NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:820
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 - Petunjuk (6)

Clae memiliki senyum lebar dan mata bersemangat saat mendekati lukisan yang dipaku pada dinding kamarnya.

Lukisan itu memiliki sepanjang 1 meter dan lebar 30 centimeter, sebuah pemandangan alam.

Tapi Clae bersemangat karena pemandangan itu adalah hutan dan gunung di wilayah ini.

Yang membuat Clae ingin berkata kasar, tidak lebih, karena seekor makhluk hidup yang digambar di atas gunung. Tampang megah dan mulia, Seekor Singa dengan ekor ular.

Lukisan ini disinggung dalam sebuah buku tipis di perpustakaan.

<...... Kunci Galvala dibutuhkan untuk mencapai peninggalan Raja Singa. Beliau sudah memberikan tempat peristirahatan terbaik untuk Raja Singa. Beliau memberi wewenang pada seorang pria untuk mengakses tempat peristirahatan Raja Singa.

Pria itu adalah aku. Aku menulis catatan ini untuk setiap keturunan ku.

Beliau sudah mengatakan kalau dia akan kembali. Beliau membuat tempat peristirahatan ini untuk Raja Singa agar tidak diganggu banyak pihak.

Kaisha memang benci keramaian tapi dia lebih benci kesepian. Karena sejak Beliau menghilang, Kaisha dan yang lainnya sangat terpukul.

Andai saja aku bisa ikut bersama para komandan saat itu. Sayang sekali Beliau sudah memiliki kekuatan yang cukup.

Tapi tidak apa-apa, selama Beliau tidak kesepian. Untuk mengunjungi Raja Singa, aku meletakkan Kunci Galvala dibalik lukisan agung Raja Singa. Pastikan untuk mengunjunginya, dia benar-benar tidak tahan kesepian .....>

Clae tidak tau siapa beliau, siapa Kaisha atau "dia$ yang mereka nantikan.

Sangat jelas bahwa orang itu, sang penulis, sangat mengharapkan kembalinya sosok itu. Bahkan kerajaan suci mengeluarkan ramalan yang hampir membunuh banyak bayi baru lahir di benua ini.

Yang benar saja. Para orang gila!

Clae mengabaikan detail dan hanya fokus pada satu benda.

Kunci Galvala, dia membutuhkan kunci itu jika ingin membuka Dungeon dibawah Villa ini.

Dengan membuka Dungeon ini, dia pasti bisa mendapatkan beberapa item penyelamatan diri.

Meskipun dia tidak yakin apa Raja Singa itu masih hidup. Dia tetap ingin mengambil resiko untuk kehidupan damai yang dia nantikan.

Tapi karena orang itu tidak memiliki keturunan yang mengawasi Dungeon, mungkin saja, mungkin Raja Singa sudah meninggal. Lagipula catatan itu sepertinya sudah ada sejak puluhan ribu tahun, monster macam apa yang tetap ada selama itu.

Clae berbalik dan keluar dari kamar. Dia ingat bagaimana dia mendapatkan lukisan tersebut.

Lukisan ini tentu saja tidak dibeli, lukisan itu diambil dari lantai teratas menara. Menara bagian kanan dibelakang Villa, berhadapan langsung dengan perpustakaan rahasia.

"Hahaha, apa ini. Kerja bagus Clae."

Clae berjalan cepat menuju puncak menara tempat dia menemukan lukisan tersebut.

Clae menemukan lukisan ini secara tidak sengaja saat pertama kali datang dan menjelajahi seluruh Villa.

Clae mengambil lukisan ini karena merasa tidak nyaman.

Ya, hanya karena tidak nyaman.

Saat dia pertama kali datang, semua bagian depan Villa terlihat baru dan cantik. Bahkan tembok dan pagar besi terlihat baru di cat dan dibersihkan. Bagaimana menara belakang terlihat lusuh dan kotor. Setelah dia menjelajahi menara, dia melihat lukisan itu di bagian paling atas.

Lukisan yang sangat bagus dan terawat karena memiliki sihir anti debu di atasnya benar-benar tidak cocok dengan menara lusuh. Dia membutuhkan banyak usaha untuk menarik lukisan dari tembok dan memindahkannya ke kamar.

Tapi ada hal menarik di ingatan ini. Tidak, harus dikatakan itu hal penting. Cahaya yang mengenai dinding.

Cahaya yang memiliki banyak bentuk aneh dan tidak beraturan.

Clae saat itu pasti tidak menyadari dan mengabaikannya. Tapi Clae yang sekarang sangat mengetahui arti cahaya-cahaya itu.

Cahaya membentuk denah yang sama dengan pintu masuk perpustakaan.

Dia tidak tau bagaimana pemilik Villa ini bisa menciptakan pintu rumit seperti itu. Tapi Clae berterima kasih karenanya.

Jika tidak, Clae bahkan tidak akan pernah memikirkan peninggalan itu jatuh ke tangannya.

Ketika ketenangan Clae kembali, dia merasa ada seseorang yang mengikutinya.

Clae mungkin lemah, tapi intuisinya cukup tajam.

Tanpa sadar Clae melambat hingga berhenti. Dia berbalik dan melihat sepasang kaki dibelakangnya.

Tatapannya naik ke atas, itu merupakan wajah asing namun familiar baginya.

Tidak ada ekspresi di wajah itu. Hanya ketidakpedulian.

"Nona, apa yang anda lakukan?"

Clae tanpa sadar mengatakan pikirannya ketika dia melihat orang itu bicara.

"Wah, dia bicara."

"Maaf?"

'Ups, aku kelepasan.'

"Ti-tidak, tidak. Apa yang kamu lakukan disini, Benjamin?"

Benjamin, anak pertama dari Gailian. Orang yang tumbuh bersama Clae.

Lupakan tentang teman masa kecil. Pada akhirnya orang ini akan meninggalkan Clae dan bergabung dengan kelompok pahlawan.

Dasar bajingan tidak berperasaan.

Mari berhenti disana, lagipula dia akan menjadi salah satu orang terkuat. Seorang pahlawan.

Mengingat kepribadiannya, Clae berfikir Benjamin tidak akan bicara kecuali itu dibutuhkan.

Selama yang Clae ingat, Benjamin tidak pernah mengeluarkan basa-basi seperti ini padanya. Itu masih Irene atau Gailian yang aktif bicara dengannya.

Apakah ini karena dia sudah tumbuh.

Mungkin begitu, pertumbuhan selalu hal yang baik.

"Aku disini untuk menggantikan Irene. Karena Irene harus memenuhi permintaan anda, dia meminta saya menggantikannya sementara."

Clae mengangguk sebagai tanggapan. Wajahnya tetap tenang. Dia terlihat cukup tenang untuk orang yang sedang mengalami percepatan detak jantung.

'Ada apa dengan psikopat ini.'

Selama tiga tahun terakhir, mereka tidak pernah saling menghubungi. Mengapa dia menerima permintaan Irene begitu saja.

Irene, gadis kejam itu. Dia benar-benar suka membuatnya terkena serangan jantung.

Bukankah lebih masuk akal meminta Artia daripada orang ini.

Clae hanya memikirkan hal-hal itu dalam beberapa detik.

"Kemana Artia? Kamu bisa sibuk di dapur, biarkan Artia datang."

"Tidak perlu, Wakil Pelayan Artia sibuk di ruang kerja."

'Tepat, karena kamu memanggilnya Wakil Pelayan, bukankah tugas ini miliknya. Kamu hanya seorang koki.'

"Vheato memiliki beberapa kesulitan."

Ah, benar. Karena dia, Clae, seorang penjahat yang tidak peduli dengan wilayahnya mengabaikan tugas administrasi, Vheato dan Artia harus saling membantu untuk menyelesaikannya.

Apakah sekarang semua ini salahnya.

'Ini membuatku gila.'

Seharusnya dia baik-baik saja tanpa pengawalan.

Apa karena penyusup pagi ini. Bukankah sudah dibereskan.

Apalagi dia juga tidak memiliki pengawal saat di perpustakaan tadi.

Clae melirik Benjamin yang tidak memiliki ekspresi diwajahnya.

Baik, Clae menyerah. Dia tidak sanggup mengusirnya, jadi Clae dengan tenang melangkah pergi.

Untuk sampai ke menara, Clae harus berjalan melewati taman dengan air mancur di belakang Villa.

Langit sudah menunjukkan warna hitam saat Clae sampai dihalaman belakang. Benjamin membawa lampu penerangan namun masih berjalan dibelakang Clae.

Hanya dengan penerangan sederhana di tangan Benjamin, Clae bisa melihat beberapa meter lingkungan sekitarnya. Dia cukup puas dengan tanaman yang rapi sejauh pandangannya. Semua ini berkat Gailian yang mengurusnya.

Haruskah dia memberi Gailian gaji tambahan.

Cebur

Clae mengalihkan pandangan dan melihat pancuran air di tengah halaman. Kolam air mancur memiliki kedalaman 1,5 meter dan memiliki ikan hidup. Diatas kolam sepertinya ada bunga teratai di kolam yang akan segera mekar.

Clae asli suka minum teh tidak jauh darinya karena pemandangan yang memukau.

Tapi sepertinya dia tidak akan melakukannya lagi.

'Mengapa ini terjadi padaku lagi.'

Seorang pria tua keren mengeluarkan sebuah benda hitam dari kolam. Pria tua itu mengayun-ayunkan benda hitam besar di tangannya dengan wajah senang.

"... Gailian."

"Ah, selamat malam Nona. Apa anda jalan-jalan?"

Gailian menjauh dari kolam. Dibantu cahaya lampu jalan yang ada di tangannya, Clae bisa melihat bercak-bercak merah yang luruh di bajunya yang berwarna biru ketika Gailian semakin mendekat.

"HICK!"

'Apa orang tua ini ingin dia terkejut sampai mati. Dia sengaja kan. Dia pasti sengaja kan!!'

"Nona Clae?"

"Ah, ehem. Apa yang kamu lakukan, paman Lian?"

"Saya?"

Gailian tiba-tiba mengeluarkan senyum dingin.

Clae merasa bulu di tubuhnya berdiri semua. Dia mencoba melihat sisi lain saat dia bertemu dengan mata Benjamin yang juga menatap padanya.

'Sial. Seharusnya aku tidak bertanya.'

Clae dengan tenang melihat Gailian kembali.

"Saya hanya menangkap ikan. Mereka sangat gesit, membuat saya ingin bermain-main dengan mereka."

'Omong Kosong!'

Ikan?

Clae melihat sisa-sisa baju hitam di sekitar kolam. Dan merasa kepalanya pusing. Ikan ini, apakah dia menyiksa para penyusup. Jadi mereka tidak langsung membunuhnya.

Clae tiba-tiba merasa tenggorokannya kering.

"Begitu, akan bagus jika aku bisa memakannya."

"Saya akan segera menyiapkannya."

Clae melirik Benjamin dengan wajah tabah. Namun hatinya bergetar lebih hebat. Perlahan, dia menyentuh saku gaunnya. Dia masih memiliki satu cek disana.

"Paman, segera keluar dari kolam, itu dingin... Orang lain mungkin akan kehilangan hidupnya jika berada di air dengan luka berat."

'... Kolam itu mungkin berubah menjadi warna merah darah yang tidak baik untuk jantungnya besok.'

Clae mengeluarkan pada kalimat terakhir dengan lirih. Dia mengangkat kepala, melirik menara yang akan dia tuju.

Namun untuk Gailian dan Benjamin yang memiliki indera pendengaran lebih dari manusia normal mampu mendengarnya. Ada kilatan dingin di mata Gailian. Benjamin berhenti mengikuti Clae.

"Kalau begitu. Saya akan menemani anda, Nona. Biarkan kak Min membuat makanannya."

'Ah, sial. Jantungku, jantungku yang imut hampir melompat keluar.'

Clae menunduk dan menepuk dadanya.

Apa orang-orang ini ingin menakut-nakuti dia sampai mati!

Clae menurunkan tangannya seperti tidak ada yang terjadi. Wajahnya masih lumpuh saat melihat Irene yang tiba-tiba muncul disebelahnya.

Seorang assassin yang membunuh dalam bayangan, orang-orang yang memiliki dan mengendalikan banyak informasi dan berpusat di benua Timur. Orang yang merupakan keturunan Shadow.

Gailian, Benjamin dan Irene adalah orang-orang itu. Mereka merupakan Shadow, Fraksi Devastator.

Orang-orang ini melarikan diri dari benua Timur dan hidup dibawah Duke Constantine. Itu adalah diskripsi novel.

Clae tidak pernah melihat bagaimana mereka berlatih selama tinggal di kediaman Constantine, namun baik Irene, Benjamin dan Gailian merupakan orang terlatih. Bahkan mereka bisa menyelesaikan semua penyusup itu dengan cepat dan tanpa keributan berlebihan.

Mereka benar-benar cukup kuat untuk menjadi teman para pahlawan.

Antara orang yang sembunyi-sembunyi dan orang yang langsung memukulnya. Entah bagaimana, Clae lebih memilih untuk berhadapan dengan Rara, sang penyihir daripada Irene.

"Mm. Luar biasa. Maka Irene akan bersama ku."

Clae mengamati Irene yang mengambil lampu dari tangan Benjamin sebelum akhirnya bergerak. Dia berjalan lurus menuju menara.

"Benar, barang yang ku minta?"

"Sedang disiapkan. Akan diantar langsung ke kamar anda. Tapi Nona, mengapa anda membutuhkan banyak tanaman?"

"Untuk Bersenang-senang."

"Hm."

Clae melirik Irene saat dia melihat wajah dingin dan mata sipit licik terbentuk di wajahnya.

'Apa lagi yang dipikirkan psikopat ini. Tidak, lupakan saja. Aku tidak peduli.'

Clae berjalan menaiki 200 anak tangga perlahan-lahan. Dia akan berhenti dan menarik nafas setiap 25 anak tangga.

'Tubuh lemah sialan ini!'

Aduh, dia benar-benar ingin mempelajari sihir. Bukankah enak untuk terbang.

Akhirnya mereka sampai di puncak tertinggi.

Clae memandang langit malam dan Forest of Creeper dari lubang jendela. Kemudian dia memandang dinding polos dan kusam.

'Aku melewatkan waktunya.'

Pelayan Irene tiba-tiba mendekat saat Clae mengerutkan kening.

"Nona, apakah ada yang bisa saya bantu?"

Mata Clae tertuju pada lampu di tangan Irene.

"Kurasa ada. Apakah kamu bisa naik ke sana dan mengangkat lampu sampai menyentuh ujung atasnya?"

Clae menunjuk jendela tempat cahaya matahari biasa masuk.

"Baik, nona."

Clae mengabaikan senyum mengerikan Irene saat menerima permintaannya. Dia dengan tenang melihat dinding tempat lukisan itu diambil.

"Cukup, begitu. Tahan beberapa menit."

Berbeda dengan pintu masuk perpustakaan, cahaya yang diteruskan ke dinding sudah membentuk gambar denah. Hanya satu bagian di tengah dari denah itu tidak menerima cahaya.

Tangan Clae tanpa sadar menyentuhnya.

1
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!