NovelToon NovelToon
LOTUS YANG TERASING

LOTUS YANG TERASING

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Wanita perkasa / Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.

*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"

*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"

*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"

*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"

*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?

*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?

*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13: Musnahnya Keluarga Hua!

***

Malam kedua pun tiba ...

Persiapan yang dipersiapkan Anlian pun sudah selesai semua.

Langit di atas Ibukota Kekaisaran seolah-olah tampak terbelah oleh sekumpulan awan hitam yang bergulung, menelan cahaya bulan tanpa sisa.

Angin berhembus dingin, membawa aroma amis da-rah yang belum tertumpah.

Di Kediaman Keluarga Hua, lentera-lentera digantung rapat, pengawal kediaman terlihat sangat sibuk berpatroli, dan sebuah formasi pelindung diaktifkan.

Namun ...

Rasa takut itu tetap merayap di setiap sudut hati setiap orang yang ada di dalam sana.

Di Aula Utama, Hua Zheng duduk diatas bangku kebesarannya dengan wajah tegang.

Para wanita berdiam di dalam kamar masing-masing, sedangkan para pria berkumpul bersama di dalam Aula, kecuali Duanyi yang masih tergeletak tidak berdaya.

Hanya Nyonya Hua sendiri, yang berani berdiri disisi suaminya.

"Perketat penjagaan di sekitar Paviliun Melati dan Paviliun Killin. Jangan sampai lengah!" perintah Hua Zheng dengan nada dingin.

"Baik, Tuan Besar!" jawab para kepala pengawal serempak.

Hua Xiang dan Hua Fang menatap kakaknya dengan gelisah.

"Kak ... aku punya firasat buruk. Sejak dua hari lalu, burung-burung malam tidak lagi mendekati halaman ini," ujar Hua Fang dengan suara lirih.

"Itu hanya kebetulan saja, jangan terlalu skeptis!" jawab Hua Zheng cepat, walaupun suaranya sedikit bergetar.

Nyonya Hua memeluk lengannya sendiri dengan gelisah.

"Ling’er semakin sering berteriak ... dia menyebut nama seseorang berulang-ulang dalam tidurnya ..." ujar Nyonya Hua.

"Nama siapa yang dia sebut?" tanya Hua Zheng.

Nyonya Hua menelan salivanya, sambil mengingat-ingat nama yang selalu disebut oleh Hua Lingyi.

"Dia selalu memanggil ...'Kak Hua Zhen ... Aku tahu Anlian itu adalah Kakak. Maafkan aku, Kak!'," jawab Nyonya Hua.

Prang!

Cangkir teh di tangan Hua Zheng terjatuh dan pecah diatas lantai, ketika mendengar nama itu.

"Dia bilang ... 'Kakak?' ...??"

Hua Xiang dan Hua Fang menoleh kearah Nyonya Hua dengan tatapan tajam.

"Benar ..." jawab Nyonya Hua.

Hua Zheng memejamkan matanya, seolah-olah sedang mengingat kembali perlakuan dirinya terhadap putri dari mendiang istrinya itu.

Kedua kakak Hua Zhen sudah lama tidak tinggal di Kediaman Hua, karena mereka pergi ke wilayah lain untuk berdagang.

"Dimana Hua Zhing berada?" tanya Hua Zheng kepada Hua Fang.

"Dia sedang menemani Duanyi dikamarnya," jawab Hua Fang.

"Hua Jing dan Hua Xian sudah tiga tahun berada diluar wilayah, entah bagaimana kabar mereka sekarang ..." gumam Hua Zheng dengan suara lirih.

Hua Zheng mendongakkan kepalanya, tatapan matanya berubah tajam kembali.

"Kalian semua kembali ke kamar masing-masing! Jangan keluar apa pun yang terjadi!"

Nada suaranya terdengar berat, seperti beban yang ada dipundaknya yang terasa sangat ... berat.

Malam ini tekanannya terlalu berat untuknya dan seluruh orang yang ada di dalam Kediaman Hua.

Apakah mereka akan bertahan?

Belum bisa dipastikan jawabannya.

Tanpa mereka sadari, bayangan-bayangan hitam berkelebat diluar tembok kediaman Hua.

Langkah mereka ringan seperti angin, dan aura mereka terkunci dengan baik di dalam tubuh mereka masing-masing.

Sosok-sosok itu seperti bukan manusia ...

Karena mereka adalah 'Ashura Neraka'.

Di atas atap Paviliun bagian Timur, Shen Luo berlutut dengan satu kaki dihadapan Anlian.

"Waktunya telah tiba, Nona D!" lapornya dengan suara rendah.

"Penjaga Rahasia dan penjaga biasa berjumlah 100 orang, dan formasi mereka sudah di non-aktifkan!" lapor bayangan lain yang baru datang kepada Anlian.

"Tabib, pelayan, dan jumlah seluruh anggota keluarga Hua yang ada sekitar 150 orang di dalam sana. Hanya dua orang yang tidak terlihat, yaitu kedua Kakak laki-laki dari mendiang Ibu Anda, Nona D ... Hua Jing dan Hua Xian. Mereka sudah tiga tahun berada di wilayah lain, dan tidak pernah kembali." lapor bayangan lainnya, yang datang dari arah belakang Anlian.

"Baiklah, kita bergerak sekarang! Untuk kedua Kakak laki-lakiku itu akan kita pikirkan nanti, jika sikapnya bagus, maka hapus kedua nama itu dari target pemusnahan!" ujar Anlian dengan suara rendah.

"Tuan S, kirim sinyal penyerangan! Malam ini, keluarga Hua ini harus ... Musnah!" perintah Anlian kepada Shen Luo.

"Baik, Nona D!"

Whooom!

Dhuar!

Braaak!!

Formasi pelindung Kediaman Hua bergetar halus, lalu ... hilang.

"Siapa disana?!" teriak seorang pengawal.

Tidak lama kemudian, ...

Crack!

Leher penjaga itu sudah patah, karena dipelintir oleh salah satu anggota Ashura Neraka dari arah belakang.

Brugh!

Tubuh tanpa nyawa itu langsung dilempar kearah penjaga lainnya yang ada disana.

Para penjaga yang berdiri disana: "...."

"Bersiap! Serangan Musuh!!" teriak penjaga yang sadar dari keterkejutannya.

Sebelum mereka sempat bergerak, tiba-tiba ...

Slash! ... Slash! ... Slash!

Kepala para pengawal itu sudah hilang dari raga, dan jatuh ke atas tanah diiringi oleh semburan da-rah segar dari raganya.

Ashura Neraka menyebar bagaikan wabah berbahaya ke dalam Kediaman itu.

Pedang mereka bergerak lincah memenggal setiap kepala, yang mereka temui tanpa ampun.

Tidak perduli usia, yang ada di dalam benak mereka hanyalah menyelesaikan tugas dengan rapi dan ... Musnahkan Kediaman Hua!

Mata mereka semakin berwarna merah, saat melihat da-rah yang tertumpah.

Membuat mereka bergerak semakin liar, tanpa bisa dikendalikan.

Slash! ... Slash!

"Hahahahaha! Ashura Neraka datang, nyawa kalian hilang! Hahahahaha!"

Kediaman Hua langsung ramai ...

Teriakan para penjaga yang panik, semakin membuat suasana di kediaman itu mencekam.

"SERANGAN! MUSUH MENYERANG!!"

Para penjaga rahasia pun tidak ada yang bisa mengalahkan kebrutalan serangan mereka yang membabi-buta.

"LINDUNGI MAJIKAN, BERTARUNG SAMPAI MATI!"

Para pengawal rahasia dan penjaga yang tersisa, membentuk sebuah formasi untuk menghalangi mereka.

Namun, semuanya sia-sia ...

Ini bukanlah sebuah pertarungan biasa, ...

Ini adalah sebuah ... Eksekusi mati!

Ashura Neraka dilatih dengan kejam, dan tubuh mereka dibentuk oleh serum masa depan buatan Anlian.

Sehingga, nurani mereka pun sudah ... Hilang.

Slash!

"Arrrgh!"

"Ampuun! Lepaskan kami! Arrrgh!"

Suara teriakan menggema dilorong Kediaman Hua, membuat siapapun bergidik ngeri saat mendengarnya.

Anlian sudah memasang sebuah formasi peredam suara yang dia pelajari diruang ajaibnya, sehingga suara-suara teriakan itu tidak terdengar keluar.

Tersisa bau amis da-rah yang pekat di udara, membuat Ashura Neraka semakin bersemangat untuk memusnahkan mereka.

Sementara itu di dalam Paviliun Killin, Hua Duanyi dan Hua Zhing tersentak dari tidurnya saat mendengar suara jeritan.

"A-Zhing, A-apa yang terjadi?!" tanya Duanyi kepada sepupunya.

"A--aku juga tidak tahu ..." jawab Hua Zhing dengan wajah ketakutan.

Dua orang pelayan berlari masuk dengan wajah panik.

"T-Tuan Muda! Ada penyerangan! Kita diserang!" teriak pelayan itu.

"Tutup pintunya! Halangi dengan palang!" perintah Hua Zhing dengan wajah cemas.

"B--baik!"

Sebelum pelayan itu sempat menutup pintunya, tiba-tiba ...

BRAK!

Pintu tersebut ditendang sampai hancur oleh seseorang.

AN-05 melangkah masuk dengan perlahan.

"Ternyata kalian bersembunyi disini ... hehehe," ujar AN-05 terkekeh, sambil menyeret senjata yang masih berlumuran da-rah segar.

"Jangan mendekat! Jangan sakiti Tuan Muda kami!" ujar kedua pelayan itu dengan tubuh gemetaran.

"Berisik!"

Slash! ... Slash!

Gluduk! ... Brugh!

"Aaakhh!"

Mata Hua Duanyi dan Hua Zhing terbeliak lebar penuh rasa takut, saat melihat dua kepala pelayan mereka yang sudah terlepas dari raganya.

"K--kamu! ... A--aku ... Aku ..."

Plak! ... Plak!

Sebuah tamparan menghantam wajah Hua Zhing dan Hua Duanyi, saat mereka belum menyelesaikan ucapannya.

"Jangan berisik! Kalian belum bisa mati, karena Nonaku ingin kalian melihat kehancuran Keluarga ini. Hahahaha!" ujar AN-05 sambil tertawa.

AN-05 menyarungkan senjatanya, lalu menyeret kedua orang itu tanpa rasa belas kasihan sedikitpun.

"Arrrgh! Sakiit! Lepaskan kami, Badjingan sia-lan!!"

Begitu pula di dalam Paviliun Melati, mereka semua diseret paksa ke arah Aula Utama oleh Yaoyao dan bawahannya.

Karena mereka akan dihabisi di depan mata Kepala Keluarga mereka, yaitu Hua Zheng.

Satu-persatu anggota Ashura Neraka pun masuk dengan anggota keluarga Hua yang tersisa ke dalam Aula Utama, menunggu kedatangan ketua mereka, yaitu Nona Duxin.

Di Aula Utama, Hua Zheng dan kedua adiknya berdiri dengan pedang terhunus ditangan.

Tangisan para anggota keluarga inti pun terdengar meyayat hati, membuat kepala Hua Zheng terasa mau pecah.

"DIAAAAM!!!" raung Hua Zheng murka.

"Siapa kalian sebenarnya?! Apa salah Keluarga Hua terhadap kalian, hah?!!"

Yaoyao memandang mereka satu-persatu dengan tatapan tajam.

"Seharusnya ... kalian bertanya kepada diri kalian sendiri, apa salah kalian terhadap Nona Muda kami ..." jawab Yaoyao dengan nada datar.

"Kami adalah pasukan Ashura Neraka, yang dibentuk oleh Nona kami dengan penuh darah dan penderitaannya. Tujuan kami hanya satu, yaitu membalaskan dendam Nona kami, terhadap orang-orang yang telah menyakitinya!" sahut Shen Luo dengan nada dingin.

Hua Zheng mengerutkan dahinya, saat mendengar ucapan Shen Luo.

"Siapa Nona Muda kalian?! Bagaimana kami bisa berbuat salah kepadanya, jika kami saja tidak mengenal dirinya? Jangan mencari alasan yang tidak wajar kalian!" raung Hua Zheng sambil menghunuskan senjatanya.

Tidak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki yang anggun memasuki ruangan aula itu.

Tap ... Tap ... Tap ...

"Halo Ayah, Paman kedua, Paman ketiga, para sepupu, adik, dan Ibu tiri ..." sapa Anlian dengan nada dingin.

Semua orang yang disebut namanya langsung melihat ke arah wanita itu dengan wajah bingung.

"Siapa kamu?" tanya Hua Zheng.

"Tsk! Baru setahun membuangku, ternyata sudah melupakan keberadaanku begitu saja. Sungguh mengecewakan ..." sahut Anlian sambil mendecakkan lidahnya.

Hua Zheng terhuyung ke arah belakang, senjatanya hampir saja terlepas dari tangan, saat mendengar ucapan wanita itu.

"H--Hua Zhen ...?" gumamnya terbata.

Prok ... Prok ... Prok ...

"Akhirnya kamu ingat namaku ... hehehehe! Benar, aku Hua Zhen! Dan aku sudah kembali ..." ujar Anlian sambil bertepuk tangan.

Klang!

Senjata ditangan Hua Zheng terjatuh begitu saja, saat mendengar pengakuan itu.

"Ti--tidak mungkin!!! Kamu sudah mati! Mayat kamu sudah dibuang ke wilayah Terkutuk Utara!" seru Hua Xiang dengan wajah terkejut.

"Kejutan, Paman ketiga! Ternyata aku kembali dari Neraka ... dan aku menuntut balas kepada kalian semua, yang sudah membuat aku ... Menderita!" sahut Anlian dengan nada ceria.

Anlian membuka topengnya, lalu dia menyeringai ke arah anggota keluarganya.

"Inilah wajahku ... apakah kalian masih ingat, hm? Oh, Ibu ... lihatlah wajah pria yang menikahimu itu dan wanita yang sudah membunuhmu, mereka hidup nyaman dengan harta peninggalanmu, dan membuangku begitu saja dari keluarga ini. Izinkan aku mengirim mereka semua kehadapanmu, agar mereka bisa mempertanggung-jawabkan semuanya kepadamu ..." gumam Anlian dengan wajah sedih.

Setelah sadar dari keterkejutannya, Hua Zheng langsung mengambil senjatanya kembali, dan bersiap untuk menyerang Anlian.

"Pengawal!!!" teriak Hua Zheng.

Hening, tidak ada yang datang ...

"Mereka semua sudah mengantri dihadapan Dewa Yamma, tidak perlu dipanggil ..." ujar Anlian dengan nada mengejek.

Hua Zheng dan kedua saudaranya langsung menyerang ke arah Anlian, Yaoyao bergerak cepat ke sisi Anlian, dan yang lainnya langsung menebas anggota keluarga yang ada disana dengan kejam.

Slash! ... Slash! ... Slash!

Anlian dan Yaoyao menahan serangan brutal itu dengan mudah, dan Anlian menahan serangan dari Ayah badjingannya dengan santai.

Clang!

"Kamu adalah kepala keluarga yang sangat lemah, Ayah ... Bukan hanya kekuatanmu yang lemah, hatimu juga terlalu lemah ..." ujar Anlian dengan suara pelan.

Setelah itu, Anlian mendorong tubuh ayah badjingannya ke arah belakang, dan ...

Slash!

Dia menebas lengan Hua Zheng tanpa ampun.

"Arrrghh! Anak sia-lan! Tidak berbakti!" raung Hua Zheng kesakitan.

Anlian langsung menendang kakinya hingga berlutut.

Brugh!

"Anak sia-lan? Tidak berbakti?! Kamu yang sia-lan! Keluargamu semua yang sia-lan! Aku berbakti dengan orang yang pantas mendapatkan baktiku! Bukan badjingan seperti kamu!!" raung Anlian melepaskan semua emosi si pemilik raga.

"Kamu dan selirmu itu sudah membunuh Ibuku!"

"Kamu juga membuangku dengan menikahkan aku dengan Pangeran lucnut bernama Rui itu!"

"Kamu pula yang bekerja sama dengan Selir Bai untuk melenyapkanku!"

"Dan sekarang, terimalah pembalasanku!!!"

Slash!

Gludug!

Kepala Hua Zheng jatuh menggelinding di lantai dingin Aula dengan mata terbuka, seolah-olah dia tidak menerima kematiannya.

Anlian berdiri menatap Kediaman Hua yang sudah terbakar itu dengan tenang.

Semua anggotanya berdiri dibelakangnya dengan wajah puas, karena misi pertama mereka telah selesai dengan sempurna.

"Besok pagi pasti akan ramai ... Berita musnahnya keluarga Hua, pasti akan sampai ditelinga Pangeran Rui dan Kaisar Agung," ujar Shen Luo.

"Biar saja dunia tahu, jika Keluarga Hua sudah musnah!" sahut Anlian.

"Persiapkan target selanjutnya dengan matang, jangan ada kesalahan. Target kedua adalah ... Kediaman Pangeran Rui!"

"Laksanakan, Nona D!"

♨♨♨

1
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: InsyaAllah ya, Kak Murni ...🤗🙏🏻💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
wow kereeeeeennn ternyata si twins juga tranmigrator ya 🙏🙏👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Iya, Kak ... Prajurit elit dari masa depan ...😂
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke 🤗💖💖💖
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Hai pembaca setia cerita ini ...🤗

Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻

Terima kasih ...💖💖💖
Lala Kusumah
bukan triplets ya Mak kok twins, tapi tak apa-apa sama aja kok sing penting kembar 😍😍😍👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ya allah, dia ngakak ...🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😊🤗💕💕💕💕
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewita ... Selamat membaca dan semoga suka dengan ceritanya ...😊🙏🏻🤗💕💕💕💕💕
total 1 replies
Lala Kusumah
good job Anlian 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁😘😘😘💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
wah Anlian dapat rezeki nomplok tuh, mantaaap 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: sok atuh main ke bandung, Kak Lala ... kita ngaliwet bareng ....🤣🤣🤣
total 3 replies
Lala Kusumah
rasain Lo....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
wow
Lala Kusumah: hai....
total 2 replies
aku
mawar thor biar semangat update, sp tau doble up 🙈🙈😁😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Semangat kok, Kak ... hanya lagi berduka hari ini, saudara aku meninggal. Kalau double up, aku nyerah kak ... otaknya gak kuat mikir ...🤣🤣🤣🤣🤣🤣. Terima kasih dukungannya, Kak ...🙏🏻😘🤗💖💖💖💖
total 1 replies
aku
red rose untukmu thorrr ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank you kak ...🙏🏻😊🤗💖💖💖💖💖💖
total 1 replies
aku
lope sakeboooonnnn ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Lope yuh sekebooon tooo kak ...🤗💖💖💖🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya dan happy reading ....😊🙏🏻🤗🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
gustiiiiii eta Upin dan Ipin 😂😂😂
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
jangan terlalu kasar ya 🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Lala Kusumah
semangat Anlian 💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Lala ...🙏🏻😊🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ana Jus
seandainya ruangan itu ada di dunia nyata
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Aku juga baru nulis lagi di sini, setelah lama vakum 🤭.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!