NovelToon NovelToon
Ibu Susu Berdarah Dingin

Ibu Susu Berdarah Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cintamanis / Ibu susu / Balas Dendam / Transmigrasi / Agen Wanita
Popularitas:74.5k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Yura bukanlah wanita lemah. Di dunia asalnya, dia adalah agen rahasia berdarah dingin dengan tatapan setajam elang yang mampu mengendus pengkhianatan dari jarak terjauh. Namun, sebuah insiden melempar jiwanya ke raga Calista, seorang ibu susu rendahan di Kerajaan Florist.

Grand Duke Jayden, sang pelindung kerajaan, yang membenci wanita. Trauma menyaksikan ayah dan kakaknya dikhianati hingga tewas oleh wanita yang mereka percayai, membuat hati Jayden membeku. Baginya, Calista hanyalah "alat" yang bisa dibuang kapan saja, namun dia terpaksa menjaganya demi kelangsungan takhta keponakannya.

______________________________________________

"Kau hanyalah ibu susu bagi keponakanku! Jangan berani kau menyakitinya, atau nyawamu akan berakhir di tanganku!" ancam Jayden dengan tatapan sedingin es.

"Bodoh. Kau sibuk mengancam ku karena takut aku menyakiti bayi ini, tapi kau membiarkan pengkhianat yang sebenarnya berkeliaran bebas di depan matamu," jawab Calista dengan jiwa Yura, menyeringai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEBANGKITAN SANG AGEN

Bau amis darah mendadak menusuk indra penciuman Yura.

Sebagai mantan agen rahasia, instingnya bereaksi lebih cepat daripada kesadarannya.

Yura menatap ke sekeliling nya, dimana dia terbangun di tempat asing, tapi itu bukan masalah baginya.

Telinga tajam Yura mendengar langkah kaki yang diseret, dan berat, insting membunuhnya langsung aktif, dia menatap dingin ke pintu kayu yang masih tertutup

"Cari perempuan itu! Jangan biarkan pewaris suci itu hidup lebih lama lagi!"

Sebuah suara serak memerintah dari balik lorong.

Yura menoleh ke arah bayi di sampingnya. Bayi itu menggeliat, hendak menangis, jika suara tangisan pecah, posisi mereka tamat.

Dengan gerakan cepat yang bahkan mengejutkan dirinya sendiri, Yura menyumpal mulut botol susu kosong ke dekat bibir bayi untuk mengalihkan perhatiannya, sementara tangan kirinya meraba bawah bantal.

Nihil! Tidak ada pistol, tidak ada pisau lipat.

"Sial, aku benar-benar berada di zaman kuno," desis Yura, mengetahui kenyataan dia telah mengalami Transmigrasi jiwa.

Tidak kehabisan akal, Yura dengan mata setajam elang, memindai semua isi yang ada di dalam ruangan itu, matanya terjatuh pada sebuah tusuk konde perak panjang yang tergeletak di atas meja rias kusam.

Yura menyambar tusuk konde itu, teksturnya ringan, tapi di tangan Yura, benda tumpul pun bisa menjadi senjata mematikan.

BRAK

Pintu kamar ditendang hingga terbuka, dua pria dengan pakaian hitam dan penutup wajah merangsek masuk. Pedang mereka berkilat tertimpa cahaya bulan.

Tidak ada raut wajah ketakutan di wajah Yura, atau bisa kita sebut dengan Calista, seorang ibu susu dari Pangeran Mahkota.

"Hanya seorang ibu susu?"

Ucap salah satu dari mereka tertawa meremehkan saat melihat Yura yang berdiri diam di samping tempat tidur.

"Serahkan bayinya, dan aku akan membuat kematianmu tidak menyakitkan," ucap mereka, terlalu percaya diri.

Yura tidak menjawab, dia menyesuaikan kuda-kudanya.

Tubuh Calista ini lemah dan kekurangan nutrisi, tapi ingatannya tentang titik vital manusia masih terekam sempurna di otak genius Yura.

"Kau terlalu banyak bicara untuk ukuran seorang tikus," ucap Yura dingin, matanya yang tajam menatap lurus ke arah tenggorokan lawan.

Mendengar perkataan Yura, membuat mereka tersinggung, salah satu pria itu mengayunkan pedangnya.

BLES

Yura tidak menghindar ke belakang, justru dia maju ke depan, merunduk di bawah jangkauan pedang, dan dalam satu gerakan secepat kilat, dia menghujamkan tusuk konde perak itu tepat ke saraf di bawah telinga lawan.

JLEP

Pria itu mematung, matanya melotot sebelum tubuhnya ambruk tanpa sempat berteriak.

Rekan pria itu yang ada di belakangnya tertegun.

"K-kau... apa yang kau lakukan?!" tanya salah satu mereka, mulai takut.

Belum sempat pria kedua mengangkat pedang, Yura sudah memutar tubuh, menggunakan momentum jatuhnya lawan pertama untuk merebut pedang miliknya. Dengan sekali tebasan ujung pedang itu membelah dada si penyerang kedua.

BLESS

Darah segar menciprat ke pipi pucat Yura, dia berdiri tegak di antara dua mayat, napasnya sedikit terengah karena tubuh ini tidak terbiasa dengan gerakan eksplosif seperti itu.

"Apa yang kau lakukan!"

Teriak pria yang masih tersisa dengan wajah memerah padam, menghunus kan pedang nya pada Yura.

TRANG

Yura yang sudah menegang pedang milik pria yang baru saja dia bunuh, langsung mengkis serangan dari mereka.

TRANG

TRANG

TRANG

Perkelahian itu terlihat sangat tidak seimbang, Yura dengan tubuh barunya dengan segala kekuatan yang dia memiliki, bergerak dengan lincah.

TRANG

BRAS

DUK

BLAS

DUK

Dua kepala musuh jatuh menggelinding di lantai, ruangan, membuat satu pria yang masih tersisa bergetar ketakutan.

"Kenapa? Takut?" tanya Yura, tersenyum mengejek.

"A-aku-"

BLES

DUK

"Tidak ada yang menyuruh mu berbicara bodoh!" ucap Yura, memenggal kepala pria terakhir.

Setelah melihat mereka semua terbujur kekurangan dengan kepala terpisah dan darah dimana-mana, mata tajam Yura memindai mereka satu-persatu, seolah sedang mencari siapa orang dibalik mereka itu.

"Siapa yang mengirim kalian?" gumam Yura meski ia tahu mayat tidak bisa bicara.

Belum sempat Yura melihat ke arah Bayi yang ada di ranjang, tiba-tiba, suara langkah kaki yang jauh lebih dingin terdengar mendekat ke ruangan nya.

Bukan langkah serampangan seperti pembunuh tadi, melainkan langkah teratur pasukan tempur.

DRAP

DRAP

DRAP

Yura masih berdiri tegak, dengan pedang panjang yang berlumuran darah di tangan nya, seolah sedang menunggu musuh yang selanjutnya, tanpa rasa takut sedikitpun.

Ceklekk

Pintu kamar kembali terbuka lebar, kali ini yang datang, adalah sosok pria bertubuh tegap dengan jubah hitam berlambang singa emas berdiri di sana.

Kedatangan pria itu, membawa aura dingin dan dominan yang terpancar darinya.

Pria yang baru datang itu adalah Grand Duke Jayden, sang Panglima Tertinggi Kerajaan Florist sekaligus paman dari bayi yang Yura jaga.

Jayden terpaku di ambang pintu, matanya beralih dari lima mayat di lantai menuju wanita yang berdiri memegang pedang dengan darah yang menetes dari wajahnya.

"Apa yang terjadi di sini?" tanya Jayden, suaranya berat dan penuh kecurigaan.

"Kau! Apakah kau mencoba membunuh keponakanku?" tanya Jayden dingin, mata menatap Yura dengan kebencian yang nyata.

Yura menyeka darah di pipinya dengan punggung tangan, lalu menatap Jayden tanpa rasa takut sedikit pun, dia bukan lagi Calista, di tubuh ibu Susu yang lemah itu, sekarang di ganti dengan jiwa Yura, sang agen rahasia dari dunia lain, dengan kemampuan jauh diatas pembunuh bayaran.

"Jika aku ingin membunuhnya, dia sudah mati sejak tadi, Tuan yang Terhormat," jawab Yura dengan nada sinis.

TRANG

Yura melemparkan pedangnya ke lantai hingga menimbulkan suara denting yang keras.

"Daripada menuduhku, sebaiknya kau urus keamanan istanamu yang bocor seperti saringan ini," lanjut Yura dingin.

Dari ingatan yang Yura terima sebelum dia membuka mata, pria ini adalah orang yang selama ini melindungi bayi kecil itu, yang merupakan Putra Mahkota Kerajaan Florist, Pria dingin yang selalu menatap Calista asli dengan tajam.

Mendengar respon dari perempuan yang menjadi ibu Susu dari keponakan nya, Jayden tertegun.

Wanita di depannya ini memiliki terlihat berbeda, karena biasnya dia tidak pernah berani mengangkat kepala nya, apa lagi menjawab perkataan nya.

Tapi sekarang, Jayden melihat tatapan mata yang biasa nya sayu penuh ketakutan, kini berubah menjadi tatapan yang dingin dan berani, seperti tatapan seorang prajurit yang telah melewati ribuan medan perang.

"Berani sekali kau bicara seperti itu padaku, Ibu Susu," ucap Jayden melangkah maju, mencengkeram rahang Yura dengan kasar.

"Kau hanyalah pelayan di sini. Nyawamu ada di tanganku!" desis Jayden, mengeram rendah.

Yura malah tersenyum tipis, sebuah seringai yang membuat bulu kuduk pengawal di belakang Jayden meremang.

1
Tiara Bella
lanjut semangat ya Thor ...
Tiara Bella
ibu susu Calista pnya bayi besar sabar ya pangeran Lorenzo...
Endang Sulistia
pinter nih si Lorenzo...
Endang Sulistia
ada lamaran kecil kecilan..🤔🤔🤔
T1 T1n
yg penting tiap hari up kak ❤️❤️❤️
T1 T1n: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 2 replies
kaylla salsabella
gasken mak🏍🏍🏍
Maria Lina
cerita ya 2 ..ditamat kn dlu ya thor..tar yg lain dikit up nya.komen aj thor
Maria Lina: ok thor siap🫠
total 2 replies
Retno Palupi
wua... Calista punya 2 bayi😄😄
Lienaa Likethisyow
yura dilawan..salah sasaran oe🤣🤣..lanjut thor yg banyak ya💪💪👍👍 semangat😍😍
Lienaa Likethisyow
cie..cie..Jayden so sweet.😍😍..lanjut thor💪💪👍👍
Lienaa Likethisyow
ulet bulu ilang deh..digertak aja ngacir..sok sokan garang masih garang Calista lah🤣🤣🤣..semangat thor💪💪👍👍
IG : hofi03_sakroni: takot dia kak
total 1 replies
kaylla salsabella
seru🥰🥰🥰
IG : hofi03_sakroni: terimakasih kay, stay tune ya beb 🤍
total 1 replies
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Mengungkapkan perasaan sangat penting untuk kelegaan hati, alih-alih memendamnya sendiri lebih baik kamu mengungkapkan apa isi hati kamu.
Mengenai respon dan tanggapan lawan bicaramu itu adalah hal yang tidak dapat kamu kontrol.
Dengan kunci utama adalah jujur, percaya diri, memilih waktu dan tempat tepat, serta menggunakan cara yang halus tapi jelas.
Cara mengungkapkan perasaan setiap orang berbeda-beda, ada yang mengungkapkan secara langsung, ada juga yang mengungkapkan melalui surat atau chat agar tidak bertatap muka langsung.
Memang menyatakan perasaan termasuk hal yang berat dilakukan, karena kita tidak pernah tau apa respon atau tanggapan dari orang yang kita tuju...😘💚🥰💜😍💗
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Dengar baik-baik Diana, apa yang diucapkan Calista itu adalah sebuah peringatan keras bagimu...😤😰
Peringatan keras adalah teguran serius dan tegas yang diberikan kepada seseorang atau pihak yang melakukan pelanggaran, menunjukkan kesalahan fatal dan menjadi sanksi etika atau disiplin yang berat sebelum sanksi lebih fatal untuk efek jera.
Ini adalah tingkatan tertinggi dalam sanksi peringatan, mengindikasikan bahwa tindakan selanjutnya bisa lebih berat, seperti hukuman mati.
kaylla salsabella
cari mati aja tuh pelayan
kaylla salsabella
jangan pingsan Owen🤣🤣🤣
Leni Ani
kan habis thor up thor😭😭😭😘💪💪💪👍
Leni Ani
biar pun ngak calista bilang sm jay tp mimpi pun datang ke dia👍
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
ceritanya keren banget, pokoknya kalian harus membaca nya
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
aduhhhhh seru banget lagi cerita nya😭😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!