Perjalanan Sang Malaikat

Perjalanan Sang Malaikat

Chapter 001 —Darimu Kisah Ini Berawal

OverWorld merupakan dunia yang menganut sistem rimba, yang terkuat dialah yang bertahan dan yang lemah akan tersingkir. Seiring waktu setelah terbentuk nya sistem rimba. Langit menciptakan sebuah dzat mikroba bernama kehidupan sebagai awal dari dunia.

Tahun berganti, kehidupan mulai berkembang biak dengan pesat menutupi OverWorld dengan lautan tanpa ujung. Seiring perjalanan kembang biak kehidupan, dzat mikroba tersebut mulai berevolusi menjadi sebuah humanoid.

Tumbuhan, tanah, hewan, dan udara. Semakin lama waktu berganti, OverWorld menjadi sebuah peradaban kehidupan yang ditinggali berbagai macam kehidupan. Lautan luas dan daratan membentuk sebuah benua yang saling terpisah dan akan menyatu kembali.

Awal kehidupan mahkluk hidup menjadi sebuah zaman yang akan terus dikenang sampai kapanpun, dengan nama zaman pembaharuan. Namun, semakin lama kehidupan berkembang biak dan berevolusi mulai menciptakan ketidakseimbangan. Jika terus dibiarkan, kehidupan mulai berevolusi menjadi mahluk baru dengan tubuh proporsional serta memiliki rangkaian yang sempurna bernama manusia.

Terciptanya mahluk bernama manusia membuat dunia yang tenang menjadi tidak seimbang, merekalah yang menjadi puncak rantai makanan. Seiring waktu, kehidupan pun mulai berevolusi kembali menjadi manusia. manusia yang meninggali dunia luas ini saling bertemu, tahun Silih berganti setelah manusia tercipta muncul lah sebuah peradaban manusia yang menguasai dunia luas ini.

Jutaan tahun berlalu, manusia menunjukkan peningkatan yang pesat. Mereka tidak hanya menguasai daratan dan lautan, bahkan mereka sanggup menggapai langit. Dari situlah sebuah ras penopang hukum langit tercipta, yaitu dewa.

Semakin lama dewa menjaga hukum langit, membuat mereka terhubung pada ilahi. Mereka mengemban tugas mulia dengan menjaga keseimbangan hukum rimba. Namun, ego dan kesombongan mulai menguasai dewa seiring waktu. Merekalah yang menjadi mahluk sempurna namun kenapa manusia yang bisa hidup tenang tanpa tugas apapun?.

Dengan hasrat itu, kini. Pada seratus lima puluh juta tahun sebelum Masehi, mereka menentang hukum langit membuat sistem rimba mulai goyah. Keadilan tidak lagi berlaku, kesombongan menciptakan kehancuran.

OverWorld berubah menjadi neraka bagi mereka yang lemah, seharusnya sistem rimba yang dijalankan tetap memberikan keadilan bagi mereka yang lemah. Namun dengan kekuasaan dewa, sistem langit kini berjalan dibawah keinginan mereka sendiri.

Sampai satu masa langit menciptakan sebuah hukum baru yang berpusat pada keseimbangan, namun dengan kekuasaan dewa yang luar biasa membuat langit memiliki kendala saat menciptakan hukum itu. Walaupun begitu, dengan kuasa ilahi yang langit miliki. Ia berhasil menciptakan sebuah cahaya yang hidup bernama malaikat.

Jelldaaarrrr!

Petir menggelegar menusuk jantung dunia, mengguncang tanah serta menciptakan ombak pasang yang sangat tinggi. Dunia membeku, dewa menjadi buta akan kehadiran cahaya ilahi dari serpihan kesadaran langit.

Hutan rimba yang begitu lebat tersapu angin serta memunculkan cahaya yang luar biasa terang menusuk awan. Ditengah keributan yang diciptakan langit, serta Sambaran petir ilahi kini menciptakan seorang malaikat keseimbangan yang berdiri tepat dibawah cahaya yang menusuk langit.

Rambut hitam tergerai tertiup angin, tanpa senyuman dan mata yang tajam menatap langit. Perlahan cahaya menghilang, angin mereda menyisakan lahan kosong ditengah hutan dengan seorang malaikat berwujud manusia mengenakan jubah putih serta hiasan permata disekitar kerah dan juga warna emas menciptakan corak pinggiran disetiap ujung jubah.

Wuuusshhh!

Ditengah kebingungan yang mendalam, langit kembali bercahaya namun kini hanya cahaya yang tidak bisa dilihat siapapun. Langit kemudian terbelah dan berkedip seperti mata, serta bersuara dengan agung.

"Kau terlahir dari cahaya dan kegelapan, keseimbangan dari dunia. Namamu, adalah Zabarin... Hukum yang goyah menciptakan dunia seperti neraka. Aku memberikan misi mulia untukmu, hancurkan lah para dewa dan ciptakan sistem keseimbangan untuk semua mahluk hidup!"ucap suara agung yang berasal dari ujung langit tertinggi.

Malaikat yang terdiam itu mulai bergerak, dengan kehendak langit ia memiliki nyawanya sendiri. Ingatan dan kenangan mulai masuk kedalam memori malaikat yang bernama Zabarin, secara tidak sadar ia membungkuk"Saya terima misi itu!"ucapnya datar. Setelah itu langit kembali berubah menjadi biru dengan awan putih yang melayang tinggi diudara.

Zabarin, yang mendapatkan misi mulia dan kepercayaan dari langit kini mendapatkan semua yang ia butuhkan. Ingatan, kecerdasan, kekuatan tubuh, kenangan, emosi, dan juga kewarasan serta rasa sosial sebagai bukti. Seorang malaikat yang mendapat misi dari langit kini telah menjadi seorang manusia baru ditengah rimbunan hutan belantara.

Kini ia sendiri, ditengah bayangan pohon yang rimbun. Ia masih linglung dan belum begitu paham apa yang terjadi, sampai sesuatu mulai memasuki pikiran nya.

"Aarghh!"teriak zabarin ditengah hutan membuat suaranya menggema dengan sangat jauh, rasa sakit luar biasa memasuki kepala nya. Diikuti dengan gelembung yang memancarkan sebuah gambar seiring pecah saat kesadaran nya pulih.

Seperti tragedi berantai, semua gambar gelembung yang ada mulai menyatu sama lain menciptakan sebuah kenangan yang tidak akan tergantikan.

Kwoaak!

Wuushh!

Suara burung dan kepakan sayap terdengar ditelinga nya,"hah! A-apa yang sebenarnya terjadi?! Di-dimana aku?"tanya zabarin kebingungan, malaikat yang seperti boneka kini tersadar dengan ingatan penuh kabut.

Terduduk ditengah hutan sembari memegangi kepalanya yang masih terasa sakit, zabarin mengedarkan pandangan ke sekelilingnya"Ba-bagaimana mungkin aku hidup kembali?!"batin zabarin sambil menyentuh tanah dibawah kakinya.

Terasa kasar dan sedikit lembab,"ini benar! Aku hidup kembali!"batin nya lagi, ia mencoba mengingat... Kenangan yang mungkin ia lupakan, namun sekeras apapun ia mencoba. Yang muncul didalam kepala nya hanyalah pria yang tergeletak tidak berdaya tanpa tau dia siapa, dan juga suara tanpa wujud yang ia dengar tadi.

Taph! Zabarin bangkit dari duduknya, mengedarkan pandangannya sekali lagi untuk memastikan. Juga bertanya untuk apa ia berada ditempat ini"Apa maksud dari ini semua?, Aku tidak bisa mengingat apapun!" Tanya zabarin walaupun tidak ada yang akan menjawab.

Roaaarrr!!

Ditengah kebingungan dan kebuntuan arah tujuannya, suara mengerikan menggema terdengar diseluruh hutan"hah! Suara apa itu?"tanya nya ketakutan, keringat dingin mengucur dari dahi nya. Menetes jatuh ketanah.

Brak! Brak! Brak!

Raungan mengerikan, yang disusul gebrakan kuat beruntun, seperti suara dari mahluk besar yang sedang berlari dengan cepat, menciptakan guncangan hebat, dan juga ketegangan yang intens dirasakan zabarin.

"Sebaiknya aku pergi dari tempat ini!"batin zabarin, karena instingnya mengatakan akan ada bahaya yang datang, detak jantung seirama dengan gebrakan kaki itu membuat zabarin merasakan ketegangan yang intens serta rasa takut pada pusat suara itu.

"Hos, hos, hos!"berlari dengan tergesa membuatnya ngos-ngosan, melompat kesana kemari. suara kaki itu yang sepertinya terus mengejarnya semakin dekat, membuat ia harus berpikir lebih keras. Panik dirasakan namun zabarin tetap berpikir jernih, menghindar semak yang tebal dan masuk ke sela jalan sempit sebelum akhirnya berlindung dibalik pohon besar dengan akar seperti dinding setinggi Setengah meter disampingnya.

"Huh, hah!"tarikan nafas memburu serta suara kaki yang perlahan-lahan mendekat membuat zabarin menutup mulut nya untuk menghindari suara sekecil apapun. Detak jantung bertalu memukul-mukul dan guncangan tanah semakin menambah ketegangan yang ia rasakan.

Braakk!

Gebrakan yang sangat keras terdengar dari sampingnya, sudut matanya melihat sesosok mahluk aneh dengan gigi yang sangat runcing dan kulit terasa sangat keras. Mata tajam seperti pemburu mengedar kesekitar membawa hawa kematian yang pekat.

Roaaarrr!

Mahluk itu sekali lagi meraung keras saat sadar mangsanya telah hilang, perlahan mahluk dengan mulut panjang itu berputar arah. Tidak menyadari kehadiran nya yang sangat dekat disamping mahkluk aneh itu.

"Huh! Hah!"zabarin menarik dan menghela nafas panjang, begitu bersyukur bisa lepas dari mahluk mengerikan itu. Ia mengingat kembali rupa dari mahluk itu, memiliki kepala yang besar dan mulut lonjong sedikit panjang serta berdiri dengan dua kaki dan memiliki tangan kecil yang berada dibagian leher bawah dekat dengan dada. Membuatnya sedikit merinding jika terus di ingat.

"Syukurlah aku bisa bebas darinya!" Gumam zabarin pelan sambil menyenderkan kepala nya dibatang pohon tempat ia duduk.

"Grrr!!" Namun, baru saja manarik nafas lega. Teror baru muncul saat ia sedang lengah, wajah mahluk aneh itu kini berada disamping kanan tempat nya duduk. Mata tajam dan air liur menetes dari gigi-gigi nya membuat zabarin menelan ludahnya.

Teror kematian Masuk kedalam matanya, kakinya lemas tak berdaya dan suaranya pun tidak dapat keluar dari tenggorokan nya walaupun satu kata saja. Ketakutan benar-benar menguasai dirinya yang hanya bisa pasrah melihat mulut mahluk itu terbuka, bersiap untuk melahapnya utuh!.

Braaakkk!

Namun, disaat terakhir. Tubuhnya secara spontan bergerak sendiri dan menghindari terkaman itu. Zabarin terkejut karena tubuhnya bisa bergerak tanpa kendali. Namun tidak ada yang harus ia pikirkan selain melarikan diri, sepersekian detik sebelum mahluk itu kembali bangun dari tanah. Ia melompat ke semak lebat dibelakangnya yang sebelumnya sangat ia hindari.

Degh! Namun, saat berhasil melompat kebalik semak ia membeku seperti patung. Dibawah kakinya bukan lah pijakan melainkan jurang yang sangat dalam!.

"Arghhh!"zabarin berteriak sekuat tenaga saat ia merasakan tubuh nya terjatuh dari udara, menusuk langsung kedasar jurang. Angin kencang memukul tubuhnya membuat ia sulit untuk bernafas, wajah nya membiru dan beberapa saat kemudian berputar menghadap atas.

Terlihat dari ujung jurang, mahluk yang mengejar nya memantau tempat ia jatuh dan kemudian kembali berbalik dan pergi. Waktu terasa lambat ia rasakan, keberuntungan bisa bebas dari mahluk mengerikan itu adalah awal dari sesuatu yang lebih buruk akan terjadi.

Melirik dari sudut matanya, ia sudah pasrah kalaupun harus mati dan tidak bisa menyelesaikan misi yang diberikan dihari pertamanya mendapatkan titah itu.

Hembusan angin menjadi teman terakhirnya ditempat ini sebelum tubuhnya jatuh dengan sangat keras kedasar jurang!.

Byuuurrrr!

Terpopuler

Comments

🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞

🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞

aku mampir, ceritanya keren 🫶

2025-07-02

1

Drezzlle

Drezzlle

di tunggu kelanjutannya

2025-07-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!