kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.
yuk ikuti cerita nya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
"aku sudah pernah katakan pada mu kan, bahwa pernikahan bukan lah ajang kompromi untuk ku. tapi jika kau bicara seperti itu, sama saja dengan memberi ku harapan bukan!?? " ucap Hana menunduk kembali
Jimin pun memegang dagu Hana untuk melihatnya "kau berhak memiliki harapan itu. Hana, aku akan berusaha melupakan Nari. "
"Nari... ternyata wanita itu bernama Nari" ucap Hana dalam hati nya
"tapi aku meminta mu untuk bersabar. hubungan kami sudah 1 tahun berjalan, tidak mudah bagiku untuk melupakan sepenuhnya perasaan ku pada nya. tapi percaya lah, aku menyukai mu. bukan karena kau membantuku sembuh, bukan juga karena terpaksa. aku sungguh-sungguh mulai menyukaimu. aku harap, kau mengerti maksud ku Hana... " jelas Jimin
Hana pun mengangguk "aku mengerti. setidaknya, aku mendapat kepastian untuk hubungan ini selanjutnya. aku akan akan buat sarapan yg baru. " Hana pun beranjak bangun
Jimin pun mengangguk melihat Hana. Jimin pun teringat beberapa waktu lalu saat Nari menghubungi nya....
******
"halo... " jawab Jimin
"Jimin... "
"Nari.... "
"benar... aah akhirnya aku bisa menghubungi mu. sayang, apa kau tidak ingin pulang. kau tidak merindukan ku?? " ucap Nari di ujung ponsel Jimin
"Nari, kenapa kau menghubungi ku. hubungan kita sudah berakhir"
"sejak kapan!? kau tidak pernah mengucap kan nya bukan. Jimin, aku akan menunggu mu. kau tenang saja, selagi kau masih mau menemui ku. aku tidak akan menampakkan diri di hadapan istri mu"
"tidak bisa Nari, ini salah. hubungan seperti itu tidak ada. aku akan menjalani hidup ku bersama istri ku, kau lupakan lah aku" ucapan Jimin itu langsung membuat Nari membantahnya
"kau bilang kau tidak mencintai nya, tapi kau meninggal kan aku dan akan hidup bersama nya. "
"benar, aku memang belum mencintai nya. tapi kebaikan nya ini, aku tidak bisa meninggalkan nya Nari"
"apa kata mu!?? seperti apa wanita itu!? apa dia lebih cantik dari ku, lebih pandai dan kaya. atau ada hal lain, Jimin aku... "
"cukup Nari.... " bentak Jimin tanpa sadar
"Jimin, kau membentak ku!! "
"ouh, ah maaf kan aku. aku... "
"hubungan 1 tahun kita tidak ada arti nya bagi mu. ternyata kau.... "
"Nari maaf kan aku. aku tidak bermaksud membentak mu tadi. itu karena... "
tut... tut... tut.. telfon pun terputus, Nari menutup telfon nya begitu saja.
*****
"oppa.... " Hana pun membuyarkan lamunan Jimin "ayo makan"
Jimin pun hanya tersenyum dan bangun untuk makan bersama Hana.
saat itu "lusa, jika tidak ada masalah lagi. kita akan kembali!! " ucap Jimin
"kau yakin oppa!?? tapi, kita harus dengar kata dokter dulu ya. jika semua bagus, baru kita akan kembali!! "
"kenapa!?? apa kau mulai betah di sini...? "
"apa... " Hana pun menatap Jimin
"maksud ku, apa kau tidak ingin pulang!?? "
"sangat, sangat ingin. aku hanya tidak ingin, selama kita di sini jadi sia-sia karena tidak mendengarkan ucapan dokter. sebab itu lah kita harus tanya ke dokter"
Jimin pun mengangguk-angguk "baiklah... "
hari itu pun tiba. setelah Jimin melewati semua tes dan dokter pun akhirnya memberikan hasil akhir.
"baiklah, nyonya Jimin. apa kau siap mendengar nya!?? " ucap dokter melihat Hana dan Jimin
"hemm.... " jawab Hana mengangguk
"hasil tes keseluruhan bagus, dan sudah di pastikan sembuh. " mendengar itu Hana dan Jimin pun tersenyum bersamaan "selamat untuk tuan dan nona. kalian sangat hebat, terutama tuan... aku tidak menyangka kau bisa sembuh dengan cepat"
"terimakasih dokter" ucap Jimin
"jadi dokter, apa kami perlu melakukan control atau yg lain lagi!?? soal nya, kami berencana untuk kembali ke Korea" ucap Hana sembari bertanya
"tentu saja harus, minimal satu bulan sekali. kalian sudah bisa kembali, semoga hidup tuan dan nyonya Jimin selanjutnya berjalan baik. "
Hana dan Jimin pun saling pandang, lalu tersenyum....
ke esok kan hari nya, akhirnya mereka pun kembali ke Korea. mengambil penerbangan jam 10.00 pagi pukul LA. mereka berencana memberikan kejutan pada orang tua mereka, bahwa mereka akan kembali. namun, ternyata nyonya Min Seo dan tuan Ji Hoon sudah mengetahui nya. sedang kan Hana juga menelfon Young Ju sahabat nya. Satu-satunya orang yg tidak tau adalah nyonya Haeri, ibu nya Hana.
setelah menempuh perjalanan panjang, Hana dan Jimin pun tiba di bandara Incheon pukul 05.00 sore hari. sopir pun telah menunggu mereka.
tadi nya sopir akan langsung membawa mereka ke kediaman nyonya Min Seo, namun Jimin mengatakan untuk langsung ke rumah ibu mertua nya, yaitu nyonya Haeri.
Hana pun hanya diam dan tersenyum, setelah tiba di rumah. Hana pun langsung keluar, dan melihat rumah sederhana itu. tanpa di sangka, nyonya Haeri saat itu keluar rumah untuk suatu hal.
seketika nyonya Haeri pun berdiri mematung melihat putri nya yg sudah berdiri di halaman rumah.
"ibu..." ucap Hana dengan air mata yg mengalir