NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / BTS / Keluarga / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tinta Kuning

Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.

Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.

Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.

jangan lupa like dan komen 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tujuhbelas

Aku seketika memalingkan wajahku setelah mendengarkan deheman yang berasal dari ibu. Aku mengipas wajahku dengan tangan karena terasa panas. Yang mungkin efek dari obat.

“Belum selesai.” kata Kim Taehyung kw.

Aku kembali menoleh ke arah lelaki itu.

Dia menunjukkan plester di tangannya.

“Aku bisa pasang sendiri—”

“Dinda, biar mas Aydanmu aja yang pasangin, nanti kalau kamu pasang sendiri pasti sembarangan.” ibu memotong ucapanku.

Ish Ibu!

“Biar Ayah yang pasangkan.” ucap Ayahku.

Ah... Ayah memang yang terbaik.

“Aydan, Ayah aja yang pasangkan ya? Boleh?” tanya Ayahku kepada lelaki itu.

Dia tersenyum tipis, “Tentu saja boleh, Ayah.” jawabnya dan memberikan plester itu ke Ayahku.

Aku memperhatikan interaksi Kim Taehyung kw dan kedua orang tuaku, sejak kapan mereka seakrab ini? Bahkan terlihat akrab daripada Aku dan Ummi Laila.

Ayah dan mas dokter bertukar tempat duduk, kini Ayah yang duduk di dekatku.

“Sudah bisa langsung di pasang?” tanya Ayah sekali lagi kepada mas dokter, padahal tutup plester sudah Ayah buka.

“Iya Yah, sudah bisa.” jawabnya.

“Tidak perlu ditiup lagi ‘kan?” kali ini Ayah bukan bertanya, tapi lebih tepatnya menggoda.

Ish Ayah... Pipiku kembali terasa hangat.

Ayah mulai menempelkan plester untuk menutupi lukaku dengan hati-hati. Aku dengar Ayah mengucap bismillah sebelum plester itu benar-benar menempel di pipiku.

“Semoga cepat sembuh ya lukanya anak Ayah, semoga sembuhnya sebelum hari pernikahan.” kata Ayah dan mengecup dahiku lama.

Aku melihat mas dokter juga tengah melihatku. Dia sepertinya terkejut saat Ayah mengucapkan kata pernikahan. Bahkan mungkin senang, karena sebentar lagi tidak akan ada yang mengganggu hidupnya lagi.

“Ya ampun, mbak El. Kenapa seperti kapal pecah begini?” ujar tante Milka heboh yang baru saja datang.

Atensi kami semua sontak ke arahnya.

“Tadi mamanya Bagas nggak sengaja memecahkan kaca meja.” jawab ibu yang tengah membersihkan pecahan beling dan dibantu Ummi Lailatul.

“Kok bisa? Sini Aku bantu.”

Dengan senang hati ibu memberikan tante Milka sapu beserta serokan sampah. “Udah ustadzah Laila, ayo duduk. Biar Milka yang nerusin.”

Dasar ibu. Untung tanteku itu sudah biasa disuruh-suruh sama ibu.

“Maaf Aku baru bisa kemari, tadi jalanan macet banget—\#@$\+&/'~π|×¥∆£@\#-$-$)\+$3\_&™€°? \+@$—” cerocos tante Milka panjang lebar. Beliau jika sudah bebicara, bisa satu halaman dan tidak bisa berhenti.

Kalau Aku hanya mampu mendengar depannya saja, jika terlalu lama telingaku langsung berdenging mendengar suara tante Milka.

“Mbak kira kamu ada di rumah.” kata ibu.

“Iya memang di rumah, tapi tiba-tiba ada urusan, Aku kerepotan banget sejak Dinda kerja @-$!) \#8\#9£×\`π€℅÷\`\[£×\`}\=™€π|℅@$—” dia mulai bercerita meski ibu sudah pergi dan tante Milka melanjutkan ceritanya dengan Ummi Lailatul.

Memang luar biasa ibu RT.

“Mas Aydan, ini ada klepon buatan Dinda, sengaja ibu simpan khusus untuk Mas Aydan,” ujar ibu yang baru datang dari dapur. “Silahkan dicoba, Mas Aydan. Ibu pernah dengar dari Ummi Lailatul Mas Aydan suka makan klepon.”

Aku menggaruk dahiku, dan perlahan menundukkan wajah. Ibu tidak tahu saja Aku pernah diam-diam membuatkan klepon untuk lelaki itu.

“Enak nggak?” tanya ibu.

“Enak.” jawabnya singkat dan cepat.

Aku langsung mengangkat wajah, dan melihatnya makan begitu lahap.

Cih!

‘Giliran di depan ibu sok-sok an memuji rasanya, giliran kemarin-kemarin bilangnya tidak mau lagi makan kue itu.’ Aku menggerutu dalam hati.

“Masih ada loh kalau Mas Aydan mau untuk di bawa pulang.”

“Boleh, Bu. kalau nggak merepotkan.” jawab lelaki itu.

Ibu tersenyum lebar, “Ya nggak dong—”

Aku langsung beralih memperhatikan Ayah, kenapa Ayah tidak cemburu melihat ibu sangat akrab dengan lelaki lain? Malah Ayah terlihat biasa saja dan fokus membantu tante Milka membersihkan sisa-sisa kerusuhan yang dibuat mamanya Bagas.

Setelah semuanya selesai, Ummi Lailatul dan putranya berpamitan. Mas dokter menolak saat Ayah ingin membayar tagihan pengobatanku, katanya sudah dibayar dengan klepon buatanku.

Ah, lebay sekali.

Tak lama kemudian, tante Milka pun pulang ke rumahnya. Dia tidak bisa lama katanya, karena besok pagi ada perkumpulan seluruh RT. Jika saja Aku masih jadi aspri-nya, sudah pasti dia akan mengajakku.

Kini tinggallah Aku dan kedua orang tuaku. Kami bertiga duduk di ruang yang sama, ruang tamu yang mejanya tidak ada kacanya lagi.

“Ayah, ibu?”

“Ya?” jawab keduanya serentak.

“Siapa yang sudah melamar Dinda?” tanyaku pelan, jantungku berdetak cepat.

Ayah dan ibu saling pandang sesaat.

“Sebenarnya rencana ini sudah sangat lama—” ujar Ayah.

Aku tertegun, menatap Ayah tanpa berkedip.

“Ayah dan teman Ayah memang berniat mau menjodohkan kamu dengan putranya. Bahkan sebelum kamu lahir.” kata Ayah membuat mataku terbelalak.

Aku mematung, kenapa hari ini begitu banyak kejutan? Padahal hari ini bukanlah hari ulang tahunku.

Aku tertawa sumbang, “Ayah bercandanya lucu.”

“Dinda, awalnya rencana ini sebenarnya hanya sekedar rencana, karena ayah dan ibu yakin kamu nggak mau, melihat kamu tergila-gila dengan Kim Taehyung. Tapi waktu kemarin sore kamu bilang minta carikan jodoh, ya udah saat itu juga Ayah menghubungi temannya itu lalu melanjutkan rencana yang hampir punah,”

Glek!

“Dan saat itu juga, teman Ayah langsung melamar kamu untuk putranya.” ibu melanjutkan.

Aku beristighfar berkali-kali dalam hati.

“T-terus?” tanyaku terbata.

“Ya langsung diterima sama Ayah.”

Allahu Akbar!

Aku menatap Ayah dengan penuh tuntutan. “Teman Ayah yang mana? Setahu Dinda anak teman-teman Ayah sudah menikah semua. Dinda nggak mau jadi istri kedua, Ayah.”

Aku tahu semua teman-teman Ayah, sebab mereka hampir setiap tahun beli kambing untuk qurban. Dan setiap mereka mengundang pernikahan anak-anak mereka, Aku akan ikut. Terutama kalau nikahnya di gedung atau di hotel.

Ayah tersenyum dan menggeleng, “Dia bukan hanya teman-teman biasa. Dia teman dekat Ayah sewaktu jaman sekolah sampai kuliah, lebih tepatnya teman seperjuangan. Tapi dia pindah keluar kota setelah menikah, karena ikut istrinya merawat kedua orang tuanya. Setelah mertuanya meninggal, teman Ayah baru memboyong istri dan anaknya di rumahnya.” jelas Ayah panjang lebar, tapi Aku tetap tak mengerti, karena sudah pusing memikirkannya.

“Tentang rencana perjodohan, saat itu teman Ayah akan membeli kambing aqiqah untuk putranya, dan saat itu bertepatan ibumu tengah mengandung kamu. Ketika Ayah bercerita tentang kelamin bayi dalam perut ibumu, saat itulah dia membuat rencana itu.” sambung Ayah.

Aku memijat pangkal hidungku, kepalaku bertambah pening. Kenapa ada saja gebrakannya para orangtua.

“Kenapa, Yah?” Aku bertanya pelan, “Kenapa harus membuat rencana seperti itu?”

“Ayah dan teman Ayah ingin agar silahturahmi tetap terjaga, kami berfikir dengan menikahkan anak-anak kami, pertemanan Ayah dan teman Ayah tidak akan terputus. Karena semenjak dia pindah, hubungan pertemanan ini hampir putus karena kami memiliki keluarga dan kesibukan masing-masing. Dia teman terbaik Ayah, Nak.” Ayah menjelaskan.

“Kalau Dinda nggak mau sama anaknya gimana?” cicitku.

“Dinda, Kim Taehyung lewat!” ibuku menyahut.

Aku mencibir dalam hati, ‘Emang ea ada yang bisa mengalahkan suamiku Kim Taehyung?’

Ayah mengambil tanganku dan digenggamnya, “Dinda, mencari pasangan itu tidak hanya tentang fisik, tapi tentang bagaimana cara dia memperlakukanmu dengan baik, dan menghormatimu sebagai perempuan, juga selalu mengerti inginmu. Dan Ayah, menemukan itu ada di dalam dirinya,”

“Lagipula untuk apa ganteng, tapi dia dan keluarganya merendahkanmu, Nak. Ayah nggak mau anak kesayangan Ayah satu-satunya disakiti hati dan fisiknya,” ucap Ayah lirih.

Aku menaikkan sebelah alis, “Memangnya Ayah sudah pernah melihat anaknya?” tanyaku.

Ayah mengangguk sekali. Kemudian cinta pertamaku itu menundukkan wajah sejenak, lalu menatapku di tepat manik mataku. “Dinda, Ayah dan teman Ayah—sudah menetapkan tanggal pernikahannya.”

APA?

“Dinda,” Ayah menjeda ucapannya hanya untuk menarik napas dan menghembuskannya pelan, “Dia dan Ayah—sudah mengucapkan ijab dan kabul.”

\*\*\*

1
Sari Saputri
kim Taehyung kw sang suami antah berantah (kata kim dinda) tolong jangan membuat usaha kim dinda sia2 😄
Tinta Kuning: perang part 2 wkwk
total 1 replies
Sari Saputri
abi mertua tau aja kesukaan menantu nya
Sari Saputri
woaahahahahahaa...🤣
Sari Saputri
Eaaaa.... kim dinda tolong di ingat2 /Joyful/
Fitra Sari
lanjut donkk
Tinta Kuning: wait...
total 1 replies
Sari Saputri
derita suami kedua, kim Taehyung segala galanya mas dokter kim Taehyung kw tolong maafkan kim dinda🤭 di mohon sabar dan ikhlas nya
Sari Saputri
tamu yang di usir 🤣
Sari Saputri
si pacar posesif dan si pacar yang menuruti semua kemauan asal senang
Sari Saputri
sat set sekali Aira dan kak jonie dah langsung pacaran aja
Sari Saputri
kim Taehyung kw sudah bisa gombal-gambil yahh sekarang. semakin hari apakah semakin tergodakah kim dinda 🤣
Sari Saputri: kim Taehyung meresahkan 😄
total 2 replies
Sari Saputri
jadilah pasien teladan kim dinda 🤭
Sari Saputri: mon maaf kim dinda di
total 2 replies
Sari Saputri
Allaahu Akbar 😄
Sari Saputri
ingat kim dinda, kamu wanita bersuami
Tinta Kuning: wkwkwkkw 🤣
total 1 replies
Sari Saputri
kasihan kim dinda gak bisa mengekspresikan ke absurd nya hanya mengandalkan jempol itupun di kalahkan langsung oleh kelingking ibu El 🤣
kim dinda minggu depan akan ada resepsi ngak ada bantahan kah, jadi sudah sangat legowo
Sari Saputri: hayuklah, gaskeun thor
total 2 replies
Sari Saputri
hahahahahaa.... iya lagi 🤣
Sari Saputri
ciyyeeee kim dinda di gendong mas dokter kim Taehyung kw, lanjut lagi thorr...
double up dong😍
Sari Saputri: /Heart/
total 2 replies
Sari Saputri
aaiisshhhh.... kalau masalah duit gak bisa di tolak 🤣
Sari Saputri
hahahaaaa.... maafkan readermu ini yah author yang selalu hahahahaaa... tiap baca kim dinda
Tinta Kuning: takpa takpa, di sini Kim Dinda memang hadir untuk menghibur para readers🤭
total 1 replies
Sari Saputri
baru engeh yang satu dokter khusus pria dan yang satunya khusus wanita 😄
Sari Saputri
TO THE POINT sekali kamu kim dinda, apakabar Aira tetiba langsung di sodori kim dinda untuk jadi pacarmu 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!