NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau Berkuda ?

"Nat_hmmpt_"

Natasha menyambar bibir Dylan penuh nafsu. Pria bermanik hijau itu juga tak mau kalah memagut bibir mungil Natasha. Tangannya bergerilya meraba setiap inchi tubuh wanita yang kini mencintainya.

"Aku lapar..hhhs eugh!" Natasha menyudahi pagutannya, keningnya menempel di kening Dylan. Keduanya menghirup oksigen.

"Tunggu sebentar lagi yah." Dylan menyuruh Natasha duduk di meja makan, ia melanjutkan lagi masaknya.

Namun di sela sela kegiatannya tiba tiba Dylan membicarakan Arabella. "Kemarin aku berhasil menghubungi Bella. Dia bilang kalau dia baik baik saja. Semoga saja itu benar." Lirihnya.

Natasha menatap lurus ke depan dan tersenyum getir, setelah apa yang mereka lakukan barusan, sempat sempatnya Dylan membahas Arabella.

"Hmm, dia juga menghubungi ku. Dia sudah bahagia bersama suaminya."

"Semoga saja! Kalau Bella tidak bahagia, aku akan merebut paksa dengan caraku!" Geram Dylan menyeringai dengan arti yang berbeda.

GLEG

Natasha tak menanggapi lagi dia menunduk, lebih memilih diam. Tak lama kemudian Dylan membawa sarapan untuk dirinya dan wanita itu. Keduanya makan bersama tanpa ada yang bicara.

"Kamu mau ke butik?"

"Hmm."

"Aku antar sekalian, aku ada meeting dengan om Dave." Jawab Dylan.

Setelah drama panjang mereka berdua pergi ke tempat kerja masing masing. Namun Dylan membalikkan setirnya ke rumah Bella. Ketika dia sampai didepan gerbang itu, dia menatap memandang balkon kamar Bella.

"Aku merindukanmu Bella, cepatlah pulang." Gumam Dylan.

-

-

-

Sedangkan perempuan yang di cintai Dylan, kini tengah memilih rumah impiannya bersama suaminya. "Jadi mau yang mana?" Tanya Dariush.

"Apa kita akan tinggal disini selamanya?" Lirih Bella dengan wajah sendunya.

"Hmm...kenapa?"

"Aku tidak berniat menjadi warga negara di sini dan tidak ingin tinggal di sini selamanya. Aku rindu negaraku. Makanan disini tidak cocok di lidah ku." Lirih Bella dengan wajah sendunya.

Kedua tangan Dariush membelai pipi istrinya yang dingin. "Ok kalau itu maumu, aku akan membeli rumah di negaramu. Aku juga akan membuka cabang perusahaan di sana."

"What? Segampang itu? Seberapa kaya orang ini?" Gumam Bella batinnya.

Kepala Bella mengangguk pelan, tangannya terangkat melingkar ke leher suaminya, dia mengecup bibir itu. "Terima kasih."

Bibir Dariush mengulas senyum yang hangat untuk istrinya. Mereka tetap memilih rumah sesuai keinginan Bella. Keduanya berbelanja dulu sebelum pulang. Setelah selesai dari sana, keduanya kembali ke penthouse.

Bella tidak ingin kembali lagi kerumah itu. Karena dirumah itu pertama kalinya dirinya di sekap oleh suaminya kini.

Didalam kamar Bella masih membereskan baju baju dirinya dan suaminya yang baru dibelinya tadi. Karena mulai hari ini mereka akan tinggal disana. Rumah yang Dariush beli belum bisa ditempati. Masih ada yang harus di renovasi sesuai keinginan Bella.

"Nanti bibi Anna akan mulai bekerja di sini. Jadi kalau aku bekerja, kamu tidak akan kesepian." Ucap Dariush.

"Hmm, terserah!" Jawab Bella datar tanpa menoleh. Selesai membereskan pakaiannya, Bella menghampiri suaminya yang duduk di sofa sambil menyandarkan kepalanya di pundak sang suami.

"Jadi kapan aku bisa mulai bekerja? Laptopku mana?" Tanya Bella.

Tangan Dariush menarik istrinya duduk di pangkuannya. Tatapan keduanya bertemu, semenjak menikah, Dariush kecanduan dengan bibir indah istrinya.

"Hmmpt_"

Bukannya menjawab namun Dariush malah memagut bibir istrinya. Tangan Bella juga sudah melingkar di leher suaminya. Pagutan itu makin menuntut. Tangan Dariush menjalar kemana mana ke setiap aset istrinya.

Dia melepaskan pagutannya. "Besok, kamu bisa bekerja dari rumah. Apa lagi yang di butuhkan?" Jawab Dariush dengan suara seraknya.

"Aku_aku butuh kamu." Tutur Bella yang menatap lekat bola mata suaminya.

DEG

"Apa kamu sudah mencintaiku?"

"Belum, aku hanya nyaman bersama mu walaupun kamu kadang menyebalkan." Celetuk Bella yang sudah menyebikkan bibirnya.

Dariush tertawa sumbang baginya istrinya ini sangat menggemaskan sekali. Dia mencubit hidung istrinya pelan.

Dia melanjutkan lagi pagutan yang tertunda. Keduanya menikmati hasrat yang bergelora. Bahkan baju Bella sudah lepas dari badannya.

"Ssshh...ahhh...!" Bella mendesah tak kala suaminya menyesap asetnya. Kepalanya mengadah ke atas menikmati setiap sentuhan suaminya.

Masih di sofa yang empuk itu, Dariush terus memanjakan istrinya. Pertempuran panas itu terjadi cukup lama. Berbagai gaya pun sudah mereka coba. Hingga keringat membasahi tubuh keduanya.

"Terima kasih, Arabella!"

"Untuk apa lagi?"

Dariush memeluk istrinya yang polos dari belakang. Dia menghirup ceruk leher istrinya yang wangi. Bella berbalik menghadap suaminya. "Kenapa hmm?"

"Maafkan aku jika pertemuan pertama kita membuatmu kesal."

"Hmm tidak usah dibahas lagi, kamu memang menyebalkan, untung saja tampan." Celetuk Bella yang menelusup ke dada polos sang suami.

"Diamlah, aku lelah." Lama kelamaan mata Bella terpejam.

Dariush mengulas senyum manis, mengecup kening istrinya lama. Ada gelanyar aneh dalam dirinya ketika pertama kali bertemu Bella.

Hatinya tak bisa menampik jika ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Dariush berjanji dalam hatinya akan melindungi istrinya.

-

-

-

Matahari mulai menyorot wajah teduh Bella, matanya menyipit dan ia menggeliatkan tubuhnya. "Hoaaam... sudah pagi, loh kenapa aku disini? Bukannya semalam aku di sofa?"

"Morning babe... aku yang memindahkan mu sayang." Jawab Dariush, ia membuka matanya yang lelah akibat pergulatan mereka.

Bella memandang dalam wajah suaminya yang baru bangun tidur itu. Dia masih tak menyangka takdir membawanya kesini. Tangannya terulur membelai pria tampan itu.

"Kenapa sayang hmm?"

"Apa yang Tuhan rencanakan? Kenapa Tuhan membawa ku sejauh ini? Aku enggak tahu apa pun tentang kamu. Apa pernikahan ini hanya sementara?" Lirih Bella.

"Tidak! Pernikahan ini selamanya, sampai kita menua mungkin sampai kita punya cucu. Kenapa bicara seperti itu?"

Bella menghela nafasnya dan memeluk suaminya, dia bersandar di dada atletis suaminya yang polos tanpa sehelai benang.

"Aku takut akan jatuh cinta pada mu. Lalu kamu pergi dariku." Lirihnya lagi.

"Tidak akan! Justru aku yang takut kamu pergi setelah tahu siapa aku." Balas Dariush datar.

"Aku tahu...kamu pria kejam yang tampan." Celetuk Bella sambil memainkan telunjuknya di dada suaminya.

Tangan Dariush memegang telunjuk istrinya dan mengulumnya. "Mau berkuda?"

"Mau... ayo sekarang! Hmmpt_"

Dariush langsung melumat bibir istrinya. "Okee setelah ini yah! Ahh!" Keduanya melebur dalam gejolak asmara yang tiada henti.

Selesai ritual dipagi hari itu kini keduanya sudah siap untuk pergi berkuda. Bahkan Dariush membantu istrinya merapihkan dressnya. "Cantik."

Tangannya menautkan ke tangan istrinya. Bella sepertinya sudah sangat nyaman bersama Dariush. Senyumnya mengembang. Dia mengangguk pelan dan mengikuti kemana suaminya pergi.

-

-

-

"Woahh pengantin baru sudah datang. Ayo kita mulai. Kakak ipar sepertinya kau harus memilih kuda yang akan kau pakai." Ucap Sean, dia sudah berada disana bersama anak buahnya, Jake.

"Dia disini juga? Menyebalkan sekali. Eum.. Maaf bukan maksud aku_" Bella berbisik ke telinga suaminya.

"Tak masalah. Dia memang yaa begitu." Jawab Dariush santai.

Dariush membawa istrinya memilih kuda yang di inginkan. Pilihan Bella jatuh pada kuda putih bermata coklat muda. "Yang ini sayang?"

"Hmm cantik." ucap Bella dengan senang.

"Seperti kamu!" Sahut Dariush yang memuji istrinya.

Pipi Arabella tersipu malu bahkan sudah merah merona ketika di puji oleh suaminya.

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!