Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18. memburu atau diburu
Karena akademi pedang terbang menolak untuk meninggalkan teman mereka yang berambut biru, membuat akhir mereka terlibat pertarungan dengan murid akademi gagak langit.
Kelompok murid akademi pedang terbang berjumlah 9 orang, tiga di tahap spirit tingkat 5, tiga di tingkat 6 dan tiga lainnya di tahap tujuh.
Sedangkan kelompok akademi gagak langit berjumlah 10 orang, tiga di tahap spirit tingkat 5, empat di tingkat 6, dan ada tiga yang di tahap tujuh.
Karena jumlah mereka yang lebih banyak membuat kelompok akademi gagak langit mendominasi pertarungan.
Kelompok akademi pedang terbang yang kekurangan orang membuat mereka sangat dirugikan.
Melihat situasi itu, membuat Yang Chen berfikir sejenak sebelum akhirnya ia memutuskan untuk membantu.
Hal ini dikarenakan ia tahu, cepat atau lambat ia akan segera diburu oleh murid akademi gagak langit, sehingga daripada menunggu untuk diburu lebih baik menyerang terlebih dahulu selagi ada kesempatan.
Saat kelompok akademi gagak langit keasikan menyerang, Yang Chen menyelinap ke salah satu murid akademi gagak langit di tahap 6, dan langsung menyerang dengan cepat.
Wajah murid itu dibuat panik saat ia merasakan serangan dari belakangnya, ia langsung berbalik ke belakang tapi pedang Yang Chen sudah mendarat dilehernya membuat darah langsung keluar deras dari lehernya dan jatuh ketanah tak berdaya.
" Sialan!!" Melihat temannya yang terbunuh membuat mereka langsung berteriak marah pada Yang Chen.
Tapi Yang Chen tidak begitu peduli, dan menyerang kembali satu orang di tahap spirit tingkat 6 lagi.
Melihat Yang Chen menargetkannya membuat pria itu langsung bersiap menghadapinya.
Klang! Klang! Klang!
Pedang mereka mulai beradu dan menimbulkan suara nyaring di udara.
Walaupun kultivasi Yang Chen satu tingkat lebih rendah dari lawannya tapi berkat teknik pedang Yang Chen yang berada di tahap spirit tingkat akhir membuat lawannya tidak mampu melakukan banyak hal.
Akhirnya tidak perlu waktu lama, Yang Chen berhasil mendaratkan tebasan ke dadanya dan diikuti ke lehernya.
Seketika darah memercik keluar dari tubuh pria itu dan akhirnya jatuh ke tanah tak bernyawa lagi.
Seketika juga arah pertarungan berubah, awalnya kelompok akademi pedang terbang dibuat kewalahan dan hampir saja kalah, tapi berkat bantuan Yang Chen yang membunuh dua orang pihak lawan membuat kelompok akademi pedang terbang berbalik unggul.
Akibat keunggulan itu membuat kelompok Yang Chen berhasil membunuh satu orang, dan tidak lama satu orang dari akademi gagak langit juga berhasil terbunuh.
Melihat situasi mereka yang sangat buruk membuat murid akademi gagak langit memutuskan untuk mundur. " Mundur! Semuanya mundur!"
Para murid akademi gagak langit mulai melarikan diri, seseorang ingin mengejarnya tapi dihentikan oleh rekannya. " Tidak perlu di kejar, itu hanya akan buang-buang waktu. Lebih baik kita sampaikan berita ini ke tuan muda Jian Tian mengenai murid akademi gagak langit yang mengincar murid akademi kita."
Mendengar itu, mereka kemudian mengangguk setuju.
" Saudara Yang Chen terimakasih atas bantuanmu, berkatmu kami bisa selamat." Ucap seorang pria di tahap spirit tingkat 7 yang sepertinya adalah pemimpin kelompok ini.
" Itu tidak perlu, sudah depan aku akan membantu murid sesama akademi pedang terbang." Jawab Yang Chen sambil mengambil cincin ruang empat orang yang terbunuh itu.
" Aku ambil dua karena aku yang membunuh dua orang itu, sisanya kalian ambil." Ucap Yang Chen sambil melemparkannya dia cincin ruang lainnya.
Walaupun Yang Chen sedang membutuhkan banyak batu roh, tapi ia memiliki prinsip untuk tidak merebut apa yang tidak menjadi haknya.
" Berkat saudara Yang Chen kami berhasil terhindar dari kematian, jadi kami akan memberikan cincin ini padamu sebagai rasa terimakasih." Ucap pria itu sambil kembali melemparkannya pada Yang Chen.
Yang Chen tidak menolak dan menerimanya, " terserah kalian." Yang Chen sedang membutuhkan banyak batu roh untuk membantu kultivasinya menerobos ke tingkat selanjutnya sehingga ia akan menerima dengan senang jika ada yang memberikannya batu roh.
" Saudara Yang Chen, lebih baik kita bergerak bersama supaya lebih aman. Murid akademi gagak langit pasti akan datang lagi sehingga jika kita bersama maka peluang untuk selamat akan lebih besar. Dan kita harus segera memberitahukan Masalah hal ini pada tuan muda Jian Tian." Ucap kembali pria itu.
Ia sudah melihat kemampuan bertarung Yang Chen yang luar biasa, teknik pedangnya sangat kuat, ia bahkan bisa mengalahkan lawan yang satu tingkat lebih kuat darinya.
Hal inilah yang membuat ia ingin mengajak Yang Chen kedalam kelompoknya.
" Kalian pergi saja dulu, aku haus melakukan sesuatu lebih dulu." Jawab Yang Chen sebelum ia langsung melompat pergi.
Melihat kepergian Yang Chen membuat ia hanya bisa menghela nafas karena gagal membawa Yang Chen bergabung dengan mereka.
Sedangkan untuk Yang Chen, terus berlari dan mencari tempat yang aman. Ia sudah memeriksa keempat cincin ruang yang ia dapatkan, semuanya ada sekitar lima ratus batu roh tingkat rendah.
Dengan tambahan lima ratus batu roh itu, sekarang Yang Chen memiliki seribu batu roh, dengan banyaknya batu roh itu, Yang Chen yakin ia bisa menerobos ke tingkat selanjutnya.
Sebab itu, ia sekarang mencari tempat aman untuk menyerap semua batu roh itu.
Tidak lama berlari, akhirnya Yang Chen menemukannya gua kecil yang cocok untuk berkultivasi.
Ia masuk dan langsung mulai berkultivasi, ia sekarang sedang diburu oleh murid akademi gagak langit sehingga ia harus meningkatkan kultivasinya secepatnya mungkin.
Dengan cepat lima ratus batu roh terserap habis, namun ia masih belum menerobos juga. Batu ke enam ratus terserap, tapi ia masih belum menerobos juga.
800, 900, sampai akhirnya 1000 batu roh habis dan akhirnya Yang Chen menerobos ke tahap spirit tingkat 6.
Yang Chen menarik nafas, dan mencoba merasakan kekuatan yang diperolehnya setelah menerobos.
Yang Chen tersenyum puas, setelah menerobos ia merasa kekuatannya lebih kuat dari sebelumnya, tapi ia merasakan kalau semakin tinggi kultivasinya maka akan semakin besar pula jumlah batu roh yang dibutuhkan untuk kultivasinya menerobos ke tingkat selanjutnya.
Setelah itu, ia kemudian pergi dari sana.
Tidak berselang lama, ia kembali menemukan empat murid akademi gagak langit. Melihat mereka membuat Yang Chen terlintas ide yang bisa membantunya mendapatkan banyak batu roh dengan cepat.
Ia memutuskan untuk merampok murid dari akademi gagak langit daripada harus susah payah membahayakan diri memburu binatang spiritual.
Setelah mengambil batu roh dari cincin ruang empat murid akademi gagak langit yang sebelumnya mati, ia merasa mencuri batu roh milik orang lain lebih mudah daripada bersusah payah mengumpulkan batu roh dari memburu binatang spiritual.
Oleh karena itu, akhirnya Yang Chen terlintas ide berani untuk memburu para murid akademi gagak langit demi mengambil cincin ruang mereka yang didalamnya banyak batu roh.
Ia tahu kalau murid akademi gagak langit sedang memburunya, sehingga bisa dibilang ia hanya membela diri. Dengan begitu ia tidak merasa telah melanggar prinsipnya, yaitu tidak mengambil hak orang lain.
Karena ia menganggap barang-barang yang dimiliki oleh orang yang telah ia bunuh adalah hasil barang rampasannya perang sehingga tidak melanggar prinsipnya.
Benahi dulu susunan kata dalam kalimat dan penggunaan kata. Pakailah bahasa Indonesia jangan pakai bahasa Inggris. Semoga karya novel ini meraih kesuksesan. Amiin 🤲