NovelToon NovelToon
Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Nikahmuda / Selingkuh
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Kalimat 'Mantan Adalah Maut' rasanya tepat jika disematkan pada rumah tangga Reya Albert dan suaminya Reyhan Syahputra

Reyhan merasa jika dirinya yang hanya seorang staff keuangan tidaklah sebanding dengan Reya yang seorang designer ternama, setidaknya kata-kata itu yang kerap ia dengar dari orang-orang disekitarnya

Hingga pertemuannya dengan Rani yang merupakan mantan kekasihnya saat sekolah menengah menjadi awal dari kehancuran bahtera rumah tangga yang telah dibangun selama tujuh tahun itu

Apa yang akan terjadi pada pernikahan ini pada akhirnya? Dapatkah Reya mempertahankan rumah tangga yang ia bina walaupun tanpa restu dari orang tuanya? Atau pada akhirnya semua akan berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CTPS 19

"Riska!" Seorang wanita yang seusia Reya masuk

"Iya Bu!"

"Kamu temani Arlo sebentar! Saya mau bicara dulu dengan Papanya Arlo!"

Reya melirik Reyhan begitu tajam, jika mengingat bagaimana kesulitannya semalam, ingin rasanya mencabik-cabik pria didepannya menjadi tak berbentuk

"Baik Bu" Riska menunduk hormat

Tanpa mengajak Reyhan, Reya keluar dari ruangan tersebut, melihat itu Reyhan mengikutinya dan kini keduanya tengah berdiri didepan ruang perawatan Arlo

"Semalam kamu kemana?" Tanya Reya dingin, Reya memang bukan tipe perempuan yang suka menggebu-gebu jika sedang marah, ia akan berbicara tenang dan dingin

"Aku lembur! Tapi apa kamu gak bisa kabarin aku tentang kondisi Arlo? Kamu malah lebih memilih pertolongan dari pria lain?"

Reya tersenyum sinis, bisa-bisanya Reyhan malah berkata seperti ini. Dirinya hampir saja mati dan dengan mudahnya suaminya ini menuduhnya

"Kamu tau bagaimana sulitnya aku semalam? Arlo step, diluar hujan deras lalu mobil aku mogok! Kamu gak tau gimana hampir matinya aku karena ketakutan!"

Ujar Reya, ia menunjuk-nunjuk dada bidang suaminya dengan menekan jari telunjuknya. Tanpa disadari air matanya mengalir membasahi pipinya

Reya kuat, dia bukan orang yang mudah menangis, bahkan untuk sesuatu yang mengharukan sekalipun. Tapi hari ini ia terluka

"Maafkan aku, aku sibuk dan.."

Reya dengan cepat memotong ucapan pria dihadapannya "Sibuk? Sibuk apa? Apa kamu sungguh bermain wanita diluar sana, Reyhan?"

Reyhan terkejut, apa Reya telah mengetahui semuanya "Aku bekerja Reya, kamu malah menuduh aku bermain wanita!"

"Oh yaa, semalam Darren disini dan kamu tau dia bilang apa? Katanya dikantornya gak pernah ada lembur untuk karyawan!" Reya melanjutkan ucapannya "Kamu lembur dimana?"

Reyhan gelagapan, pria itu terlihat gelisah seperti tengah menyembunyikan sesuatu dan Reya jelas menyadarinya

"Semalem memang aku sempat melanjutkan kerjaan dirumah temen aku, karena sampai larut malem banget makanya aku gak bisa pulang"

Reyhan tampak gelisah, Reya tahu jika suaminya ini tengah berbohong

"Nyonya Reya" Seorang pria dengan pakaian serba hitam menghampiri sepasang suami istri itu

"Ya pak!"

"Ini ada sarapan dari tuan Darren! Katanya nyonya belum makan apapun!" Ujar pria bernama Bagas itu

"Cih, perhatian kok ke istri orang"

Reya memutar matanya malas "Terima kasih pak, sampaikan terima kasih saya juga pada Darren!"

Pria empat puluh tahun itu menunduk hormat dan berlalu meninggalkan sepasang suami istri itu disana

"Kamu kayaknya seneng dikasih perhatian sama pria kaya itu!" Reyhan menatap tajam pada sang istri

"Kalau kamu gak bisa, jangan salahin aku yang memilih nyaman dengan perhatian pria lain!" Reya menatap tajam

"Bu" Suara Riska mengejutkan keduanya

"Ya Riska?"

"Den Arlo nyari ibu sama bapak"

Keduanya menyudahi perdebatan itu, masuk keruang perawatan sang putra dengan senyum merekah

"Arlo, Arlo butuh apa sayang?" Tanya Reya, wanita cantik itu duduk di sisi tempat tidur sembari menatap wajah putranya

"Arlo mau tidur sama mama sama papa!" Ujar bocah laki-laki itu, wajahnya terlihat pucat dengan suara yang lemah

"Sama mama aja gimana? Papa mau kekantor soalnya!" Bujuk Reya, bagaimanapun ia tak ingin bersama suaminya itu. Ia kesal saat Reyhan lebih memilih untuk membohonginya

"Tapi Arlo maunya sama Mama sama Papa!" Rengek Arlo

"Ya udah, papa disebelah kiri yaa, biar mama disebelah kanan!" Reyhan sudah mengambil posisinya

"Papa gak kerja kan hari ini?"

"Enggak sayang! Hari ini khusus buat Arlo. Biar Arlo cepat sembuh!" Bocah tampan itu bersorak gembira

"Ayo Mah!"

Dengan malas Reya hendak naik keatas tempat tidur, namun suara ketukan lebih dulu terdengar

"Hay jagoan!" Sapa Revan begitu pintu kaca itu terbuka

"Om Revan!"

Revan masuk bersama seorang wanita, Reyhan membeku, Rani berdiri tepat dihadapannya. Namun tak bisa saling menyapa bahkan memandang pun saja tak bisa

"Ini hadiah spesial untuk Arlo!" Revan memberikan sebuah mainan berupa pistol-pistolan untuk anak laki-laki sahabatnya itu

"Wahh hadiahnya bagus banget!" Arlo yang semula berbaring segera bangkit dari tidurnya

"Arlo suka?"

"Suka om!" Arlo menatap sang paman dengan wajah berseri "Makasih yaa om"

"Sama-sama jagoan!" Revan mengusap puncak kepala bocah enam tahun itu, sementara Rani memilih untuk diam, sesekali ia melirik Reyhan yang berdiri diseberang tempat tidur Arlo

"Oh iya Re, nih. Tadi orang bengkel bilang kalau mobil lo udah kelar!" Pria jangkung itu menyerahkan kunci mobil milik Reya

"Syukurlah, makasih yaa Van!" Reya menerima kunci mobil miliknya

"Santai princess Reya!"

"Makasih juga buat pertolongan lo malam itu, gue gak tau apa jadinya gue kalau lo gak ada disana!" Ujar Reya

Mendengar penuturan sang istri, Reyhan berpikir. Jika dirinya tidak bersama Rani malam itu, mungkin sang istri tidak akan pernah mengalami semua itu

"Sama-sama princess"

"Terima kasih yaa Revan, karena malam itu kamu sudah mau membantu istri saya!" Ujar Reyhan, membuatnya mendapat tatapan dari sang kekasih

"Iya, siapapun yang lewat disana pasti bakal bantuin Reya kok, keadaannya malam itu kacau banget soalnya!" Tutur Revan membuat Reyhan terdiam

"Lain kali mending lo gak lembur Rey, kasian kalau Arlo tiba-tiba step kayak kemarin!"

Ucapan itu terdengar seperti peringatan untuknya, bukan hanya Reyhan, bahkan Rani pun memikirkan ucapan calon suaminya itu

"Iya, saya akan lebih mengatur waktu!"

"Hay Ran!" Sapa Reya pada gadis yang sejak tadi diam saja

Rani yang semula diam tersenyum kearah istri dari kekasihnya itu "Semoga Arlo cepet sembuh yaa mbak!" Rani tersenyum manis, semua itu juga tak luput dari pandangan Reyhan

"Aamiin!"

Revan dan Rani berada disana hingga menjelang siang. Arlo sudah terlelap tanpa merengek ingin ditemani kedua orang tuanya

"Lo mau gue pesenin sesuatu gak Re?" Tanya Revan, ia hanya ingin memastikan jika sahabatnya itu dalam keadaan baik

"Gak ada kok Van, tadi Riska juga udah bawain gue baju ganti!" Tolak Reya, ia sudah cukup menyusahkan sahabatnya itu

"Ya udah deh, kalau butuh apa-apa lo langsung kabarin gue, oke!" Ujar Revan seraya mengangkat ibu jarinya

"Iya"

Reyhan dongkol, entah kenapa semua pria ini seolah siap menjadi garda terdepan bagi istrinya, bagaimanapun Reya istrinya. Harga dirinya sebagai suami dipertaruhkan saat sang istri lebih bergantung pada pria lain

"Mama!" Mereka tengah asyik mengobrol hingga tiba-tiba saja terdengar suara lemah Arlo

"Iya sayang!"

"Arlo haus!" Ujarnya

Reya dengan dibantu oleh sang suami memberikan apa yang sang putra inginkan. Rani menatap semua itu dengan perasaan yang sulit diartikan

Apakah ia cemburu? Namun dirinya tak memiliki hak apapun untuk cemburu mengingat hubungan keduanya terjalin karena sebuah kesalahan

1
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rahmad Wicakj Sono
lanjut thor dobel up di tunggu
Eva Safitri: Makasih yaa udah mampir
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Oma Gavin
ngga usah banyak janji sono hubungi rani dia sudah hamil anakmu mulailah dari nol dgn rani tapi jgn bandingkan keberhasilan mu bila hidup dgn rani beda istri beda rejeki itu pasti
Oma Gavin
ingat maling pasti ngga ngaku reya jgn maafkan perselingkuhan segera urus gugatan cerainya ada perempuan lain yg lagi nunggu pertanggung jawaban suami mu
Oma Gavin
Alhamdulillah Rani hamil anak reyhan silahkan minta reyhan tanggung jawab tapi jgn harap reya mau dipoligami pastinya minta diceritain sama reyhan, ini modelan mokondo udah miskin banyak tingkah ujungnya nyungsep kere
Dew666
🪻👑
Dew666
☀️☀️☀️☀️☀️
Oma Gavin
dasar reyhan oon bin goblok dia yg selingkuh kenapa dia yg marah udah kere masih banyak gaya, makanya hp jgn di matiin giliran sekarang nuduh reya ngga info pengen tak tabok mulut lemes mu sama batako
Oma Gavin
segeralah terbongkar perselingkuhan reyhan dan rani biarkan mereka menikah resmi daripada zina melulu hidup reya juga butuh kebahagiaan bukan hanya diselingkuhi melulu
Eva Safitri: Sabar.. sabar
total 1 replies
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Dew666
🍭🍭🍭🍭🍭
Oma Gavin
semoga rani hamil buat segera terbongkar perselingkuhan mereka
Dew666
🍭🔥
Dew666
🔥🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!