Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Saat ini Kiara berada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota ini, Kiara yang di temanin oleh Bryan sedikit menjauh dan mengatur nafas dan gejolak yang ada di hati. Bryan menunggu kiara di sofa tunggu yang telah di sediakan, tentu saja sambil mengotak ngatik ponsel milik nya
" Dres ini pengeluaran terbaru bulan ini nyonya, hanya ada tujuh pcs di Indonesia, jika anda memakai ini pasti akan terlihat semakin mewah " ujar salah satu karyawan toko , Kiara di layani dengan baik karena mereka tahu siapa Bryan, lagi pula Bryan bahkan sering menemani Kinan untuk berbelanja
" Baiklah saya ambil yang ini dan ini" Kiara memilih dres motif bunga tersebut yang berwarna Lilac dan putih
" Baik nyonya" ucap perempuan muda tersebut
Kiara melanjutkan melihat dan memilih baju meskipun pikiran nya sedikit kacau , ucapan yang di lontarkan oleh Bryan di kantor tadi masih mengganggu pikiran nya
" Kiara , apa kamu mendengar ucapan saya? Jangan lagi memakai apa pun barang dari Kinan . Saya tahu Kinan adalah Kaka kamu, tapi saya tidak mau barang nya di sentuh apa lagi di pakai, karena kinan mencintai Semua barang yang ia punya" ulangi Bryan kembali karena Kiara tidak menyahut
" Maaf mas, tadi saya memakai pakaian mbak Kinan, karena saya tidak membawa pakaian yang pantas untuk di pakai ke kantor. Lagi pula saya juga merindukan mbak Kinan jadi tidak masalah rasanya jika....."
" Tapi saya mempermasalahkan nya Ki, jadi pergilah berbelanja dan beli pakaian sebanyak mungkin " ujar Bryan memotong pembicaraan Kiara
" Baiklah mas, saya pemirsi" Kiara membalikan badan nya berencana untuk pulang saja
" Ki..." Panggil Bryan
" Kamu meninggal kan ini " Bryan meletakkan card berwarna hitam tersebut di telapak tangan Kiara
" Terimakasih mas" Kiara berjalan ke luar dari ruangan Bryan dengan menenteng rantang yang kosong
Di saat Kiara keluar dari ruangan Bryan hingga menuju parkiran, banyak mata yang melirik Kiara. Karena jam makan sudah berakhir tentu semua karyawan sudah ada di dalam kantor
" Wah siapa dia , sangat cantik apa dia kekasih nya pak Bryan "
" Ngaco loe bro, baru beberapa hari buk Kinan meninggal, masak iya udah punya kekasih Baru aja "
" Cantik banget, mungkin saudara pak Bryan "
' ini mah cantik dari almarhumah buk Kinan"
' cantik nya natural alami, "
Andre yang akan menuju ruangan Bryan melihat dan mendengar celotehan dari karyawan karyawan tersebut
" Kamu kenapa ndre, seperti habis melihat sesuatu" Bryan yang melihat ekspresi keingin Tahuan Andre yang masih melirik ke belakang punggung nya
" Ohh ngak pak itu tadi ada seorang perempuan yang menjadi omongan para karyawan pak" ujar Andre kepada Bryan
" Perempuan? " Tanya Bryan balik
" Iya pak, biasa mungkin karena cantik dan bening jadi ya gitu pak semua mata jelalatan melihat perempuan tersebut" ujar Andre sedikit tersenyum tipis namun tidak terlihat orang lain
" Perempuan yang memakai dress motif bunga bunga?" Bryan memastikan jika yang sedang di bicarakan oleh Andre adalah istrinya Kiara
" Iya pak? Apa dia saudara bapak? Kalau iya bapak harus ekstra menjaga seperti nya . Karena di kantor kita saja semua mata memandang kepada nya apa lagi di tempat tempat ramai" ujar Andre yang masih berdiri dengan berkas di tangan nya
" Tempat yang ramai? Pusat perbelanjaan" gumam Bryan dengan cepat mengambil ponsel milik nya di atas meja lalu menghubungi Kiara
" Hallo Kiara , tunggu saya di parkiran" Bryan dengan cepat melangkah pergi namun sebelum keluar dari pintu dia memberhentikan langkah nya
" Andre kau handle semua perkejaan di kantor selama saya menemani Kiara pergi belanja" setelah itu baru Bryan melanjutkan langkah kaki nya
" Oo benar rupanya seperti nya perempuan tadi adalah saudaranya pak Bryan, hmmm apa beliau mau mengenal kan saya dengan sepupu nya " Andre bergumam sendiri
" Sial apa yang sedang aku pikirkan, lebih baik lanjut dengan berkas berkas ini " Andre melanjutkan pekerjaan nya
Mendapatkan telepon dari Bryan, Kiara menunggu Bryan di dalam mobil .
Tok tok Bryan mengetuk jendela mobil
" Iya mas? " Tanya Kiara setelah membuka jendela kaca mobil yang di duduki nya
" Pindah lah ke depan , saya yang akan menyetir " ujar Bryan sambil berjalan melingkari mobil dan meminta sopirnya untuk keluar
Kiara yang di minta untuk pindah ke depan , dengan rasa penasaran dan bingung Kiara tetap melangkah kaki nya untuk pindah ke ke depan
" Saya akan menemani mu untuk berbelanja" ujar Bryan menjawab rasa penasaran Kiara yang bingung dengan apa yang di lakukan oleh Kiara
Kiara terkejut dengan panggilan karyawan toko tersebut hingga menghentikan pikiran nya ke kejadian saat di kantor tadi
" Iya mbak?" Jawab kiara
" Ini ada beberapa sepatu yang kami pilihan, semoga cocok di kaki dan hati mbak " Ujang perempuan tersebut
Dengan cepat Kiara mengambil beberapa baju yang barusan di tangan karyawan . Dengan cekatan icatan Kiara mencoba beberapa sepatu yang di bawakan oleh karyawan tersebut .
Setelah mencoba semua pakai an dan sepatu , akhirnya Kiara dan Bryan memutuskan untuk pulang ke rumah
Tring
Tring
Tring panggilan masuk ke ponsel milik Bryan , Bryan menyuruh Kiara berjalan terlebih dahulu karena ia menerima telepon lebih dahulu
" Hem hem hallo mbak" seorang pemuda menghentikan langkah Kiara
" Lagi berbelanja ya " tanya lelaki tersebut
" Iya nih " jawab kiara biasa saja
" Sendiri an ya, mau aku temenin ngak? " Ujar anak muda tersebut
" Ngak kak, aku sama suami " ujar Kiara sambil milirik Bryan yang lagi fokus berbicara melalui via ponsel
" Saya tahu kamu bercanda, ayo saya temenin" ujar pria tersebut dengan sedikit memaksa
" Tidak saya tidak bercanda saya ke sini bersama suami saya " jawab Kiara kemudian
" Mana ? Ngak ada , kamu bohong ya?' ujar lelaki tersebut melirik di sekitar Kiara
" Tidak...._
Brukkkk tangg Bryan menabrakan semua belanja an nya kepada pria yang sedang menggatal kepada sang istri .
" Ada perlu apa dengan istri saya?" Degggg ujar bryan yang mampu membuat Kiara melirik tubuh tegap milik Bryan tersebut
" Maaf jadi anda suami nya , saya mintak maaf" pria tersebut meminta maaf dan pamit pergi dari hadapan Bryan dan Kiara
" Istri dia mengakui saya dengan sebutan istri di depan orang lain ? Buka. Sebagai Adik nya Kinan lagi " Kiara berbicara di dalam hatinya sendiri
" Apa masih ingin di sini? Atau kamu ingin menunggu beberapa orang lelaki lagi untuk memuji dan merayu mu,?" Ujar Bryan melihat Kiara yang sedang berfikir sejenak
" Tidak mas, ayok kita pulang kasihan Alana karena terlalu lama di tinggal pergi ' Kiara selalu memikirkan alana meskipun dia bukan ibu kandung nya