NovelToon NovelToon
Cadar Sang Pendosa

Cadar Sang Pendosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Romantis / Cintamanis / Balas Dendam / PSK / Konflik etika
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadiaa Azarine

Dalam semalam, video scandal yang tersebar membuat kehidupan sempurna Adara hancur. Karirnya, nama baiknya, bahkan tunangannya—semuanya dihancurkan dalam sekejap.

“Gila! Dia bercadar tapi pelacur?”

“Dia juga pelakor, tuh. Gundik suami orang.”

“Jangan lupa… dia juga tidur sama cowok lain meskipun sudah punya tunangan se-perfect Gus Rafka.”

“Murahan banget, ya! Sana sini mau!”

“Namanya juga pelacur!”

Cacian dan makian terus dilontarkan kepada Adara. Dalam sekejap citranya sebagai influencer muslimah bercadar, dengan karya-karya tulisnya yang menginspirasi itu menghilang.

Nama panggilannya berubah menjadi “Pelacur Bercadar”. Publik mengecamnya habis-habisan bahkan beberapa orang ingin memukulinya.

Namun di tengah semua kekacauan yang terjadi, seorang pria mengulurkan tangannya kepada Adara.

“Menikahlah denganku, Adara. Aku akan membantumu untuk memperbaiki nama baikmu. Setelah semuanya membaik—kamu bisa pergi meninggalkanku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiaa Azarine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Scandal

[16 Juni 2023]

Suara dering ponsel yang bersahut-sahutan membuat gadis cantik yang tengah terlelap itu terganggu. Helaan napas kasar keluar dari mulutnya. Matanya terasa sangat berat hingga ia kesulitan membukanya. Berkali-kali ia menggelengkan kepalanya, berharap rasa kantuk yang melekat kuat itu menghilang.

Namun rasa kantuknya tak kunjung mereda. Ia pun meraih ponselnya dengan mata terpejam. Dengan pandangan kabur ia menatap layar ponselnya, mencoba membaca nama yang tertera di layar.

“Ayumi?” gumamnya. “Ngapain dia nelponin gue di jam dua malem kayak gini!” keluhnya.

Meski kesal, ia tetap mengangkat panggilan dari sahabatnya itu. “Yum… gue ngantuk banget… lo ngapain nelpon jam segini?” ucapnya dengan nada lemas.

“Dara, please! Ini kasus gede banget! Semua orang lagi heboh!” seru Ayumi dari seberang sana.

“Astagfirullah, Yumi… lo ganggu waktu tidur gue cuma karena ngabarin gosip yang lagi viral?” gadis itu menghela napas kasar.

“Hubungi gue nanti pagi, ya! Gue siap dengerin ocehan lo sampe maghrib, tapi sekarang… izinin gue tidur dulu,” pintanya.

“ADARAA STOP MIKIRIN TIDUR MULU! YANG LAGI VIRAL ITU LO!” teriak Ayumi.

Adara mendesis lalu menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Teriakan Ayumi membuat telinganya seketika berdengung.

“Gue viral?” beo Adara lalu tertawa disela kantuknya yang masih terasa berat. “Alhamdulillah…”

“Alhamdulillah kata lo? Lo gila, Dar?” tanya Ayumi shock.

“Ya Alhamdulillah dong, Yum. Lo aneh banget sih?” ucap Adara heran. “Jadi, buku gue yang mana yang viral sampe lo nelpon gue di jam segini?” tanyanya.

“ASTAGHFIRULLAH DARAA! KENAPA HIDUP LO SELALU PENUH POSITIF THINKING, HAH?” Suara Ayumi terdengar frustasi.

“Ayumi, please… gue ngantuk banget. Kita bahas besok aja, ya?” Adara memohon.

“Lo cek google dan liat apa yang terjadi, Dar! Setelah liat lo boleh tidur kalau menurut lo semua ini cuma masalah sepele.” Ayumi menghela napas kasar. “Gue otw ke sana sekarang!” ujarnya lalu menutup panggilan tanpa menunggu jawaban Adara.

“Gila!” lirih Adara lalu meletakkan ponselnya di atas kasur tanpa memeriksanya.

Gadis itu kembali memejamkan matanya tanpa berniat memeriksa google seperti yang diperintahkan oleh Ayumi. Namun setelah lima menit berlalu… suara notifikasi dari ponselnya tak kunjung reda.

Biasanya tidak seramai ini sekalipun dia memiliki dua juta penggemar di sosial medianya. Adara mengerjapkan matanya berulang kali, memaksa matanya berhenti terpejam.

Setelah beberapa menit mengumpulkan nyawa, akhirnya ia meraih ponselnya sambil menguap. Ah, rasanya kantuknya belum benar-benar menghilang.

Adara membuka ponselnya, memeriksa ribuan notifikasi yang masuk. Pesan dan komentar menyerbu sosial medianya seperti lalat yang menyerbu tempat sampah.

Jantung Adara berdetak lebih cepat. Ketakutan mulai menjalar di tubuhnya. Tidak mungkin notifikasi yang masuk sebanyak itu hanya karena bukunya viral, kan? Biasanya jika bukunya yang viral, yang masuk adalah notifikasi pembelian, bukan notifikasi komentar yang sebanyak ini.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Adara beranjak dari tidurnya lalu duduk bersandar pada sandaran ranjang. Ia menghela napas kasar lalu membuka google. Jarinya mulai mengetikkan namanya sendiri—Adara Naqia Selvira. Ia mengucapkan shalawat dan bismillah berkali-kali sebelum jarinya menekan enter.

“Penulis Sekaligus Influencer Bercadar, Adara Naqia Selvira Terlibat Skandal Besar. Publik Heboh!”

“Pelacur Bercadar Viral Diduga Adara Naqia Selvira?”

“Pura-Pura Alim? Adara Diduga Memiliki Dua Wajah.”

“Siang Bercadar, Malam Menjadi Pelacur. Adara Dianggap Menistakan Agama. Publik Meradang!”

“Video Syur Adara dan Farel Tersebar di Media Sosial.”

“Skandal Terbesar: Penulis Buku Islami Bercadar Dengan Seorang CEO Perusahaan Penerbitan Buku Terbesar di Indonesia. Video Asusila Tersebar.”

“Video Syur Adara dan Pria Lain Tersebar. Bagaimana dengan Tunangannya yang Ternyata Adalah Seorang Gus dari Pesantren Ternama di Yogyakarta.”

“Adara Selingkuh Sampai Berhubungan Intim. Intip Profil Gus Rafka—Pria yang Menjadi Tunangan Adara Sejak Tahun 2016.”

“Adara Selvira: Dari Tokoh Inspiratif Menjadi Ikon Skandal.”

“Publik: Adara Penipu! Tagar #BoikotAdara Trending.”

“Malu! Penampilan Islami, Tulisan Islami! Tapi Kelakuan Bak Binatang. Netizen Murka.”

Napas Adara seolah terhenti saat membaca semua judul artikel itu. Tangannya gemetar hebat. Apa yang sebenarnya terjadi? Pelacur? Video Syur?

Adara beralih membuka akun Instagramnya. Tangannya menggulir ribuan komentar yang masuk ke dalam ponselnya.

“Mati aja lo Adara!”

“Lepas cadar lo lonte!”

“Muka ditutup, sempak dibuka. Dasar Murahan!”

“Pakaian nggak menjamin, guyss! Jangan-jangan yang pake cadar tuh semuanya kayak gini.”

“Oh, jadi ditutup biar muka lontenya nggak keliatan ya? Lawak banget.”

“Booking lo kemana, Dar? Gue pengen nyobain.”

“Lo nggak bersyukur banget sih, Dara! Tunangan lo Gus Rafka. Gue tau banget semasya Allah apa beliau. Dan dengan gampangnya lo selingkuh!’

“Lo bikin kita-kita yang susah payah istiqomah pake cadar jadi dicap jelek, Dar! Semua yang bercadar dianggap buruk gara-gara kelakuan lo!”

“Dara… aku berharap berita ini nggak bener, ya? Aku pake cadar karena kamu, Dar. Aku bener-bener ngefans sama kamu. Tapi seandainya semua yang kamu lakuin itu bener… semoga Allah membalasmu.”

Nafas Adara memburu. Ribuan cacian dan makian dilontarkan mereka kepadanya. Adara tidak tau kenapa semua ini terjadi. Sungguh… dia tidak pernah melakukan hal seburuk itu.

Kenapa semua orang menghinanya? Sebenarnya video apa yang tersebar? Kenapa jadi namanya yang diseret dalam skandal itu. Semuanya sangat tidak masuk akal. Dia bahkan tidak pernah menyentuh seujung kuku pria manapun kecuali ayah dan kakeknya. Bagaimana mungkin tiba-tiba dia dituduh berzina dan apalagi ini? Pelacur?

“Adara!” Ayumi masuk ke dalam kamar dengan tergesa. Suara pintu yang didorong keras tak membuat Adara bergeming.

“Jangan dibacain komentar netizen!” Ayumi merebut ponsel Adara lalu mematikan ponsel gadis itu.

Adara tetap duduk mematung dengan tatapan kosong. Butiran bening jatuh dari kelopak matanya, tanpa suara.

“Adara… hey…” Ayumi mengguncangkan bahu sahabatnya itu.

Namun Adara seolah tak menyadari keberadaannya. Ayumi menatap Adara dengan tatapan terluka.

“Tenang aja, Dar… gue selalu percaya sama lo, kok.” Ayumi memeluk tubuh Adara. “Semua fitnah ini pasti bakalan mereda.”

“Yum… video apa yang mereka maksud? Video aku sama Farel? Bahkan Farel aja nggak pernah ke apartemen aku…” lirih Adara.

“Tapi mereka bilang video itu di ruang kerja aku. Tempat biasanya aku live jualin produk Naqia Hijab? Nggak masuk akal banget, Yum!” Adara meremas rambutnya sendiri.

“Lo mau liat videonya, Dar?” tanya Ayumi hati-hati.

“Astagfirullah!” Adara menggeleng cepat. “Gue nggak pernah ngeliat kayak gituan, Yum. Naudzubillah min dzalik!” serunya.

“Videonya biasa aja kok, Dar. Enggak bugil gitu. Cuma cowoknya lagi duduk di meja, ceweknya berdiri belakangin cctv. Mereka masih pake baju lengkap,” jelas Ayumi.

“Mereka ngapain?” tanya Adara lagi.

“Ciuman gitu kayaknya. Tapi nggak jelas kok!” Terang Ayumi. “Lo harus liat, Dar. Biar lo tau kalau lokasi itu bener di ruang kerja lo atau bukan!”

Adara memutar tubuhnya, menghadap Ayumi. “Yum… lo percaya sama gue, kan?” tanya Adara.

“Gue selalu percaya sama lo, Dar.” Ayumi meyakinkan Adara.

“Gue nggak ngelakuin itu, Yum. Tapi Seandainya memang ada video itu di ruang kerja gue… gue takut, Yum.”

“Dar.. zaman sekarang tuh teknologi udah makin canggih. Video kayak gitu bisa di edit.” Ayumi menatap Adara dengan ekspresi serius.

“T-tapi gimana kalau semua orang percaya? Buktinya kan sekar—”

“Tenang, Dar… lo harus liat dulu videonya!” Ayumi memotong ucapan Adara.

Adara mengangguk pelan. Ia memejamkan matanya, berusaha menenangkan perasaannya yang kacau.

“Ya Allah. Jika semua ini ujian dari-Mu—aku akan menerimanya dengan ikhlas. Dan jika nantinya aku tidak sanggup menghadapinya, tolong peluk aku.”

***

Bersambung…

1
Suratmi
sepertinya ada musuh dalam selimut,, seperti nya rasa iri si Jun bakal buat Dara kena Fitnah,,semangat ya kak author..di tunggu upnya💪💪
@Resh@: sepertinya dia yg fitnah dara dia nyamar klo pake cadar dan jadi pelakor tapi dara yg dituduh awal mula kehancuran dara ini
total 1 replies
Suratmi
karya Author sangat bagus.. menginspirasi kita perempuan agar lebih berhati-hati dalam kehidupan
Lovita BM
ayok up lagi kakak ✊🏼
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Meliandriyani Sumardi
salam kenal kak
Sweet Girl
Bisa jadi ... mesti diselidiki.
Khan sudah ada clue, Tattoo Mawar.
Sweet Girl
Ijin baca Tor...
episode pertama bagus, bikin penasaran.
semoga selanjutnya makin bagus.
Sweet Girl
Kamu salah... Makai Cadar kok karena Adara...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!