NovelToon NovelToon
PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Seratus tahun telah berlalu sejak Shi Hao mengorbankan kultivasinya menggunakan Teknik Terlarang untuk menyelamatkan Alam Atas dari kehancuran Kaisar Langit. Di Alam Atas, kedamaian semu tercipta di bawah pimpinan Dewan Bersama (Raja Yan, Lei Zhen, Ao Zun).

Namun, di sebuah desa fana yang terpencil, Shi Hao hidup bahagia sebagai petani buta dan lumpuh bersama istri fananya (Gu Qing Yi yang menyembunyikan identitasnya). Kepompong fana Shi Hao perlahan-lahan menyehatkan jiwanya yang hancur, menanamkan pemahaman Dao Kemanusiaan yang belum pernah dicapai oleh Dewa mana pun.

Kedamaian itu hancur ketika Dinding Dimensi Alam Atas robek. Shen Yu, Dewa Iblis dari Semesta Sembilan Nether yang telah menaklukkan ribuan alam, akhirnya tiba bersama pasukan jenderalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 18

Dunia Fana – Puncak Awan Berkabut (Markas Sekte Pedang Awan).

Tiga ratus mil ke arah utara dari Desa Angin Lembut, menjulang sebuah gunung yang puncaknya selalu diselimuti kabut putih abadi. Di sanalah berdiri Sekte Pedang Awan, penguasa mutlak wilayah fana di radius ribuan mil.

Di dalam Aula Agung sekte yang dihiasi pilar-pilar batu giok dan pedang-pedang pusaka yang digantung, Ketua Sekte Zhao Tian sedang duduk bermeditasi. Kultivasinya baru saja menyentuh tahap awal Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul). Di mata manusia biasa dan kultivator kelas menengah, dia adalah entitas yang bisa membelah sungai dan menghancurkan kota hanya dengan lambaian tangan.

Namun, ketenangannya hari ini pecah oleh suara jeritan histeris dari luar aula.

"AYAAAH!!! IBUU!!! TOLONG AKUUU!!!"

Pintu aula terbuka dengan kasar. Dua murid penjaga membopong sesosok manusia yang penampilannya lebih buruk dari pengemis. Jubah putihnya robek, wajahnya penuh lumpur dan air mata, serta bau pesing menyengat menyelimuti tubuhnya.

Itu adalah Zhao Xuan.

"Xuan'er?!" Ketua Sekte Zhao Tian terbelalak. Dia melesat dari singgasananya, langsung menempelkan tangannya ke perut putranya.

Begitu energi spiritual Zhao Tian mencoba memasuki Dantian putranya, wajah sang Ketua Sekte memucat, lalu berubah merah padam dipenuhi kemurkaan yang meledak-ledak.

PRANG!

Aura Nascent Soul milik Zhao Tian menyapu aula, menghancurkan belasan vas giok di sekitarnya.

"Dantianmu... Dantianmu hancur total! Pondasimu runtuh! Kau telah menjadi orang cacat!" raung Zhao Tian, suaranya menggetarkan seluruh gunung. "SIAPA?! SIAPA YANG BERANI MENGHANCURKAN PUTRAKU DI WILAYAHKU SENDIRI?!"

Zhao Xuan menangis tersedu-sedu, mencengkeram jubah ayahnya. Kebencian dan rasa malu telah memutarbalikkan fakta di kepalanya. Dia tidak akan menceritakan bahwa dia dikalahkan hanya oleh geraman seekor anjing kampung.

"A-Ayah! Di sebuah desa miskin bernama Desa Angin Lembut... a-aku menemukan aura Pusaka Spiritual Tingkat Surga!" Zhao Xuan mengarang cerita di sela-sela isak tangisnya. "Pusaka itu berbentuk mangkuk sup emas! Tapi... tapi benda itu dikuasai oleh sepasang kultivator Iblis!"

"Kultivator Iblis?!" Zhao Tian menyipitkan matanya.

"Benar! Yang pria menyamar menjadi orang buta cacat, dan yang wanita menggunakan teknik pesona untuk merayuku!" Zhao Xuan memutarbalikkan cerita dengan licik. "Saat aku mencoba menasihati mereka agar menyerahkan pusaka itu pada sekte kita, pria buta itu memerintahkan siluman anjing raksasa untuk menyergapku dari belakang! Aku lengah, Ayah! Mereka menggunakan taktik kotor!"

Mendengar kata "Pusaka Spiritual Tingkat Surga", mata Zhao Tian tidak hanya memancarkan kemarahan, tapi juga keserakahan yang pekat.

Pusaka Tingkat Surga? Jika aku mendapatkannya, aku bisa menembus tahap Nascent Soul menengah, bahkan mengambil alih sekte-sekte besar di Ibukota Fana! batin Zhao Tian.

Ketua Sekte Zhao Tian berdiri, pedang peraknya berdengung di pinggangnya, memancarkan niat membunuh yang pekat.

"Beraninya kultivator iblis rendahan bersembunyi di wilayah Sekte Pedang Awan, merampas pusaka surgawi, dan melukai putra mahkotaku!" suara Zhao Tian bergema ke seluruh puncak gunung melalui transmisi Qi.

"TIGA TETUA AGUNG! KUMPULKAN RATUSAN MURID INTI! HARI INI, KITA AKAN MERATAKAN DESA ANGIN LEMBUT!"

Di atas langit Sekte Pedang Awan, awan mendung berkumpul. Ratusan pedang terbang melesat ke udara, membentuk formasi pembunuh yang siap menghancurkan apa pun di jalur mereka. Mereka bergerak dengan arogansi yang hanya dimiliki oleh "katak di dalam tempurung" yang belum pernah melihat luasnya langit sesungguhnya.

Dunia Fana – Halaman Gubuk Keluarga Shi.

Berbanding terbalik dengan badai kemarahan yang sedang menuju ke arah mereka, suasana di gubuk bambu Shi Hao begitu damai hingga membuat waktu terasa berjalan lebih lambat.

Di teras halaman yang disinari mentari pagi, Shi Hao sedang duduk di atas kursi kayu kecil. Di sekelilingnya berserakan serutan bambu. Di depannya, berdiri seorang anak kecil ingusan berusia tujuh tahun Gou-zi (anak tetangga sebelah yang dulu dibuatkan patung kelinci cacat).

"Paman Hao, Paman Hao! Apa sudah selesai?" tanya Gou-zi melompat-lompat dengan antusias.

"Sabar, Gou-zi. Kayu bambu ini harus diserut searah seratnya, agar tidak melukai tanganmu saat dipegang," jawab Shi Hao dengan senyum kebapakan.

Tangannya yang buta bergerak dengan ketangkasan yang luar biasa. Pisau raut kecil di tangannya menari-nari, mengukir sepotong bambu kuning menjadi sebuah pedang mainan kayu yang proporsinya sangat sempurna.

Gou-zi mengambil gaya pendekar, membusungkan dada kecilnya. "Aku akan menjadi Dewa Pedang seperti Tuan Muda berbaju putih kemarin! Aku akan terbang ke langit dan mengalahkan naga!"

Mendengar ucapan polos itu, gerakan tangan Shi Hao terhenti sejenak. Dia memutar pedang bambu itu, lalu menghela napas pelan.

"Gou-zi," panggil Shi Hao, suaranya tiba-tiba menjadi sangat tenang dan berwibawa, membuat anak kecil itu otomatis berhenti melompat.

"Pedang itu bukan alat untuk pamer agar kau terlihat hebat. Pedang juga bukan untuk menindas yang lemah, seperti orang berbaju putih kemarin."

Shi Hao mengusap mata pisau rautnya ke sisi pedang bambu itu untuk terakhir kalinya. Tanpa disadari oleh dunia fana, Niat Pedang Asura (Asura Sword Intent) niat pedang yang sama yang pernah membelah lautan bintang di Alam Atas merembes keluar dari pori-pori Shi Hao, setipis jaring laba-laba, lalu meresap masuk ke dalam inti serat pedang mainan tersebut.

"Pedang sejati," lanjut Shi Hao, menyerahkan pedang bambu itu kepada Gou-zi, "hanya dicabut untuk satu alasan. Untuk melindungi mereka yang bersembunyi di belakang punggungmu."

Gou-zi menerima pedang bambu itu. Anak itu mengerjap, mungkin tidak sepenuhnya memahami kata-kata berat dari paman buta di depannya, tapi entah mengapa pedang kayu di tangannya terasa sangat hangat, dan memberikan rasa keberanian yang aneh di dadanya.

"Terima kasih, Paman Hao! Aku akan melindungi ibuku dari ayam jantan tetangga yang galak dengan pedang ini!" seru Gou-zi, langsung berlari ke halaman, mengayun-ayunkan pedang kayunya dengan asal.

WUSSH!

Gou-zi mengayunkan pedang kayunya ke arah daun gugur yang melayang turun dari pohon beringin.

Bagi mata Gou-zi, dia hanya memukul daun.

Namun di kejauhan, di atas dahan hutan bambu tempat Lima Penjaga Teratai bersembunyi, lima pasang mata elit Soul Transformation nyaris copot dari kelopaknya.

Mereka melihat dengan jelas bagaimana ayunan asal-asalan dari anak fana beringus itu secara tidak sengaja melepaskan seutas Gelombang Pedang Tak Kasat Mata. Gelombang itu memotong daun gugur menjadi dua bagian yang sangat simetris di tingkat atom, tanpa merusak sel-sel di tepinya! Gelombang itu bahkan terus melesat ke langit dan membelah awan tipis di atas desa sebelum menghilang.

"I-I-Itu..." Lu Bai gemetar, memegangi dadanya. "Pedang bambu mainan itu... Tuan Besar baru saja menanamkan Niat Pedang Asura ke dalam benda fana secara permanen?!"

"Jika anak ingusan itu memukulkan pedang bambu itu ke arahku..." Hei Gen menelan ludah dengan kasar. "...pertahanan Soul Transformation-ku akan terbelah seperti tahu lunak. Anak fana itu baru saja diberi Artefak Pembunuh Dewa secara cuma-cuma untuk mengusir ayam?!"

"Tuan Besar memang memiliki cara yang unik untuk memanjakan anak kecil," Hong Hua mengipasi wajahnya yang berkeringat dingin.

Kembali ke halaman, Shi Hao berdiri dan membersihkan sisa serutan kayu dari celananya.

"Suamiku, kau terlalu memanjakan anak itu," suara Gu Qing Yi terdengar dari arah dapur. Dia melangkah keluar membawa nampan berisi singkong rebus. "Nanti dia bisa tidak sengaja melukai ayam tetangga."

"Hanya mainan kayu, Istriku. Biarkan saja dia bermain pahlawan-pahlawanan," kekeh Shi Hao, mengambil sepotong singkong.

Shi Hao baru saja menggigit singkongnya ketika tiba-tiba langit di atas Desa Angin Lembut mendadak menjadi gelap, seolah awan badai hitam bergulung dengan kecepatan tidak wajar.

Suara dengungan pedang yang sangat bising memenuhi udara, menutupi suara kicauan burung. Hembusan angin kencang menerbangkan jemuran warga, membuat penduduk desa berlarian keluar rumah dengan panik.

"Lihat ke atas! Ada dewa! Para Dewa turun ke desa kita!" teriak Kepala Desa Gou sambil berlutut ketakutan.

Di langit, ratusan murid Sekte Pedang Awan melayang di atas pedang terbang mereka, mengelilingi gubuk Shi Hao bagaikan sekawanan gagak hitam. Di posisi paling depan, Ketua Sekte Zhao Tian dan Tiga Tetua Agung mengambang dengan arogan, memancarkan fluktuasi Nascent Soul yang membuat penduduk fana kesulitan bernapas.

"MANA YANG NAMANYA SI BUTA A-HAO?!" suara Zhao Tian menggelegar layaknya petir murahan yang mencoba meniru auman naga. "KELUAR KAU, KULTIVATOR IBLIS KEPARAT! SERAHKAN PUSAKA SURGAWI ITU DAN BERLUTUT MENERIMA KEMATIAN!"

Di halaman, Shi Hao menghentikan kunyahannya. Dia mendongak ke arah langit yang bising.

"Istriku," kata Shi Hao, suaranya tetap datar tanpa emosi. "Sepertinya lalat yang kemarin tidak sengaja memanggil sarangnya kemari."

Qing Yi meletakkan nampannya di atas meja batu. Matanya yang indah seketika berubah menjadi sedingin gletser berusia jutaan tahun. Aura pembunuh Raja Dewa mulai beriak di ujung rambutnya.

Bagi Qing Yi, mengganggu kedamaian suaminya memakan singkong adalah kejahatan yang tidak bisa diampuni bahkan oleh hukum surga.

"Biar aku yang membersihkannya, Suamiku," bisik Qing Yi, jari telunjuknya sudah siap membentuk Segel Teratai Penghancur Langit.

Namun, Shi Hao menahan pergelangan tangan Qing Yi dengan lembut.

"Tidak perlu, Istriku. Tanganmu bau tepung singkong yang harum, jangan dikotori oleh darah serangga," senyum Shi Hao.

Dia lalu berbalik ke arah kandang bambu di sudut halaman dan bersiul pendek.

"Hitam Satu. Ada banyak tulang terbang di atas sana. Bawa saudara-saudaramu. Kalian boleh makan siang lebih awal."

Dari dalam bayangan kandang, terdengar tiga suara geraman yang sangat rendah, berat, dan dipenuhi oleh aura iblis purba yang langsung membekukan atmosfer.

Grrrrrrrrrr....

Tiga pasang mata merah menyala terang dari dalam kegelapan.

Di langit, Ketua Sekte Zhao Tian dan ratusan muridnya masih tertawa angkuh, tidak menyadari bahwa mereka baru saja membangunkan tiga Raja Iblis Nether yang sedari kemarin sedang kesal karena hanya diberi makan tulang ikan mas.

1
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
kasian berkali kali manggg wuuuu ini....
saniscara patriawuha.
sakit banget tuhhh rasaneee...
saniscara patriawuha.
sikattttttt lagiiii mangggg shiiiiii.....
saniscara patriawuha.
mantaffffff surataffff....
Hendra Saja
makin penasaran.....apa tidak bertemu dengan sang tiran Thor....
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
HINATA SHOYO
mantapp jiwa kerennn cuuyyyyy
HINATA SHOYO
kerenn poolĺll lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!