NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Romantis / Time Travel / Mantan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Raisa Swandi harus menghadapi kenyataan di gugat cerai suaminya Darma Wibisono, 11 tahun pernikahan mereka sirna begitu saja. Dia harus menerima kenyataan Darma yang dulu sangat mencintainya kini membuangnya seperti sampah. Tragedi bertubi-tubi datang dalam hudupnya belum sembuh Raisa dari trauma KDRT yang dialami dia harus kehilangan anak semata wayangnya Adam yang merupakan penyandang autis, Raisa yang putus asa kemudian mencoba bunuh diri locat dari jembatan. Tubuhnya terjatuh ke dalam sungai tiba-tiba saja fazel-fazel ingatan dari masalalu terlintas. Sampai dia terbangun di kosannya yang dulu dia tempati saat masih Kuliah di Bandung di tahun 2004

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perselingkuhan

14 Bulan Sebelum Sidang Perceraian ...

"Ah... ah... agh, Mas..." Desahan Pratiwi menggema, membakar gairah Darma.

"Aghh... sayang..." Darma membalas, napasnya memburu. Gerakannya semakin cepat, membawa mereka ke puncak kenikmatan.

"Aghh.... aaah..." Darma ambruk di samping Pratiwi. Mereka bertatapan, senyum terukir di bibir masing-masing.

"Nginep sini, Mas?" Pratiwi merayu, memeluk Darma mesra.

"Nggak bisa, Sayang. Aku harus pulang," jawab Darma. Wajah Pratiwi langsung cemberut.

"Cuma dua hari, kok," Darma membujuk, membelai rambut Pratiwi dengan lembut.

"Bener ya?"

Darma mengangguk, mendekap Pratiwi erat.

Kreek ... kreek ...

Suara televisi membangunkan Raisa. Jam menunjukkan pukul satu dini hari.

"Mas Darma pasti lupa matiin TV," gumam Raisa pelan.

Raisa bangkit dari tempat tidur, berjalan menuju ruang tengah.

"Kebiasaan," gerutunya. Raisa menggeleng melihat Darma tertidur pulas di sofa, remote TV tergeletak di sampingnya.

Perlahan, Raisa mengambil remote itu dan meletakkannya di meja. Tiba-tiba, kakinya menginjak sesuatu.

"Ya ampun, untung nggak pecah," celetuk Raisa lega, menyikirkan kakinya dari atas ponsel. Sepertinya Darma tak sengaja menjatuhkannya.

Raisa meraih ponsel itu, namun tiba-tiba bergetar.

Ngung... ngung... ngung...

Dengan ragu, Raisa membaca notifikasi chat.

"Dari Mamah? Malam-malam begini?" Raisa khawatir terjadi sesuatu pada ibu mertuanya.

'Sayang, kok nggak bales?'

Deg!

Raisa terkejut. Penasaran mulai menggerogoti hatinya.

"Sayang?" bisik Raisa, matanya terpaku pada layar ponsel. "Sejak kapan Mamah panggil Darma 'sayang'?"

Tanpa ragu, dia mulai membaca chat itu. Raisa duduk di sofa, bersebelahan dengan Darma.

'Sayang, aku kangen!' Ternyata Darma yang mengirim chat itu duluan.

'Baru aja tadi ketemu udah kangen lagi?'

Raisa berhenti membaca, tangannya sedikit gemetar. Dia melanjutkan.

'Minta fav dong, Sayang'

'Emang nggak apa-apa?'

'Aman, dia lagi tidur'

Raisa tersentak. Kata-kata itu jelas ditujukan untuknya.

Sebuah foto muncul. Seorang gadis muda, cantik dengan piyama, berpose sambil tersenyum.

"Siapa perempuan ini? Aku nggak pernah lihat," gumam Raisa resah. Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

'Kok cuma gitu? Aku kangen yang tadi'

'Iih, genit'

'Cepet, Sayang!!!'

Foto kedua muncul. Kali ini, gadis itu hanya mengenakan bra dan celana dalam, berpose seksi.

'Gimana?'

'Jadi pengen'

'Mau lihat itu?'

'Iih, nggak mau'

'Video call, ya?'

'Kalau video call, boleh lihat nggak?'

'Iya, Sayang. Boleh'

'Duh, jadi nggak tahan'

Wajah Raisa pucat pasi. Dia sangat syok membaca isi chat itu. Semakin ke bawah, semakin tidak senonoh.

"Astaga, Mas Darma," celetuk Raisa, menatap suaminya yang tertidur.

Raisa memeriksa galeri foto di ponsel Darma. Dia menemukan banyak foto wanita itu, dari berpakaian sopan hingga foto berdua di hotel.

"Mas Darma!" Raisa tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tubuhnya lemas, tangannya gemetar hingga ponsel itu terjatuh.

Dadanya sesak, dia hanya bengong menatap suaminya. Yang paling menyakitkan, dia melihat foto wanita itu bersama ibu mertua dan adik iparnya. Mereka terlihat akrab, seolah sudah saling mengenal.

Sepanjang malam, Raisa hanya menangis. Dia tak percaya suaminya berselingkuh, dan perselingkuhan itu diketahui oleh ibu dan adik iparnya.

"Kamu kok tega sih, Mas..." lirih Raisa.

Selama ini, Darma terlihat biasa saja. Tidak ada perubahan sikap. Raisa tidak curiga sama sekali. Malah, belakangan ini Darma semakin perhatian dan romantis.

"Salah aku apa sih, Mas..."

Raisa mencoba mengingat kejadian-kejadian lalu. Tidak ada sikap janggal yang ditunjukkan Darma. Selama ini, Raisa berpikir suaminya hanya kelelahan karena membantunya mengerjakan pekerjaan rumah.

Darma selalu beralasan, "Kasihan kamu, pasti capek ngurusin Adam."

Air mata Raisa jatuh deras. Dia kecewa.

Cahaya matahari masuk dari celah jendela, menyilaukan mata Darma. Dia membuka mata perlahan dan terkejut melihat Raisa duduk tak jauh darinya.

"Astaga, Sayang!" Darma kaget, mengelus dadanya. Raisa tidak berbicara sepatah kata pun.

"Kamu baik-baik aja kan?" tanya Darma khawatir, menatap Raisa.

Raisa menoleh, tatapannya tajam penuh amarah.

"Pratiwi Insani itu siapa, Mas?" Suaranya bergetar menahan amarah.

"Eugh..."

Darma terkejut, tidak berani menatap istrinya. Dia mengalihkan pandangan.

"Kamu periksa ponsel aku?" tanya Darma dengan nada marah.

Raisa tidak bergeming, terus menatap tajam ke arah Darma.

"Kamu belum jawab pertanyaan aku, Mas," kata Raisa tegas, meminta penjelasan.

"Ngapain kamu buka HP aku?" Darma masih enggan menjawab pertanyaan Raisa.

"Lho, kok jadi kamu yang marah, Mas?" Raisa heran mendengar ucapan suaminya.

"Aku juga punya privasi, walau kamu istri aku. Kamu nggak bisa seenaknya buka HP aku," ungkap Darma, mulai berani menatap Raisa.

"Selingkuh itu yang kamu maksud dengan privasi?" ungkap Raisa, membuat Darma gelagapan.

"Selingkuh apa?" sahut Darma, berusaha terlihat berani meski kekikukan terlihat jelas dari ucapannya.

"Sudah lah, Mas. Aku udah baca semua," ucap Raisa dengan nada bergetar.

Darma bingung, mencari alasan.

"Dia cuma teman aku!" Darma masih mengelak, meski sudah tertangkap basah.

"Eugh..."

Raisa menatap Darma, mulai menangis. Darma mendekat.

"Keadaan kita baik-baik saja sebelum kamu buka ponsel aku," ucap Darma, tetap tidak mau disalahkan.

"Seharusnya kamu nggak perlu tahu," Darma tampak egois, menatap Raisa tanpa rasa penyesalan.

Raisa membalas tatapan Darma dengan tajam. Dia tidak menyangka Darma akan mengatakan hal itu padanya.

"Bahkan keluarga mu sudah tahu, Mas," ucap Raisa, Darma mengalihkan pandangannya.

"Itu tidak akan terjadi lagi," ungkap Darma seraya memeluk Raisa. Dia tidak ingin Raisa membahas ini terus menerus.

"Kamu dan Adam selalu menjadi prioritas aku," ucap Darma lagi, masih memeluk istrinya.

"Apa salah aku, Mas?" Raisa masih terisak.

"Sayang, aku minta maaf. Aku benar-benar nggak berpikir panjang," ucap Darma sambil menatap wajah Raisa.

Raisa bisa merasakan ucapan Darma tidak tulus. Tatapannya berbeda, hatinya tidak lagi bersamanya.

"Aku janji aku akan mengakhiri semuanya. Kamu percaya sama aku kan?" tanya Darma meyakinkan.

Raisa menatap Darma ragu, lalu mengangguk pelan. Dia pikir akan percuma meneruskan masalah ini.

"Terima kasih, Sayang. Tidak akan ada yang bisa menggantikan kamu dan Adam," ucap Darma lagi, mengecup kening Raisa.

"Kamu nggak bisa digantikan siapapun," ucap Darma menatap Raisa dalam.

Darma mulai mengecup bibir Raisa beberapa kali, lalu melumatnya, mendorong tubuh Raisa ke sofa.

"Mas, aku nggak bisa..." ungkap Raisa, mendorong tubuh Darma.

Namun Darma tidak berhenti, terus menciumi Raisa.

"Nggak, Mas!!!"

Raisa tahu pikiran suaminya sudah tidak lagi padanya. Darma melakukan itu hanya karena merasa bersalah.

"Sayang, aku ada dinas keluar kota satu minggu," kata Darma. Raisa memilih diam, meski hatinya berkata ini hanya akal-akalan suaminya untuk bersama selingkuhannya.

"Aku akan siapkan koper mu," ungkap Raisa, beranjak pergi meninggalkan Darma.

Batin Raisa berkecamuk. Dia mulai curiga lagi, namun mencoba menyimpannya dalam hati. Dia terus gelisah sepanjang hari itu. Tidak bisa berpikir apapun selain mengingat chat mesra antara suaminya dan Pratiwi Insani.

Walaupun begitu, Raisa tetap menyiapkan keperluan Darma. Dia memasukkan beberapa pakaian ke dalam koper yang akan Darma bawa untuk dinas keluar kota, seperti yang dia katakan.

1
kalea rizuky
sama sama balik ternyata
kalea rizuky
jd inget cerita sebelah yg persis ini abis cerai trs balik ke masa lalu ngejar cinta pertama ny.. judulnya aku ingin. jodohku cinta pertama ku.. mantan suami nya kaku cuek gt lah makanya cerai
lin sya
pemeran utama nya bodoh, lemah gmpng ditindas kyk sidarma cowok satu satunya didunia pdhl GK hrs kyk gtu ngadepin suami kejam yg gk tau trimakasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!