NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance
Popularitas:19.8k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13. LAWAN ASING

Lantai divisi IT lebih menyerupai medan perang daripada pusat teknologi kebanggaan Morelli Corporation.

Asap tipis menggantung di udara, bercampur bau kabel terbakar dan plastik meleleh. Beberapa monitor hancur, layar mereka memantulkan cahaya lampu darurat yang berkedip-kedip merah seperti denyut nadi yang tidak stabil. Suara alarm masih terdengar, tapi di lantai ini ia teredam, seolah-olah dinding tebal ruangan berusaha menyembunyikan apa yang sedang terjadi di dalamnya.

Dan di tengah kekacauan itu ....

Cedric bertarung.

Tubuhnya bergerak cepat, meski jelas terlihat tegang. Satu tangannya menahan serangan, tangan lain menghantam balik dengan presisi. Lawannya adalah pria yang sama dengan yang dikejar Celina dan Theo. Gerakannya liar namun terlatih, seperti seseorang yang tahu persis kapan harus menyerang dan kapan harus menghindar.

Di antara mereka, sebuah laci logam terbuka. Berkas-berkas berserakan di lantai. Sebuah tabung data hitam terguling tak jauh dari kaki Cedric.

Seolah mereka bukan sekadar bertarung.

Mereka memerebutkan sesuatu.

"Cedric?!" Teriakan Theo memecah ruangan.

Tanpa ragu, Theo langsung berlari, amarah dan kecemasan menyatu dalam langkahnya. Ia menghantam pria itu dari samping, membuat tubuh lawan Cedric terhuyung keras ke arah meja server.

Benturan itu menggema.

Cedric menoleh, terkejut—lalu matanya membelalak. "Theo?!"

"Apa yang terjadi?" tanya Theo kepada Cedric tanpa melepaskan pandangan dari pria asing tersebut.

Belum sempat Cedric menjawab, pria itu mengarahkan tinjunya ke wajah Theo, berusaha menjatuhkan Morelli muda tersebut. Namun gerakan pria itu seperti terdesak, panik, dan tidak beraturan walau masih cukup presisi.

Theo menggeram, menghindari pukulan dengan refleks yang sempurna, lalu kembali melayangkan pukulan sebagai balasan ke pria tersebut.

Pria itu menghindar, tapi kali ini geraknya tidak lagi sebersih tadi. Dua lawan satu jelas bukan rencana awal pria itu, tidak seimbang.

Cedric memanfaatkan celah itu. "Jangan biarkan dia kabur!" teriaknya. "Dia berusaha mengambil blueprint proyek baru dan teknologi lama yang ada di ruanganku!"

Blueprint.

Kata itu menghantam Theo seperti alarm kedua. Seakan apa yang ia curigai saat evakuasi di tangga darurat tadi terbukti benar. Bahwa kekacauan ini adalah pengalihan dari seseorang untuk tujuan laknat ini.

"Brengsek," ujar Theo.

Theo bergerak lebih agresif, berusaha menjepit ruang gerak pria itu. Namun pria tersebut rupanya nekat. Dengan gerakan kasar, ia menendang Theo tepat di sisi perut.

Theo terhuyung setengah langkah karena tidak menyangka akan serangan dadakan sang pria tersebut.

Dan dalam sepersekian detik itu ...

Pria tersebut berbalik dan berlari ke arah pintu darurat.

Ke arah Celina berada.

"Celina?!" Cedric berteriak panik melihat Celina yang dapat menjadi target empuk pria itu.

Theo berusaha mengejar, tapi langkahnya terlambat.

Pria itu sudah berada di ambang pintu dan Celina berdiri tepat di sana.

Wajah Celina tetap tenang.

Tidak ada jerit. Tidak ada langkah mundur panik.

Saat pria itu mencoba menerobos, Celina bergerak cepat

Amar sangat cepat dalam gerakan yang sulit dipercaya.

Celina memutar tubuh, menangkis lengan pria itu dengan siku yang berusaha menarik Celina, lalu gadis tersebut menghantam pergelangan tangan pria itu dengan sangat keras. Sebuah bunyi retakan kecil terdengar ... bukan tulang, tapi mungkin sendi yang terkilir.

Pria itu mengumpat dan meraung murka atas apa yang Celina lakukan dan balas menyerang. Tidak menduga kalau gadis yang tampak lemah itu justru lebih cekatan dari dua pria di belakang sana.

Dan di situlah kebenaran itu terbuka.

Celina tidak hanya bertahan.

Ia melawan.

Gerakan gadis itu cekatan, efisien, tanpa gerakan sia-sia. Ia menunduk dari ayunan, memutar tubuh, menghantam titik-titik yang membuat lawannya kehilangan keseimbangan. Napasnya terkontrol, matanya fokus, seolah dunia di sekitarnya menghilang.

Theo terpaku sepersekian detik.

"Celina ...bagaimana ...," ucap Theo dalam keterkejutannya, tak percaya dengan yang dilihat.

Pertarungan itu sengit. Pria itu jelas lebih besar dan lebih kuat, tapi Celina lebih cepat dan lebih cerdas. Ia memanfaatkan ruang sempit, dinding, pegangan pintu.

Sebuah serangan hampir mengenai wajahnya, tapi Celina menghindar, memutar pergelangan tangan lawan, lalu menjatuhkannya ke lantai dengan gerakan yang bersih, keras, dan ... menyakitkan untuk pria itu.

Belum selesai.

Pria tersebut berusaha bangkit, namun Celina sudah menekan punggungnya dengan kaki, menarik lengannya ke belakang sampai terdengar erangan kesakitan.

"Jangan bergerak," kata Celina dingin.

Pria itu mengerang, tubuhnya gemetar, lalu akhirnya terkulai.

Cedric dan Theo langsung berlari.

Theo menarik pria itu, membalikkan tubuhnya, memastikan ia benar-benar tak berdaya.

Cedric membantu mengikatnya dengan pengikat darurat dari laci keamanan.

"Celina?!" Theo berbalik cepat. "Apa kau terluka?"

Celina menggeleng, masih mengatur napas. "Aku baik-baik saja," jawabnya.

Theo menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki, matanya penuh kekhawatiran. "Tidak. Aku tidak percaya. Setelah ini kau ikut aku ke rumah sakit."

"Tidak perlu-"

"Tidak ada penolakan," potong Theo tegas. Tak mau mengambil resiko gadis ini terluka setelah pertarungan sengit yang sampai saat ini masih Theo pikirkan apakah itu nyata atau tidak.

Cedric menyela dengan napas berat. "Kita harus keluar dari gedung ini dulu. Alarm belum berhenti."

Theo mengangguk. "Benar. Kita keluar. Sekarang."

Theo mengangkat pria yang kini setengah pingsan itu, memikulnya dengan susah payah. Tak ingin kehilangan saksi sekaligus pelaku dari kekacauan ini. Theo akan pastikan menginterogasinya dengan sangat luar biasa sampai pria iru buka mulut siapa yang menyuruhnya.

Cedric sendiri berjalan di sisi Celina, langkahnya sedikit pincang.

"Kau terluka?" tanya Celina cepat.

Cedric meringis. "Bahuku dan pinggang. Tidak parah ... kurasa."

Mereka memasuki tangga darurat yang sepi. Suara alarm terdengar jauh, langkah mereka bergema di ruang sempit itu.

Setelah mereka melewati satu lantai. Dan menginjak beberapa anak tangga di lantai selanjutnya ....

Pria itu bergerak dan menghantam Thei dengan kepalanya.

"Brengsek!" Theo tersentak.

Pria itu meronta, menghantamkan kepalanya lagi ke Theo, lalu mendorong tubuh agar lepas dari kukungan tangan Theo. Pegangan Theo terlepas tanpa ia mau.

Pria itu jatuh satu langkah, lalu bangkit dan berlari menuruni tangga dengan cepat.

"Kau tidak akan bisa lari!" teriak Cedric mengejar pria itu.

Theo refleks ikut mengejar, tapi langkahnya terlalu tergesa. Kakinya terpeleset di anak tangga.

Dunia terasa miring.

"THEO?!" seru Celina.

Celina bergerak tanpa pikir panjang. Tubuhnya bergerak otomatis bahkan sebelum otak ya mencerna.

Gadis itu meraih tangan Theo, menariknya keras, namun berat tubuh Theo dan momentum membuat mereka kehilangan keseimbangan.

Mereka jatuh.

Tubuh mereka berguling menuruni beberapa anak tangga sebelum akhirnya berhenti.

Theo meringis kesakitan. "Agh."

Namun rasa sakit itu lenyap saat ia menyadari ....

Tubuh Celina berada di bawah Theo. Mata gadis itu terpejam. Wajahnya pucat.

Celina tidak bergerak.

"Celina?" suara Theo bergetar. "Celina, bangun. Bangunlah, kumohon."

Tidak ada jawaban.

Ketakutan menyusup tajam ke dada Theo seketika.

"Celina, please," bisik Theo lagi, penuh horor.

Langkah kaki tergesa terdengar menaiki tangga.

Cedric kembali naik ketika dia mendengar suara jatuh, membuatnya memilih harus kembali dan melepaskan pria yang entah dimana sekarang.

"Theo?!" suara Cedric panik.

Cedric muncul di tikungan tangga dan membeku melihat pemandangan itu.

Theo memangku tubuh Celina yang tak bergerak, dengan darah mengalir di dahi sang gadis.

Namun bagi Cedric ini pertama kalinya selama ia mengenal Theo, Cedric melihat ketakutan luar biasa di wajah pria itu. Takut jika gadis di pangkuannya itu tidak lagi membuka mata.

1
Miss Typo
hayo lho hati² dgn Cedric ya Celine 🤣
A R
aduhh leo lucy diculik
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙘𝙧𝙖𝙯𝙮 𝙪𝙥 𝙩𝙝𝙤𝙧🤣🤣
mimief
ehhh...kata orang Betawi juga
lo jual gw beli
maaf ye,bukan kita yg mulai, ini namanya mekanisme perlindungan diri.
kan..bukan aku yg mulai🤣🤣
mimief
ga seruu dia, mainya aduan 😌🫣🤣
mimief
🤣🤣🤣🤣
mulut mu
tapi bener lah
mimief
kelamaan di sekep sama keluarga Lorenzo begini ni...
dibully malah menikmati sensasi nya🫣
Miss Typo
karna keahlian kepintaran Celine
PengGeng EN SifHa
akhirnya...ADA TOMMY & JERRY kwwkwkkwkwkwkw


bagus

bagus

bagus

bagus thooorr...
q suka...q suka❤️❤️❤️❤️❤️
Asyatun 1
lanjut
A R
😂😂😂
Wulan Sari
waaaah cerita ini sangat menarik dan selalu biat penasaran intrik2 di Kantor selalu ada yg berbuat jahat semoga nanti akhir cerita bahagia CEO nya dan tukang bersih2 yg nyamar, happy end ya Thor semangat 💪 salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
MODE BERUANG INGIN MENERKAM IKAN SALMON🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: iya juga ya 🤣
total 1 replies
Jelita S
ternyata Cedric punya tatapan maut jga🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Galak dia itu 🤭
total 1 replies
Dew666
🪸🪸🪸🪸
Archiemorarty: terima kasih udah baca ceritanya 🥰
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Miss Typo
semoga nasib Celine gak terlalu berat seperti orang tuanya dulu
Archiemorarty: Semoga ya 🤭
total 1 replies
Miss Typo
siapa itu, kok aku curiga sama Rina temen office girl itu ya 😁
Archiemorarty: Ehhh....🤭
total 1 replies
mimief
ayooo,kita mulai berburu,kalau kata mamak Lily 🤭
Archiemorarty: Aduhh...jangan donk, kalau mereka udah berburu tahu sendiri 🤭
total 1 replies
mimief
lagi Thor
up lagi
up lagi
Archiemorarty: Bener...ujan bikin mager asli 🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!