NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy
Popularitas:165.9k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 🩷 Si pemilik mata kelam (prolog)

Setahun lebih sudah berlalu. Telunjuk lentik itu menggeser-geser letak softlens dengan warna natural bola matanya yang bersemu coklat kayu basah miliknya itu. Mengerjap demi menyesuaikan penglihatan. Lalu bergegas merapikan seragam yang----oke, cukup mencetak lekuk tubuh ranumnya, wangi...dan pipi bersemu merah muda.

"Dea, Inggrid udah nyampe!" itu mama yang berteriak sepagi ini.

Ia segera meraih tas merah miliknya, tidak sebesar tas-tas seorang backpacker atau anak sekolah pada umumnya, justru terbilang sedikit kecil, lalu bagaimana ia membawa buku lembar kerja siswa miliknya?

Dea

Cupu, lks gue sama Inggrid udah dipasangin sampul kan? Bawa ke sekolah.

Ada Gibran yang baru saja keluar dari rumahnya dengan rambut yang masih lembab dan mengunyah roti lapis. Sementara Willy dan Inggrid memang sudah sepagi itu menjemput Dea dan Gibran dimana mereka bertetangga di satu komplek yang sama.

Inggrid masih ikut menikmati bolu kukus buatan mama, Ratna Sarah, adalah mama Dea yang terkenal cukup pintar memasak di kalangan ibu-ibu komplek ini.

"Enak banget tante, ini dipakein choco chip ya."

Mama tersenyum, pahatan senyum manisnya itu turun pada Dea, "ya sok atuh, dibekel mau?" namun Inggrid menggeleng.

Willy telah bertemu dengan Gibran di depan selagi Dea mengecup punggung tangan mama, "Dea pergi dulu."

"Itu nanti, ada temen baru. Katanya pindahan dari Jakarta, namanya Nara....di blok G nomor 14, katanya sekolah di sekolah kamu juga, kenalan." Ujar mama membuat Dea dan Inggrid notice.

"Oke."

Dea masuk ke bangku belakang bersama Inggrid, dimana ia telah bersiap mengeluarkan liptin dan eyeliner, Yap! Kebiasaan Inggrid yang begitu centil untuk tiap menit menebalkan glowing di wajahnya.

Jangan tanya, kenapa Willy bisa membawa mobil disaat anak-anak lain banteran bawa motor atau sepeda, sebab....seribu alasan dan segepok uang masuk kas sekolah serta saku kesiswaan.

Ditambah, sang ibu adalah ketua ikatan komite orangtua yang seharusnya merupakan jembatan dan mewakili kondisi para wali murid.

Pertanyaannya, kenapa Dea bisa sedrastis ini? Ia belajar dari pengalaman. Jika kasta tertinggi adalah orang dengan uang segunung, lalu ada orang dengan sejuta pesona yang usil dan pembuat onar, dan dimana letak orang pintar tanpa memiliki kedua kemampuan di atas? Jadi keset alias di bawah.

Oke, katakanlah kini Dea sedang mati-matian menunjukan pesonanya dan sedikit usil, lalu ia ternotice Willy dan Gibran yang kebetulan bertetangga, hingga akhirnya lebih usil lagi saat bersatu dengan Inggrid. Usil, untuk sekedar membuat orang lain kesusahan, iya...sepertinya dulu.

Awalnya hanya untuk membuat perubahan kecil, dan membalas rasa penasarannya, namun perlahan....euforia melakukan perundungan itu membuatnya sedikit, candu.

.

.

Dea turun dari mobil bersama Inggrid yang cekikikan karena jokes receh Gibran.

"Lks aman De?"

Dea mengangguk, "aman." Lantas lirikannya jatuh ke arah beberapa siswa yang juga baru saja datang pagi ini, cukup heboh dengan tawa lebih renyah.

Orang-orang yang enggan---untuk circle Willy sentuh, atau lebih tepatnya memang mereka hindari. Tidak satu dunia, mungkin menurutnya. Beda frekuensi dan level obrolan.

Kenapa tidak tersentuh? Sebab....

Brennnggg! Breng---brengg.....

Suara memekakkan itu cukup membuat telinga sakit.

"Assalamualaikum ya ahli kubur!"

"Parammm! Kaget, bang ke banget!" Gadis yang paling mungil diantara mereka dengan suara toa-nya itu berteriak-teriak melempar salah satu pemuda dengan buku.

Pertanyaan itu terjawab dengan datangnya segerombol pemuda membawa keributan.

"See, kampungan." Dengus Inggrid merotasi bola matanya, menggusur langkah Dea lebih cepat menuju kelas.

Masih menatap menoleh, Dea meneliti satu persatu orang-orang itu, cukup tau dan paham mereka namun...entahlah. Ada sosok yang tak bisa ia jabarkan dengan akalnya, dia....

Hoammm!

Dea menggeleng risih, dan geli melihat tampilannya. Sepagi ini kerjanya mengantuk dengan mata yang terkadang didapati memerah, rambut masih basah macam tikus kecemplung got. Namun, siapapun tau jika ia adalah salah satu anggota genk motor yang---dimana isue ini tengah santer diperbincangkan di dunia kriminal tahun ini di kalangan pelajar.

Bukan--bukan, bukan hanya ia saja namun ada Rama, Gilang, Ridwan, Bayu dan Vian juga. Namun dia, terlihat lebih kelam, tidak banyak bicara dan...

"Bandung teh udah terang om Fal!"

Pemuda itu membuka helmnya, dan menggosok hidung, "tau gue. Makanya pake sweater, takut kulit kena sinar matahari." gidiknya seperti sedang menunjukan gestur---gue nih, pake sweater.

Yusuf, pemuda itu lantas membuat gerakan mulut dengan gigi yang ia tunjukan, "da rah mana da rah!" lalu ia mengejar teman-teman perempuan satu kelasnya itu. Rama bahkan sudah melakukan gestur seperti zombie dengan berpura pura menarik sesuatu dari sakunya seolah itu senjata tajam lalu berjalan layaknya mayat hidup itu, "brainnn..."

Tawa terdengar lebih renyah, "Ga warasss!"

"Cupid si Alan!" Tok! Muti menggetok kepalanya dengan buku yang sama.

Sebagian dari mereka tertawa kencang. Hingga tatapnya dan pemuda itu sempat bertemu, dengan sorot mata yang sama-sama melemparkan ketidaksukaan.

Dialah, Rifaldi Elvan Januar....si pemilik mata kelam nan tajam.

"De, ngapain sih...ayok masuk!" tarik Inggrid.

"Minggir lahhh please! Pegel kaki gue," usir Inggrid secara halus pada kumpulan siswi yang duduk di pinggir lapang demi tempat lebih jelas.

"Kikiii!" lambai tangan Inggrid sambil berteriak ke arah lapang, dimana Kiki sedang bermain basket.

Dea ikut duduk, tidak membawa menu jajannya namun----

"De, ini lumpia basah, pedesnya level 2 kan? Telurnya double plus baso sosis?" seorang siswi menyerahkan jajanan milik Dea itu, ia terlihat kepayahan membawa jajanan milik Dea, Inggrid, Gibran dan Willy.

"Yang ini, punyanya Inggrid, pedes level 3...telornya---"

"Kok tiga? Bukannya punya Ing, pedesnya sama juga ya?" tanya Dea mengernyit menatap Naila.

"Eh, iya...punya gue pedesnya level 2 sama kaya Dea."

"Punya gue level 3 tapi ngga pake telor." Jawab Gibran, "salah tuh pesennya."

Dea berdecih, menahan Inggrid yang ingin murka, ia sudah berdiri duluan, "kuping Lo perlu gue korek pake linggis ya? Punya otak dipake, mata udah empat tetep ngga bisa baca? Mesti dikasih mata berapa?" tanya Dea sementara Naila menunduk, "sorry biar gue ganti, ngga apa-apa...ini buat gue aja." Angguknya lantas pergi setelah memberikan pesanan yang lain terlebih dahulu.

Inggrid menyeringai, ia mengurungkan tangannya yang telah terkepal, yang tadinya bersiap menjambak atau paling tidak memberikan serangan fisik, "hah! Cepetan ngga pake lama, gue udah laper!" jerit Inggrid.

Vian memasukan jarinya ke hidung dan mengorek-ngorek kotoran, "tuh liat tuh...penjajah mulai berulah lagi, abis semua jadi Jo ngos temen-temen MIPA 2," tuduhnya saat melintas dengan Rifal yang baru saja mengumpulkan nyawanya karena merasa haus.

Rifal menggeleng, ia berucap dengan suara dalamnya, "yang penting bukan MIPA 3. Biar aja, selama ngga ngusik kita." Ia berlalu tak peduli menuju kantin.

"Warung babeh aja Fal, Rama sama yang lain lagi maen PS." ajak Vian. Sementara Rifal menggaruk kepalanya dimana rambutnya sudah cukup gondrong, sepertinya besok lusa jika sekolah mengadakan razia maka rambutnya akan habis digunting oleh kesiswaan dan OSIS.

"Kuy." ajak Rifal membalikan arah ayunan langkah menuju belakang sekolah. Dimana pagar besi terdapat lubang bekas jebolan, yang digunakan sebagai akses anak-anak tertentu untuk keluar dari gedung sekolah. Dan warung babeh ini adalah warung kopi yang berada menempel di dinding sekolah.

.

.

.

.

1
Kh2103💙
Ehm....suka dipendem sendirilah dea ini, padahal mah dr pd sakit sendiri mening sakit sama" kan ya... kalo bilang kan siapa tau om fal mau kuliah jg di jogja, jd gak ldr kan...🤭🤭
3@$2.
yang romantis dikit atuh Fal,, masa ky' tahu bulat dadakan gitu 😂😂
Shee_👚
dea yang lemah lembut liat om fal lagi manjing itu rasanya jadi nano nano, sabar om fal tanya dulu kenapa, jangan asal ngamuk aja😁
3@$2.
perempuan itu butuh komitmen om Rifal.
la kamu cuma ngajakin jalan, ngajak makan ya oke ajalah siapa yg gak mau gratisan
kalau kamu suka ya nyatain lah yg gentle ky' Rama minta restu keluarga x baru ngejar anaknya
Adeeva Haboo
kenapa ga jujur dulu si deee
3@$2.
siapa gerang no name itu ???
si cupid kah
La Harida
suka bangat. hampir semua karya teh sin udah aku baca
Farani Masykur
Dea ngomong dong ma om Fal terusterang apa alasannya om Fal tuh sensian orangnya maklum dia miskin kasih sayang
Farani Masykur
gaskeun lah Dee nanti kalau gk kamu trima tantrum om om caemnya toh kamu jg ada rasa kan ma dia
Farani Masykur
widih om Fal kayak induk singa kehilangan anaknya ketika harga dirinya tercolek
dea harus bangga atau sedih ya dapat cinta brutal dr bedboy
sweet escape
🥹🥹🥹🥹🥹
sweet escape
Kl kamu jujur mungkin om fal bisa ikut k jogja🤭
sweet escape
Kurangnya dea itu selalu memendam masalahny sendiri , semoga nanti bisa belajar sharing masalah ke rifal ya
sweet escape
🥹🥹🥹🥹🥹🥹
sweet escape
Semoga seblm dea ke jogja kalian udah sama sama atau palinng nggak dalam keadaan baikan ya
sweet escape
Om fal nanti dea takut iniiiii liat berdi kamu kelepasan begini
sweet escape
Duh lah om si pujaan hati mau ke jogjaaaaa
sweet escape
Ooooo salah sekali jawabanmu kisanat krn ada yg kecewaaaaaa
sweet escape
Omgggggg d tembak tembak dorrrrrrr hatinya
sweet escape
Bagus deee jgn mau di bully lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!