Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Antonio mengedarkan pandangannya kepada semua para dewan direksi dna menghela nafasnya.
"Kalian semua sudah mendengar dan menjadi saksinya, jadi nanti setelah 49 hari setelah perhatian yang dibuat putriku dengan lelaki keparat ini selesai maka perhatian pranikah iru akan dilaksanakan". Ucapnya dengan tenang.
Sedangkan Niko kini hanya bisa menunduk pasrah, dia tidak punya pilihan lain selain menjalan perjanjian pranikah dirinya dan juga Bella begitu juga perjanjian selama 49 hari kedepan.
Plak..
"Dasar anak tak tahu diuntung". Ucap Handoko dengan penuh kemurkaan.
Wajahnya memerah dan nafasnya tidak beraturan, dia sungguh tidak menyangka jika anaknya berbuat seperti ini.
"Ayah". Cicit Niko tidak percaya.
"Dan kamu wanita jalang, sekarang kamu puas karena menghancurkan masa depan anakku ha!, sudah kubilang jauhi putraku, saya tidak pernah sudi kamu bersama putra saya karena kamu hanya perempuan matre yang mengincar anak orang kaya". Teriak Handoko langsung memberi tamparan keras kepada Merry hingga dia tersungkur disebelah Niko.
"Ayah". Jerit Niko dengan penuh amarah.
Dia tidak terima kekasihnya ditampar seperti itu oleh ayahnya, dia menatap ayahnya dengan penuh emosi.
"Apa?, apa hah! ". Murka sang ayah kembali melayangkan tangannya pada wajah Niko.
"Sebaiknya kalian semua keluar dari ruangan ini, kami seperti nya butuh ruang untuk berbicara". Ucap Antonio menatap semua orang yang ada disana.
Ini bukan konsumsi orang-orang yang tidak memiliki kepentingan pribadi mereka karena ini sudah keluar dari ranah pekerjaan.
Mereka semua mengangguk kemudian keluar membiarkan Handoko melakukan apapun keinginannya.
"Jangan kasarin dia ayah, kami saling mencintai". Cicit Niko dengan pelan begitu mendapatkan benar akan kerasa dari sang ayah.
"Mencintai?, kamu menghancurkan hidupmu demi wanita seperti ini sedangkan wanita yang ayah pilihkan untukmu bahkan 100 kali lipat darinya, kamu tidak punya otak ha!! ". Bentuknya dengan penuh kemurkaan.
"Pernikahan itu keinginan ayah dan juga ibu, aku sudah mengatakan jika aku mencintai orang lain tapi kalian memaksa ku untuk melakukannya, dan sekarang ayah menyalahkan aku padahal aku sudah berusaha membuka hati tapi tidak bisa, aku tidak pernah mencintainya ayah, aku hanya mencintai Merry". Ucapnya dengan pelan tapi masih bisa didengar oleh semua orang.
Bella yang mendengar langsung dari mulut suaminya jika pernikahan ini begitu terpaksa memegang dadanya, sakit sekali rasanya mencintai sendirian, pantas saja suaminya tidak pernah melihatnya.
Antonio mengepalkan tangannya, jadi ini alasan Niko tidak pernah memberikan anaknya haknya sebagai istri.
"Kalian semua menipu anakku?? ". Tanyanya dengan tajam.
Dia mengepalkan tangannya hingga kukunya memutih, tapi Bella langsung memeluk sang ayah agar amarahnya reda, dia tidak mau ada pertumpahan darah disini.
Handoko mengalihkan pandangannya pada sahabatnya ini, matanya berkaca-kaca tidak sanggup membayangkan bagaimana kehidupan anaknya kedepan setelah ini.
"Kami tidak pernah memanfaatkan apa lagi menipu Bella besan, kamu bisa tanya kepadanya jika kami sangat menyayangi dirinya dan menganggap dia sebagai menantu terlepas dari semua kekayaan yang dia miliki".
Hamdan menarik nafasnya dalam-dalam berusaha menghirup oksigen sebanyak mungkin karena dadanya sungguh terasa sangat sesak sekarang.
"Kamu menyayangi putrimu begitu juga kami, kami memilih Bella karena dia jelas dari semua sisi, keturunan, kekayaan bahkan juga hadiahnya dia adalah anakmu".
"Yang paling utama adalah dia tulus mencintai putraku dan aku hanya ingin putraku hidup dengan baik kedepannya, bisa mendukung setiap langkahnya entah didepan maupun dibelakangnya, bukankah itu juga yang kamu harapkan dari calon istri putramu kelak? ". Airmata Handoko tiba-tiba menetes.
"Ayah". Cicit Niko pelan.
Dia merasa terpukul mendengar perkataan sang ayah yang ternyata begitu menyayangi dan memperhatikan masa depan dan juga melindunginya.
"Dia tidak pantas untuk putraku Antonio, kamu bisa melihat sendiri laporan itu berapa rakusnya dia menguras harta putraku miliki bahkan sampai melakukan hal memalukan dengan menipu istrinya sendiri demi menyenangkan perempuan itu, kamu bisa mengetahui perempuan seperti itu tanpa ku beritahu sekalipun".
" Handoko ". Cicit Antonio pelan.
Dia tidak tahu jika Handoko sengaja melakukan hal ini agar bisa memisahkan dan melindungi anaknya, dia juga akan melakukan hal yang sama jika itu terjadi pada putranya kelak.
"Aku hanya ingin yang terbaik untuk putraku, dan bagiku putrimu adalah yang terbaik bukan perempuan yang mengaku mencintai putraku melainkan mencintai hartanya ". Ucapnya pelan dan penuh penekanan.
Merry mengepalkan tangannya, dia merasa sangat terhina walau kenyataannya benar adanya jika dia hanya memanfaatkan Niko selama ini agar dia bisa keruk hartanya dan memperkaya dirinya sendiri apalagi dirinya hobby berbelanja dan bergaya hedon.
"Saya mencintai anak om bukan karena hartanya, masalah yang melibatkan pembelian itu Niko sendiri yang memberikan nya kepada saya tanpa saya memintanya". Ucapnya pelan berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk melawan.
Niko tertegun sejenak, bagaimana bisa kekasihnya itu berbohong untuk menyelamatkan dirinya padahal semua yang dia berikan itu karena dirinya meminta dibelikan semua itu sebagai bukti cintanya tentu saja dia memberikannya.
Handoko terkekeh pelan, tatapannya sinis menilai jika gadis ini berbohong.
"Kamu pintar sekali mencari alasan Merry, kamu pikir lelaki akan langsung membelikan segala sesuatu tanpa ada permintaan darimu, lelaki itu adalah mahluk yang kurang peka dan kurang paham apalagi masalah perhiasan atau apalah itu, dan Niko tipe lelaki yang tidak melakukan itu jika tidak diberitahu". Ucapnya penuh kemenangan.
Dia tahu persis karakter sang anak yang sangat mirip dengannya jika masalah wanita.
Niko menatap ayahnya pelan, ayahnya ternyata begitu menyayangi dirinya sampai karakter yang satu itu ayahnya juga sangat memahami dirinya.
"Dan kamu Niko, kamu terlalu dibutakan oleh cinta pada gadis yang tidak pantas untukmu, kini kamu akan kehilangan segalanya dan untuk kali ini ayah tidak bisa membantumu, ini perusahaan mu, jika terjadi sesuatu padanya kamu sendiri yang harus bertanggungjawab dan memperbaikinya, ayah sudah tak ingin ikut campur lagi, dan jalani saja sisa perjanjian mu dengan Bella setelah itu terserah kalian".
"Jadi ayah mau membuangku? ". Tanyanya tidak percaya.
Ayahnya selalu membantunya dari belakang jika terjadi masalah dan sekarang ayahnya sudah lepas tangan dari hidupnya.
"Ayah tidak membuangmu, Itu konsekuensi dari perbuatanmu nak, ayah selalu mengajarkanku untuk bertanggungjawab atas apa yang kamu lakukan jadi maafkan ayah untuk kali ini ayah tidak akan membantumu karena kamu melanggar semua pasal dari perjanjian pranikah itu".
" Ayah". Ucap Niko dengan memelas.
Dia sungguh tak menyangka jika akan bernasib seperti ini, ayahnya sendiri sudah tidak mau membantunya.
"Nak Bella maafin anak ayah yah, ayah tidak tahu dia melakukan hal seperti ini padamu, ayah harap apapun terjadi nantinya kamu tidak membenci kami dan tetap menganggap kami sebagai orangtuamu". Ucapnya dengan sendu.
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆
klo gak bakalan sibuk kelonan ma Merry
yang kemaren di bela habis habisan...
sekarang di hina di caci maki habis habisan juga...
kesiaaaaaan...
kemaren video cctv,kalau sekarang di depan biji mata ya Niko