NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy
Popularitas:161.6k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16🩷 Kekerasan dalam rumah tangga

Dea mengeratkan sweater rajut di badan.

"Yang mana neng, rumahnya?" pak Yayat, ia celingukan ke arah belakang, depan dan samping kanan--kiri. Seperti tau saja atau mungkin takut dikira maling.

Dea melirik ponsel, dimana chat Nara sungguh jelas.

"Kata Nara sih jalan Cemara II, ini kan bener ya, pak?" tanya Dea diangguki pak Yayat.

"Nomor 19, cat putih."

Telunjuk pak Yayat menunjuk satu rumah cukup besar, dengan pagar besi berjarak setinggi 2 meter, dan nomor rumah tepat di tembok pembatas samping pagar, "yang itu bukan neng?"

"Coba aku turun sebentar ya pak." Meninggalkan pak Yayat yang berhenti di depan 2 rumah sebelum rumah Rifal.

Dea berjalan menenteng tas Rifal, mencoba mencari tau, entahlah...ketika ia datang tak ada penjaga ataupun security satupun disana padahal ia melihat setengah cangkir kopi yang tertutup di bagian gazebo kecil yang ada di halaman rumah. Dea melihat itu dari celah pagar.

Ia bahkan sempat bertanya-tanya tak percaya, apa iya ini rumahnya? Benar-benar dibuat speechless jika itu iya...karena setaunya, oh hell! Yang benar saja, anak Hedon nan borjuis di sekolah mana yang tak ia tau. Tapi Rifal, anak-anak MIPA 3?

"Permisi!" Dea mengetuk-ngetuk sesuatu di pintu pagar agar berbunyi. Namun 15 detik, ia tak mendapatkan jawaban apapun, sampai-sampai ia sempat menoleh ke belakang dimana jalanan blok ini terasa sepi sekali. Memastikan jika pak Yayat masih disana menemaninya, "sepi banget sih."

Dea semakin yakin saat melihat motor Rifal di luar carport dari tempatnya berdiri. Benar, Rifal nyatanya...

Dea memutuskan untuk masuk terlebih ketika pintu pagar tak terkunci ketika ia dorong, "eh. Masuk aja kali, ya?"

Terakhir, ia melihat pak Yayat kembali dan mendorong pagar besi itu lebih kuat sehingga meninggalkan celah untuknya masuk.

Ayunan kakinya memasuki halaman rumah yang cukup luas dan terawat, namun sepi dan terasa dingin. Bahkan Dea merasa seperti tak ada setitik pun kehangatan di sini. Semakin jauh ayunan langkahnya seraya celingukan siapa tau ia menemukan manusia lain namun alih-alih menjumpai penghuni rumah, langkah Dea terhenti tepat di depan teras rumah, sebab...

Bagus gue ngga seret Lo dari mall! Terus dorong Lo ke jalan! Berani Lo begitu sama gue, hm?!

Dan suara PLAKK! Yang begitu keras terdengar disusul bunyi gedebug dan benda pecah membuat Dea seketika diam.

Erangan dan jeritan wanita terdengar lirih dan pilu, *kurang ajar kamu mas! Kamu nyakitin aku, anak kamu juga sama-sama kurang ajar! Aku laporin kamu ke polisi*.

*Jaga ba cot Lo ya bang sat. Lo yang perusak rumah tangga orang. Karena Lo mama gue ma ti*.

Dea syok, ia menatap pintu rumah Rifal dengan sorot mata ketakutan. Itu Rifal....

*Rifal*!

*Kenapa? Apa sekarang papa nyesel udah hancurin keluarga sendiri dan milih nih ja lang buat gantiin posisi mama? Seumur hidup papa bakal nyesel karena kelakuan setan papa yang bikin mama meninggal*.

Dan bughh!

*Jaga bicara kamu sama papa! Mau kemana lagi kamu sekarang*?!

*Gue benci disini, mati aja Lo berdua! Pantesnya emang Lo berdua ke neraka*.

Dan kembali PLAKK! yang terdengar di telinga Dea membuatnya memejam terhenyak. Memancing tangan dan badannya tremor, Dea ketakutan dan khawatir setengah mati.

Hingga akhirnya suara langkah menuju ke arahnya terdengar, seseorang membuka pintu rumah itu.

"Dea?" Rifal cukup terkejut mendapati Dea berada di depan rumahnya, dengan wajah pucat, syok penuh sorot nanar.

"Fal,"

Rifal segera menghampiri Dea, menarik tangannya menjauh dari sana hingga berada di depan pagar, "kesini kok ngga kasih kabar dulu?" lantas Rifal melirik ke arah luar pagar, "sama siapa?"

Namun Dea masih menatap wajah Rifal, dimana sudut bibirnya terlihat lebam. Ia benar-benar dibuat tak berkutik sedikit pun, wajah Rifal yang dibuat setenang mungkin itu pun tak serta merta dapat menutupi kejadian yang terjadi beberapa menit tadi. Dea yakin itu Rifal, Dea yakin jika Rifal....

Sadar dengan tatapan Dea yang tak mungkin jika ia berbohong lagi, Rifal tersenyum, "gue ngga apa-apa, De."

"Apa yang Lo denger barusan, ngga usah dipikirin. Itu..." Rifal menjeda ucapannya, "biasa."

Dan Dea semakin menegakan badannya mendengar itu, membisu selama beberapa waktu, Dea begitu sibuk mencerna dan memberikan berbagai spekulasi.

"Biasa, Fal?" tanya nya lirih, memastikan dengan tangan yang refleks naik menyentuh bagian lebam di wajah Rifal, "ini biasa?"

Rifal menatap Dea dalam diam, seolah ia sedang bicara disana---iya dari sorot matanya.

"Gue mau ngembaliin ini, takut Lo ngga bisa sekolah besok."

Rifal mendengus geli menerima tas miliknya dari Dea, gadis ini begitu polos sekali ...padahal tadi siang ia hanya bercanda saja saat mengatakan besok tak bisa sekolah tanpa tasnya. Ia tidak seribet itu, bahkan tak jarang ia tak membawa apapun ke sekolah.

"Thanks." Jawab Rifal masih menyadari wajah penuh tanya dan keterkejutan Dea. Bahkan bisa Rifal lihat Dea begitu syok dengan tangan cukup bergetarnya. Tanpa canggung dan bermodalkan nekat, Rifal meraih tangan Dea, "mau jalan sama gue dulu ngga? Sebentar, sambil anter Lo pulang?"

"Tapi gue balik bareng pak Yayat. Rencananya sih tadi sambil beli martabak atau roti bakar lah buat ngemil."

"Gue yang anter, dimana pak Yayat?"

Dea mengangguk mendadak jadi penurut begini.

Ada tatapan yang masih meredakan keterkejutan dan meneliti dari Dea saat ini, dan Rifal telah menariknya keluar dari pagar rumah, mencari pak Yayat berada.

"Pak!" Rifal menghampiri.

Lantas Dea bicara dengan pak Yayat, memintanya untuk pulang duluan saja kembali bertugas di komplek rumah.

"Pak, bapak balik aja ke komplek. Biar Dea nanti beli martabaknya sama Rifal, sekaligus dianter pulang."

Pria paruh baya itu ragu.

"Biar Dea saya yang antar pak, tenang aja aman. Kalau ngga percaya bapak bisa ambil KTP saya nanti. Hafalin muka saya..."

Masih meninggalkan bekas ragu namun saat Dea mengangguk memastikan, pak Yayat akhirnya pulang meninggalkan Dea bersama Rifal.

"Ya udah neng. Kalau gitu bapak pamit...nanti kalau ada apa-apa telfon aja." Pintanya lagi memastikan termasuk melirik rumah Rifal lagi sekilas.

"Iya pak. Makasih."

Keduanya masih menatap kepergian pak Yayat dengan tangan Dea yang masih digenggam Rifal.

"Kamu tunggu disini, aku ambil dulu motor." Rifal mengeluarkan kunci motor dari sakunya dan oh ya...lupa! Menaruh tas sekolahnya di dekat pagar rumah. Lalu setelahnya bunyi deru motor datang menghampiri dengan tangan Rifal yang sudah menggenggam kupluk berwarna hitam, "pake. Aku ngga bawa helm."

"Dingin, takut asma kamu kambuh." Tuduhnya tulus, menyerahkan itu pada Dea, namun jelas Rifal tidak sedang menunggu Dea menerima itu sebab....

Dea diam mendongak saat tangan-tangan Rifal memasang kupluk di kepalanya, tatapannya masih tersorot pada luka-luka lebam di wajah Rifal, *yang tadi itu*?

.

.

.

.

1
Sahlendi Udiningrum
duhh sedihnyaa /Cry//Whimper/
rizky tria
salahnya Dea knp ga jujur sama Rifal, siapa tau kan jd kuliah di jogja jg.. ga LDR kan 😁
yg penting msh dlm jangkauan & pengawasan Rifal 🤗
padah Rifal bilang niat nikahin
Attaya Zahro
Om Fal sumbu pendek,harusnya ngomong baik²..ga langsung gedebak-gedebuk..Anda salah paham om,ntar kalo kamu tau Dea mau pindah baru kelimpungan nyariin 😤😤
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤS𝟎➜ѵїёяяа
pukul kepalanya biar pinter dikit😌
ieda1195
🤣🤣🤣 om ipal lagi potek hati
ieda1195
knpa gk bilang sih dee, klo kmu mau pindah, bilang atuhh neng biar si gahar gk ngamuk bgitu
🌸🌸mommy anak2..😉😉
mksh teh hr ni bnr2 dibombardir sama up nya tth..berkah sukses y teh bnyk rizqinya..🙏🙏
Salim S
badaii nya baru di mulai,serba salah ya de, tapi memdingan jujur kalau kamu mau pindah dan otomatis mereka harus ldr an,tapi siapa tahu kan om ipal mau kuliah ke jogja biar bisa dekat dan ngga perlu ldr lagi...
༺NOoN∆༻
ngomong donk de....jgn diem ajah.... astaga Thor....aku mo TDR malah ada bwg disini😭.sini fal....peluk jauh dr aku😭😭
rheisha
kenapa gak di jelasin alesan sebenar nya si de...nah kan si om fal jadi salah paham itu
🌸🌸mommy anak2..😉😉
nysek y..perasaan gda pny asma deh..😭😭
ieda1195
cosplay jadi Rama klo gini😂
Dina Okta eryanti
huuu sedih nyaaa,tapi kl rifal tau Dea mau pindah ke Jogja pasti rifal nya mau kok De kl harus LDR an,ya kannn om fall🥹 sayangg nya Dea ga bilang alasan nya itu...rifal kan jadi salah paham🥺
ieda1195: iyakan ini nih yg disayangkan, harusnya bilang klo mau pindah bgtu loo
total 1 replies
hikmah fitria
jujur aja de k rifal kalo emang mau pindah
rifaldi coba sedikit d tahan emosinya
tiara
duuh sedihnya Rifal dan Dea semoga kesalah fahaman mereka cepat diselesaikan dan kembali baikan sebelum Dea pindah
tiara
Rifal bilang suka sama Dea ga ada manis-manisnya siih
Nia nurhayati
cie" ceritanya nembak nih om fallll😂😂😂 romantis dikitt napa ommm😂😂
Denok 82
hahaha romantis dikit atuh om....nembak cewek bgtu amat
Kh2103💙
Ini tuh yg om falnya ditolak ya?
aaah... penasaran gmn lanjutannya, apa om fal jd manjauh dr dea, atau justru makin penasaran sm dea, teruss diuber sampe dea jd pacarnya?😁😁
aaaaa.... lanjut teh..🙏🙏
Trituwani
langsung ditodong km de... jawab gih de kasi kepastian cintanya si om pal/Sneer/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!