NovelToon NovelToon
Gairah Istri Kesepian

Gairah Istri Kesepian

Status: tamat
Genre:Pelakor / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.6
Nama Author: Momoy Dandelion

Di Bawah Umur Harap Minggir!

*****

Salahkah bila seorang istri memiliki gairah? Salahkah seorang istri berharap dipuaskan oleh suaminya?

Mengapa lelaki begitu egois tidak pernah memikirkan bahwa wanita juga butuh kepuasan batin?

Lina memiliki suami yang royal, puluhan juta selalu masuk ke rekening setiap bulan. Hadiah mewah dan mahal kerap didapatkan. Namun, kepuasan batin tidak pernah Lina dapatkan dari Rudi selama pernikahan.

Suaminya hanya memikirkan pekerjaan sampai membuat istrinya kesepian. Tidak pernah suaminya tahu jika istrinya terpaksa menggunakan alat mainan demi mencapai kepuasan.

Lambat laun kecurigaan muncul, Lina penasaran kenapa suaminya jarang mau berhubungan suami istri. Ditambah lagi dengan misteri pembalut yang cepat habis. Ia pernah menemukan pembalutnya ada di dalam tas Rudi.

Sebenarnya, untuk apa Rudi membawa pembalut di dalam tasnya? Apa yang salah dengan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Pulang ke Rumah Orang Tua

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Dara belum juga bisa tidur. Ia menoleh ke samping, ada Lina yang sedang berbaring memunggunginya.

"Lina, kamu sudah tidur?" tanya Dara. Ia benar-benar penasaran dengan permasalahan yang tetangganya alami itu.

"Ini aku sedang berusaha tidur." Lina menyahut. Ternyata ia juga belum bisa tidur.

"Ayolah ... Kamu harus cerita kepadaku. Sebenarnya ada masalah apa? Mumpung tidak ada Trian di sini," bujuk Dara.

"Tidak semua hal perlu diketahui orang lain, Dara. Kamu juga pasti punya sesuatu yang tidak mau kamu bagikan dengan orang lain."

Jawaban Lina membuat Dara terdiam. Memang tidak seharusnya ia terlalu ikut campur dengan masalah orang lain.

Dara juga memiliki masalahnya sendiri. Ia belum pernah mengatakan jika pernikahannya dengan Trian hanya setingan. Ia tidak tahu respon apa yang akan Lina berikan jika tahu dia menyukai suami orang. Apa yang ia lakukan saat ini juga untuk menjaga citranya di masyarakat.

"Yang jelas, hubunganku dengan suami memang sedang tidak baik," imbuh Lina.

"Ya sudah, Dara ... Maafkan aku. Semoga masalahmu cepat selesai. Lebih baik kita segera tidur."

Perbincangan diakhiri. Dara memeluk gulingnya dan tidur membelakangi Lina. Ia tak mau memikirkan lebih jauh masalah wanita di sampingnya itu.

***

Pagi tiba. Lina menikmati sarapan bersama Trian dan Dara. Ia sangat berterima kasih tetangganya mau menampungnya.

"Ini mungkin sangat memalukan. Tapi, bisakah kalian meminjamkan uang untuk ongkos taksi? Aku takut pulang ke rumah," ucap Lina dengan sungkan.

Dara dan Trian berpandangan.

"Untuk apa pinjam uang segala? Kamu ikut Trian saja nanti diantar ke tempat adikmu. Soalnya aku tidak bisa, ada urusan," ujar Dara.

"Aku tidak mau merepotkan kalian. Aku mau naik taksi saja," tolak Lina.

"Takutnya Rudi masih mengawasimu. Bagaimana kalau dia datang saat kamu sedang menunggu taksi? Nanti kamu diseret-seret lagi."

Ucapan Dara ada benarnya. Kelakuan Rudi kemarin sudah membuatnya trauma. Ia tak mengira Rudi bisa sejauh itu bersikap kepadanya.

"Ayo, ikut! Aku juga mau langsung ke kantor!"

Trian menyuruh Lina mengikutinya. Ia sudah siap dengan penampilan rapi dan tas kerja di tangan. Lina akhirnya setuju, ia berpamitan dengan Dara.

Dara lebih dulu keluar rumah. Ia melihat-lihat situasi takut Rudi tiba-tiba muncul. Dirasa situasi cukup aman, ia memberi kode agar Lina dan Trian masuk ke dalam mobil.

Saat mobil Trian mulai keluar dari gang kompleks perumahan mereka, benar saja ada Rudi berdiri di sana. Ia seperti sedang mencari-cari sesuatu. Lina menurunkan jok mobil tempatnya duduk seraya merebahkan diri agar dia tidak ketahuan.

Keluar dari gerbang utama perumahan, ia mengembalikan posisi tempat duduk seperti semula. Trian hanya senyum-senyum melihat kelakuan Lina.

"Tempat adikmu di daerah mana?" tanya Trian saat mobilnya sudah sampai di kawasan jalanan kota.

"Antar aku ke terminal dan pinjamkan aku uang."

Alih-alih ingin diantar ke tempat Rama, Lina justru meminta diantar ke terminal. Trian menjadi heran sebenarnya apa yang ingin wanita itu lakukan.

"Kamu mau kemana?" tanyanya.

"Aku mau pulang ke rumah orang tuaku." Lina menjawab dengan tatapan kosong. Ia seolah tidak ada gairah lagi untuk hidup.

"Kamu yakin?"

"Kondisimu sekarang sedang tidak baik-baik saja. Orang tuamu akan khawatir jika mengetahuinya. Kamu bisa benar-benar disuruh bercerai dari suamimu."

Trian berusaha memberi nasihat. Ia tak ingin Lina menyesal dengan keputusannya yang terburu-buru.

"Justru itu yang aku mau."

Trian terkejut mendengar ucapan Lina.

"Aku akan langsung mengajukan gugatan cerai setelah sampai di rumah orang tuaku."

"Apa ... Masalahmu sangat serius?" Trian jadi penasaran sebenarnya apa yang menyebabkan pertengkaran mereka.

"Apa karena aku? Rudi sudah tahu kalau kita ...."

"Tidak!" Lina menyela ucapan Trian. "Bukan karena itu," terangnya.

"Pokoknya ada alasan lain, tapi aku tidak bisa mengatakannya."

Lina tetap pada prinsipnya. Ia tidak mau membuka akar permasalahan yang terjadi dalam rumah tangganya.

Trian terdiam. Ia memasang earphone di telinga seraya menekan ponselnya dengan satu tangan.. Ia menghubungi seseorang.

"Tolong handle urusan kantor hari ini. Ganti jadwal meeting lain waktu. Hari ini aku tidak bisa datang ke kantor."

Setelah mengatakan itu, Trian mematikan sambungan teleponnya.

"Kenapa kamu tidak berangkat ke kantor?" tanya Lina heran. Ia jadi merasa bersalah sudah menumpang.

"Aku akan mengantarmu pulang," ucap Trian.

"Apa?"

Trian membelokkan arah mobilnya. Ia memilih untuk lewat jalan tol agar cepat sampai ke rumah Lina yang jaraknya bisa ditempuh sekitar 7 jam.

"Trian, antar saja aku ke terminal. Kamu gila apa mau mengantarku pulang?" Lina menggerutu tak habis pikir kenapa Trian bisa nekad seperti itu.

"Sudahlah, aku lebih khawatir kalau terjadi sesuatu padamu di jalan. Aku akan mengantarmu sampai depan rumah."

"Tempatnya jauh, apa kamu lupa?"

"Aku masih ingat. Tenang saja," ucap Trian. Bagaimana bisa ia lupa jika dia juga pernah tinggal di wilayah yang sama dengan Lina.

"Ya sudah, terserah kamu saja. Aku berkata sampai berbusa juga tidak akan didengar," kata Lina dengan nada kesal. Ia memilih berbaring nyaman di kursinya sembari melihat suasana jalanan yang dilewati.

Sementara, Trian tetap fokus pada kemudinya. Ia bahkan melajukan mobilnya dengan kecepatan 100 kilometer per jam di jalan tol yang sedang ia lewati.

1
Elisabeth Lalang
Arjun😟😟😟 kok tega bgt
Elisabeth Lalang
trlalu 2-3 dalam sehari, trian ada aja
Elisabeth Lalang
Trian brut*l bgt ya mainnya😄
Elisabeth Lalang
knpa hrus ada moment ktmu Arjun sih😟
Elisabeth Lalang
ibunya lina malu-maluin ih😟😆
Elisabeth Lalang
ibunya lina tetap konsisten y marah hanya krna ankx tdk mau brtahan dgn menantu yg sering TF k mrka, pdhl ibunya tau ankx d KDRT tp krna mata duitan jdix g peka kalo menantunya problematik😄😁
Elisabeth Lalang
tunggu tunggu tunggu Lina dan trian kan belum cuci tangan kenapa bisa Lina atau liman dengan ibu Melisa wkwkwkwk😁😆🤣
Elisabeth Lalang
Melisa😆😁 sadar diri dong kalau anak laki-laki sudah dewasa dia itu hal wajar lagian salah sendiri udah denger suara yang aneh-aneh tapi tetap ngotot masuk ke dalam rumah anak kalau sudah dewasa dia pasti punya privasi juga Bu🤣
Elisabeth Lalang
akhirnya😟lina lina apa slhnya mengungkapkan kpda trian kpda kluarga dr pd d pendam sndri d gina d jauhi, malah banyk ruginya loh, bgtu jga maslh rudi😄
Elisabeth Lalang
rudi iiihhhh menjijikkan sekali😟😁
Elisabeth Lalang
Trian memang pintar😁
Elisabeth Lalang
lina jngn trllu kejam😆🤣
Elisabeth Lalang
😁😁😁gantian dulu kn pernah liat lina
Elisabeth Lalang
dara😟😟😟 padhl aku suka karakter nya yg blak-blakan
Elisabeth Lalang
akupun g paham sma prtanyaannya soalnya lagi sibuk jadi lina, mikir k sini k sna😁😆
Elisabeth Lalang
ibunya lina memang bodoh, kok bisa seorng ibu gak peka dgn keadaan anknya mlah menyumpahi😟😟😟 itu ank ibu lg hamiduuunnn loh, dasar ibu sialan. lina knpa g buat prjanjian aja sma si pelangi kalo mau buka-bukaan y silahkn d buka semuanya jngn ksnnya brt seblh🤣sekalian tu ksh paham ibunya lina yg bego
Elisabeth Lalang
ibu jngn ikut campur😁😁😁 yesss mantafff biar ibu nya paham, dan sadar diri. kalo miskin jngn nyusahin ank😆syukur 2 slma ini udh d biayain, jngn ikut cmpr urusan ank, malu bu sadar diri.
ok lbh baik cerai
Elisabeth Lalang
iiiihhhh beci bgt sama ibunya lina, bu ibu memang hidup miskin tp jngn korbankn ank hanya demi uang 20 jt😄 masa iya d tf 20 jt menantu yg jls2 KDRT ank datang malah d sambut dan d bela😟 udh miskin bodoh lg😟😟😟 ini ibu kandung ato bukan sih kok g peka😄😄😄😄
Elisabeth Lalang
namanya juga manusia g jls, jd muli dech ngungkit 2
Elisabeth Lalang
dasar Ibu sialan mata duitan anak di KDRT malah tutup mata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!