NovelToon NovelToon
Obsesi Raviel

Obsesi Raviel

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Ibu Mertua Kejam / Pernikahan Kilat / Hamil di luar nikah / Mafia / Iblis
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: his wife jay

Sejak kelas satu SMA, Raviel Althaire hanya mengamati satu perempuan dari kejauhan. Tidak mendekat, tidak memiliki, hanya menyimpan rasa yang perlahan berubah menjadi obsesi.
Satu malam yang seharusnya dilupakan justru menghancurkan segalanya. Pagi datang bersama tangis dan kepergian tanpa penjelasan.
Saat identitas gadis itu terungkap, Raviel sadar satu hal—perempuan yang terluka adalah orang yang selama ini menguasai pikirannya.
Sejak saat itu, ia tidak lagi mengagumi.
Ia mengikat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon his wife jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menjelaskan

Setelah gadis itu pergi, Raviel membuka matanya perlahan. Denyut tajam masih menekan pelipisnya, seolah sisa malam kelam belum sepenuhnya melepaskan cengkeramannya. Napasnya terasa berat saat ia berusaha bangkit dari ranjang.

“Shh…” desisnya lirih sambil menekan kepala.

Ruangan hotel itu terasa asing. Dinding berwarna gelap, serta lampu redup yang belum dimatikan membuat pikirannya semakin kacau.

Kenapa saya berada di sini?

Apa yang sebenarnya terjadi?

Batin Raviel bergejolak. Ia menggeser pandangan ke samping—dan tubuhnya menegang seketika. Noda merah jelas terlihat di atas seprai putih yang kini ternodai.

Sial.

Ingatan itu menghantamnya tanpa ampun. Potongan kejadian semalam kembali muncul dengan kasar. Minuman yang disodorkan pelayan, rasa yang aneh, lalu kesadarannya yang perlahan runtuh. Setelah itu—seorang gadis yang tidak ia kenal. Tatapannya. Dan malam yang seharusnya tidak terjadi.

Raviel mengumpat pelan sambil memukul pelipisnya sekali. Ia jarang kehilangan kendali, apalagi sampai terjebak dalam situasi seperti ini.

Ia segera bangkit, memungut pakaian yang berserakan di lantai, lalu membersihkan diri di kamar mandi tanpa menoleh lagi ke ranjang itu. Air dingin tidak mampu sepenuhnya meredam amarah dan penyesalan yang berkelindan di dadanya.

Usai berpakaian seadanya, Raviel mengambil ponsel dan menghubungi satu-satunya orang yang ia percaya.

“Halo, Tuan,” suara Ethan terdengar di seberang.

“Segera bawa pakaian ke hotel tempat pertemuan kemarin. Kamar nomor lima belas,” ucap Raviel datar, tanpa emosi.

“Baik, Tuan.”

Panggilan terputus.

Raviel menatap layar ponselnya sesaat, lalu mengembuskan napas berat. Seseorang telah mencampuri minumannya. Ia yakin akan hal itu. Dan siapa pun pelakunya—telah berani memainkan api di wilayah yang salah.

★★★

Ting nong

Suara bel kamar hotel berbunyi nyaring, memecah kesunyian yang masih menggantung di udara.

Raviel tidak perlu menebak. Ia sudah tahu siapa yang berdiri di balik pintu itu. Dengan langkah cepat dan wajah dingin, ia membukanya tanpa basa-basi.

“Masuk.”

Ethan melangkah ke dalam dengan sikap hormat, membawa sebuah tote bag berwarna gelap. “Baik, Tuan. Ini pakaian yang Anda minta.”

Raviel hanya mengangguk singkat. Tangannya meraih tas itu dari genggaman asistennya tanpa ekspresi berlebih, seolah pikirannya masih tertinggal pada sisa kejadian semalam yang enggan pergi.

“Hm.”

Ethan memperhatikan keadaan kamar secara sekilas. Ranjang yang belum dirapikan, aroma rokok, serta aura tegang yang jarang ia rasakan dari tuannya membuat alisnya sedikit berkerut. “Jarang sekali Anda bermalam di hotel, Tuan. Biasanya Anda memilih apartemen atau mansion.”

Raviel berjalan menuju jendela, menarik bungkus rokok dari saku celananya. “Seseorang dengan sengaja menjebakku.”

Ia mengetuk sebatang rokok, lalu menyalakannya dengan gerakan tenang. Asap tipis mengepul, memenuhi ruangan dengan bau tembakau yang pahit.

“Maksud Anda?” tanya Ethan, nada suaranya merendah, penuh kehati-hatian.

Tanpa menjawab, Raviel melirik ke arah ranjang di belakang mereka. Isyarat itu singkat, namun cukup jelas.

Ethan mengikuti arah pandangan tersebut. Detik berikutnya, tubuhnya menegang. Matanya membesar saat melihat noda merah yang belum sepenuhnya hilang dari seprai putih itu.

“T-Tuan?” suaranya bergetar. “Apakah Anda… meniduri seorang gadis yang masih perawan?”

Keheningan jatuh seperti palu. Ethan nyaris tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Selama bertahun-tahun mendampingi Raviel, ia tahu betul seberapa kelam dunia yang dikuasai pria itu. Namun satu hal selalu menjadi batas yang tidak pernah dilewati tuannya—mengambil kesucian seorang perempuan tanpa kesadaran penuh. Terlebih lagi, Raviel dikenal memiliki obsesi pada satu sosok tertentu.

“Ya,” jawab Raviel akhirnya, suaranya rendah. “Aku kelepasan. Aku tidak sadar melakukan itu.”

Ia mengisap rokoknya dalam-dalam. “Semua ini karena minuman sialan yang diberikan pelayan tadi malam.”

Ethan menghela napas berat. “Bukankah Anda sedang mencintai seseorang, Tuan?” tanyanya hati-hati. “Lalu bagaimana dengan gadis yang Anda tiduri? Dia pasti akan menuntut pertanggungjawaban.”

Raviel memejamkan mata sejenak. Rahangnya mengeras, menahan emosi yang jarang ia tunjukkan. “Aku juga tidak tahu, Ethan. Semua ini tidak pernah ada dalam perhitunganku.”

Ia memutar tubuhnya, menatap asistennya dengan sorot mata tajam yang kembali dingin. “Untuk saat ini, tugasmu hanya satu. Cari tahu identitas gadis yang bersamaku semalam. Apa pun caranya.”

Ethan mengangguk cepat. “Baik, Tuan.”

“Selain itu,” lanjut Raviel tanpa jeda, “pelayan yang memberikan minuman kepadaku. Bawa dia ke tempat biasa.”

Nada suaranya datar, namun mengandung ancaman yang jelas. Ethan memahami makna di balik perintah itu. Tempat biasa bukan sekadar lokasi—itu adalah ruang interogasi yang tidak semua orang bisa keluar dengan utuh.

“Dimengerti.”

Raviel kembali memandang ke luar jendela. Kota di bawah sana tampak hidup, seolah tidak peduli dengan kekacauan yang baru saja terjadi di dalam kamar itu. Ia adalah Raviel Althaire—CEO muda yang namanya disegani di dunia bisnis internasional. Wajah publiknya bersih, berkelas, dan penuh kendali.

Namun hanya segelintir orang yang tahu kebenaran di baliknya.

Di balik jas mahal dan kontrak bernilai miliaran, Raviel adalah penguasa jaringan gelap yang bergerak di bawah hukum. Seorang mafia yang dingin, strategis, dan tidak mengenal ampun. Identitas itu hanya diketahui oleh orang-orang kepercayaannya—dan Ethan adalah salah satunya.

Kesalahan semalam bukan sekadar kecelakaan. Itu adalah celah. Dan celah selalu berbahaya bagi seseorang seperti dirinya.

Raviel mengepalkan tangan, asap rokok mengepul di antara jemarinya. Siapa pun yang berani menjebaknya, telah membuka pintu menuju kehancuran mereka sendiri.

Dan gadis itu…

Entah siapa namanya, entah dari mana asalnya—hidupnya kini telah terhubung dengan Raviel Althaire. Dengan cara yang tidak pernah ia rencanakan, dan mungkin tidak akan pernah bisa ia lepaskan.

1
Nurmalia Lia
ditunggu up ny Thor semangat 💪 suka dgn karya mu😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!