Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.
Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.
Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.
Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Keyvandi pulang ke apartemennya di jam 03.00 WIB dini hari, lelaki itu sangat terlihat kelelahan. Hari ini ia dari pagi sampai menjelang pagi lagi berada di luar. Lelaki itu memasuki apartemennya, mata lelaki itu teralihkan ketika melihat Despina yang tertidur di depan televy, bahkan televii masih menyala. Lelaki itu tersenyum menghampiri kekasihnya itu. Ia mendekat pada Despina yang terlelap.
"Astaga, sepertinya ia menungguku pulang," Gumam Keyvandi pelan.
Keyvandi mengelus rambut Despina, lelaki itu memandangi wajah ayu Despina yang tertidur lelap, menenangkan, bibir tipis, pipi chubby, hidung kecil yang mancung, mata bulat yang tertutup serta alis tebalnya itu membuat siapa saja akan terpana. Keyvandi memposisikan kedua tangannya di bawah leher Despina dan di bawah lutut gadis itu, ia mengangkat Despina ala bridal style dengan perlahan, sangat hati-hati takut jika gadis itu terbangun.
Keyvandi membawa Despina ke kamar tidur miliknya yang dijadikan tempat tidur sementara gadis itu, Keyvandi meletakkan Despina secara hati-hati di atas ranjang itu, ia tidak ingin jika Despina sampai terbangun dari tidurnya.
Cup
Kecupan singkat mendarat di kening gadis itu, "Tidur yang nyenyak sayang, aku mencintaimu."
Kemudian Keyvandi keluar dari kamar Despina, lelaki itu juga menutup pintu kamar itu, lalu ia beranjak menuju ruang tamu untuk mematikan televisinya.
Keyvandi ingun beristirahat, tapi baju lelaki itu masih ada di dalam kamar miliknya yang saat ini Despina pakai. Ia tidak ingin Despina bangun, makanya ia mengurungkan niat untuk mengambil baju gantinya.
Keyvandi melepas jaketnya, menyisakan baju kaos berwarna hitam polos, ia juga melepas sepatu yang di gunakannya dan meletakkan sepatu itu di rak sepatu. Kemudian Keyvandi membaringkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Lelaki itu menatap langit-langit apartemen, entahlah, ia memikirkan tentang Despina, ia sendiri bingung apa yang harus ia lakukan kedepannya. Tanpa sadar, mata lelaki itu mulai terpejam dan terjemput oleh mimpi.
Keesokan harinya
Despina terbangun dari tidurnya, gadis itu membuka matanya dan melihat ke arah jendela kamar. Mata gadis itu berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk perlahan. "Kenapa aku di sini?" Tanyanya pada diri sendiri. Gadis itu bingung karena semalam seingatnya ia berada di ruang tamu dan tertidur di sana.
Despina langsung berpikir jika mungkin Keyvandi yang memindahkannya, Despina langsung menuju kamar mandi untuk menyiapkan diri sebelum berangkat sekolah. Ya, hari ini Despina berniat kembali lagi ke sekolah, sudah seminggu ia tidak datang ke sekolah, untung saja Keyvandi sudah mengabari pihak sekolah jika Despina tidak bisa mengikuti mata kegiatan belajar mengajar, dan tentu saja pihak sekolah langsung mengiyakan, karena Keyvandi memang pemilik yayasan Abdi Bangsa tempat SMA Despina.
Tidak membutuhkan waktu lama, Despina sudah siap dengan seragamnya, seragam berwarna biru itu dengan rok kotak-kotak serta dasi pita dengan motif kotak-kotak itu telah melekat di tubuhnya. Despina melihat penampilannya di cermin, gadis itu merasa jika bibirnya sangat pucat, untuk itu Despina mengoleskan lipbalm kemudian memakai sedikit liptin, tidak lupa bedak tipis yang juga ia gunakan. Despina kali ini mengikat ekor kuda rambut ikalnya itu.
"Perfect."
Despina langsung keluar dari kamar Keyvandi, gadis itu menuju ruang tamu. Tiba-tiba saja gadis itu terpaku, ia melihat Keyvandi yang tertidur meringkuk di sofa ruang tamu. Lelaki itu bahkan ketika tertidurpub terlihat sangat tampan.
"Sepertinya kak Vandi kelelahan, aku jadi tidak tega membangunkannya. Lebih baik sekarang aku membuat sarapan saja," Ujar gadis itu, Despina langsung menuju ke dapur gadis itu ingin membuat sarapan sederhana untuknya dan juga Keyvandi.
Ia membuka kulkas, untung saja di kulkas Keyvandi terdapat banyak bahan-bahan makanan, kebetulan memang kemarin Despina sengaja belanja banyak sayuran dan juga daging serta ikan untuk persediaan di apartemen Keyvandi, ia juga sudah izin kepada Keyvandi. Gadis itu berpikir jika mungkin makan masakan sendiri akan lebih sehat jika dibandingkan dengan membeli di luar.
Kali ini ia akan memasak makanan paling simple, hanya membutuhkan beberapa bahan saja. Ya, Despina akan memasak nasi goreng untuknya dan juga Keyvandi. Gadis itu mengiris beberapa bawang putih, dan juga beberapa butir cabai, ia tidak ingin memberi cabai yang banyak karena takut jika Keyvandi tidak memakan cabai.
"Sepertinya sudah lengkap."
Untung saja masih ada sisa nasi yang ia masak semalam, kemudian Despina menggoreng semua bumbu dan memasaknya. Beberapa menit kemudian nasi goreng buatan Despina sudah jadi. Gadis itu langsung membagi dua makanannya di dua piring, lalu di bagian akhir tidak lupa ia menambahkan telur mata sapi.
Despina kelirvdari dapur, dan menuju ke meja makan, gadis itu terkejut ketika melihat Keyvandi yang sudah ada di sana. Namun sedetik kemudian ia tersenyum, " Kak Vandi, kakak sudah bangun, ayo kita sarapan, padahal aku baru saja ingin membangunkan kakak."
Keyvandi tersenyum membalas ucaoan Despina, "Sayang, masakanku sangat harum, bagaimana aku bisa melanjutkan tidurku, sepertinya aku harus menyicipi masakanku dahulu."
Despina yang mendengar jawaban Keyvandi merasa tidak enak, "Maafkan aku ya kak, sepertinya aku terlalu berisik, dan masakanku malah membangunkan kakak."
"Hei, no sayang, kau tidak menggangguku, aku bangun karena aku senang mencium bau masakanmu yang enak itu, jadi aku ingin mencicipinya, kemarilah, mana masakan buatanmu?"
Despina langsung mendekat kearah Keyvandi, gadis itu duduk di hadapaj Keyvandi, lalu ia meletakkan dua piring nasi goreng itu, satu di hadapan Keyvandi dan satunya lagi dihadapannya.
"Silahkan dimakan kak."
Keyvandi menganggukkan kepalanya, kemudian lelaki itu langsung menyuapkan nasingireng itu ke dalam mulut. "Enak," Gumamnya, namun masih dapat di dengar oleh Despina.
Despina tersenyum, ternyata keyvandi menyukai makanannya, ia takut sekali jika sampai Keyvandi tidak menyukai makanannya itu.
Mereka berdua makan dalam diam, tidak ada obrolan sedikitpun, karena terlaku menikmati makanan mereka satu sama lain. Tidak lama kemudian, Keyvandi mauoun Despina sudah menyelesaikan sarapannya.
"Terimakasih untuk makanannya sayang, aku menyukainya, baru kali ini aku makan masakan rumahan di apartemen langsung di masak di sini."
"Aku akan lebih sering lagi memasakkan makanan untuk kak Vandi jika kakak menyukainya."
"Terimakasih sayang, aku sangat menyukainya."
Despina melihat jam yang ada di dinding apartemen milik Keyvandi, waktu sudah menunjukkan pukul 06.15 WIB, "Kak, sepertinya aku harus berangkat ke sekolah sekarang, aku takut terlambat."
"Baiklah, ayo, aku akan mengantarkanmu sayang," Ujar Keyvandi, lelaki itu ingin mengantarkan Despina ke sekolah.
"Tapi kak, aku bisa naik ojek online saja, aku tidak ingin merepotkan kakak, kakak pasti kelelahan, dan nanti pasti kakak akan ada acara lainnya."
Keyvandi menggelengkan kepalanya, "Jangan menolak, aku akan mengantarkanmu sayang, kau masuk jam 7 bukan?"
Despina hanya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, tunggu sebentar, aku akan mengantarkanmu sayang, aku akan bersiap dulu."
Keyvandi langsung masuk ke dalam kamar dan bersiap, sedangkan Despina, selagi menunggu lelaki itu, Despina membereskan piring sisa makan tadi.
Beberapa saat kemudian, keybandjy keluar dari kamarnya, lelaki itu menggunakan jeans sobek fan juga hoddie berwarna hitam, tidak lupa masker dan juga kacamata hitam.
"Ayo sayang."
"Apa tidak apa-apa kak? Aku khawatir akan ada penggemar kakak yang melihat kita, aku tidak ingin ada isu buruk yang menimpa kakak."
Despina benar-benar merasa tidak enak jika sampai nanti ada penggemar yang memergoki mereka, ia harus menjaga nama baik Keyvandi, lelaki itu adalah lelaki yang baik, jangan sampai karena dirinya nama Keyvandi menjadi buruk.
"Tidak masalah, ayo sayang." Tanpa aba-aba Keyvandi langsung menarik lembut tangan Despina, lelaki itu mengajak Despina untuk segera berangkat. Keyvandi dan Despina menaiki lift menuju basemen apartemen Keyvandi.
"Kita naik mobil itu saja," Ujar Keyvandi, lelaki itu memilih sebuah mobil keluarga yang tidak terlalu mewah, ia sengaja melakukannya karena para penggemarnya tidak akan mudah mengenali mobil itu, karena yang penggemar Keyvandi tau adalah mobil Keyvandi adakah mobil sport yang biasa lelaki itu gunakan. Sebenarnya di apartemen ini Keyvandi hanya membawa satu mobil sport miliknya, sedangkan mobil lainnya ada di kedian orangtuanya, tapi ia sudah meminta supirnya untuk mengantar satu mobil ini semenjak ada Despina di apartemen miliknya itu.
Despina menuruti perkataan Keyvandi, gadis itu menaiki mobil berwarna hitam milik lelaki itu. Untung saja mobil itu memiliki Java yang gelap, sehingga tidak akan tertebak siapa yang berada di dalamnya.
Mobil Keyvandi itu meninggalkan area apartemen menuju ke sekolah SMA Abdi Bangsa tempat gadis itu sekolah, sebuah sekolah elit yang hanya orang-orang kalangan menengah ke atas saja yang mampu bersekolah di situ. Atau tidak, orang-orang yang memiliki kepintaran diatas rata-rata dan mempunyai beasiswa saja uang akan bersekolah di sana.
Perjalanan dari apartemen Keyvandi menuju sekolah membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
"Kak, sepertinya nanti aku akan tinggal di kos-kosan saja, aku ingin mencari pekerjaan dan menghidupi diriku sendiri." Keyvandi menoleh kearah Despina.
"Kenapa sayang?"
"Aku merasa selama ini terlalu merepotkan kak Vandi, untuk itu aku akan berusaha mencari pekerjaan."
Keyvandi menarik napasnya pelan, "jangan berkata seperti itu sayang, aku tulus membantumu, mungkin aku tidak tau apa yang membuatmu nekat pergi dari rumah, tapi aku tetap ingin membantumu."
*Tapi kak, selama aku di apartemen kak Vandi kakak selalu tidur di sofa, padahal kakak pemilik apartemen, aku jadi kasian dan tidaj enak pada kakak."
"Sayang, aku tidur di sofa karena kamar yang satunya belum di bereskan, jika sudah dibereskan aku akan tidur di kamar. Jangan khawatir." Keyvandi berusaha menenangkan kekasihnya itu.
"Tidak kak, kakak seharusnya tidur di kamar bukan aku, kakak lebih berhak karena apartemen itu milik kakak."
"Huh, baiklah, aku akan tidur di kamar, tapi kau juga harus tidur di kamar, nanti kita bereskan kamar yang satunya ya."
"Tapi---"
"Stttt, sudahlah sayang, jangan ribut hanya karena ini, akubtidak ingin kau memikirkan yang aneh-aneh, aku baik-baik saja," Ujar Keyvandi, lelaki itu mengelus pelan rambut Despina.
15 menit berlalu, mobil yang di kendarai Keyvandi fan Despina sudah sampai di depan SMA Abdi Bangsa, "Kak Vandi, Terimakasih sudah mengantarkanku."
"Iya sayang, aku akan mengantarkanmu setiap hari, oh ya, tapi maaf sayang, aku tidak bisa menjemputmu, nanti kau akan di jemput oleh pak Jo yaz dia bodyguardku, satu lagi, jangan dekat dengan cowok yang waktu itu, aku tidak menyukainya, dan juga jika ada yang mengganggumu katakan padaku sayang."
Despina menganggukkan kepalanya mendengar apa yang Keyvandi ucapkan, Despina tersenyum, "Baik kak Vandi, aku pasti akan mengingat pesanmu."
Ketika Despina akan turun dari mobilnya, suara Keyvandi membuat gadis itu berhenti sebelum membuka pintu mobil.
"Ada apa kak?"
Keyvandi mengambil sesuatu dati dalam laci mobilnya, lelaki itu mengeluarkan sebuah kotak berwarna hitam.
"Ambilah."
Despina yang bingungpun tetao menerimanya, "Apa ini kak?"
"Itu adalah ponsel, aku membelikannya untukmu sayang, aku sangat susah menghubungimu karena ponselmu tida ada, untuk itu aku berinisiatif untuk membekikanmu ponsel baru. Kau harus menggunakannya, karena jika kau memiliki ponsel aku akan gampang menghubungimu."
Despina menatap Keyvandi tidak percaya, lelaki itu memangnya tidak sayang uang apa? Kenapa ia banyak sekali menghamburkan uang hanya untuk Despina.
"Kak, tapi ini sangat mahal," Balas Despina.
Keyvandi menggelengkan kepalanya, "Tidak, itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan aku yang mengkhawatirkanmu huh, terimalah sayang, jika tidak aku akan bersedih."
Akhirnya mau tidak mau Despina menerima pemberian dari Keyvandi itu.
"Sekali lagi terimakasih kak Vandi, maaf aku terlalu banyak merepotkan kakak, padahal kita baru kenal."
Keyvandi mengusap rambut Despina, lelaki itu tersenyum lagi, entahlah, kenapa setia berada di dekat gadisnitu keyvandintidak bisa berhenti tersenyum. "Tidak ada kata merepotkan untukmu, aku sangat menyayangimu Despina, aku rela melakukan apapun untukmu, jadi jangan sering mengucapkan terimakasih, aku ikhlas."
"Tapi---"
"Sudahlah, tidak ada tapi-tapia,n sekafang kau turun ya sayang, nanti kau bisatelat jika tidak segera masuk ke sekolah."
Despina menghembuskan napasnya pelan, ia menatap keyvandi lagi kemudian menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu aku masuk dulu, kakak jaga kesehatan, jangan terlalu lelah, jika lelah kak Vandi harus istirahat, nanti aku akan menghubungi kakak dan akan mengingatkan kak Vandi."
Keyvandi lagi dan lagi tersenyum, "Kau tenang saja sayang, aku pasti akan mengingat pesanmu, dan juga aku akan lebih senang jika kau mengirim pesan atau meneleponku untuk mengingatkan."
"Baiklah, sampai nanti kak Vandi."
Setelahnya, Despina turun dari mobil Keyvandi, Keyvandi hanya menatap punggung Despina yabg tertelan gerbang sekolah. "Kenapa aku bisa jatuh cinta sejatuh ini padanya, hei, aku bukan pedofil kan? Sepertinya bukan, aku masih 25 tahun, dan dia 18 tahun, kami hanya berbeda 7 tahun, bukan umur yang jauh, umur yang wajar." Daripada memikirkan hal itu, akhirnya Keyvandi memilih untuk beranjak dari sana, lelaki itu tidak ingin terlalu banyak berpikir.
Sedangkan Despina, gadis itu masuk ke dalam sekolahnya, rasanya sudah lama sekali ia tidak sekolah, dan ia sangat merindukan suasana sekolahnya.
"Despina!" Panggil seorang gadis cantik degan bando di kepalanya, gadis itu tampak menghampiri Despina dengan wajah cemberutnya.
Despina tersenyum, ia benar-benar sangat merindukan sahabatnya yang satu ini juga, Dandelion, nama yang cantinmk seperti orangnya.
"Kau kemana saja? Aku merindukanmu bodoh, tega sekali kau tidak mengabarimu, para guru mengatakan jika kau sakit, tapi aku tidak bisq menghubungimu."
"Aku---"
"Despina!!!"
.
.
.
TBC