NovelToon NovelToon
Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Teen School/College / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

​"Aku membelimu seharga 10 miliar. Jadi, jangan harap bisa melarikan diri dariku, bahkan ke sekolah sekalipun."
​Gwen (18 tahun) hanyalah siswi SMA tingkat akhir yang bercita-cita kuliah seni. Namun, dunianya runtuh saat ayahnya kabur meninggalkan hutang judi sebesar 10 miliar kepada keluarga terkaya di kota itu.
​Xavier Aradhana (29 tahun), CEO dingin yang dijuluki 'Iblis Bertangan Dingin', memberikan penawaran gila: Hutang lunas, asalkan Gwen bersedia menjadi istri rahasianya.
​Bagi Xavier, Gwen hanyalah "alat" untuk memenuhi syarat warisan kakeknya. Namun bagi Gwen, ini adalah penjara berlapis emas. Ia harus menjalani kehidupan ganda: menjadi siswi lugu yang memakai seragam di pagi hari, dan menjadi istri dari pria paling berkuasa di malam hari.
​Sanggupkah Gwen menyembunyikan statusnya saat Xavier mulai menunjukkan obsesi yang tak masuk akal? Dan apa yang terjadi saat cinta mulai tumbuh di tengah kontrak yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Rahasia di Ruang Kerja Terlarang

Rahasia di ruang kerja terlarang itu nyaris saja terbongkar ketika gagang pintu besar yang terbuat dari kayu jati tua mulai bergerak secara perlahan-lahan. Xavier dengan sangat sigap menendang laci meja yang macet itu menggunakan ujung sepatunya hingga terdengar suara dentuman kecil yang tertahan oleh karpet tebal. Jantungnya berdegup kencang saat ia berhasil menutup tumpukan berkas berwarna cokelat tua tepat sebelum pintu terbuka sepenuhnya.

Gwenola masuk dengan langkah yang sangat ragu-ragu sambil membawa sebuah nampan perak yang berisi secangkir kopi hitam panas yang masih mengepulkan uap. Ia melihat suaminya sedang berdiri mematung di sudut meja kerja dengan wajah yang nampak sangat tegang dan sedikit pucat. Ruang kerja ini selalu menjadi wilayah yang paling tertutup di seluruh kediaman mewah, membuat atmosfer di dalamnya terasa sangat berat dan penuh tekanan.

"Kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan pribadiku ini?" tanya Xavier dengan nada suara yang kembali mengeras dan sangat dingin.

Gwenola tertegun sejenak sambil meletakkan nampan perak tersebut di atas meja kerja yang dipenuhi oleh peta industri dan dokumen keuangan. Ia melihat tangan Xavier masih sedikit gemetar saat pria itu mencoba memperbaiki letak kancing kemeja hitamnya yang nampak berantakan. Rasa penasaran mulai merayapi pikiran gadis sekolah menengah atas itu saat matanya tanpa sengaja menangkap secarik kertas yang terselip di bawah laci.

"Maafkan aku, tadi penjaga bilang kau sedang butuh kafein untuk memulai rapat pagi yang sangat melelahkan," jawab Gwenola sambil menundukkan kepalanya sangat dalam.

Xavier melangkah mendekat lalu berdiri tepat di hadapan Gwenola, menutupi pandangan gadis itu dari meja kerja yang menyimpan banyak sekali rahasia kelam. Ia mencengkeram dagu Gwenola secara perlahan-lahan agar gadis itu menatap langsung ke dalam matanya yang sangat tajam dan sangat mengintimidasi. Gwenola merasa napasnya tersengal saat ia kembali merasakan aura dominasi yang sangat kuat dari pria pimpinan perusahaan yang baru saja menunjukkan kelembutan itu.

"Jangan pernah mencoba untuk mencari tahu apa yang ada di dalam ruangan ini jika kau masih ingin hidup dengan tenang," ancam Xavier dengan suara yang sangat rendah.

Gwenola menelan ludahnya dengan susah payah sambil merasakan ujung jari Xavier yang kasar menyentuh kulit wajahnya yang sangat halus dan sensitif. Ia menyadari bahwa sisi lembut yang Xavier tunjukkan di kamar tadi malam seolah-olah telah menghilang tanpa meninggalkan bekas sedikit pun. Kecewa mulai memenuhi hatinya saat ia menyadari bahwa kontrak sepuluh miliar itu benar-benar membangun dinding pemisah yang sangat tebal di antara mereka.

"Apakah ada hubungannya dengan ayahku? Kenapa kau sangat ketakutan jika aku melihat isi laci itu?" tanya Gwenola dengan keberanian yang mendadak muncul ke permukaan.

Xavier tertawa sinis sambil melepaskan cengkeramannya dari dagu Gwenola, lalu ia berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke arah hutan pinus yang sangat gelap. Ia tidak menyangka bahwa gadis kecil yang biasanya penurut ini mulai memiliki keberanian untuk mempertanyakan otoritasnya di dalam rumah ini. Namun, ia tidak boleh membiarkan Gwenola mengetahui bahwa ayahnya terlibat dalam konspirasi besar yang bisa menghancurkan seluruh garis keturunan mereka.

"Ayahmu hanyalah seorang pecundang yang tidak bisa membayar hutang, jangan pernah meninggikan posisinya di hadapanku," ucap Xavier tanpa menoleh sedikit pun ke arah Gwenola.

Gwenola mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih karena rasa sakit hati yang sangat mendalam akibat penghinaan yang baru saja ia dengar itu. Ia berbalik untuk meninggalkan ruangan, namun matanya sekali lagi tertuju pada sebuah bingkai foto yang diletakkan terbalik di pojok meja kerja. Dengan gerakan yang sangat cepat, Gwenola menyambar bingkai foto tersebut sebelum Xavier sempat menyadarinya atau melakukan pencegahan apa pun.

"Kembalikan benda itu sekarang juga atau aku akan memberimu hukuman yang lebih berat dari sebelumnya!" teriak Xavier sambil berbalik badan dengan sangat beringas.

Gwenola tidak memedulikan teriakan tersebut dan segera membalikkan bingkai foto itu hingga ia bisa melihat gambar yang tersembunyi di balik kaca yang berdebu. Matanya terbelalak dan seluruh tubuhnya seketika menjadi sangat kaku saat ia mengenali sosok yang ada di dalam foto tua tersebut. Di sana, nampak ayahnya sedang berdiri berdampingan dengan Xavier yang masih remaja, keduanya tersenyum dengan latar belakang sebuah gedung yang sangat familiar.

"Kenapa kau ada di dalam foto ini bersama ayahku sepuluh tahun yang lalu?" tanya Gwenola dengan suara yang sangat bergetar dan penuh dengan rasa tidak percaya.

Xavier segera menyambar bingkai foto itu dari tangan Gwenola dengan sangat kasar hingga kacanya pecah dan melukai sedikit telapak tangan pria itu. Ia tidak menjawab dan justru memanggil pengawal pribadi untuk segera membawa Gwenola keluar dari ruang kerja tersebut dan menguncinya di dalam kamar. Rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat kini mulai terkoyak secara perlahan-lahan dan mengancam stabilitas emosinya yang sudah sangat rapuh.

Gwenola terus meronta saat para pengawal menyeretnya menjauh dari ruang kerja yang penuh dengan teka-teki yang sangat membingungkan tersebut. Ia mulai menyadari bahwa pernikahan rahasia ini bukanlah sekadar masalah hutang piutang biasa yang melibatkan uang sepuluh miliar. Ada sebuah benang merah yang sangat panjang dan sangat berdarah yang menghubungkan keluarganya dengan masa lalu pimpinan perusahaan yang sangat misterius itu.

"Lepaskan aku! Aku berhak tahu apa yang kalian sembunyikan dariku selama ini!" teriak Gwenola di sepanjang koridor kediaman mewah yang sangat sunyi.

Xavier terduduk lemas di kursi kerjanya sambil menatap pecahan kaca yang berserakan di atas lantai marmer yang nampak sangat dingin dan berkilau. Ia mengambil sobekan foto yang menunjukkan wajah ayah Gwenola lalu meremasnya hingga menjadi gumpalan kertas yang tidak berbentuk lagi. Air mata yang sudah lama kering kini mulai menggenang kembali di pelupuk matanya saat ia teringat pada sebuah janji berdarah yang pernah ia ucapkan.

Tiba-tiba, asisten pribadinya masuk dengan wajah yang sangat pucat pasi sambil membawa sebuah amplop hitam yang tersegel dengan lambang keluarga musuh. Di dalam amplop tersebut terdapat sebuah foto terbaru yang diambil secara sembunyi-sembunyi dari arah luar kediaman mewah mereka. Foto itu menampilkan sosok Gwenola yang sedang berdiri di depan jendela kamarnya, namun dengan sebuah tanda silang merah tepat di bagian dadanya.

Foto yang tidak seharusnya dilihat.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!