untuk membuat para murid untuk menciptakan teknik rahasia mereka masing masing.

Tapi Satu hal yang tidak diketahui siapa pun adalah bahwa Han Chuan memiliki ruang latihannya sendiri, sebuah ruang kesadaran yang hanya bisa dimasuki olehnya. Di sana, ia bisa berlatih sepuasnya, dan setiap iblis yang pernah ia lihat di desa bisa muncul kembali. Mereka menyerangnya dengan bentuk, kekuatan, dan gerakan yang sama persis seperti kenyataan.

Dalam ruang itu, ia bisa mati, merasakan sakit, lalu hidup lagi.

“Sejak saat itu aku terus berlatih di ruang kesadaranku… tebasan demi tebasan, pukulan demi pukulan, semuanya aku ulang tanpa henti,” batin Han Chuan pada dirinya sendiri dengan napas berat.

Suara pedangnya membelah udara, menghantam iblis ciptaan yang ia hadapi.yang menimbulkan percikan cahaya, sementara aliran energi spiritual dari tubuhnya terus berputar liar.

Tidak berhenti sampai disitu tinju Han Chuan yang penuh energi menghantam dada iblis yang ia ciptakan. Yang tubuh makhluk itu terlempar ke belakang, membentur dinding ruang kesadaran dengan suara retakan keras. Namun sekejap kemudian, iblis itu bangkit lagi, taringnya mencuat, matanya menyala merah.

Han Chuan tidak mundur. Ia berlari ke depan, langkahnya yang sangat cepat dengan Tangannya menggenggam pedang erat-erat, matanya menajam, dan ia kembali mengayunkan senjata dengan kekuatan penuh.

Tebasan dari pedang nya itu menghantam bahu iblis, membuat darah hitam memercik ke tanah.

Namun, meski tubuhnya gemetar kelelahan, Han Chuan terus bertarung. Pedangnya tak berhenti berayun, pukulannya tak berhenti mendarat, hingga ruang kesadaran itu dipenuhi suara benturan senjata, deru Qi, dan jeritan iblis yang tak henti-hentinya hancur dan muncul kembali.

Sampai usianya menginjak tujuh belas tahun, Han Chuan masih rutin memasuki ruang kesadarannya untuk berlatih, meski tidak sesering dulu. Waktu luangnya ia habiskan dengan melukis dan membaca buku-buku kuno. Hal itu membuat beberapa remaja seangkatannya sering meremehkannya.

Tapi dia tidak peduli dia duduk di halaman latihan akademi, seorang murid bernama Bai Ling mendekat sambil menyeringai.

“Han Chuan, kenapa kau tidak berlatih? Semua orang di sini berusaha menciptakan teknik rahasia masing-masing. Kau malah sibuk melukis. Apa itu teknik rahasiamu?” ucap Bai Ling dengan nada mengejek, tawa kecilnya terdengar meremehkan.

Han Chuan menoleh pelan, ekspresinya datar. “Bai Ling, kau pergilah. Kau selalu saja menggangguku. Memangnya kau sudah punya teknik rahasia sendiri?” suaranya tenang namun menusuk.

Wajah Bai Ling langsung menegang. Han Chuan menambahkan dengan tatapan tajam, “Kenyataannya, kau tidak punya, kan? Kultivasimu memang berada di ranah Penyempurnaan Tubuh tingkat atas, hanya satu tahap di atasku. Tapi waktu latihan kemarin… kau bahkan tidak berkutik saat melawanku.”

Ucapan itu memprovokasi Bai Ling. Rahangnya mengeras, Qi dalam tubuhnya mulai bergetar keluar, aura panas menyelimuti sekitarnya.

Sementara itu, Han Chuan hanya menyunggingkan senyum tipis, sinis. Dalam hatinya ia sudah menyiapkan rencana. Hehehe… semoga saja dia marah. Aku butuh hiburan sekaligus lawan tanding yang pas.

Tatapannya berubah meremehkan. Bai Ling yang tak tahan dengan sikap itu langsung menendang tanah dan melompat maju.

Bai Ling mengerahkan energi spiritual ke tinjunya, suara aliran energi terdengar sebelum ia melayangkan pukulan lurus ke arah Han Chuan.

Han Chuan berdiri tenang. Saat pukulan itu mendekat, matanya berkilat. Ia menggeser kakinya setengah langkah ke samping yang membuat tinju Bai Ling hanya menghantam udara kosong.

Han Chuan mengangkat tangannya, menepuk bahu Bai Ling dengan cepat. “Terlalu lambat,” katanya datar.

Tepukan ringan itu justru membuat Bai Ling terdorong mundur beberapa langkah, tanah di bawah kakinya tergores dalam.

Murid-murid lain yang melihat langsung terdiam. Bai Ling menggertakkan giginya, wajahnya merah karena malu.

Sementara Han Chuan hanya berdiri dengan tangan terlipat, tatapannya penuh tantangan. Aura biru samar dari dalam tubuhnya mulai bergetar.

“Han Chuan… kalau kau benar-benar ingin berlatih tanding, kita ke tempat latihan sekarang,” ucap Bai Ling sambil berjalan menuju arena.

Han Chuan yang merasa rencananya berhasil hanya tersenyum kecil. “Heh, aku sudah lama ingin melawannya. Lumayan juga untuk latihan dan melihat bagaimana perkembanganku,” gumamnya pelan. Ia meraih pedang yang bersandar di dinding, lalu melangkah menuju arena pelatihan.

Saat sampai di sana, ia melihat Bai Ling sudah berdiri tegak sambil memegang sebuah tombak. Bai Ling menoleh padanya, lalu tersenyum kecil, senyuman yang jelas meremehkannya.

Para murid lain pun sudah berkumpul, berbisik-bisik sambil menonton.

“Hei, Han Chuan mau melawan Bai Ling? Apa dia bodoh ya?”

“Sudahlah, biarkan saja. Dia juga tidak mungkin menang. Tahap kultivasinya saja lebih rendah satu tingkat dari Bai Ling, mana mungkin bisa menang?”

Han Chuan memasuki arena, menatap Bai Ling dengan santai. Pedangnya masih terselip di sarung. “Ternyata kau cukup bersemangat juga ya, Bai Ling.”

Bai Ling mengangkat tombaknya, matanya menajam. “Mari kita lihat. Aku tidak akan kalah darimu.”

Begitu selesai berbicara, Bai Ling langsung melesat dan mengangkat tombaknya yang menyala samar oleh aliran energi spiritual, lalu menusuk lurus ke arah Han Chuan.

Han Chuan hanya tersenyum tipis, bahkan saat ujung tombak itu hampir menusuknya. Bai Ling mendengus kesal, lalu mengubah serangan dengan menusuk cepat menggunakan teknik tombak yang telah ia kuasai.Tombaknya menembus udara, suara teriakannya mengiringi serangan.

Han Chuan memiringkan tubuhnya sedikit. Dengan gerakan ringan, serangan itu hanya menghantam kosong. Ia kemudian menurunkan tangan kirinya dan menepis gagang tombak dengan telapak.

Dalam seketika Han Chuan meninju dada Bai Ling dengan cepat,yang membuat tubuh Bai Ling terdorong mundur satu langkah. Han Chuan tidak berhenti, kakinya berputar cepat lalu menendang perut Bai Ling hingga tubuh Bai Ling terpental ke belakang, menyeret tanah hingga meninggalkan jejak panjang.

1
Nanik S
Dimakan Iblis Harimau...
Nanik S
God Joon
Nanik S
Long Shen..untung sdh datang
Nanik S
Ilusi Iblis
Nanik S
Gaaaas Poooool
Nanik S
Han Chuan.... memang lumayan konyol... 🤣🤣🤣
Nanik S
Jatah membunuh Binatang Iblis
Nanik S
Sekte Langit Iblis lagi... Bantai saja semua Han Chuan
Nanik S
Siapa sebenarnya Long Shen
Nanik S
Bsi Ling ditelan Harimau Iblis
Nanik S
Mantap Poooool 💪💪💪
Nanik S
Joooooooooss 👍👍👍
Nanik S
Para Orang Tua juga ikut tegang
Nanik S
God Job
Nanik S
Lha kenapa Han Chuan tidak ada reaksi di balik tentang Inti Iblis
Nanik S
Sekte Langit Iblis
Nanik S
Mengapa mesti ada Kontrak hidup mati
Nanik S
Bsi Ling... Dendam karena kalah dan malu
Nanik S
Apa mereka tdk menyadari adanya kelompok sekte Iblis
Nanik S
Han Chuan... 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!