Dunia memiliki sistem mutlak yang ditetapkan jutaan tahun lamanya. Sistem rimba, yang terkuat dialah yang berkuasa dan yang lemah akan tersingkir. Sistem itulah awal terlahir kasta antara mahkluk hidup, sebuah hukum yang tidak dapat diubah dan akan terus berjalan. Tahun berganti, hukum mulai goyah. Keadilan tidak diberikan pada yang hak. Namun pada yang berkuasa. Jutaan tahun berlalu. Langit menciptakan hukum baru yang berpusat pada keseimbangan. Malaikat penyelamat bagi mereka yang tersingkir, memiliki tujuan menghancurkan sistem yang telah goyah. Dewa agung menjadi dakwa yang berdosa telah menciptakan iblis berwujud cahaya. Mereka yang berkuasa melawan mereka yang dibuang, terus bertahan hidup untuk melanjutkan perang tiada akhir demi jawaban kebenaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkara Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 012 —Serigala Bilah Angin
Dibawah intimidasi puluhan pasang mata merah dibalik kegelapan, Zabarin tidak goyah. Menguatkan genggaman tangan nya, dan menunggu sergapan serigala itu. Akan berisiko jika ia yang maju.
Raauuurgh! Raungan menggema disertai terpaan angin kuat tiba-tiba, puluhan serigala didalam hutan bersamaan menyerang. Tidak memberikan lawan mereka kesempatan untuk kabur, terkepung dari segala arah membuat jarak pandang mereka menjadi buta.
Crasshh! Dalam detik serangan itu, dua ekor serigala mendaratkan cakar nya yang tajam ketubuh Zabarin. Namun, sebelum sempat cakar itu menyentuhnya. Dengan gesit ia menghindar kesamping sambil memberikan pukulan telak ke rusuk salah satu serigala.
Buaaghh! Serigala yang mendapat serangan telak dirusuk nya terbang jauh kedalam hutan, tidak lagi mampu bergerak. Sedangkan yang lain, melihat teman mereka dihajar langsung memburu Zabarin tanpa henti. Membuat pergerakan Zabarin dibatasi dan hanya bisa menghindar.
"Sialan!, jika begini terus... Aku akan terpisah dari Shi Jian dan Enki!" Umpat nya dalam hati, sembari menghindari setiap serangan yang mengarah pada nya. Ia mulai mencari cara untuk lolos dari situasi ini.
Serigala serigala itu bergerak dengan sangat gesit, yang membuat nya keheranan. Bagaimana bisa serigala biasa bisa memiliki kecepatan seperti ini, apalagi mereka bisa mengubah arah serangan di udara. Membuat pergerakan mereka sulit terbaca dengan mobilitas tinggi bahkan di kekosongan.
Ia berpikir keras, dirinya tidak memiliki senjata selain pukulan nya. Juga pukulan itu hanya bisa diarahkan kepada dua musuh, itupun harus membiarkan pertahanan nya terbuka untuk menggunakan kedua tangan.
Namun, beberapa detik kemudian ia mendapatkan pencerahan. Dengan segera ia langsung mundur jauh dari area serangan, membuat para serigala itu kehilangan pijakan. Namun setelah jatuh ketanah, serigala serigala itu langsung memberondong serangan pada nya lagi dengan cepat.
Namun kali ini, Zabarin dengan sigap menghadapi mereka dengan trik baru. Selama ini ia hanya mengandalkan kedua tangan, tanpa sadar ia memiliki senjata lain ditubuh nya.
Swuushhh! Braakk! Saat para serigala itu menerkam nya lagi, ia mengambil putaran lompat diudara dengan mengarahkan satu kaki nya pada barisan serigala, menendang kepala mereka dalam lintasan panjang mengunakan api hitam dan tenaga kuat dikaki nya.
Beberapa serigala langsung tumbang sekaligus, dan ia bersorak gembira karena keberhasilannya. Teknik kejutan itu sangat tidak terduga bisa menumbangkan beberapa serigala.
Namun, saat ini ia tidak memiliki waktu untuk bergembira. Setelah beberapa serigala berhasil ditumbangkan, serigala lain kembali datang dari kegelapan. Tapi kali ini, ia sangat siap untuk menerima serangan mereka selanjutnya.
Pukulan dan tendangan yang on point tepat mengenai titik vital para serigala membuat serangan menjadi efektif, ia sendiri juga terkejut bisa memiliki kemampuan indra seperti itu. Padahal selama ini ia hanya melatih fisik nya saja.
Tapi ia juga bersyukur dengan kemampuan indra nya, entah dari mana ia dapat. Namun disituasi seperti ini kemampuan itu bisa sangat berguna, karena ia berhasil mengalahkan puluhan serigala tanpa terluka sama sekali. Selain beberapa sobekan di baju nya.
Setelah itu ia bergegas kembali kedalam kelompok, agar situasi menjadi lebih terkendali kalau dihadapi bersama. Saat tiba ditempat itu, ia melihat Shi Jian dan Enki mengacungkan pedang mereka. Dengan puluhan jasad serigala tergeletak ditanah. Dengan ceceran dan genangan darah mewarnai tanah dibawah kaki mereka.
Pemandangan ini membuat nya merinding, darah yang begitu pekat dan amis masuk kedalam hidung nya. Membuat nya sedikit mual, karena baru kali ini ia melihat pembantaian besar seperti ini. Walaupun mereka hanya serigala liar, tapi tetap saja mereka itu juga mahkluk hidup.
"Hah... Akhirnya selesai, Benar-benar merepotkan dengan jumlah mereka!" Seru Shi Jian memasukan pedang oranye kedalam warangka nya, dan kemudian hilang di udara. Pemandangan itu membuat nya terkesima, apalagi penampakan kedua pedang itu begitu keren dan bagus. Membuat nya ingin memiliki pedang juga.
Enki kemudian mengangguk dan memasukkan pedang biru kedalam warangkan nya juga, sebelum kembali menghilang seperti pedang Shi Jian. Ia kemudian melihat ke sekeliling dan mendapati Zabarin yang menatap mereka takjub.
"Hei... Kau dari mana saja, kukira kau tersesat di hutan!" Panggil Enki pada Zabarin yang membeku ditempat, sebelum akhirnya sadar kembali dan bergabung dengan mereka.
"Enki... Jian... Bagaimana cara kalian memiliki pedang seperti itu?, selama ini kalian tidak pernah menunjukkan nya!" Ucap Zabarin setelah duduk diatas dedaunan kering didepan api unggun.
Enki dan Shi Jian saling menatap dan kemudian berkata, "Pedang bisa dibeli... Atau bahkan dibuat, tapi kalau kau beruntung. Kau bisa menemukan salah satu pedang kuno di reruntuhan... Itupun jika pedang itu cocok dengan mu!" Jelas Enki membuat Zabarin berpikir sejenak. Seakan bayangan kematian yang sebelumnya menghantui hilang tanpa jejak.
"Hah... Masalah pedang itu gampang, dikota nanti akan ada banyak pedagang senjata yang menjual pedang dan senjata lain yang melimpah... Dengan apel-apel itu, kau bisa mendapatkan pedang yang kau mau!" Terang Shi Jian pada nya, ia kemudian mengangguk karena memang itulah yang sedang ia pikirkan. Tidak menyangka Shi Jian memiliki pikiran yang sama dengan nya.
"Omong-omong, Apa kalian tidak merasa aneh dengan serigala itu?, pergerakan nya begitu cepat... Bahkan bisa berbelok di udara, aku yakin serigala serigala itu adalah monster roh, seperti yang kau jelaskan saat itu!" Ucap Zabarin kemudian, membicarakan serigala yang memiliki kemampuan aneh.
Shi Jian mengangkat bahu nya, ia belum pernah menemui monster roh sebelumnya. Jadi ia tidak tahu, namun Enki berbeda. "Ya, serigala serigala ini merupakan monster roh tipe angin... Biasa dipanggil Serigala Bilah Angin, itu mengapa mereka bisa bergerak diudara dengan bebas sambil mencakar dengan kuat!" Jelas Enki membuat Zabarin bergidik, ia tidak tahu seberapa berbahaya nya mereka.
"Tapi untung lah... Kalian ingin kaya kan?" Ucap Enki lagi membuat kedua nya bingung, dan mengangguk heran. "Biasanya para monster roh memiliki mustika didahi nya, dan itu bisa dihargai sesuai tingkat mutasi mereka!" Jelas Enki lagi sambil membawa seekor serigala sebagai uji coba. Ia kemudian mengeluarkan pisau tajam yang ada didalam gerobak, dan mengoyak dahi serigala itu sampai kedaging nya.
Darah segar segera keluar dari luka itu, membuat Zabarin sedikit ngilu membayangkan rasa sakit itu. Namun Enki tidak terpengaruh, dan kemudian memasukan kedua jarinya kedalam lubang yang ia buat dan mencungkil sesuatu dari dalam sana.
Segera keluarlah sebuah batu berwarna biru transparan ditangan nya, ia kemudian melemparkan jasad serigala itu dan memperlihatkan batu yang ia dapat dari monster itu kepada mereka, dengan bercak darah yang masih tersisa ditangan nya. Tidak menghalangi mereka untuk takjub.
Batu itu bernama mustika monster, memiliki esensi monster yang begitu pekat didalam nya. Dapat meningkatkan kekuatan seseorang dengan cepat hanya dengan menyerap esensinya.
"Mustika monster ini hanya berada pada tingkat mutasi level dua, jadi ini tidak terlalu berpengaruh pada kekuatan kita... Namun mustika ini masih cukup berharga jika kita jual dikota nanti, jadi... Kumpulkan sebanyak mungkin jasad serigala dan ambil mustika nya. Kalau tidak salah, mutasi level dua ini bisa dihargai sepuluh koin perak, itu cukup lumayan apalagi dengan jumlah mereka yang sangat banyak!" Jelas Enki membuat pandangan Shi Jian dan Zabarin berbinar, mereka dengan cepat mengumpulkan puluhan jasad serigala. Bahkan dilokasi Zabarin tadi.
Mereka bertiga dengan semangat memanen mustika monster itu, yang jumlahnya hampir menyentuh angka seratus. Sepanjang malam terus bekerja tanpa lelah, karena besok mereka harus pergi. Namun tidak masalah, asal mereka mendapatkan sesuatu yang berharga. Tidur bukan menjadi prioritas.
Berjam-jam mengeluarkan mustika mustika itu dengan hati-hati, agar tidak merusak nya. Dibawah cahaya redup api unggun dan dingin nya angin malam, akhirnya mereka telah selesai mengambil seluruh mustika yang ada. Bola biru transparan sebesar ibu jari kini terkumpul didalam buntalan kain yang mereka bawa.
"Hahhh... Akhirnya selesai juga!" Gumam Zabarin lega sambil menjatuhkan tubuh nya keatas alas daun, masih ada waktu dua jam untuk tidur sebelum matahari muncul. Jadi ia akan gunakan waktu singkat itu untuk beristirahat.
Shi Jian dan Enki juga langsung beristirahat tanpa berkata-kata, mungkin karena kelelahan. Mereka tidak sanggup untuk mengucap kata apapun sebelum akhirnya tertidur dengan nyenyak.
Malam menjelang pagi itu, tidak ada siapapun Yang menganggu. Hanya nyamuk hutan dan suara serangga yang menggema, dengan sedikit bara api unggun yang telah padam karena kayu bakar telah habis. Mereka tidur dalam keadaan gelap.
Sejam setelah tertidur, Sesuatu tampak bergerak dari balik kegelapan. Seperti bayangan dua orang yang sedang duduk, dalam bisik yang senyap. Kedua bayangan itu berbicara tak jelas, seakan sedang merencanakan sesuatu.
Beberapa menit kemudian, salah satu dari bayangan itu kemudian bangkit dengan pedang nya yang teracung. Pancaran sinar oranye sedikit menyinari area sekitar dengan sinar nya yang bergetar lembut, namun tidak ada nya niat membunuh dari kedua orang itu. Siapapun mereka, tampak nya tidak akan membahayakan kelompok Zabarin yang masih tertidur.
Swuushhh! Kemudian deru angin menyibak hutan, menimbulkan hawa dingin yang menusuk kulit. Dan sepersekian detik kemudian cahaya oranye itu menghilang dari kegelapan, menyatu dengan kehampaan tiada ujung.
judul : Professor & Student: Love Through Time.
ikuti setiap langkah bab barunya sampai tamat enggak setengah², terima kasih ☺️🙏🏻💪.