NovelToon NovelToon
Bercerailah, Dan Menikah Denganku

Bercerailah, Dan Menikah Denganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Selingkuh / Dark Romance / Berondong
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Widia

Perayaan empat tahun pernikahan Laura, seorang pemimpin perusahaan muda dirayakan begitu meriah bersama suaminya yang juga yang juga temannya saat SMA. Hubungan mereka begitu harmonis, layaknya pasangan suami istri sempurna di mata publik yang melihatnya.
Namun, kebahagiaan itu seketika di rusak oleh sebuah pesan dari seseorang misterius yang seolah tak suka dengan pernikahannya.
Dia pun mencari tahu sendiri kebenarannya, dan menguak kenyataan yang lebih mencengangkan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Widia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia

Sepanjang perjalanan, Laura menatap sang suami dan berusaha menutupi kehamilannya. Dia berencana untuk memberikan kejutan itu setelah pulang ke rumah mereka.

Mereka akhirnya sampai di rumah nenek Dave, yang jaraknya tak jauh dari rumah orang tuanya. Beberapa pelayang menyambut kedatangannya, dan juga adik dari ayah Dave.

"Om, apa kabar?" Tanya Dave menyapa pamannya yang terlihat bersantai di halaman belakang.

"Aku baik saja, bagaimana dengan kau dan juga istrimu?" Tanya Randi yang juga menjabat tangan Laura.

"Kami baik-baik saja. Apalagi setelah kehadiran Larissa. Semuanya lebih dari sekedar baik," jawab Dave sambil menggendong Larissa.

"Eyang ibu, ada di mana yah Om?" Tanya Laura yang melihat rumah itu sepi.

"Ibu sedang tak enak badan, jadi beliau sedang beristirahat di kamarnya. Tapi sepertinya ibu juga gak tidur. Kau boleh masuk dan menemuinya."

Laura mengangguk seraya tersenyum setelah mendapat izin dari Randi untuk menemui eyang ibu. Sementara Dave tak akan ikut, dia dan Randi ingin membahas seputar perusahaan cabang yang dikelola oleh mereka masing-masing.

"Eyang," panggil Laura dengan lembut, dia takut jika wanita yang umurnya sudah lebih dari setengah abad itu sedang tidur.

"Masuklah," jawab eyang ibu yang ternyata sedang duduk di atas kasurnya.

"Laura sayang, kapan kau kesini nak?"

"Baru juga sampai, aku merasa rumah sepi dan ternyata eyang sedang istirahat di sini," ucap Laura lembut sambil duduk di samping nenek mertuanya.

"Bagaimana kabarmu sayang? Apa kau baik-baik saja?" Tanya eyang ibu yang selalu perhatian pada Laura.

"Tentu saja eyang, aku baik-baik saja. Eyang juga harus selalu sehat."

Eyang tersenyum sambil menggenggam erat tangan Laura. Seolah tahu jika cucu menantunya sedang memikirkan sesuatu yang menyita pikirannya.

"Apa rumah tanggamu dan Dave sedang bermasalah?"

Pertanyaan eyang membuat Laura menggelengkan kepalanya. Dia pun mengambil sarapan yang di berikan seorang pelayan dan menyuapi neneknya Dave.

"Kau sedang menyembunyikan sesuatu, Laura."

Tangan Laura yang sedang mengambil makanan, seketika terhenti mendengar sangkaan dari eyang. Tak bisa dia sangkal jika dirinya kini tak bisa lagi mempercayai Dave seutuhnya.

"Apa aku patut curiga pada cucumu? Maksudku, ada hal yang membuatku tak bisa mempercayainya secara utuh," ucap Laura sambil menghembus nafas berat.

Eyang menatap dalam wajah Laura, seolah dirinya sedang menyembunyikan sebuah rahasia besar.

"Sejak pernikahan kalian empat tahun lalu, kau dan David sering menemui dan menginap di rumahku. Tapi kalian tak lagi datang kesini setelah satu tahun menikah," tutur eyang yang mengingat betul kejadian dulu.

"Maaf eyang," ucap Laura sambil meraih tangan eyang dan menempelkannya di pipi.

"Kau sejak kecil selalu main ke sini, bermain dengan Randi dan juga David. Saat itu eyang bapak masih ada, dia selalu menceritakan beberapa kisah di masa lalu yang membuat kalian bertiga duduk anteng," ucap eyang sambil tersenyum mengingat kenangan mendiang suaminya.

"Dan sekarang, aku tetap datang ke sini eyang. Sebagai cucu menantu eyang."

Eyang terdiam mendengar ketulusan dari ucapan Laura. Dia pun menundukan wajah dan menghembuskan nafas kasar.

"Aku selalu menganggapmu seperti cucuku sendiri. Jadi aku punya satu permintaan darimu. Tinggalkan David, dan semua kebohongannya selama ini."

Laura tersentak kaget, mendengar penuturan eyang ibu yang justru memintanya meninggalkan cucunya.

"Apa maksud eyang?"

***

Hujan deras mengguyur jalanan malam itu. Dave terlihat fokus menyetir, sementara Laura tengah menemani Larissa di kursi belakang.

"Kenapa kau tak menghampiri eyang ke kamarnya?" Tanya Laura yang membuat Dave terlihat gugup.

"Dia pasti hanya peduli padamu, kau adalah cucu kesayangan eyang. Jadi aku tak perlu menunjukan wajahku," jawab Dave tergagap dan terdengar tak masuk akal.

"Bagaimanapun kau adalah cucu kandungnya. Atau jangan-jangan ada suatu hal yang membuatmu tak sanggup lagi berjumpa dengan eyang," tanya Laura yang ingin membuat suaminya terpojok.

Dave terlihat menghembus nafas kasar, ada amarah yang dia tahan mendengar pertanyaan dari istrinya.

"Sayang, aku tak begitu dekat dengan eyang ibu. Apalagi sejak kematian eyang bapak, rasanya sulit untuk dekat dengan eyang ibu."

Jawaban Dave membuat Laura tersenyum sinis, seolah dia tak pernah tahu betapa dekatnya dulu Dave dan juga neneknya.

Mereka pun sampai di rumah, dengan hujan yang masih mengguyur deras. Laura segera keluar dari mobil setelah sampai di garasi. Dia pun membawa Larissa dan segera naik ke lantai dua.

Dave merasakan sesuatu yang berbeda pada istrinya. Setelah kejadian Dina, dia merasa tak ada lagi masalah di antara mereka.

"Sayang," panggil Dave saat masuk ke dalam kamarnya. Dia tak melihat Laura dan hanya melihat Larissa yang sedang tertidur.

Terdengar suara guyuran air di kamar mandi, Dave pun mendekat ke arah pintu kamar mandi.

"Sayang, kau sedang mandi?"

"Iya!" Jawab Laura singkat.

Dave pun membuka kemejanya dan meminta Laura membuka pintu.

"Aku juga ingin mandi, bukalah. Kita mandi bersama," ucap Dave menggoda istrinya.

Laura membuka pintunya, namun dia sudah mengenakan bath throbe dan mempersilakan Dave untuk masuk.

"Aku sudah selesai," ucap Laura sambil tersenyum.

Dave pun ikut tersenyum melihat istrinya yang ternyata bersikap biasa saja. Dia pun menghela nafas lega, seolah tak akan terjadi hal buruk ke depannya.

Setelah mengenakan gaun tidurnya, Laura kini berhias di depan cermin. Tak lupa dengan perawatan kulit wajahnya dan juga rambut, yang menjadi penunjang penampilannya.

Dave yang baru keluar dari kamar mandi, terpesona melihat istrinya yang begitu cantik walau tanpa riasan make up. Rambutnya yang panjang dan bentuk tubuh yang indah, selalu membuat Dave bergairah.

"Kau selalu saja membuatku ingin melahapmu, aku sangat bangga memiliki istri secantik dirimu," ucap Dave sambil memainkan rambut istrinya.

Laura tersenyum sinis dan meminta Dave untuk segera berpakaian.

"Kenapa kau memintaku untuk berpakaian, sementara itu akan menghalangi kegiatan kita malam ini."

"Sayang, ini sudah larut malam. Besok aku ada rapat di pagi hari. Jadi sepertinya malam ini kita harus menundanya," goda Laura yang membuat Dave menunjukan wajah kecewanya.

"Baiklah, tapi besok kau tak akan ku lepaskan. Selamat tidur sayang," ucap Dave sambil mencium kening istrinya.

"Selamat tidur," balas Laura yang terdengar seperti hembusan angin.

Dia pun terbaring di atas ranjang, setelah memindahkan Larissa ke dalam kamarnya. Ada kesedihan yang tersimpan di balik lamunannya. Perkataan eyang ibu siang tadi membuatnya harus mengambil keputusan untuk bertahan dengan pernikahannya atau tidak.

Dave yang melihat istrinya terlelap, segera keluar dari kamar itu. Laura yang hanya berpura-pura tertidur, mengikuti sang suami yang ternyata masuk ke dalam kamar Larissa.

1
Reni Anjarwani
move on mona
sutiasih kasih
up banyak" thor...
Fitri Widia: do'akan bisa sehat dan lancar up episode banyak2 ya 🥰 semoga para pembaca sehat selalu 😍
total 1 replies
sutiasih kasih
rayuanmu tak akn mmpan joanna...
terlalu lucu klo laura harus bersaing dgn gundiknya.... yg g ada levelnya
🤣🤣
Reni Anjarwani
keren
Fitri Widia: Terima kasih 🥰🙏
total 1 replies
Titien Prawiro
jangan2 Larisa anak mona sama Dave
Fitri Widia: wait and see, simak terus cerita kedepannya yah 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!