silahkan baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Hari ini perayaan imlek.Aku bingung mau ajak siapa untuk imlek kali ini.Aku mencoba mengirim surat serta segala macam cara untuk menghubungi dia.Tapi hasilnya nihil.Hari ini aku pergi ke makam mama papaku tanpa oma.Hari ini oma harus berangkat rapat ke Tokyo.
"Tuan muda kita sudah sampai di makam leluhur serta makam orang tua tuan."Pak Sunaryo sopir oma membukakan pintu mobil.
"Makasih ya pak.Bapak sudah banyak berjasa untuk aku dan keluargaku."
"Baik tuan saya yang seharusnya berterimakasih.Berkat Nyonyah dan alm.Nona muda saya bisa seperti sekarang."
"Saya bangga punya supir kaya bapak".Menepuk pundak pak Sunaryo sopir oma.
"Tuan tahun ini saya pensiun nanti yang mengantikan saya itu anak saya namanya emeraldy.Dia anak kebangaan saya tuan."Memperlihatkan foto anaknya dari telepon gengam miliknya.

"Iya pak.Bapak sudah saya anggap seperti ayah kedua saya.Saya berterimakasih sama bapak."Memeluk pak sunaryo sopir oma.
Drian berjalan ke makam leluhur dan makam mama papanya disana Drian menangis sambil melihat makam dua orang tuanya.Dia membawa foto tunangannya ke makam leluhur dan dua orang tuanya.
"Ma,pa aku kangen banget sama papa sama mama.Ma liat deh aku masih kok sama dia.Mama papa bantu aku ya cepet nemuin dia dan bawa dia lagi ke makam mama papa.Aku sayang mama papa.Maaf aku belum bisa jadi yang terbaik buat mama sama papa."Sambil menyeka air mata Drian membawa foto Nita.
"Ma,Pa aku pulang dulu ya.Drian janji bakal bawa tunangan Drian kesini.Ma,Pa tenang disurga ya.Aku rindu mama papa."Mencium nisan dan pergi meninggalkan makam.
Pak sunaryo yang telah menunggu digerbang depan makam.
"Ayo pak pulang.Sebelumnya kita ke kuil dulu ya pak.Aku mau ngirim buah jeruk untuk didoakan sekalian bagi bagi sama kuil biar berkah kan hari imlek sama cap gomeh."
"Baik tuan."Membuka pintu mobil dan membungkuk.
Drian pergi ke kuil disana ada seseorang yang sangat familiar dan orang itu memang ada kaitannya dengan masa lalu Drian dan tunangannya.
"Om..Om marco kan?."Memanggil papah Nita.
"Maaf siapa ya?.Iya saya marco.Kamu siapa?."
"Aku Drian om..Om masi inget cincin ini kan.Cincin yang samaan sama anak om."
"Drian apa kabar?"Memeluk Drian
"Baik om.Om kapan pulang ke indonesia?.Kok lama banget baru kelihatan?."
"Om baru pulang 3tahun lalu ian.Oh..iya kamu sekolah dimana nak sekarang?."
"Aku di SMA 5 Bandung om.Nita dimana om?.Aku kangen sama Nita."Melepaskan pelukannya.
"Haha..Nita itu satu sekolahan sama kamu.Ternyata kalian emank ditakdirkan jodoh ya."Menepuk pundak Drian.
"Serius om?."Kaget sambil diam dan berfikir.
"Iya drian..Drian maaf om buru buru..Ini contact om.Besok siang kita makan bareng ya ian.Om juga rindu sama sister dan ian."
"Iya om sama."
"Ya sudah nak,saya duluan ya."Memeluk untuk berpisah.
"Iya om.Hati hati dijalan."
"Kok om sih papah.Kan kamu calon suami anak om."
"Iya om.Eh papah."
"Senyaman Drian aja memanggil om apa.Usahakan panggil om dengan sebutan papah."
Satu titik terang yang membahagiakan.Dengan sumringah ian pulang dan langsung menelepon oma.
Drian:Oma..
Oma:Iya ian
Drian:Coba tebak apa yang ian temuin?
Oma:Apa itu drian sayang?
Drian:Aku ketemu om marco oma
Oma:Kamu serius ian
Drian:Iya oma.Besok kita mau makan bareng.Aku mau nanya nanya keadaan Nita ya oma
Oma:Iya ian malam ini oma pulang besok kita makan siang bareng brother marco ya
Drian:Iya oma
Drian mengirim WA ke papah marco.Papah menjawab dengan fast respon.
Drian:Papah ini nomor drian
Papah marco:Iya drian papah save ya.Ada apa drian?
Drian:Pa..oma mau pulang hari ini dari Tokyo.Besok papah bisa kan ketemu sama kita di restoran chiness food lenganan kita.Di gading chines food
Papah Marco:Bisa Drian tapi papah harus meeting dulu ya besok.Makan siang kita ketemu ya ian
Drian:Iya pa
Oma pulang dari tokyo.Keesokan harinya oma bersiap siap untuk bertemu dengan Marco.Kebetulan hari itu Drian libur.
"Brother apa kabar?"Memeluk Marco.
"Baik Sister.Maaf aku gak ngabarin sister waktu sudah sampai di indonesia."Melepaskan pelukannya.
"Gak apa apa brother.Renita apa kabar?"
"Baik.Dia sekarang satu sekolahan sama Adrian."
"Really?"Oma kaget.
"Benar sister dia di kelas 11 ipa 1"
"Berarti sekelas sama Adrian.Jodoh emank gak kemana."
"Iya, jodoh memang gak kemana."Senyum papa Marco seraya menggoda Adrian.
"Om, apa nita yang mukanya kaya gini om?"Memperlihatkan foto Renita di hp Adrian.
"Iya itu Renita teman kecil kamu.Kalian udah ketemu."Tersenyum.
"Udah om.Ups, salah Papah jangan bilang apa apa sama Nita ya.Biar ini rahasia aja
"Kenapa?"
"Aku gak mau Renita putus sama pacar dia sekarang karena aku.Dan aku juga sahabatan sama dia aku gak mau persahabatan ini rusak pa."
"Baiklah papah akan jaga rahasia.Ada saatnya kamu akan bersatu kembali dengan dia lagi Adrian."Menepuk pundak Adrian.
"Iya pa.Amen."
Oma,Drian dan papah Marco melanjutkan makan siang.Setelah makan siang mereka berpisah.Sebab papah Marco harus kembali ke kantor dia.
"Sister aku pamit ya."Memeluk oma.
"Iya hati hati ya.Ada apa apa kabarin aku."
"Iya, nanti kita ngobrol banyak lagi ya sister."
"Iya."Memeluk dan salam perpisahan pada Marco.
Oma dan Marco berpisah sementara itu Drian masih shock mengetahui siapa tunangan masa kecilnya.Dibalik rasa bahagianya dan shock dia.Dia juga berfikiran untuk tidak egois pada perasaan Nita pada Ditya.Nita sangat sayang Ditya.Hanya waktu yang bisa menjawab kelanjutan kisah kita.
Yuk dukung terus author carany like❣
vote dan selalu fav karyanya
maksih kakak*