NovelToon NovelToon
Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Trauma masa lalu / Action / Time Travel / Romansa / Sci-Fi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Adam Erlangga

Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.

Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.

Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

Malam hari. Rachel pun meninggalkan pesta perayaan dan kembali ke istana. Selama perjalanan, ia merasa tubuhnya sedikit berbeda.

"Aku tidak merasakan apapun di tubuhku. Bahkan aku tidak merasa lelah atau lemas setelah aku minum arak dari mereka. Apa yang terjadi pada tubuhku.? apa jangan-jangan arak itu memang tidak mengandung Racun.?" katanya dalam hati sambil melihat tangannya.

"Yang Mulia, apa Anda baik-baik saja.?" tanya Mona khawatir.

"Aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir." sahut Rachel sambil menoleh ke arah jendela.

"Tadi sangat berbahaya Yang Mulia, aku takut mereka menaruh racun pada minuman itu."

"Aku juga merasa begitu, tapi aku merasa minuman itu tidak ada racun. Tubuhku tidak bereaksi apa-apa." kata Rachel.

"Tapi tetap saja Yang Mulia, Anda harus hati-hati. Melihat posisi Anda sebagai kaisar, mungkin banyak orang yang tidak menyukai Anda."

"Aku tau."

....

Di kediaman Duke Harrington.

BRAK. Brian melempar sebuah cawan logam ke lantai.

"Apa yang sudah kau lakukan.? Sudah aku katakan berkali-kali, kau harus memberikan minuman yang aku siapkan." teriak Brian.

"Ayah, kenapa Nada menyakiti Rachel.? bukankah Kaisar James sudah tidak ada.? kenapa sekarang harus Rachel.?"

"Kau, kau tidak tau apa-apa. Kekaisaran Romana sudah siap dari dulu untuk menyerang Andorra. Dan James keparat itu malah membuat perjanjian dengan mereka. Apa kau tau isi perjanjian itu.?"

Wiliam hanya diam disana.

"Huh, sudahlah. Kalau kau tidak mau menyelamatkan keluarga Harrington, lebih baik kau bersiap melihat keruntuhan keluarga ini."

"Ayah aku mohon, bersabarlah sebentar lagi. Aku akan lakukan apapun perintah ayah, asalkan tidak menyakiti Rachel."

"Chik, sampai kapan.? Sampai kapan aku menunggu.? bahkan dia tidak melirik sedikit pun ke arahmu. Apa yang kau harapkan.? menjadi suami seorang Kaisar.? lalu merubah isi perjanjian itu dengan mudah.? Huh, dia adalah anak kandung James, bukan anak kandungku. Satu-satunya cara adalah menganti posisinya dan mengendalikan Benjamin."

Wiliam pun langsung berlutut.

"Ayah, aku tau Anda sangat khawatir. Memang kekuatan Kekaisaran Romana tidak bisa di lawan, tapi pasti ada cara lain untuk menghentikan mereka.?"

"Cara lain.? apa yang kau bilang.? satu-satunya cara adalah memberikan pasukan keluarga Duke kepada mereka. Kau tau artinya apa.? kalau kekuatan tempur ada di tangan mereka, keluarga Harrington hanyalah sebutir debu di bawah kekuasaan tirani. Itu yang kau maksud.?"

Wiliam hanya pasrah disana.

"Huh, sudahlah." sahut Brian sambil duduk di kursinya. Lalu ia melihat Wiliam yang berlutut di depannya.

"Wiliam, ayah sudah hidup lebih dari 50 tahun, dan usaha ayah selama ini adalah untuk keluarga Harrington. Apa kau akan memberikan semua jari payah ayah selama ini kepada mereka.? pikirkanlah baik-baik, kembalilah." sahut Brian.

Wiliam pun langsung berdiri disana, lalu memberikan hormat kepada Brian dan pergi.

"Huh." sahut Brian menghela nafas.

....

Istana Kekaisaran Andorra.

Rachel tetap melamun melihat bintang-bintang dari luar balkon kamarnya. Lalu ia mengingat perkataan pelayan terdekat Kaisar James.

"Tuan Putri, tidak ada lagi yang tersisa dari keluarga Kekaisaran, hanya Anda yang tersisa. Anda harus mengisi kekosongan tahta Kaisar Andorra. Dengan begitu, Andorra akan selamat dari kehancuran, jalannya pemerintahan harus ada seorang pemimpin. Jika anda tidak menginginkannya, para pejabat istana akan mengambil alih kekuasaan yang sudah di tinggalkan oleh nenek moyang Anda."

"Hm, lalu apa yang bisa aku lakukan sekarang.? Apa aku harus menjadi boneka sebelum Kekaisaran ini di ambil alih lagi.? Atau aku sedang menunggu kematian dalam keadaan terhina.?"

Rachel menghela nafas panjang.

"Kenapa aku harus lahir di keluarga Kekaisaran.? dan kenapa aku tidak boleh memberikan kekuasaan kepada orang lain.? Padahal, solusi semua masalah ini adalah soal kekuasaan."

....

Kapal Atlas.

Rudy sedang duduk di depan api ungun sambil melihat layar di depannya.

"Tempat ini kurang bagus, apa aku harus menyembunyikan Atlas di bawah lembah itu ya. Hm, atau aku kembalikan saja Atlas ke kapal induk, dan hanya meninggal kan perlengkapan darurat saja."

Rudy melihat peta di layar hologramnya. Ia megeser layar dan mencari tempat untuk di jadikan pemukiman sementara.

Tiba-tiba. [Terdeteksi, seseorang sedang mendekati Atlas]

"Haish, perempuan itu lagi. Orion, gunakan data pemeriksaan tubuh Rachel dan simpan dalam datamu sebagai temanku. Dia bukan ancaman buatku."

[Confirm]

Tak berlangsung lama, Rachel terlihat berjalan sambil melamun ke arah Rudy. Lalu ia duduk di depan Rudy tanpa mengatakan sepatah katapun.

"Hm.?" sahut Rudy kebingungan.

"Ini sudah jam 11 malam, kenapa kau keluar larut malam begini.?"

"Entahlah, aku hanya ingin menyendiri."

"Huh, baiklah." Rudy pun berdiri "Kalau begitu, aku pergi dulu." katanya, dan Rachel tidak merespon apapun.

"Gunakan mantel ini, kau akan kedinginan kalau berlama-lama di luar sini." kata Rudy sambil melemparkan mantelnya ke atas kepala Rachel.

Rudy pun berjalan menjauh dan masuk kedalam Atlas. Lalu, ia memperhatikan Rachel dari layar monitor.

"Sepertinya dia terkena masalah. Huh, sebenarnya aku tidak ingin berpihak pada siapapun disini, apalagi ikut campur urusan politik kerajaan."

Rudy pun mengambil roti disana, lalu ia memakannya sambil memperhatikan Rachel disana.

Jam sudah menunjukkan pukul 01:00. Tapi Rachel masih duduk dan tidak bergerak dari tempatnya. Dan Rudy memperhatikan nya sambil menggambar sketsa pemukiman sementara.

"Hm, sudah dua jam dia tidak bergerak sama sekali, bahkan dia tidak menyentuh mantel yang aku berikan. Apa dia mati kedinginan.?"

SUNG. Rudy pun keluar dan menghampiri Rachel.

"Rachel.? Rachel, apa kau tidak apa-apa.? Hei jawab." katanya, tapi tidak ada respon.

"Sialan, jangan bilang kai mati disini."

Rudy pun memegang tubuh Rachel, dan tubuh Rachel langsung terjatuh kedepan.

"Ha.? Rachel."

Rudy menggoyang tubuhnya sambil memanggil namanya.

"Hei jangan mati disini. Sialan, kalau ada polisi antariksa yang datang, aku bisa di penjara seumur hidup."

Rudy pun memetiknya denyut nasi dan merasakan nafas dari hidungnya. "Huh, untung saja dia masih bernafas."

"Orion, berikan aku pot medical."

[Confirm]

Rudy pun mengangkat tubuh Rachel dan memasukkannya kedalam Pot.

"Tubuhnya meriang, apa dia kelelahan.? atau jangan-jangan dia di racun lagi."

WUING. Suara pemeriksaan di dalam pot.

"Sudah tau begini, masih saja datang kemari malam hari. Apa yang dia pikirkan."

Tit. Data Diagnosis keluar.

"Dua diagnosis. Dendam tinggi dan gangguan pikiran. Hm, stress lagi dia."

Tit. [Diagnosis penyakit, berhasil teratasi] WUING.

Rudy pun mengangkat tubuh nya, lalu menaruhnya kedalam tenda.

"Sementara kau istirahat saja disini, aku tidak bisa membawamu kedalam Atlas. Istirahatlah dengan tenang, Axiom akan menjaga mu disini."

Rudy pun melihat wajah Rachel, ia merasa kasihan padanya. Lalu ia keluar dari tenda.

"Axiom, masukkan dia kedalam data list keselamatan. Dan jaga dia."

[Scan wajah selesai, Confirm. Deteksi postur tubuh dan sidik jari, Confirm. Rachel Lawrence berhasil di tambahkan kedalam list keselamatan. Perintah Otoritas tertinggi Axiom, Komando Jenderal Rudy Hosten]

Sing. [Pemasangan cincin sensor berhasil terpasang]

....

1
anggita
antara 220 sama 2220...gak jauh selisih 2 tok😉
anggita
mampir like👍, iklan👆saja. moga novelnya lancar.
Adam Erlangga: 🙏terimakasih dukungan nya kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!