NovelToon NovelToon
PEWARIS TERHEBAT 7

PEWARIS TERHEBAT 7

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Crazy Rich/Konglomerat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sci-Fi / Balas Dendam
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.

Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Osvaldo Tolliver membuka pintu dengan terburu-buru, mendekati Lance dan George yang tengah fokus pada pekerjaan mereka. "Aku memiliki informasi buruk."

Lance dan George sontak berhenti mengetik, saling berpandangan sesaat, menoleh pada Osvaldo Tolliver. Keduanya tampak tegang, terlebih si pembawa berita adalah orang yang mampu melihat masa depan.

"Katakan, apa yang kau lihat, Osvaldo?" tanya Lance.

Osvaldo Tolliver mengembus napas panjang, berusaha tenang setelah berlarian menuju ruangan ini. "Aku ... baru saja mendapatkan penglihatan soal pasukan Galata.

Mereka sudah mendapatkan informasi soal orang-orang yang Draco cari. Saat ini, sebuah pasukan sedang dalam perjalanan menuju kediamanku."

"Apa?" Lance dan George terkejut.

"Jika mereka sudah tahu informasi mengenaimu, maka informasi yang lain pun bisa mereka ketahui, termasuk informasi mengenai kami dan juga Alexander." George mengepalkan tangan. "Situasinya ternyata bertambah buruk.”

Gray, Baba, Bennet, dan Bruce memasuki ruangan. Hanya dengan membaca pikiran, Gray sudah tahu apa yang terjadi.

"Kami datang setelah Baba memberi tahu Osvaldo Tolliver berlari ke tempat ini," ujar Bennet sembari mendekat. "Apa yang sudah terjadi?"

Bruce menguap beberapa kali. "Kalian tampak tegang. Aku harap aku tidak mendengar berita buruk di waktu tidurku."

Pintu terbuka otomatis bersamaan dengan Gavin yang memasuki ruangan. "Apa yang terjadi? Apakah aku kehilangan" tanyanya.

Lance menarik napas panjang, berdiri dari kursi. "Aku bermaksud untuk merahasiakan hal ini dari kalian, tetapi sepertinya kalian harus tahu apa yang sedang terjadi sekarang. Pasukan Galata mengejar ayahku dan Graham sejak beberapa jam lalu. Mereka kemungkinan mengerahkan orang-orang berkemampuan khusus."

"Apa?" Gavin, Baba, Bennet, dan Bruce terkejut. Gray duduk di kursi, memijat kepalanya yang berdenyut-denyut.

"Lalu, bagaimana keadaan mereka sekarang?" tanya Baba, tampak khawatir.

"Ayahku dan juga Graham mengirimkan informasi sekitar satu jam lalu. Mereka mengatakan jika mereka masih dalam pelarian dari kejaran pasukan Galata. Sayangnya, mereka memutuskan komunikasi dengan kita untuk menghindari kecurigaan Galata."

George menoleh pada Osvaldo Tolliver sesaat. "Dan Osvaldo Tolliver baru saja mengatakan soal penglihatannya soal pasukan Galata yang mendatangi kediamannya. Kemungkinan besar mereka sudah tahu soal informasi mengenai kalian."

Gray, Baba, Meliss, Bruce, dan Osvaldo Tolliver sontak terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Gavin mundur selangkah, tercenung selama beberapa waktu. Pria itu mengepalkan tangan erat-erat, memejamkan mata. "Aku tidak menduga hari buruk ini akan datang secepat ini. Sayangnya, aku baru saja memahami dasar dari kemampuanku."

"Aku sudah mengaktifkan sistem darurat di kediamanku. Semua orang yang berada di sana akan melupakan soal robot-robot dan semua hal mengenaiku dan Alexander. Hal yang sama juga berlaku pada para robotku," kata Osvaldo Tolliver.

Lance mengamati semua orang di ruangan. "Kita harus memberi tahu masalah ini pada Alexander secepatnya. Selain itu, kita juga harus segera pergi dari tempat ini. Cepat atau lambat Galata akan datang ke kediaman ini. Kita akan menyempurnakan semuanya secepat mungkin mulai sekarang meski kita tidak berada di tempat ini."

"Sial, aku mendadak tidak mengantuk sekarang." Bruce mendengkus kesal.

"Diamlah, Bruce," ketus Bennet.

Lance bergegas meninggalkan ruangan, sedangkan George memimpin persiapan bersama Gray dan yang lain. Tidak adanya Luc dan Graham membuat semuanya terasa berbeda. Mereka harus bekerja sama dan memulai semuanya dengan kemampuan mereka.

Lance bergerak cepat di koridor, mengirimkan pesan darurat pada sistem di kediaman Xander. Govin, Miguel, Mikael, dan para pengawal utama bergegas bangun, bergerak menuju ruangan Xander.

Di saat yang sama, Xander baru saja terbangun setelah mendengar alarm. Ia bergegas turun dari ranjang, membasuh wajah.

"Apa sudah terjadi sesuatu?" tanya Lizzy.

"Kau pergilah ke kamar Alexis dan berkumpullah dengan yang lain sekarang." Xander bergegas mengganti baju, keluar dari ruangan. Sebuah robot kapsul seketika mengikutinya.

Lizzy tampak cemas. Tanpa banyak pertanyaan, wanita itu segera pergi menuju kamar Alexis. Ia melihat Axo, Axe, dana Aeon tampak siaga di dekat anak kecil itu.

Alexis tengah tertidur nyenyak di kasur.

Lizzy mengamati pintu dan beberapa robot yang mendekat. Ia terdiam saat mengingat ekspresi Xander beberapa menit lalu. "Aku berharap semuanya baik-baik saja."

Lizzy mengelus perutnya, berbaring di samping Alexis.

Sementara itu, para pengawal mulai bersiaga di setiap sudut rumah, begitu pun dengan para robot. Mereka bergerak sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara.

Larson menyadari semua itu dan bergegas keluar dari kamar. "Apa yang sudah terjadi?"

Larson menoleh pada jam dinding. "Waktu masih menunjukkan pukul tiga pagi. Sial, aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak boleh terus berdiam diri."

Larson menoleh pada sebuah robot kecil yang berada di sampingnya. "Robot sialan ini terus saja mengikuti sejak beberapa hari lalu. Alexander mengatakan jika sangat tegang sekarang?" gumam Larson seraya mengamati para pengawal dan beberapa robot. Ia terdiam saat melihat Lance bersama beberapa robot.

"Bukankah pria kutu buku itu selalu berada di ruangannya? Kenapa dia mendadak mendatangi rumah ini? Apakah dia akan bertemu dengan Alexander? Jika benar, maka sudah terjadi sesuatu yang berbahaya."

Larson bergegas menuju ruangan Xander, tetapi saat sampai beberapa pengawal justru menghadangnya. "Menyingkir dari jalanku sekarang. Aku ingin bertemu dengan Alexander."

"Kau tidak diizinkan memasuki robot ini akan menjadi pendampingku."

Larson berlari menuju kamar Alexis, mengabaikan robot yang terbang di belakangnya. Ia melihat para pengawal sudah berada di titik penjagaan.

Larson mendekati para pengawal di kamar Alexis. "Aku akan ikut berjaga di tempat ini. Aku sudah mendapatkan izin dari Alexander."

Larson berdecak, berdiri di dekat pintu. Ia merasa sangat lega saat mendengar informasi Alexis dan Lizzy berada di dalam kamar bersama para pengawal.

"Sial, kenapa aku menjadi ruangan berdasarkan perintah Tuan Alexander. Kau hanya bisa berjaga bersama kami di tempat ini," ujar salah satu pengawal.

Larson mendengkus kesal, berusaha menerobos barikade, tetapi para pengawal segera mengelilinginya bersama para robot.

"Ikuti perintah kami atau kami akan mengusirmu dari kawasan ini dan memaksamu tetap berada di dalam kamar."

Larson mendengkus, memilih berada di depan ruangan bersama para pengawal. "Dasar sialan! Kau selalu saja membuatku sangat kesal, Alexander. Apakah kau masih belum mempercayaiku?”

Larson terdiam saat melihat Lance dan beberapa robot tiba di lantai atas. Ia mengamati pria itu yang melewati barikade, lantas berjalan memasuki ruangan.

Xander mengepalkan tangan erat-erat saat Lance memasuki ruangan. Ia tidak bisa menutup ketegangannya saat ini, terlebih saat melihat ekspresi dingin Lance.

"Katakan, apa yang sudah terjadi, Lance?" tanya Xander.

"Aku akan langsung berbicara pada intinya. Galata sedang mengejar ayahku dan Graham sekarang. Kita kehilangan kontak dengan mereka sekitar satu jam lalu. Selain itu, mereka juga mengerahkan orang-orang berkemampuan khusus." Lance menjeda sejenak, mengembus napas panjang.

"Apa?" Xander terkejut.

"Osvaldo Tolliver mendapatkan penglihatan bahwa pasukan Galata akan datang ke kediamannya. Galata tampaknya sudah tahu soal informasi mengenai Gray, Baba, dan yang lain dengan bantuan orang-orang berkemampuan khusus."

Lance maju selangkah. "Aku dan yang lain harus pergi dari kediamanmu secepat mungkin.”

1
Nathan Grdn
tarik nafas
Nathan Grdn
masa kalah terus jagoan nya,persis di konoha penjagat selalu di depan
MELBOURNE
saksikan terus
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍
aim pacina
Miguel Mikael dan govin berikan kekuatan khusus thor biar seru karna fisik mereka kuat
Glastor Roy
update ya torrr ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!