Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.
Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Draco memijat kepalanya, tersenyum. "Aku melihat orang-orang itu semakin jelas. Orang-orang itu ... itu ternyata memiliki kemampuan khusus. Aku melihat mereka sempat berada di dalam tabung-tabung kaca."
Draco tertawa. "Aku yakin waktunya semakin dekat. Aku harus menghancurkan setiap halangan dan orang-orang yang akan mengganggu tujuanku."
"Perintahkan orang-orang itu untuk keluar dari tabung sekarang juga!" perintah Draco sembari kembali berjalan.
Orang-orang mulai berjalan keluar dari tabung. Air bercucuran di tubuh mereka. Tatapan mereka tampak kosong.
Draco mengamati satu per satu orang-orang sembari terus berjalan. Setiap kali ia melewati seseorang, sebuah informasi mengenai orang-orang itu muncul di layar hologram.
"Mereka memiliki banyak kemampuan luar biasa. Aku bisa menggunakan mereka untuk menangkap anggota-anggota yang lepas sekaligus menangkap orang-orang yang berpotensi mengganggu rencanaku."
Draco berhenti di depan seorang pria. “Dia memiliki kemampuan untuk menghasilkan es di tangannya. Kemampuannya luar biasa. Baiklah, saatnya aku melihat kemampuanmu."
"Serang aku dengan kemampuan esmu sekarang!" pinta Draco.
Pria itu seketika menyerang Draco dengan batu es yang runcing. Draco tersenyum saat serangan-serangan itu berhasil ditahan oleh pelindung.
"Ini luar biasa!" Draco tertawa, beralih pada sosok seorang wanita berambut panjang. Informasi mengenai wanita itu seketika muncul di layar. "Kau memiliki kemampuan untuk melacak keberadaan seseorang. Untuk hasil yang lebih akurat, haru ada barang milik orang yang dicari."
"Baiklah." Draco melemparkan amplop pemberian Xander pada wanita itu. "Temukan pria yang memberikan amplop itu padaku. Aku ingin tahu keberadaannya sekarang."
Wanita itu mengangguk, memejamkan mata sesaat. "Pemilik amplop sebelumnya adalah Alexander Ashcroft. Saat ini, dia berada di kediamannya di ibukota Royaltown. Dia sedang beristirahat di kamarnya sekarang."
Draco melihat sebuah gambar rekaan yang dihasilkan dari kemampuan wanita itu yang terhubung dengan sistem. "Aku bisa langsung melihat keadaan Xander sekarang. Dia tampak sangat kelelahan. Para pengawalnya berjaga di luar kamar."
"Tunggu!" Draco mengamati ketiga orang yang berada di luar ruangan. "Aku merasa aneh dengan ketiga pengawal yang pergi bersama Xander saat pertemuan kemarin."
Draco mengepalkan tangan erat-erat. "Bukan saatnya aku memikirkan hal itu sekarang. Aku memiliki pekerjaan penting."
Draco melirik pada para bawahannya. "Bawakan aku barang milik Lorcan, pemimpin UltraTech. Kita harus menemukan keberadaannya sekarang juga."
"Aku mengerti, Ketua." Seorang anggota menghampiri Draco, memberikan sepasang sarung tangan yang agak rusak.
Draco melemparkan kedua sarung tangan itu pada wanita tadi. "Cari pemilik sarung tangan itu sekarang juga! Aku harus menemukan dan menangkapnya secepatnya!"
Wanita itu memejamkan mata sesaat. "Pemilik sarung tangan ini adalah Lorcan. Dia sedang dalam perjalanan menuju Monteno bersama para bawahannya."
Draco mengamati layar, mengepalkan tangan erat-erat. "Monteno berada cukup jauh dari markas dan wilayah kekuasaanku. Dia tampaknya ingin menetap di negara itu untuk mendirikan kembali UltraTech."
Draco tersenyum, mengirim koordinat Lorcan pada para bawahannya. "Segera perintahkan pasukan untuk pergi ke koordinat itu sekarang juga. Kita harus mendapatkan Lorcan bagaimanapun caranya."
"Aku mengerti, Ketua."
Pasukan pencari yang berada di lokasi berbeda segera bergerak menuju titik koordinat sesuai perintah. Di waktu yang sama, Lorcan dan para bawahannya terus melaju menuju Monteno secepat mungkin.
Setelah memeriksa semua anggota berkemampuan khusus, Draco meninggalkan ruangan, berjalan untuk memeriksa pekerjaan para bawahannya.
"Bagaimana dengan orang-orang berkemampuan yang berada di pulau itu?" tanya Draco seraya mengamati robot-robot yang bergerak hilir mudik.
"Empat anggota kita sudah memeriksa orang-orang di pulau itu, Ketua. Akan tetapi, mereka justru tidak mendapatkan informasi apapun. Mereka curiga jika alat mereka keliru, atau justru mereka keliru dalam mengartikan informasi.”
"Sialan! Di mana mereka sekarang?" geram Draco.
"Mereka dalam perjalanan menuju markas, Ketua. Meski mereka sudah meninggalkan pulau, tetapi mereka mengawasi pulau dan orang-orang itu melalui robot-robot. Sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari para penduduk pulau."
Draco termenung selama beberapa waktu. "Kirimkan pasukan untuk memeriksa penduduk pulau itu. Aku ingin informasi detail mengenai mereka. Sistem tidak mungkin sembarang memberikan informasi, kecuali jika ada seseorang yang mendapatkannya.”
"Satu hal lagi, cari pria bernama Luc dan Graham menggunakan kemampuan orang-orang istimewa. Dua pria itu adalah orang yang memiliki kemampuan hebat. Jika mereka berada di pihakku, pekerjaanku akan terbantu."
Draco memasuki ruangannya, mengembus napas panjang. Ia duduk di kursi, memijat kepala yang mendadak pening. "Sial! Semua rencana nyaris berjalan sempurna, kecuali hal-hal kecil yang menggangguku. Anehnya, firasatku mengatakan jika hal-hal kecil itu berpotensi menjadi penghalang besar di masa depan."
Kursi mendadak berubah menjadi kasur. Draco berbaring di ranjang, memejamkan mata sampai akhirnya terlelap.
Suasana di markas Galata tampak sangat sibuk. Anggota dan robot-robot yang berpatroli dan berlalu lalang. Dari kejauhan markas hanya terlihat seperti dua gunung dengan hamparan hutan di sekelilingnya.
Sementara itu, Luc dan Graham tengah sibuk memeriksa banyak hal.
Graham tersenyum saat melihat sebuah informasi muncul di layar. Ia menyandarkan punggung ke kursi, mengembus napas lega.
"Akhirnya, aku menemukan lokasi markas Galata. Mereka berada di pulau Cita, sebuah pulau yang berada di kawasan negara kecil Mekasa. Aku harus segera memberitahu Luc mengenai hal ini."
Luc menggeser layar saat sebuah panggilan masuk. Ia tetap mengetik saat Graham muncul di layar. "Apa kau mendapatkan sesuatu, Graham?"
"Ya, aku tahu di mana markas Galata berada. Aku akan mengirimkan informasinya padamu sekarang juga."
Luc melihat sebuah titik koordinat. "Markas Galata berada di Pulau Cita. Lokasinya cukup jauh dari lokasiku saat ini. Ini sebuah kemajuan yang luar biasa. Sayangnya, aku masih kesulitan untuk menembus sistem Galata meski aku sudah berhasil meretas salah satu robot mereka yang berada di pulau."
"Serahkan hal itu padaku, Luc. Kau fokuslah untuk membantu George dan yang lain sekaligus melindungi penduduk di pulau. Aku sejujurnya memiliki firasat buruk, terlebih saat tahu Osvaldo Tolliver kembali tidak sadarkan diri."
"Sejujurnya, aku mendengar anggota-anggota Galata berkata soal orang berkemampuan khusus. Orang-orang itu disekap oleh Galata untuk diperbaharui kemampuan mereka. Jika Galata mengerahkan mereka, kita akan berada dalam bahaya."
"Aku mengerti."
Luc mengembus napas panjang saat panggilan terputus. Ia memijat kepala yang berdenyut-denyut, memejamkan mata sesaat.
Kursi bergerak secara otomatis ke arah sebuah lemari. Luc meletakkan tangan di sebuah alat pemindai. Saat bunyi "klik" terdengar, pintu lemari seketika terbuka.
"Serum-serum ini sudah melewati berbagai pengujian. Aku harus mempersiapkan rencana lain jika rencana-rencana yang lain gagal."
Di tempat berbeda, Osvaldo Tolliver tampak gelisah. Pria itu melihat sebuah pasukan besar menuju ke kediaman utama.
Sebuah pesan muncul di jam tangan Draco.
[Kami menemukan lokasi Graham dan Luc]
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍