NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / CEO / Romantis / Mantan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Chloe jangan begitu," sahut Ciara hendak bangkit dari duduknya, ingin memisahkan. Namun gerakannya terhenti saat ia melihat Lily menangkap kaki Chloe dan menariknya membuat tubuh Chloe kehilangan keseimbangan.

Ciara terdiam dengan mulut terbuka menyaksikan setiap detik tubuh Chloe hingga tersentuh lantai.

"Aww!" Pekik Chloe meringis kesakitan.

Suasana yang tadinya ditonton dari kursi masing-masing, para karyawan itu kini mengerumuni mereka.

"Ya ampun, makin gila aja berantemnya," celetuk salah satu diantara mereka.

"Chloe salah satu kesayangan bisa bahaya untuk anak baru ini tidak sih?" bisik yang lainnya.

Lily tidak menggubris. Ia bangkit, sembari menyentuh jarinya yang terluka, dan mengeluarkan darah.

Rasa perih, membuatnya meniup lembut jarinya.

"Akhhh! Sialan kau! Aku akan membunuhmu!" teriak Chloe yang dibantu berdiri.

Wajahnya memerah padam, dan matanya memancarkan dendam.

Lily berdecih. "Jangan berpikir aku mudah ditindas. Cukup saat sekolah saja aku dihina habis-habisan. Tidak sekarang!" sahutnya tegas.

"Dasar gila! Kau itu anak baru! Berani sekali melawan!" sentak Maria.

Lily memutar bola matanya, merasa waktunya terbuang percuma. "Cukup ya. Kita sudah dewasa. Apa yang kalian permasalahkan, terlalu kekanak-kanakan!"

Maria mendengkus. "Aku pasti akan memecatmu sialan!" Makinya.

"Coba saja kalau bisa. Kalau berhasil, aku akan bersujud padamu," balas Lily menantang.

Chloe tersenyum sinis. "Oh ya tunggu saja kalau begitu. Dan aku akan meminta Pak Axton mem-blacklist mu supaya kamu tidak dapat kerja di manapun!" sahutnya dengan tegas.

"Lakukanlah," balas Lily santai. "Dan Axton tidak akan melakukan itu. Dia masih sama, dia tidak akan melepaskanku," batinnya.

Chloe mendengkus, dengan berjalan sedikit pincang, ia meninggalkan tempat itu dengan penuh tekad untuk membalas dendam, di susul Maria di belakangnya.

Lily hanya menghela nafas pelan. Ia hendak memunguti kembali sampah yang ada di lantai, namun Ciara segera menahannya.

"Eh, eh, sebentar," ucap Ciara membuat Lily menatapnya.

Ciara meraih tangan Lily yang terluka lalu memotret dengan ponselnya. Ia lalu tersenyum menatap Lily. "Ruang kesehatan ada di lantai tiga. Ke sanalah, nanti ada yang obati lukamu," ucapnya.

Lily mengangguk pelan, dengan bibir tetap terkatup rapat sembari menatap Ciara yang lebih ramah padanya.

"Oke bay bay," Ciara melambaikan tangan lalu berseru kembali. "Eh Hay, lanjutkan kerjaan kalian," ucap Ciara kemudian pergi meninggalkan tempat itu.

Lily memperhatikan Ciara pergi. "Apa dia tau aku dan Axton?" batinnya menduga.

Vina menghampiri menepuk bahunya, membuat Lily menoleh.

"Ayo sini sini," bisik Vina sembari menarik Lily pergi dari sana.

Vina melihat kanan kiri memastikan tempat itu tidak ada orang lain, barulah ia menatap Lily dengan mata berbinar.

"Kamu sudah itu sama Pak Axton?" tanya Vina sembari mempertemukan kedua ujung tangannya.

"Vina, itu bukan hal yang membanggakan," jawab Lily tak suka.

Vina cengengesan, menggaruk kepalanya salah tingkah melihat sikap Lily. Ia lalu berucap, "Aku tau. Aku hanya penasaran," ucapnya sedikit gugup.

Lily menghela nafas kasar. Mengingat Vina adalah teman pertamanya di sana. Membuatnya berusaha bersabar, menghadapinya.

"Vina, kamu mungkin tertarik dengan Pak Axton. Dia tampan dan kaya, itu hal wajar. Tapi, tidak semua orang harus suka dengannya. Termaksud aku. Tolong jangan, bicarakan hal seperti tadi. Apa yang terjadi denganku dan dia, hanyalah formalitas," ucap Lily memberi pengertian.

Senyum Vina langsung melebar. Ia mengangguk dengan cepat. "Aku paham."

Vina menggandeng tangan Lily lalu berucap. "Aku hanya berharap, kamu tidak lupa aku, jika memang jadi terlena sama Pak Axton nanti ya. Setidaknya cukup lindungi aku dari orang seperti Maria," ungkap Vina menyampaikan isi hatinya.

Lily tersenyum tipis, lalu mengangguk ringan sebagai jawaban.

"Tapi, ntahlah. Aku semakin tidak nyaman bekerja di sini," batinnya.

**

Sementara itu di ruangan Axton. Pria itu diam mendengarkan aduan Chloe dan Maria yang bergantian bicara.

"Pak, tubuhku sakit. Dia sangat keterlaluan, anda harus menghukumnya," ucap Chloe dengan suara manja sembari mengguncang lembut lengan Axton.

"Iya benar Pak. Baru sehari jadi wanita Bapak, malah belagu gitu. Dia pasti mau menyingkirkan kita semua. Bagaimana kalau misalnya nanti dia menyakiti Ciara?" timpal Maria ikut mengadu, tak lupa menyebut Ciara, mengingat wanita itu yang paling disayang.

Ucapan Maria justru membuat alis Axton terangkat, hingga sudut bibirnya tersenyum, wajahnya seolah mengatakan, hal itulah yang dia inginkan.

Tapi, mulutnya berkata lain. "Hm, nanti aku bicara dengannya. Chloe kamu istirahat saja dulu," tuturnya dengan lembut, sembari menepuk punggung tangan Chloe.

"Janji ya Pak. Harus dimarahi pokoknya, biar rasa sakitku terbayar," ucap Chloe manja.

"Iya iya," jawab Axton lagi.

Detik selanjutnya, Ciara datang sembari bersenandung kecil dengan mulut tertutup rapat.

"Hay semuanya," sapanya ramah.

"Mau ngapain di sini?" sahut Chloe langsung menatapnya tajam.

Ciara tersenyum santai, mengibaskan rambutnya ke belakang. "Pak saya ke sini mau membela Lily," ucapnya terus terang.

"Ciara!" sentak Chloe tak terima, sembari mendorong bahu Ciara.

Ciara melengos, mengusap bahunya. Ia lalu menyodorkan ponselnya, membuat Axton melirik ke ponsel itu.

Wajahnya yang tenang dan tersenyum tipis, langsung berubah, sorot matanya menjadi tajam.

"Chloe menginjak tangan Lily, dan sebagai perlawanan Lily menarik kaki Chloe dan dia jatuh."

Wajah Axton semakin berubah. Kedua tangannya mengepal, dan urat hijau tubuhnya menegang membuat wajahnya memerah.

Ciara melihat itu langsung berdiri tegak, Maria pun ikut mundur menjauh. Sementara Chloe yang tidak sadar, dengan sewot menyahut.

"Kenapa memangnya? Dia hanya cleaning service rendahan, hanya lulusan SMA bekerja di sini, sudah seharusnya di hina, dan dia harus terima tanpa melawan!"

Baru saja menyelesaikan ucapannya. Ia langsung menjerit kesakitan. Tubuh kecilnya di dorong ke rak dokumen.

Belum juga Chloe membuka mata untuk melihat apa yang terjadi. Sebuah cengkraman mendarat di lehernya.

Cengkraman yang kuat yang membuatnya langsung tidak bisa bernafas, dan melotot.

"P pa pak Axton," ucap Chloe dengan suara tersendat.

"Siapa kau yang berani menyakitinya hah?" ucap Axton dengan mata tajam dan suara dingin menghunus.

Sementara Maria dan Ciara diam ditempat dengan mata melebar terkejut.

"OMG, aku tau Pak Axton akan marah. tapi, tidak begini. Wajah Chloe sudah memerah," batin Ciara.

Detik selanjutnya suara Axton tiba-tiba meninggi. "Kau menganggap dirimu sudah hebat, dan bisa menghinanya hah!"

Axton semakin mencengkram leher Chloe serta sedikit meninggikan membuat Chloe harus berjinjit dan semakin kesulitan bernafas.

"Kau itu hanya boneka mainan yang bisa ku buang kapan saja, jangan menganggap dirimu spesial, dasar rendahan!" Sentak Axton kemudian mengghempaskan Chloe dengan gerakan cepat membuat tubuh Chloe terbentur kuat ke lantai, dan langsung tak sadarkan diri.

Dada Axton kembang kempis, pundaknya ikut naik turun, suara nafasnya yang kasar memperjelas emosinya.

"Maria bawa dia pergi dari hadapanku, minta Aline mengurus surat pemecatannya, dan Ciara panggil Lily ke sini!" Perintahnya dengan suara dingin.

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki nya masih terbungkus rapat, kek nasi uduk karet dua🤣🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
gemeesshh sama lily, ga mau jujurrrr
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
see maria.. masih yakin kah kamu yg ada di hati axton😒🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
yg ada lily tambah jijik ax liat kamu sama ciwik2 murahan itu😒
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
rencana mu salah ax.. pertama2 tuh cari tau ada apa dgn lily di masa lalu, kedua singkirkan manusia yg kt nya ayah mu itu, karena dy biang korek eehh kerok nya😒 baru kamu kejar lagi cinta lily, bukan kamu yg memaksa lily utk tunduk sama kamu 😤😤😤
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki baru😓
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
iisshhh lanjut ga thooorr 😒🔨🔨🔨🔨
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
ada apa dgn klrga axton n masa lalu axton lily ya🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
wkwkkk.. poor chloe.. senjata makan tuan
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
masih bertanya-tanya, siapa leon🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
apa ini ya, kok ambigu🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!