davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
melindungi Aurora
Davin mengambil pensil yang ada di atas berkas itu ,ia membaca berkas nya kembali ,lalu ia pun menandatangani nya,
Pria itu tersenyum senang ,
" good" ucap nya
" jangan pernah sentuh gadis itu ,jika ujung kukunya saja kalian sentuh ,maka saya yang akan meledakan bom di kepala kalian" tegas Davin
" hufffhhh!!
"sangat menarik ternyata , seorang pemilik perusahaan Aurora Oceanic sangat bucin" ledek pria itu.
Davin hanya terdiam tak menanggapi nya
" terimakasih anak manis " ucap nya
" sepertinya kita sudah deal ya , untuk bekerja sama pak Davindra Shaquille Adi jaya "
" kalau begitu saya permisi " ucap nya
Zayden adalah mafia asal Thailand ,dia terkenal sebagai mafia paling cerdik dan sangat waspada ,
Setelah kepergian zayden Davin mengepalkan tangannya
" gue harus ke kantor papa besok " Davin pun melangkah kaki nya pergi dan keluar dari tempat itu
Keesokan harinya Davin sudah bersiap untuk pergi ke kantor ,hari ini ia memutuskan untuk pergi ke perusahaan ayah nya,tak lama suara pintu apartemennya di ketuk dari luar ,siapa lagi kalau bukan Raka asisten pribadinya.
" pagi pak ,sudah siap untuk ke kantor hari ini?"
" iya ,saya udah siap"
" bapak kenapa pak,
" Raka ,saya ,,,, Davin tak melanjutkan ucapan nya
" ada apa pak ,bapak baik baik saja kan ?"
" saya memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan horizon group"
" apa pak , horizon group ?"
" iya Raka "
" jadi semalam ada apa pak?"
" semalam zayden horizon menemui saya "
" maksudnya yang ngancam itu pak zayden ?"
" kamu tahu kan dia adalah investor terbesar di Adi jaya group?
" iya tentu saja pak ,saya tahu dan itu udah gak asing lagi di telinga para pebisnis "
" dan kamu tahu ternyata perusahaan papa itu ilegal"
" apa pak ?"
" serius ,bapak gak bercanda kan?
" kapan saya pernah bercanda "
" sering pak"
Davin berjalan keluar dan Raka pun mengikutinya dari belakang
" Raka,hari ini saya mau ke perusahaan papa , kamu temenin saya ya ?"
" siap pak"
" bagaimana penyelidikan tentang perampokan di kapal ,apa mereka sudah buka suara?"
" sejauh ini belum pak ,mereka benar-benar mengunci mulut"
" benar benar setia mereka "
" menurut bapak siapa dalang nya ?"
" saya masih curiga dengan Gilbert ,"
" nanti setelah dari papa kita temui Gilbert"
" baik pak "
" tapi bapak jangan emosi ya ,"
" saya gak janji"
satu notifikasi masuk ke ponsel Davin
nomor tak dikenal
(" kita lakukan hari ini ,saya perlu beberapa kapal untuk transaksi ke laut selatan ")
Davin
("baik saya akan siapkan")pesan terkirim
" Raka kamu hubungi manager operasi untuk menyiapkan beberapa kapal pesiar yang di butuhkan "
" tapi untuk apa pak, bukannya semua jadwal keberangkatan kapal hari ini sudah di atur "
" saya masih butuh beberapa kapal untuk beroperasi,dan pastikan semuanya aman "
"maaf pak kapal kapal yang bapak maksud akan beroperasi ke mana?"
" kamu turuti saja perintah saya "
" baik pak "
" nanti saya ceritakan ,kamu lakukan tugas kamu "
Raka pun mengangguk
" hari ini apa saja jadwal saya"
" hari ini bapak cuma ada satu kali meteng dengan Tirta group "
" oke,,
Raka pun mengangguk
" Raka " panggil Davin
" kenapa pak,?"
" bagaimana kabar Aurora sekarang?"
"aman pak"
" pastikan semua aman"
" baik pak"
" dan gue akan pastikan kalian tidak pernah bisa menyentuhnya" batin nya
" lalu bagaimana proses pembuatan dermaga?"
" sebentar lagi selesai pak"
" bagus ,lebih cepat dari perhitungan biasa"
" iya pak ,saya menambahkan beberapa pekerja dan juga petugas keamanan "jawab Raka
" bagus , jangan lupa pantau terus dan laporkan ke sana jika ada hal yang menggangu"
" siap pak"
Tak lama mereka sampai di gedung pencakar langit , sebuah perusahaan yang di dirikan oleh Davindra Shaquille , dengan penuh perjuangan dan perhitungan,
" selamat pagi pak" sapa para karyawan di sana
Davin hanya mengangguk tanpa senyum sedikitpun,ia berjalan tegap , dengan jas berwarna abu abu dan celana yang senada , membuat karisma nya terlihat gagah dan tampan ,hidung mancung dan pahatan wajah yang membuat siapa saja tidak akan bisa lepas jika menatap nya,
di meja karyawan ,bisik bisik kerap terdengar .
" eh pak Davin tuh udah punya pacar belum ya" ucap salah satu karyawan wanita
"menurut gue sih belum ya , asli dia tuh cowok idaman gue banget ,dia itu seperti dewa Yunani ."
" sudah sudah , kerja,kalian ini jangan pada mimpi deh" ucap karyawan laki laki
Dua karyawan wanita itu pun terdiam
Davin pun masuk ruangan nya di ikuti oleh Raka,namun dia tak langsung duduk tapi berdiri di balik kaca jendela ruangan, kedua tangan nya terlihat mengepal , seperti menahan amarah,wajah nya terlihat kencang , sorot matanya penuh emosi,Raka yang melihat pun bergidik ngeri .
"ada apa dengan pak Davin ,tak biasa nya dia kaya gini" batin Raka
" maaf pak ,saya izin ke ruangan saya dulu ya " pamit Raka,saat Raka hendak berjalan Davin memanggil nya
" tunggu Raka" panggil nya
" a,,,ada apa pak" Raka membalikkan badannya.
" duduk ,saya mau ceritakan semuanya sama kamu ,soal zayden semalam"
Raka pun duduk di depan kursi kebesaran Davin
"Raka, apapun yang terjadi nanti dengan perusahaan ini saya harap kamu akan tetap setia sama saya"
" ada apa pak,ada apa dengan perusahaan ini"
" saya dan zayden bekerja sama untuk menyelundupkan barang barang barang ilegal"
" maksud bapak?"
" maaf kan saya Raka, mungkin saya akan mengecewakan banyak karyawan termasuk kamu "
" tapi kenapa pak, kenapa bapak mau bekerja sama dengan mereka, bukannya dulu bapak menolak mentah-mentah bantuan mereka " ucap Raka
Davin mengingat kembali ketika zayden horison ingin memberikan Dana besar ke perusahaan ,dan Davin menolak dengan mentah mentah karena saat itu ia tahu zayden sudah menjadi investor papa nya , semua yang berhubungan dengan papa nya ,dia membenci nya , kecuali lukas
Flashback
"Davin saya bisa membantu mu" ucap zayden
" saya tidak butuh bantuan anda "
" jangan sombong kamu nak, mendirikan sebuah perusahaan tanpa investor itu sama saja dengan kamu menggigit batu kerikil "
" saya bisa cari bantuan yang lain ,tapi bukan anda "
" dasar anak ingusan ,keras kepala ,apa yang bisa papa mu bangga kan dari anak sekolah bodoh kamu"
" itu bukan urusan anda "
" tentu ,tapi lihat lah perusahaan papa mu sekarang ,maju , karena saya ada di sana"
" jangan sombong anda" jawab Davin
" saya bisa berdiri sendiri tanpa bantuan papa dan anda "
" oke ,tapi jangan lupa kapan pun kau butuh saya " zayden memberikan kartu nama pada nya ,dan menyelipkan nya di saku jas nya
Selesai
Raka terdiam mendengarkan cerita bos nya itu ,
" tapi apa alasan bapak , menerima semuanya,saya yakin bapak ,bukan orang yang bodoh menerima begitu saja"
Davin terdiam dan menatap ke arah kaca jendela luar , sambil memperhatikan gedung yang tersusun rapih di luar sana , ruangan Davin terletak di lantai 20.
" Aurora " ucapnya
" maksud bapak?"
" mereka mengancam akan menghancurkan hidup Aurora ,dan menjadikan nya budak nafsu "
" astaga " ucap Raka
" Raka ,kamu tahu kan ,saya gak bisa ,,, Davin tak melanjutkan ucapan nya
Raka mendekat menepuk bahu Davin
" saya tahu pak , apapun keputusan bapak ,saya ada di sini , bapak tidak sendirian ,saya akan bantu bapak untuk perjuangkan mbak Aurora ,"