"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"
Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.
Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.
Apa yang membawa mereka kedalam air?
mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Bergosip pria tampan
Sungai kembali penuh dengan para warga karena mereka memang sibuk mencari keberadaan mayat Reza agar bisa segera di temukan untuk hari ini juga, tidak ada yang tidak ingin membantu karena mereka memiliki jiwa solidaritas yang begitu tinggi sehingga siap membantu bila ada tetangga yang sedang kesusahan seperti keluar dari Reza sekarang.
Hanya beberapa orang saja yang tidak peduli dan bila ingin membantu maka akan meminta bayaran karena menganggap mereka adalah pengganti uang yang harus di hasilkan ketika sedang bekerja, tapi itu hanya segelintir orang saja dan selebihnya mereka tidak peduli karena lebih baik penolong dari pada mendengarkan ocehan yang tidak jelas.
Pak RT juga memberi himbauan kepada seluruh warga agar mereka bila memiliki kesempatan maka lebih baik membantu para tetangga yang sedang kesusahan, dia juga bukan hanya berdiam diri dan memberikan ocehan tapi juga ikut turun tangan langsung ke lokasi agar segera bisa menemukan mayat Reza yang sudah dua hari ini tenggelam di dalam sungai.
Witri sendiri juga tidak hanya berdiam diri ketika para warga sibuk membantu dia untuk menemukan mayat Reza, pagi disediakan sarapan dan juga teh hangat dan ketika siang dia menyuruh anak muda untuk membeli makan siang nasi padang sehingga para warga yang membantu tidak sampai kelaparan.
Ini saja masih saja ada yang menggunjing karena mereka mengatakan bahwa mencari mayat di dalam air itu membutuhkan tenaga yang begitu besar, memang kalau menuruti apa kata orang tidak akan pernah beres karena mereka akan terus mencari kelemahan bagi kita sendiri agar bisa ada yang di gosipkan dengan sangat rajin.
Padahal bila di pikir dengan matang maka kondisi Witri begitu rumit karena dia sedang di landa kesusahan serta rasa sedih yang begitu besar tapi masih harus menyiapkan segala sesuatu untuk para warga yang membantu dia, belum lagi dia harus mendengarkan beberapa bisikan dari orang yang memang bermulut pedas dan tidak pernah tahu terima kasih.
"Jadi yang mau menyelam ini siapa saja?" Pak RT menatap para warga yang sudah siap untuk masuk ke dalam Tanjung sembilan.
"Hanya tiga orang, Pak!" Ridwan datang lagi walau tadi malam sudah di datangi hantu air.
"Nolan kemana ya? apa dia tidak ingin membantu lagi hari ini." Pak RT mencari keberadaan Nolan.
"Tadi dia ada di rumah kok, tapi memang tidak bertanya apa dia akan membantu atau tidak." jawab Ridwan.
"Maaf saya tidak bisa kalau menyelam ke dalam air." ucap Amir karena kesehatan dia masih belum seberapa bagus.
"Jangan memaksakan diri juga bila memang tidak bisa, Mas! saya tidak mau bila nanti mas Amir sendiri yang akan terluka." Witri membuka suara karena dia tidak mau semua warga nanti jadi terpaksa.
"Enggak apa apa, ini cuma agak demam saja jadi kalau kena air belum bisa." jelas Amir sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau memang tidak ada tambahan maka aku bisa kok masuk ke dalam air juga." Alan akhirnya memutuskan diri untuk masuk ke dalam air.
"Eh itu Nolan, Alhamdulillah dia datang." Pak RT sangat senang ketika melihat keberadaan Nolan yang baru saja tiba.
"Syukur lah jadi ada tambahan yang mau menyelam, itu sudah ada tiga terus tambah Nolan jadi empat." Tamrin juga senang.
Untung Nolan walau belum tahu secara pasti tata krama menjadi manusia baik tapi dia tetap mau menolong dan masuk ke dalam air, sebab ada tujuan untuk mencari keberadaan hantu air itu juga dan salah satu member dari agensi belum pulang setelah tadi malam masuk ke dalam air ini.
Andini memang belum pulang sejak saat itu sehingga ada perasaan cemas di dalam hati para teman, jadi sekarang semua sedang mencari keberadaan Andini juga bersama dengan mayat Reza dan Nolan tidak keberatan untuk masuk ke dalam air lalu menyelam karena kemarin dia yang menemukan mayat yang hilang.
"Mas Nolan hati hati ya." Sinta datang sambil tersenyum manis.
"Cih senyum seperti itu saja yang kau pamerkan." batin Nolan sama sekali tidak tertarik kepada Sinta.
"Aku ada membuat makanan ini, jadi nanti kalau sudah menyelam Mas Nolan bisa makan ya." Sinta kembali membuka suara karena dia memang sangat gencar mendekati Nolan.
"Sinta sedang berusaha untuk mendekati Nolan sepertinya, tapi Nolan sangat cuek seolah tidak peduli." bisik Bu Ita.
"Ini memang agak cuek orang nya, mungkin dia memang tidak tertarik kepada Sinta." bisik Kinan.
"Banyak yang naksir dia, para gadis dan janda sudah banyak yang datang untuk mendekati Nolan." ujar Bu Ita lagi.
Nolan tahu sedang di gosipkan oleh mereka semua namun dia tidak peduli dan langsung masuk ke dalam air saja dari pada terus mendengar apa yang mereka katakan, adik Purnama ini memang memiliki paras yang begitu tampan sehingga banyak gadis atau para janda yang naksir kepada dia dan bahkan sampai secara terang-terangan.
Tapi Nolan tidak pernah peduli dan tidak tertarik kepada mereka semua dan bahkan sekarang dia malah jatuh cinta pada kekasih member, hal itu pasti akan menjadi perdebatan karena siluman ular ungu tidak akan pernah membiarkan siapa saja mendekati kekasih tercinta nya itu.
"Aku akan menyelam juga, apa masih ada perlengkapan?" Arya datang kepada Pak RT.
"Sudah habis, Mas Arya." Pak RT mendongak menatap wajah tampan satu ini.
"Ya sudah aku tidak pakai itu." ujar Arya sambil masuk kedalam air.
"Aiih mata ku di manja sekali melihat pria tampan." Sinta kagum dengan dua pria itu.
"Nah tinggal pilih saja, mau yang bujang atau duda." gurau Bu Ita.
"Arya mana mau menikah lagi, dia ingin tetap jadi duda kok!" Kopsah menjawab dengan suara sengit.
"Siapa yang mengajak kau ini bicara." Kinan malas sekali dengan Kopsah.
Jarang ada warga yang menyukai wanita satu ini karena mereka semua menyimpan rasa kesal yang begitu dalam, sebab Kopsah tidak pernah bisa menjaga mulut sejak dulu hingga sampai saat ini walau telah di beri pelajaran juga namun memang itu menjadi tabiat buruk sehingga tidak pernah bisa berubah.
"Sibuk sekali mereka membicarakan antara bujang dan duda." Arini berdecak kesal.
"Terpesona mereka, lagi pula memang Arya tampan kok." jawab Jalak.
"Nolan tampan juga sih, tapi kalau mata ku bilang memang lebih tampan Arya." sahut Hendra.
Jalak diam saja karena dia sudah tidak ingin membicarakan tentang Nolan itu lagi, Arini sedikit demi sedikit mulai menyadari bahwa sang kekasih telah tahu bahwa Nolan mulai menaruh hati kepada dia sehingga Arini harus mulai menjaga sikap dan tidak boleh welcome kepada Nolan.
Selamat pagi menjelang siang ya besti, jangan lupa like dan komen kalian ya semua nya.
nah gitu dong Pur jgn emosi dulu SM member Krn yg mereka lakukan Krn mrk peduli dan ga mau ratu kenapa2😌