Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yan Jian— seorang Tuan Muda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri. Namun, di saat ia benar-benar berada pada titik terendah, ia mendapatkan kepercayaan dari Permaisuri Es, sehingga Permaisuri Es pun mengorbankan dirinya untuk menjadi Roh Bela Diri Yan Jian.
Setelah mendapatkan Roh Bela Diri Permaisuri Es dan Salju, Yan Jian pun bertekad untuk membalaskan dendamnya terhadap kedua pamannya yang telah membunuh orang tuanya. Namun, perjalanannya di dunia kultivasi tidaklah mudah. Berulang kali terjatuh dan hampir mati.
Bagaimana kisah Yan Jian untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini? Yuk, ikuti keseruan petualangan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekacauan
"Fu Zhi!" seru Tetua Yun, memanggil salah satu peserta upacara kebangkitan roh.
Seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahunan yang berpenampilan sederhana, berjalan di tengah lapangan, hingga ia pun tiba di depan monolit batu hitam.
Di sampingnya, Tetua Yun memandang anak itu dengan tatapan yang biasa-biasa saja. Lalu, tetua Yun pun berkata, "Mulai lah!" katanya, dengan nada yang tegas.
Fu Zhi pun membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormatnya kepada Tetua Yun. Kemudian, ia pun segera meletakkan telapak tangan kanannya pada dinding batu hitam. Setelah beberapa detik, batu hitam pun mulai beresonansi dengan energi spiritual yang dimiliki Fu Zhi. Di mana monolit itu mengeluarkan cahaya kebiruan yang lemah, tetapi dapat membuat Tetua Yun menggambar segaris senyuman di bibirnya.
"Fu Zhi! Energi spiritual tingkat rendah, elemen air, lolos tahap pertama." ujar Tetua Yun, mengumumkan hasil tes pertama Fu Zhi.
Energi spiritual terbagi menjadi tiga tingkatan. Rendah, menengah, dan tinggi. Namun, itu hanyalah tahap awal seseorang untuk memulai perjalanannya untuk menjadi seorang praktisi bela diri. Di masa depan, setelah melewati tahap tertentu, energi spiritual yang dimiliki oleh setiap praktisi, dapat dikembangkan hingga menjadi sangat kuat, sebagaimana mereka melatih dirinya sendiri. Bahkan, masih ada energi spiritual yang telah hilang di era ini, dan itu disebut sebagai tingkat legenda dan tingkat suci, tetapi itu terakhir kali muncul hanya dalam waktu seratus ribu tahun terakhir.
Setelah Tetua Yun mengumumkan hasil itu, semua orang bersorak-sorai atas keberhasilan Fu Zhi. Begitu juga dengan dirinya sendiri, ia melompat-lompat kegirangan karna lulus tahap pertama.
Kini, Tetua Yun pun mengeluarkan sebutir pil berwarna merah darah. Di mana itu disebut sebagai Pil Kebangkitan Roh, yang dapat membantu seseorang untuk membangkitkan Roh Bela Diri yang tertidur didalam lautan kesadaran atau yang disebut juga sebagai Alam Kesadaran.
"Makanlah, dan fokus. Rasakan apa yang terjadi di dalam tubuhmu, semoga saja kamu memiliki roh bela diri untuk dibangkitkan." kata Tetua Yun, ramah.
Fu Zhi pun dengan cepat menelan Pil Kebangkitan Roh, kemudian ia pun segera duduk dengan kedua kakinya yang menyilang. Dan setelah beberapa saat, tubuhnya mulai kembali mengeluarkan samar-samar aura spiritual kebiruan. Lalu, tidak lama kemudian, sosok ular besar nampak dalam sosok yang samar. Di mana sosok itu memperlihatkan wujud ular berkepala naga. Orang-orang menyebutnya Naga Air.
"Hebat! Ternyata Fu Zhi sangat berbakat."
"Naga Air, hmph! Bocah ini sangat menarik." ujar Xiao Lang, merasa senang akan penampilan Fu Zhi ya g tidak mengecewakan.
Upacara kebangkitan pun terus berlanjut. Sembilan anak lainnya tak kalah menarik dari Fu Zhi, dan tidak ada satupun anak yang tidak berhasil membangkitkan Roh Bela Dirinya. Ada roh bela diri tipe binatang, tipe tumbuhan, tipe senjata, dan makanan.
Saat itu, tibalah giliran Yan Jian. Di saat Tetua Yun memanggil nama; "Yan Jian." segera Yan Jian pun berjalan di tengah lapangan, tetapi setiap langkahnya nampak penuh dengan keraguan bahkan di saat Yan Jian berjalan, kepalanya menunduk ke bawah.
"Adik, semangat!" teriak Xiao Yu dari tepi lapangan, dia lompat-lompat penuh energik, rambut merahnya bergerak-gerak di belakang.
"Hm! Suamiku! Menurutmu, apakah Yan Jian memiliki Roh Bela Diri?" tanya Yan Rui dengan nada yang rendah, berbisik di telinga Xiao Lang.
Xiao Lang pun menghela nafasnya, raut wajahnya menunjukan suatu kegetiran yang mendalam. Lalu, Xiao Lang pun berbicara, "Ketika aku tengah membawanya keluar dari kediaman Keluarga Yan, aku sama sekali tidak merasakan bahwa Yan Jian memiliki Roh Bela Diri, bahkan Energi Spiritual didalam tubuhnya sangat begitu lemah. Tapi, langit adalah yang paling adil! Semoga saja dia diberkahi oleh langit hari ini." kata Yan Jian.
Yan Rui pun menghela nafasnya. 'Tidak aku sangka! Anak dari adik pertamaku, ternyata memiliki nasib seperti ini.' batin Yan Rui. Dia menekuk wajahnya, tetapi segera kembali memusatkan pandangannya kepada Yan Jian.
"Mulailah!" ucap Tetua Yun dengan suara yang acuh tak acuh. Bahkan di saat ia berbicara seperti itu, ia tidak sedikitpun melirik Yan Jian.
Yan Jian pun menyadari bahwa bakatnya yang buruk telah diketahui oleh hampir seluruh orang-orang di lembah hitam. Itulah sebabnya Tetua Yun memasang sikap acuh, seolah-olah ia tengah meremehkan Yan Jian.
Namun, Yan Jian tidak menyangkalnya. Melainkan ia pun dengan penuh tekad dan harapan yang besar, ia mulai mengangkat sebelah tangannya. Lalu, di saat ia meletakkan telapak tangannya pada dinding batu hitam, kedua matanya terpejam. Dalam hatinya ia berdoa dengan penuh harapan kepada langit.
Tetapi tidak ada sedikitpun perubahan pada batu hitam. Membuat Xiao Lang, Yan Rui, dan juga Xiao Yu, menghela nafas panjangnya.
"A— adik..." ucap Xiao Yu dengan nada yang rendah, kedua matanya bergetar, air matanya menumpuk di pelupuk matanya.
Bahkan semua orang yang melihatnya sontak menyorakinya dengan sorakan ejekan. Namun, Yan Jian seolah-olah berdiri seperti patung batu yang menyentuh batu hitam dengan telapak tangannya. Dan di saat semua orang tengah berteriak mengejek Yan Jian, tiba-tiba langit cerah seketika menjadi gelap, awan kelabu menggantung rendah dan perlahan membentuk pusaran besar dan semakin lama semakin kecil.
"A— ada apa ini...!?" ucap Xiao Lang, ia pun sontak berdiri dengan penuh kekhawatiran, kepalanya terangkat tinggi menatap langit.
Semua orang yang berada di tempat itu seketika terdiam dengan segala rasa cemas yang mengarungi jiwa mereka. Semua orang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi sebenarnya. Angin berhembus kencang membawa hawa dingin yang menembus tulang, bahkan permukaan lapangan tembok batu bata itu kini berubah menjadi lapisan kristal es yang beku.
Angin semakin berhembus kencang dan lebih kencang lagi, membuat semua orang semakin panik dan mencari sanggahan untuk menopang tubuh mereka.
"Suasana ini ...." ucap Xiao Lang, tetapi ia ragu.
Xiao Lang kembali mengingat akan kejadian satu Minggu yang lalu, di depan Gerbang Kota Api. Di saat badai angin dengan hawa dingin itu membantu Xiao Lang untuk meloloskan diri dari Su Baiyi dan juga Yun Fei.
Namun, Xiao Lang merasa bingung akan keadaan apa itu sebenarnya? Dan siapa yang membuat suasana seperti itu?
Namun, monolit batu hitam tiba-tiba mengeluarkan cahaya kuning. Membuat Tetua Yun sangat begitu terkejut.
"Ku— kuning...!?" katanya dengan raut wajahnya yang begitu tercengang, "I— ini ... apakah ini energi spiritual tingkat suci?" kata Tetua Yun, lagi.
Bahkan tanpa meminum Pil Kebangkitan Roh, Yan Jian tiba-tiba mengeluarkan roh bela dirinya. Namun, roh bela dirinya berbeda dari roh bela diri praktisi pada umumnya. Di mana Yan Jian memiliki Roh Bela Diri berwujud manusia, seorang perempuan dengan paras yang sangat cantik, berambut putih, dan tubuhnya yang ramping dan berlekuk. Bahkan kecantikan seperti itu tidak kalah dari Yun Xi.
Namun, di saat semua orang tengah dibuat tidak percaya oleh apa yang sedang mereka saksikan. Tiba-tiba seorang wanita terjatuh dengan keras dari ketinggian langit. Tubuhnya terjatuh di lapangan, membuat sebuah jejak lubang besar dari hantaman keras antara tubuhnya yang menghantam lantai tembok batu bata.
Xiao Lang pun segera melesat ke tengah lapangan, dan betapa terkejutnya ia di saat melihat sosok Lin Bing, seorang wanita muda yang menempati peringkat ke tiga dalam daftar Peringkat Surgawi.
"Yu— Yun Xi...!?" ucap Xiao Lang. Tetapi suatu raungan keras binatang monster terdengar sangat menggelegar.
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor