NovelToon NovelToon
Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pengantin Pengganti / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arum Mustika Ratu menikah bukan karena cinta, melainkan demi melunasi hutang budi.
Reghan Argantara, pewaris kaya yang dulu sempurna, kini duduk di kursi roda dan dicap impoten setelah kecelakaan. Baginya, Arum hanyalah wanita yang menjual diri demi uang. Bagi Arum, pernikahan ini adalah jalan untuk menebus masa lalu.

Reghan punya masa lalu yang buruk tentang cinta, akankah, dia bisa bertahan bersama Arum untuk menemukan cinta yang baru? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Karena dia anakku!

Pagi itu udara terasa lembap. Hujan baru saja reda, meninggalkan aroma tanah basah yang memenuhi halaman rumah sakit. Arum berdiri di depan jendela kamar rawat Revano, menatap keluar dengan pandangan kosong. Di belakangnya, suara langkah Gavin mendekat perlahan.

“Bagaimana tidurnya?” tanya Gavin pelan, meletakkan segelas susu hangat di meja kecil dekat tempat tidur.

“Masih demam sedikit,” jawab Arum tanpa menoleh. “Tapi dokter bilang itu normal karena efek obat.”

Gavin mengangguk, matanya menatap Arum yang kini tampak semakin kurus dan pucat. “Kau juga harus istirahat, Arum. Jangan pikirkan hal lain dulu, fokus saja untuk Revan.”

Arum tersenyum samar. “Kalau bukan karena kamu, aku nggak tahu apa jadinya aku dan Revan sekarang.”

Nada suaranya jujur, tapi menyimpan kesedihan. Belum sempat Gavin menjawab, ketukan pelan terdengar dari pintu. Seorang perawat masuk, membungkuk sopan.

“Dok, ada pasien baru ingin konsultasi dengan Anda di lantai tiga. Katanya janji temu penting.”

Gavin menatap Arum sejenak, lalu mengangguk. “Baik, saya ke sana sebentar.”

Sebelum pergi, dia menatap Revano dan menepuk bahu Arum lembut. “Kalau ada apa-apa, langsung panggil perawat, ya.”

Begitu pintu tertutup, Arum menatap anaknya. Ia duduk di sisi ranjang dan mengusap pipi kecil Revano yang tertidur.

“Papa kamu pasti bangga sama kamu kalau tahu kamu sekuat ini, Nak…” bisiknya lirih, meski matanya mulai berkaca-kaca.

Di sisi lain, di ruang konsultasi lantai tiga, Gavin membuka pintu dan mendapati sosok yang tak asing sedang berdiri membelakanginya, jas mahal, aura tegas, dan kehadiran yang berat.

“Silakan duduk,” ucap Gavin sopan, meski dalam hati merasa ada sesuatu yang janggal.

Pria itu berbalik perlahan.

“Terima kasih, Dokter Gavin,” suara berat itu terdengar jelas. “Nama saya Reghan Argantara.”

Mata Gavin sedikit membulat, tapi dia tetap menjaga ekspresi profesional.

“Saya tahu nama itu. Keluarga Argantara cukup dikenal di kota ini. Ada yang bisa saya bantu?”

Reghan menatapnya tajam, kedua tangan bertaut di atas meja.

“Saya ingin bicara tentang seorang pasien. Anak kecil yang … bernama Revano.”

Nada tegas itu membuat Gavin menahan napas sesaat. Ia menatap pria di depannya, lalu berkata hati-hati,

“Boleh saya tahu kenapa Anda menanyakan anak itu dan ... dari mana Anda tahu ada nama pasien ruang anak, Revano?”

Reghan menarik napas panjang. “Karena sore kemarin kita tak sengaja bertemu saat anak itu mencari ibunya … dan aku yakin dia anakku.”

Ruang itu mendadak hening. Gavin menatap Reghan lekat-lekat, mencoba membaca ekspresi di wajahnya, sementara Reghan hanya menatap lurus penuh keyakinan dan luka yang lama tertahan.

“Aku tidak datang untuk menuntut apa pun,” lanjut Reghan pelan, tapi nadanya mengandung emosi yang dalam.

“Aku hanya ingin tahu kebenarannya. Dan kalau benar dia anakku … aku ingin menyelamatkannya.”

Gavin menggenggam tangannya di atas meja, menimbang kalimat itu, lalu berkata pelan namun tegas,

“Kalau begitu, Tuan Reghan … sepertinya Anda dan Arum memang perlu bertemu kembali.”

"Tidak mungkin," ujarnya pelan.

Gavin terdiam cukup lama setelah mendengar pengakuan Reghan sebelumnya. Ruangan itu terasa begitu hening, hanya suara jam dinding yang berdetak pelan di antara mereka. Reghan menunduk, menatap tangannya sendiri yang saling menggenggam di atas meja, nampak berusaha keras untuk menahan perasaan yang bergejolak di dalam dadanya.

“Kalau memang benar dia anak Anda,” ucap Gavin hati-hati, “Arum harus tahu. Kami tidak bisa mengambil keputusan medis tanpa izin dari wali sah.”

Reghan menggeleng perlahan, napasnya berat. “Tidak … aku tidak ingin dia tahu dulu. Setidaknya, bukan sekarang.”

Tatapannya tajam tapi terselip rasa takut yang begitu manusiawi.

“Aku tidak ingin dia menolakku sebelum aku sempat melakukan apapun untuk anak itu. Aku tahu Arum membenciku … dan dia berhak. Setelah semua yang kulakukan padanya dulu ... tidak ada alasan baginya untuk percaya lagi padaku.”

Nada suaranya pecah di akhir kalimat itu, dan Gavin bisa merasakan luka yang tak sepenuhnya tertutup di balik sikap tegas pria itu.

“Tapi, Tuan Reghan,” Gavin menatapnya lurus, “Anda sadar kan? Jika hasil tes ini menunjukkan kecocokan, berarti Anda akan menjadi pendonor utama. Itu artinya Anda harus menjalani serangkaian prosedur medis yang tidak ringan.”

Reghan mengangguk tanpa ragu. “Aku siap, Aku tidak peduli sesakit apa pun prosesnya. Aku hanya ingin anak itu hidup. Aku hanya ingin memperbaiki satu hal … meski semua yang lain sudah terlambat.”

Kata-kata itu membuat Gavin kembali bersandar di kursinya, menatap Reghan lama. Dalam hatinya, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan, antara kewaspadaan dan empati. Ia tahu benar betapa rapuhnya Arum dulu saat pertama kali ia temukan di jalan. Tubuhnya penuh luka cambuk, napasnya pendek, dan darah mengalir dari sela sela pahanya. Wanita itu bahkan tidak punya alasan untuk bertahan hidup, kecuali karena janin kecil di rahimnya.

Dan sekarang pria yang menyebabkan semua luka itu duduk di depannya, memohon kesempatan untuk menebus kesalahan.

“Baiklah,” akhirnya Gavin berkata dengan nada pelan namun pasti, “saya akan jadwalkan pemeriksaan darah Anda sore ini. Tapi saya harap … Anda tidak datang ke hadapan Arum dulu. Setidaknya sampai hasil tes keluar. Dia tidak siap untuk kejutan sebesar itu.”

Reghan menatap Gavin dalam-dalam, lalu mengangguk pelan.

“Aku janji, aku tidak akan muncul di hadapannya sampai waktunya tiba.”

Namun dalam hatinya, satu hal berputar tak henti, bayangan wajah Arum yang dulu penuh luka, dan kini mungkin masih menyimpan benci yang sama.

Dia tahu, pertemuan mereka nanti tidak akan mudah. Tapi untuk Revano, anak yang baru saja ia temukan tanpa sengaja, Reghan akan menanggung apa pun, bahkan jika harus menghadapi masa lalu yang paling menyakitkan.

1
Macrina Catharina
Terima kasih.novelnyavketen..y🙏
Macrina Catharina
Kan kalau hujan pasti ada pelangi ya Thore.
Macrina Catharina
Arum kamu terlalu baik. Regen terlalu dibutakan oleh pesona Alena wanita kemaruk. Tinggalkan saja Regen merasakan sakitnya.. nanti saatnya Regen sadar dn berbalik mencari pkamu.
Boru Ni Pangguris
sampai tamat juga itu si maya, alena dan ayahnya g dapat balesan apa2 cuma elion doang yang di penjara...
cerita nya jg g bermutu.
Boru Ni Pangguris
cape saya membacanya, kata2nya itu itu mulu yang di ulang ulang, kadang aku tak tau alur ceritanya mau kemana..... kejadian 4 tahun lalu.. korban tetap jadi pelaku.. sedangkan pelaku tetap jadi korban. kejadiannya gak kebongkar. pelakunya adem ayem...
Elisabeth Lalang
ceritanya agak berat gak cocok buat yg pengen sat set😁😆
Elisabeth Lalang
Rutinitas yg sma sejauh ini blm ada perubahan yg signifikan🤏 sarapan, main, tidur 😔😟 jujur agk ngebosenin
Boru Ni Pangguris: bacanya juga cape...
kalimatnya bnyak yang di ulang ulangi...
ceritanya g satset...
total 1 replies
Elisabeth Lalang
😟😔 4 thn lalu Reghan yg kurang tegas tp skrng nyawapn rela ia pertaruhkn demi tanggung jwb dan untk menebus semua slhnya, , harusnya Arum tau itu dan paham hrs mnjlskn k anaknya bukan malah brgantung pd Garvin, Seolah-olah menggantung prasaan garvin, garvin hrs tau diri sbrpa bsr pengorbanan nya untk arum, ia hrs tau batasan kalau arum adlh istri orng, jngn jdikn anak arum sbgi alasan untk trus hadir d antra Reghan dan arum, trkesan mengekor dan numpang d rumah mrka😁🤣 kesannya garvin egois bgt
Elfi Sinaga II
kok hatiku sakit ya bacanya
Lancelot
cukup menarik, lanjut
Yus Nita
nasib si R Rubah siliman Alena gimsna y..
setelah kejadian itu..
Yus Nita
kenapa Atum hrs berbohong...
bust madalah saja
Fay
luar biasa
LENY
SEPERTI BIASA HAPPY ENDING ❤👍
LENY
SELALU GAVIN YG DULUAN MENOLONG😥😥
LENY
WAH BAHAYA MENGINTAI ARUM DAN REVANO HATI2 MAYA ELION DAN PAPA REGHAN PASTI BALAS DENDAM😡
LENY
DUH ARUM JGN TERLALU LAMA MIKIR KASIHAN REGHAN REVANO. SDH MULAI DARI AWAL JGN TERPAKU MASA LALU TERUS 😥😥
LENY
SELAMA MANUSIA2 IBLIS INI ADA ARUM DAN REGHAN SUSAH BAHAGIA HIDUP TENANG😥
LENY
OMA HARTATI GAK TINGGAL SAMA REGHAN YA TERNYATA🙏
LENY
MASIH GAK KAPOK ALENA DASAR WANITA GAK TAHU MALU DAN GAK PUNYA HARGA DIRI JIJIK LIHAT WANITA IBLIS INI BAJALAN JD PENFACAU LAGI KEBAHAGIAAN KEL REGHAN😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!