NovelToon NovelToon
JANDA-JANDA UNDERCOVER

JANDA-JANDA UNDERCOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan
Popularitas:960
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Arsila

siapa sangka tiga janda dari latar belakang berbeda seorang Bella damayanti 28(mantan polwan) ,Siska Paramita 30(mantan koki) , dan Maya Adinda 29(mantan guru TK) tanpa sengaja membentuk tim detektif amatir. Mereka awalnya hanya ingin menyelidiki siapa yang sering mencuri jemuran di lingkungan apartemen mereka.

​Namun, penyelidikan itu malah membawa mereka ke jaringan mafia kelas teri yang dipimpin oleh seorang bos yang takut dengan istrinya. Dengan senjata sutil, semprotan merica, dan omelan maut, ketiga wanita ini membuktikan bahwa status janda bukanlah halangan untuk menjadi pahlawan (yang sangat berisik).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Arsila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Barikade Puri Kencana dan Serangan Balik Don Toro

​Langit Jakarta menyambut kepulangan The Justice Widows dengan kelembapan 90% dan kemacetan yang seolah-olah dirancang oleh iblis. Namun, bagi Bella, Siska, dan Maya, aroma polusi ibu kota terasa lebih manis daripada teh sore di London. Masalahnya, ketenangan itu hanya bertahan sampai taksi online yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan gerbang Apartemen Puri Kencana.

​Kondisi apartemen sudah seperti zona perang. Garis polisi silang-menyilang di lobby. Kaca-kaca jendela lantai bawah pecah, dan yang paling mengerikan: spanduk besar terbentang di balkon lantai lima bertuliskan: "KEMBALIKAN HAK BAWANG KAMI – DON TORO KEMBALI!"

​"Wah, ini bener-bener penghinaan terhadap estetika properti!" Maya memekik, tangannya gemetar saat merogoh lipstik granatnya. "Itu spanduk dipasang pakai paku payung ya? Bisa rusak itu cat temboknya!"

​Bella Damayanti tidak banyak bicara. Ia segera menarik koper taktisnya. "Siska, Maya, lewat pintu belakang. Jalur pipa pembuangan yang pernah gue petakan di Bab 1. Don Toro nggak bakal nyangka kita masuk lewat jalur bau."

​Mereka berhasil menyelinap ke unit 303 melalui jendela balkon yang untungnya masih terkunci. Di dalam, sudah menunggu sebuah "komite pertahanan" darurat. Ada Pak Bambang (sekuriti yang dulu hobi tidur, sekarang memegang tongkat listrik dengan siaga), Bang Jago (tukang galon langganan yang badannya kekar), dan Jeng Sri (janda lantai dua yang membawa botol-botol sirup berisi bensin molotov rumahan).

​"Mbak Bella! Akhirnya kalian pulang!" Pak Bambang hampir menangis. "Itu gerombolan Don Toro sudah menguasai lantai satu dan dua. Mereka mencari daster-daster legendaris itu!"

​Bella segera mengambil komando. Ia membentangkan denah apartemen di atas meja makan Siska yang penuh debu. "Oke, dengerin semuanya. Kita nggak punya senjata api, tapi kita punya inventaris apartemen. Bang Jago, kumpulkan semua galon kosong di tangga darurat. Isi dengan air sabun, kita bikin jebakan licin. Pak Bambang, matikan lift dan sabotase sensor kebakaran agar air sprinkler menyala kalau mereka masuk ke zona merah."

​Siska melangkah ke dapurnya. Ia memeriksa stok bumbu. "Gue butuh bantuan ibu-ibu lantai tiga. Kita bikin 'Bom Kimia Dapur'. Campurkan bubuk lada putih, cuka, dan soda kue. Masukkan ke dalam plastik es lilin. Kita bakal bikin mereka bersin sampai pingsan."

​Maya? Maya sedang sibuk membagikan daster-daster stok dagangannya dari Tanah Abang kepada para wanita di apartemen. "Ayo ibu-ibu, pakai daster ini! Ini bukan cuma pakaian, ini adalah seragam tempur kita! Daster ini antipeluru? Enggak sih, tapi bisa bikin musuh bingung karena motifnya pusing kalau dilihat kelamaan!"

​Pukul 02.00 dini hari. Suasana hening, sampai suara langkah sepatu bot yang berat terdengar menaiki tangga. Don Toro memimpin dari depan, perutnya yang sekarang sedikit lebih ramping dibalut rompi antipeluru yang ukurannya masih kekecilan. Di sampingnya, Bu Fatma berjalan dengan angkuh, menenteng teflon legendarisnya yang kini sudah dimodifikasi dengan aliran listrik bertegangan tinggi.

​"Cari tiga janda itu! Hancurkan setiap unit kalau perlu!" teriak Don Toro.

​Saat mereka mencapai lantai tiga, Pak Bambang menekan tombol. WUSH! Ratusan liter air sabun tumpah dari balkon atas melalui tangga darurat.

​"Aaaaaa! Licin! Lantainya licin kayak janji manis politikus!" teriak salah satu anak buah Don Toro saat mereka terpeleset dan meluncur ke bawah seperti pin boling.

​Di saat itulah, "Pasukan Galon" beraksi. Bang Jago dan timnya menjatuhkan galon-galon kosong dari lantai atas. BUM! BUM! BUM! Galon-galon itu menghantam kepala anak buah Don Toro yang sedang berusaha berdiri di atas lantai licin.

​"Serang pakai bumbu!" perintah Siska.

​Para ibu-ibu apartemen muncul dari balik pintu unit masing-masing, melemparkan "Plastik Es Lilin Kimia" ke arah musuh. Udara seketika dipenuhi kepulan debu lada dan aroma cuka yang menyengat.

​"Uhukk! Uhukkk! Mataku! Perih banget! Ini lada apa nuklir?!" teriak Udin, yang lagi-lagi tertangkap dalam kekacauan ini.

​Di tengah asap lada, Bu Fatma berhasil menerobos barikade. Ia mengayunkan teflon listriknya ke arah pintu unit 301. CRAKK! Pintu itu hancur berantakan.

​"Siska! Keluar kamu! Kita selesaikan urusan katering yang belum tuntas!" teriak Bu Fatma.

​Siska melangkah keluar dengan tenang. Di tangannya, Sutil MK-II miliknya memancarkan cahaya biru redup tanda fitur ultrasoniknya aktif. "Bu Fatma, saya menghargai masakan Ibu, tapi saya benci cara Ibu mengintimidasi tetangga saya."

​Duel dimulai di koridor sempit lantai tiga. Bu Fatma menyerang dengan kekuatan penuh. Setiap kali teflon listriknya menghantam dinding beton, percikan api menyambar. Siska bergerak dengan kelincahan seorang koki yang terbiasa menghindari cipratan minyak panas.

​TANG!

​Sutil dan teflon beradu. Gelombang kejut ultrasonik dari sutil Siska merambat ke tangan Bu Fatma, membuatnya sedikit gemetar.

​"Kamu pikir sutil kecil itu bisa mengalahkan teflon lima lapis antipasir ini?!" Bu Fatma memutar teflonnya, mencoba menjepit leher Siska.

​Siska merunduk, melakukan gerakan memutar ke belakang, dan menggunakan ujung sutilnya untuk menusuk titik saraf di pergelangan tangan Bu Fatma. "Ini bukan soal besar kecilnya alat, Bu. Ini soal teknik pengolahan!"

​Siska kemudian menarik sebuah kabel dari balik celemeknya kabel yang terhubung ke tangki air pemadam kebakaran yang sudah disabotase Bella. Ia menancapkan kabel itu ke genangan air sabun di lantai.

​"Bella! Nyalakan!"

​Bella menekan saklar di ruang panel. Arus listrik kecil mengalir di lantai, menciptakan kejutan statis yang membuat Bu Fatma kaku sejenak karena sepatunya yang basah. Siska mengambil kesempatan itu untuk memberikan hantaman "Sutil Smash" tepat ke permukaan teflon Bu Fatma.

​BZZZZZT—BOOM!

​Sirkuit listrik di teflon Bu Fatma meledak, menciptakan efek kembang api kecil di koridor. Bu Fatma terduduk lemas, rambutnya yang biasanya rapi kini berdiri tegak terkena aliran statis.

​Sementara itu, Don Toro berhasil mencapai unit 302, tempat Maya sedang bersembunyi (sambil live streaming perjuangan warga). Don Toro mendobrak pintu dan melihat Maya sedang memegang daster macan pink-nya.

​"Serahkan daster itu, Maya! Itu kunci harta karun yang asli!" ancam Don Toro sambil menodongkan pistol.

​Maya gemetar, tapi ia tersenyum licik. "Oh, Bapak mau ini? Ambil aja! Ini daster keramat kok!"

​Maya melemparkan daster itu ke arah Don Toro. Saat Don Toro menangkapnya, Maya menekan tombol di ponselnya. Ternyata daster itu sudah disisipi oleh "Benang Pengikat" ciptaan Master Tailor. Begitu menyentuh tubuh Don Toro, daster itu secara otomatis mengerut dan melilit tubuh Don Toro seperti kepompong.

​"Apa-apaan ini?! Lepaskan! Aku nggak bisa napas!" Don Toro berguling-guling di lantai, terbungkus daster macan pink yang sangat ketat.

​"Itu namanya 'Daster Pengikat Kasih Sayang', Pak Toro!" ejek Maya sambil memukul kepala Don Toro pakai botol parfumnya. "Sekarang Bapak diam ya, biar aku dapet banyak likes di TikTok!"

​Menjelang subuh, situasi akhirnya terkendali. Anak buah Don Toro yang tersisa sudah diikat menggunakan kabel galon oleh Bang Jago dan tim sekuriti. Polisi (yang asli) akhirnya tiba dan mengangkut Don Toro yang masih terbungkus daster macan dan Bu Fatma yang masih mengalami rambut berdiri.

​Kolonel Lastri (yang ternyata adalah Android yang sudah diprogram ulang oleh Bella) berdiri di depan lobby, memberikan hormat kepada warga apartemen.

​"Operasi Pembersihan Apartemen sukses," lapor Bella ke markas pusat lewat satelit.

​Warga Puri Kencana bersorak. Mereka merayakan kemenangan itu dengan makan rendang buatan Siska yang disajikan secara prasmanan di area parkir. Maya sibuk berfoto dengan para ibu-ibu yang masih memakai daster tempur mereka.

​Namun, di tengah kegembiraan itu, Bella menerima sebuah koordinat baru di jam tangannya. Koordinat itu menunjuk ke arah Hutan Amazon, Brazil.

​"Ada apa, Bel?" tanya Siska sambil menyodorkan piring rendang.

​Bella menatap layar jam tangannya dengan serius. "Don Toro dan Bu Fatma cuma umpan. Mereka bilang mereka bergabung dengan 'Benang Hitam' yang baru. Ternyata, pemimpin aslinya ada di Brazil. Dia sedang mencoba menenun 'Daster Keabadian' menggunakan serat tumbuhan purba yang bisa bikin pemakainya nggak bisa mati."

​Siska menghela napas, menatap sutilnya yang sedikit penyok. "Brazil ya? Berarti kita butuh bumbu tropis lebih banyak. Dan Maya... lo butuh daster bahan katun tipis, di sana panas banget."

​Maya mengeluh, "Brazil?! Hutan?! Banyak nyamuk dong! Bel, pesen daster yang ada fitur anti-nyamuk elektrobionik ya!"

​Bella tersenyum tipis. "Sudah gue pesenin, May. Kita berangkat besok pagi."

​Tiga janda itu kembali bersiap. Apartemen mereka mungkin berantakan, tapi semangat mereka lebih kuat dari sebelumnya. Karena bagi The Justice Widows, rumah bukan hanya soal bangunan, tapi soal siapa yang menjaganya.

1
yumin kwan
baru nemu, langsung marathon....
seru kocak... walau ga masuk akal 🤣🤣🤣
yumin kwan
astaga.... kok bisa kepikiran ide begini.... salut....
yumin kwan
astaga.... seru bgt ini 3 janda.... 😄
yumin kwan
kayaknya kocak ini cerita..... save ah...
Marley
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!