NovelToon NovelToon
Vengeance Of A Killer.

Vengeance Of A Killer.

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Anak Genius / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Ilmu Kanuragan
Popularitas:287
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

Lucas, pembunuh bayaran paling mematikan dari Akademi Bayangan Utara, adalah master pisau dengan elemen air yang tak tertandingi. Obsesinya untuk menjadi yang terbaik dan persaingannya dengan Diana, senior ahli pedang es, membentuk dirinya. Namun, kedamaian hancur saat akademi diserang. Master Loe dan Niama gugur, memicu amarah Lucas yang melepaskan kekuatan airnya menjadi badai penghancur. Di tengah reruntuhan, Lucas bersumpah membalas dendam atas kematian mereka. Dengan sebuah lambang spiral gelap sebagai petunjuk satu-satunya, ia memulai misi pencarian dalang di balik kehancuran ini. Akankah balas dendam mengubahnya atau ia menemukan kebenaran yang lebih dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTARUNGAN PARA PENGGUNA KEKUATAN GELAP

Jauh di dalam hutan belantara yang belum terjamah, Lucas menemukan sebuah gua terpencil tepat di balik air terjun. "Ini tempat yang sangat pas," gumamnya pelan, merasakan dinginnya udara yang menyegarkan. "Suara air yang gemuruh ini akan menutupi bisikan-bisikan gelap itu dengan sempurna." Gua yang lembap tersebut seakan merangkul sisa-sisa dirinya yang lama, memberi ketenangan sesaat.

Hari-hari pertamanya dipenuhi pertarungan batin yang sengit, bayangan-bayangan di dinding gua seakan mengejek keberadaannya. "Kau lemah," bisik sebuah suara gelap yang memprovokasi. "Menyerahlah saja pada kekuatan yang memanggilmu." Lucas menghela napas panjang, bertekad, "Aku tidak akan pernah menyerah." Ia memusatkan seluruh energinya, dengan kuat mengikat bayangan-bayangan itu sesuai kehendaknya.

"Bentuklah sebuah cakar yang tajam," perintahnya dalam hati, dan bayangan itu patuh seketika. "Sekarang, buatlah perisai yang kuat." Ia terus berlatih tanpa henti, dengan cermat menguji kendalinya, melawan bisikan-bisikan gelap yang terus-menerus mendesak jiwanya. "Siapa kalian sebenarnya?" tanyanya pada kehampaan di depannya, tanpa pernah mendapat jawaban yang jelas.

Ia tak henti berlatih, meningkatkan kemampuannya. "Ciptakan klon air," ujarnya, dan lusinan bayangan dirinya segera muncul. "Serang aku! Jangan ada keraguan sedikit pun!" Klon-klon itu melesat cepat, menguji refleks dan kecepatan Lucas hingga batas maksimal. "Kau adalah Master Brian! Kau Raven!" Ia melampiaskan amarah yang terpendam, tetapi selalu dengan kendali yang ketat dan presisi.

Kecepatannya pun meningkat secara drastis. "Lari! Lebih cepat lagi!" Ia melesat menembus hutan, meninggalkan jejak kabur yang nyaris tak terlihat oleh mata telanjang. "Hentikan! Padatkan bayangan!" Ia menciptakan ilusi dirinya yang masih bergerak, menyempurnakan seni menghilang dan muncul kembali. "Tak ada seorang pun yang bisa menangkapku."

Ketahanan tubuhnya ikut ia latih dengan keras. "Hantam aku!" Ia membiarkan bayangan-bayangan itu menghantamnya tanpa ampun, merasakan setiap pukulan dan goresan yang menyakitkan. "Ini memang sakit, tapi aku harus kuat." Tubuhnya beradaptasi, mengeras, menjadi lebih tangguh. Rasa sakit yang ia alami adalah pengingat bahwa ia masih hidup dan harus terus berjuang.

Saat beristirahat, kenangan-kenangan indah mulai datang menghampirinya. "Diana, Master Loe, Ellyza, Niama..." Nama-nama itu adalah mercusuar yang bersinar di tengah badai kegelapan dalam dirinya. "Kalian semua adalah jangkar jiwaku," bisiknya. "Aku tidak akan tenggelam dalam kegelapan ini sendirian." Ia memegang erat setiap kenangan itu.

"Kendali emosi adalah kunci utama," ulang Lucas dalam hati, mengingat ajaran bijak dari Master Loe. "Jangan pernah biarkan amarah menguasai dirimu sepenuhnya." Setiap kali bisikan gelap muncul, ia segera membalasnya dengan ingatan tentang tawa Diana. "Kau tidak akan pernah menang melawanku."

Minggu-minggu berlalu dengan cepat. "Aku telah berubah," gumamnya, menyadari perbedaan dalam dirinya. Bayangan patuh pada setiap perintahnya, gerakannya secepat kilat, dan tubuhnya sekeras baja. Namun, hatinya terasa membeku, terpisah dari emosinya. "Ini harga yang harus kubayar," katanya lirih, menerima kenyataan pahit itu.

Ia mencoba berbicara dengan klon airnya lagi, mencoba menanamkan emosi ke dalam mereka seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya. "Rasakan ini," pintanya. Namun, klon-klon itu tampak lebih kosong, lebih kaku, seakan mencerminkan kehampaan yang ia rasakan di dalam dirinya. "Mereka mencerminkan diriku," pikir Lucas, getir. Ini adalah harga yang menyakitkan yang harus ia tanggung.

Meski begitu, tekadnya tidak pernah goyah sedikit pun. "Aku sudah berjanji," tegasnya dengan suara berat. "Janji itu lebih kuat daripada kehampaan ini, lebih kuat dari apa pun." Ia harus kembali, menyelamatkan Diana, serta membalaskan dendam mereka semua. "Apa pun risikonya, aku akan melakukannya."

Suatu pagi, setelah sesi latihan yang sangat berat, ia menatap pantulan dirinya di permukaan danau. Mata merah menyala itu kini terasa akrab, seolah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dirinya. Ia mencoba tersenyum, tetapi yang muncul hanyalah seringai tipis yang dingin, tanpa kehangatan sedikit pun. "Aku siap," bisiknya. "Master Brian, Raven, kalian semua akan membayar mahal."

Saatnya telah tiba untuk meninggalkan pengasingan. "Diana pasti sedang menunggu," pikirnya, sebuah urgensi menyelimuti hatinya. Setiap detik yang berlalu adalah detik yang sangat berharga. "Aku tidak akan membiarkan Master Brian menyentuhnya lagi." Tekadnya mengeras, tak tergoyahkan.

Ia melangkah keluar dari gua, menyatu dengan kabut pagi yang menyelimuti hutan. Sosok gelapnya bergerak tanpa suara, seperti bayangan yang hidup, yang tak terdeteksi. "Menuju peradaban," bisiknya. "Menuju Sekte Pedang Berbunga." Pertarungan terakhir yang menentukan nasib telah menanti.

Lucas kini bukan lagi pemuda yang sama seperti dulu. "Aku adalah entitas baru," katanya pada diri sendiri. "Produk dari kehancuran dan kebangkitan yang mengerikan." Master Brian mungkin merasa telah menang, tetapi ia belum tahu kebenaran yang sesungguhnya. "Lucas sudah kembali, lebih kuat, lebih gelap, dan jauh lebih berbahaya dari sebelumnya."

Perjalanan keluar dari hutan terasa berbeda dari sebelumnya, setiap pohon, setiap suara angin, seolah berbisik padanya. "Kau sudah berubah," sebuah suara dalam dirinya berbisik, suara yang bukan miliknya. "Apakah ini jalan yang benar?" Lucas mengabaikannya, terus melangkah, matanya menatap tajam ke depan. "Ini satu-satunya jalan," jawabnya pada suara itu, tegas.

Saat ia mencapai batas hutan, sebuah pemandangan desa kecil terhampar di depannya. Desa itu tampak damai, kontras dengan kegelapan dalam dirinya. "Apakah aku masih pantas berada di antara mereka?" gumam Lucas, tangannya mengepal. "Apa yang akan mereka pikirkan jika melihatku sekarang?" Ia merasakan sedikit keraguan, tetapi segera menepisnya.

"Aku harus berinteraksi," katanya pada dirinya sendiri, sebuah keputusan pragmatis yang menyakitkan. "Aku butuh informasi." Ia menciptakan ilusi samar dari jubahnya, menyembunyikan mata merah menyalanya di balik bayangan tudung. "Jangan menarik perhatian," ia memperingatkan diri. "Ingat tujuanmu."

Ia masuk ke desa. Aroma roti panggang dan suara tawa anak-anak memenuhi udara, menusuk kehampaan emosinya. "Mereka layak mendapatkan kedamaian ini," pikir Lucas. "Kedamaian yang Master Brian ingin hancurkan." Tekadnya kembali mengeras, mendorong setiap keraguan jauh ke belakang.

Di sebuah kedai kecil, Lucas duduk di pojok, mendengarkan percakapan para penduduk. "Kudengar Sekte Pedang Berbunga semakin kuat," kata seorang warga. "Banyak pemuda yang bergabung, mencari kekuatan." Wajah Lucas mengeras, informasi itu tidak mengejutkannya.

"Dan katanya, ada ritual-ritual aneh yang mereka lakukan di sana," tambah warga lain, berbisik takut-takut. "Tapi tidak ada yang berani mempertanyakan Master Brian." Lucas meneguk minumannya, merasakan amarah samar mulai muncul. "Para pengikutnya semakin banyak," pikirnya.

Seorang pedagang lewat, membawa berita dari kota. "Harga Kristal Harmoni melonjak tajam!" serunya. "Ada rumor Kristal itu dicuri dari sebuah altar kuno di pegunungan." Lucas mendengarkan dengan seksama, menyimpulkan. "Master Brian pasti sudah menyebarkan beritanya," gumamnya.

"Berapa banyak yang sudah dia korbankan?" Lucas bertanya pada dirinya sendiri, merasakan bisikan gelap yang mencoba mengambil alih emosinya. "Jangan biarkan itu menguasaimu," ia berpegangan pada kenangan Diana. "Tetap fokus, Lucas."

Ia meninggalkan kedai, kembali menyatu dengan bayangan. "Sudah waktunya," bisiknya. "Sekte Pedang Berbunga." Jaraknya tidak terlalu jauh lagi, dan setiap langkah membawanya lebih dekat pada pertarungan.

Malam itu, Lucas mencapai perbatasan luar Sekte Pedang Berbunga. Dari balik pepohonan, ia melihat menara tinggi tempat Master Brian mengadakan ritual. "Kau tidak tahu apa yang akan menimpamu," ia berjanji pada Master Brian, suaranya dingin dan tanpa emosi. "Aku datang untuk menuntut balas."

Lucas mulai merencanakan penyusupan. "Penjagaan pasti lebih ketat," ia menganalisis, matanya menelusuri setiap titik. "Aku harus menemukan celah, bergerak tanpa terdeteksi." Kemampuan bayangannya adalah aset terbesarnya sekarang.

"Diana, tunggu aku," bisiknya, sebuah nama yang masih bisa membangkitkan secercah cahaya dalam kegelapan. "Aku akan menyelamatkanmu." Janji itu adalah motivasinya, alasan ia menahan kekuatan iblis ini agar tidak sepenuhnya menguasai dirinya.

Ia tahu Master Brian akan merasakan kehadirannya begitu ia mendekat terlalu dalam. "Tapi itu tidak masalah," Lucas menyeringai, seringai yang lebih tajam dari sebelumnya. "Aku ingin dia tahu bahwa aku datang."

Dengan satu lompatan, Lucas menghilang ke dalam bayangan, bergerak menuju sekte. Pertarungan sudah di depan mata, dan ia siap untuk itu. Tidak ada keraguan, hanya tekad yang dingin dan mematikan. "Ini saatnya," kata Lucas, menghilang sepenuhnya dalam kegelapan malam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!