NovelToon NovelToon
LENTERA SERAPHINE

LENTERA SERAPHINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Percintaan Konglomerat / Anak Genius / Cintapertama
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: pupybear

Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.

Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 2.

Masih di Cafe Fourtune, tempat dimana Haeyla bekerja, dan masih ada Divo disana.

" Bisa kita ngobrol sebentar La? " tanya Divo pada Haeyla.

" Maaf, tapi aku harus segera kerja, ini aku juga udah terlambat. " Haeyla langsung pergi berlalu meninggalkan Divo sendiri.

Sebaiknya aku gak perlu ngobrol atau apapun itu selama yang berkaitan dengan dia, aku gak mau Cila sampai salah paham sama aku soal hal yang seperti ini.

" Haeyla, kenapa kok melamun? " Tanya kak Ardhana mengejutkan ku.

" Eh kak Ardha, aku kira siapa, aku sampai kaget gini. "

" Lagian kamu dateng dateng malah melamun coba, lagi ada masalah ya? "

" Engga kok kak, maaf ya kak aku sedikit telat. "

" Aman, telat cuma 2 detik juga, yaudah sana di belakang pada nunggu buat di bersihin sama kamu. " Ledek kak Ardhana.

Kak Ardhana adalah pemilik Cafe Fourtune tempat aku bekerja, dia sangat baik dan juga pengertian, selama bekerja disana kak Ardhana jarang protes soal apapun.

Dapur Cafe Fourtune.

Mau apa ya dia nemuin aku sampe ke tempat kerja segala, kalau ada perlu juga seharusnya bisa di omongin di sekolah aja di depan Cila juga, ini kenapa malah datang ke tempat kerja aku segala, aduh mudah mudahan dia udah pergi deh, jadi gak akan ada masalah apa pun.

Penthouse Sekala pukul 16:20

" Mas, apa boleh aku bawa Haeyla untuk tinggal dengan kita disini? " tanya mama Haeyla pada seorang laki laki.

" Tidak bisa, kamu sudah berjanji pada Leoni kalau kamu tidak akan membawa anak kamu ada di antara kita Lilian! "

Lilian Natalie Omar adalah mama kandung dari Haeyla Seraphine Lunar. Ternyata selama Lilian berpisah dengan papa Haeyla yaitu Damian Filaxio Lunar, dirinya sudah menikah lagi dengan tuan besar keluarga Sekala yaitu Ringgo Lavian Sekala. Bahkan Haeyla sama sekali tidak mengetahui akan hal ini, yang Haeyla tahu hanyalah mama nya sedang bekerja di luar kota untuk mengumpulkan uang untuk kehidupan mereka. Tuan besar Sekala mempunya seorang putri tunggal yang bernama Oviytania Sekala.

" Aku hanya kasihan melihat Haeyla mas, pasti hidupnya luntang lantung disana. "

" Lilian!, kamu sudah menjadi nyonya besar keluarga Sekala, jangan memikirkan hal hal yang akan kamu sesali nantinya. "

Lilian hanya diam, dan tanpa sadar air mata nya mulai menetes.

' Tapi dia adalah putriku, putriku satu satunya yang aku miliki, bagaimana bisa aku akan terus membiarkan dia hidup dalam bayang bayang kekurangan, apa yang sudah aku lakukan, aku hanya ingin putriku hidup bahagai, aku menikahi Ringgo hanya agar aku bisa membantu kehidupan Haeyla, tapi kenapa sekarang malah seakan aku yg terjerat dan tidak bisa berbuat apa pun untuk kamu sayang, bertahan disana Haeyla sayang, mama janji ini akan segera berakhir. '

Rumah Cila 17:00

" Mam aku pulang!! " teriak Cila dari luar rumah

" Kamu darimana saja Cila? " tanya Luna mama Cila.

" Tadi aku ke toserba mam, dan terus aku ketemu sama Haeyla, jadi yaudah kita sekalian belanja bareng, tapi sayang nya Haeyla harus kerja, jadi yaudah aku pulang nya sendirian. "

" Mama mau bicara sama kamu Cila, penting. " muka Cila yang tadinya ceria berubah menjadi serius.

" Ada apa mam? "

" Ini bukan waktunya lagi untuk kamu banyak bermain Cila,kamu harus segera belajar tentang saham dan perusahaan keluarga kita. "

" Oke mam, aku pasti akan pelajari semua itu, tapi sebelumnya aku minta mami jangan desak aku secara berlebihan. "

Cilavanya Adikta Loren, satu satunya putri dari keluarga Loren, Cila bukan anak tunggal, dia mempunyai seorang adik laki laki yaitu Radit Pradipto Loren. Mami Cila Misha Kiranti adalah seorang ibu yang sangat tegas kepada anak anak nya, maka dari itu tidak heran kalau Cila sering mengeluh soal mami nya setiap bertemu.

Cafe Fourtune pukul 20:00

Sepertinya setelah selesai dari ini aku mau belanja bahan makanan untuk di rumah, stok makanan yang aku punya seperti nya sudah mulai habis.

" Haeyla, hari ini kamu gajian kan? "

" Oh iya kak, aku aja hampir lupa malah. "

" Nih, ini gaji kamu ya, aku taruh di sebelah meja. " kak Ardhana meletakkan uang gaji itu di atas meja.

Astaga, bisa bisa nya kamu lupa kalau hari ini waktunya kamu gajian La, dasar kamu pelupa. (Gumam Haeyla pada dirinya sendiri).

Telpon Haeyla berdering.

" Halo Nik, ada apa ya? "

" Halo La, besok lo datang ke sekolah nya agak pagian bisa ya La, soalnya kita mau ngurusin acara buat pensi sekolah. "

" Mendadak banget Nik, takut gak kekejar sih nantinya. "

" Mudah mudahan La, makanya besok lo dateng pagian ya. "

" Oke, aku usahain ya Nik. "

Kenapa aku baru di kabarin sekarang coba, malah mendadak banget lagi.

Pukul 21:00

Akhirnya selesai juga pekerjaan hari ini, sekarang waktunya pulang!!.

Setelah selesai dengan semua pekerjaan di Fourtune Cafe, Haeyla segera pulang ke rumahnya karena tentu saja badan nya pasti sudah sangat lelah.

Mampir dulu deh ke Market, sekalian beli bahan makanan untuk di rumah nanti.

Market Lilipo pukul 21:15

Haeyla berjalan masuk sambil melihat lihat apa saja yang akan dia beli untuk persedian di rumah nanti. Haeyla selalu membeli apapun seperlunya, karena jika berlebihan uang yang dia punya pasti tidak akan cukup untuk biaya hidup nya sehari hari.

" Malam La. " suara itu membuat Haeyla menoleh seketika.

" Arbian?, kamu disini juga? "

" Hahaha, ini kan tempat umum La, ada ada aja pertanyaan kamu. " Arbian tertawa mendengar pertanyaan konyol Haeyla.

" Btw kamu beli apa disini? "

" Aku beli stok makanan untuk di simpan di rumah. "

" Begitu ya. " sahut Arbian sambil melihat lihat buah di tangan nya.

Arbian adalah teman sekolah Haeyla, Arbian di kenal tidak banyak bicara, itu yang membuat Haeyla sedikit canggung.

" Aku beliin ini untuk kamu La. " Arbian menyodorkan buah Strawberry, Alpukat, dan juga Anggur Musket padaku.

" Hah? " Aku sangat terkejut dengan tindakan nya barusan.

" Kamu suka ini kan, aku beliin buat kamu. "

" Ehh jangan, udah biar aku aja yang bayar, jangan kamu. "

" Kamu kira aku gak punya uang ya La, enak aja kamu. " Arbian tertawa sambil mengacak acak rambutku lalu berlalu pergi ke lorong sebelah.

Loh, enak aja dia main acak acak rambut aku, Arbian itu kenapa ya, sedikit aneh dan canggung kalau begini. (gumam Haeyla).

" Laa, disini. " Arbian melambai seakan memberi tahu keberadaanya.

Arbian Adnan Pramaja, laki laki dengan watak cuek, pendiam, dan cool tentunya.

" Udah selesai belanja nya La? "

" Iya udah ni, semua yang aku mau udah aku pilih di dalam keranjang ini. " ucapku sambil tersenyum

"Ayo, aku juga sekalian mau bayar. "

Tanpa curiga aku langsung meng iyakan ajakan Arbian, dan setelah semua selesai di hitung dengan cepat nya Arbian menempelkan credit card nya dan membayar semua belanjaan milik ku.

" Arbian!!, kenapa kamu yang bayar! " aku sangat kesal saat itu

" Udah terlanjur, gimana dong?. " Arbian berlalu pergi dan duduk di kursi kosong yang di sediakan di sana.

Gak bisa begini, aku harus ganti semuanya, Arbian gak boleh bayarin semua ini, aku harus ganti semuanya.

" Ini, aku ganti uang kamu ya, jangan begitu lagi lain kali. "

" Aku gak butuh uang kamu ini La, ambil. "

Arbian menarik tangan ku dan mengajak aku duduk di sampingnya.

" Simpan uang kamu, pake untuk hal yang lebih berguna. "

" Ini juga berguna, jadi harus di pake kan. "

Dia hanya menunjukkan senyum tipis nya dan memandang wajah ku sekarang.

" Temani aku duduk disini 10 menit dan aku anggap kamu udah bayar semuanya, gimana? "

" Ahh, oke kalau gitu. " aku tetap duduk di sebelah nya dan memandang kosong jalanan di depan sana.

Entah kenapa rasanya aneh saat aku duduk bersebelahan dengan Arbian, baru kali ini aku bisa berbicara lama dengan Arbian, karena jujur saja, Arbian adalah orang yang selalu menutup diri pada siapapun.

" La, kamu pernah rindu dengan seseorang? "

" Ya, kenapa? "

" Aku rindu dengan seseorang yang mungkin udah gak bisa lagi aku temui. "

" Aku juga pernah merasakan apa yang kamu rasain, dari aku umur 10 tahun papa pergi entah kemana, dan saat aku pertama kali masuk SMA mama juga pergi, aku selalu rindu mereka, tapi apa boleh buat, terkadang ada rasa rindu yang hanya cukup di tahan. "

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!