NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali, Aku Tidak Akan Bodoh Lagi

Terlahir Kembali, Aku Tidak Akan Bodoh Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Putri asli/palsu / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Dulu Salma Tanudjaja hidup dalam kebodohan bernama kepercayaan. Kini, ia kembali dengan ingatan utuh dan tekad mutlak. Terlahir Kembali, Aku Tidak Akan Bodoh Lagi adalah kisah kesempatan kedua, kecerdasan yang bangkit, dan balas dendam tanpa cela. Kali ini, Salma tak akan jatuh di lubang yang sama, ia yang akan menggali lubang itu untuk orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maaf, Kita Nggak Akrab

Sehari sebelum ujian akhir, kelas X-7 mendadak tenang. Tidak ada yang berani mencari gara-gara dengan Salma Tanudjaja. Ini adalah hari paling damai yang pernah Salma rasakan sejak masuk ke SMA Citra Bangsa.

Namun, ketenangan itu tidak berlaku bagi Manda. Gadis itu sibuk bukan main. Pena di tangannya tidak berhenti bergerak, matanya terpaku pada lembaran kertas di meja.

Salma menatapnya dengan senyum miring. Kasihan sekali orang yang suka berpura-pura rajin ini. Tentu saja, "sistem kebut semalam" versi Manda berbeda dengan siswa biasa. Yang sedang Manda hapalkan mati-matian bukanlah materi pelajaran, melainkan kunci jawaban ujian!

Salma tahu segalanya. Manda pikir aksinya menyuruh orang mencuri soal itu sangat rapi, padahal semua gerak-geriknya sudah ada dalam genggaman Aksa. Sejak semalam, dua orang suruhan Manda sebenarnya sudah diamankan oleh orang-orang Aksa.

Tapi Salma diam saja. Pertunjukan akan lebih seru kalau pelakunya merasa di atas angin, bukan?

"Kamu kenapa sih, Sal? Dari tadi senyum-senyum sendiri kayak orang kesurupan," celetuk Naya yang duduk di sebelahnya. "Aksa kirim chat gombal lagi ya?"

Salma menopang dagu, menatap Naya dengan mata berbinar. "Nay, menurutmu kalau topeng munafik seseorang dirobek paksa di depan umum, ekspresinya bakal seru nggak?"

Naya langsung paham. Ia mendekatkan wajahnya, berbisik antusias, "Pasti pecah banget! Kasih bocoran dong, kamu mau bongkar kedok siapa? Dia?" Naya melirik ke arah bangku Manda dengan dagunya.

"Rahasia!" Salma tertawa jahil.

Ketenangan di kelas X-7 pecah begitu bel pulang sekolah berbunyi. Tepat saat itu, sosok Farel Barata muncul di ambang pintu kelas.

"Manda, lihat tuh! Kak Farel datang!" seru Melly heboh.

Manda mendongak, matanya berbinar penuh harap. Di bawah tatapan seluruh siswa, Farel melangkah masuk dengan percaya diri. Manda refleks merapikan rambutnya dan memamerkan senyum termanis yang sudah ia latih di depan cermin.

Namun, senyum Manda membeku di detik berikutnya.

Farel tidak berhenti di mejanya. Cowok itu berjalan lurus melewatinya, langsung menuju meja Salma.

Saat itu, Salma sedang asyik mengobrol dengan Naya sambil memasukkan buku ke dalam tas, sama sekali tidak menyadari kehadiran Farel. Diabaikan seperti itu membuat ego Farel terusik.

"Salma Tanudjaja!" panggil Farel, menahan kekesalan. "Begini sikapmu sama kakak kelas? Nggak ada sopan santunnya?"

Salma berhenti sejenak, menoleh malas. "Maaf, kita nggak akrab."

Jawaban itu membuat seisi kelas menahan napas. Farel Barata, idola sekolah, dibilang "nggak akrab"?

Farel menarik napas panjang, mencoba meredam emosinya dan kembali memasang senyum memikat andalannya. "Aku Farel Barata, Ketua OSIS. Sekarang sudah kenal, kan?"

"Oh." Salma merespons datar, lalu kembali menutup resleting tasnya.

Farel melongo. Reaksi macam apa itu? Biasanya cewek-cewek akan histeris hanya dengan senyumannya. Semakin Salma jual mahal, semakin besar hasrat Farel untuk menaklukkannya.

"Tanggal 13 Juli nanti ulang tahunku," Farel menyodorkan sebuah kartu undangan eksklusif. "Aku secara resmi mengundangmu. Undangan ini aku desain sendiri, dan cuma ada satu-satunya. Spesial buat kamu."

Di sisi lain ruangan, Manda merasa jantungnya seperti diremas. Kenapa Salma? Kenapa harus Salma yang diperlakukan seperti ratu?

Kecemburuan membakar habis akal sehat Manda. Ia ingin berteriak, tapi ia harus menjaga citranya.

Salma melirik Manda yang wajahnya sudah pucat menahan emosi, lalu menatap undangan di tangan Farel. Ia mengambilnya sebentar, membolak-baliknya, lalu menyelipkannya kembali ke tangan Farel.

"Makasih, tapi maaf banget, aku nggak tertarik. Nay, ayo cabut."

Tanpa menoleh lagi, Salma merangkul bahu Naya dan berjalan santai menuju pintu belakang.

Wajah Farel berubah gelap gulita. Ditolak mentah-mentah di depan banyak orang? Ini penghinaan!

"Salma!" Manda akhirnya tidak tahan lagi. Ia berdiri, suaranya bergetar. "Kak Farel sudah tulus mengundang kamu, menolaknya sampai bikin dia malu begitu apa nggak keterlaluan?"

Salma berhenti melangkah, menoleh pada Manda sambil tersenyum geli. "Kakakku sayang, kamu aneh banget deh. Satu sekolah juga tahu aku pacaran sama Aksa. Kalau Kak Farel maksa ngundang cewek yang udah punya pacar secara eksklusif begitu, apa itu etis?"

Skakmat.

Manda mati kutu. Farel menggeram marah.

"Cukup!" bentak Farel dingin. Ia menatap Salma tajam, lalu berbalik dan pergi dengan langkah lebar, sama sekali tidak melirik Manda yang menatapnya dengan pandangan terluka.

Setelah Farel menghilang, Manda terduduk lemas. Melly memberanikan diri mendekat. "Man... kamu nggak apa-apa?"

Manda menoleh, matanya berkilat menakutkan. "Keluar!"

"Hah?"

"Masih belum mau pergi? Apa menurutmu lelucon barusan lucu, hah?!" bentak Manda, kehilangan kendali. Ia menyapu tumpukan buku di mejanya hingga jatuh berserakan ke lantai. Brak!

Melly lari terbirit-birit ketakutan.

Salma yang masih berada di koridor mendengar suara bantingan itu. Ia tersenyum dingin. Cepat sekali topengmu retak, Manda.

Berita penolakan Salma terhadap Farel menyebar secepat kilat. Salma dan Naya berjalan menuju gerbang sekolah layaknya selebriti. Tidak ada lagi tatapan meremehkan, yang ada hanya kekaguman karena Salma berani menolak sang idola sekolah.

"Nay, kita makan di luar aja yuk. Males makan di rumah," ajak Salma. Melihat wajah Manda di rumah hanya akan merusak selera makannya.

"Boleh banget! Traktir ya?"

Mereka tertawa riang menuju gerbang, namun tawa itu terhenti saat melihat siapa yang sudah menunggu di sana.

Aksa Abhimana.

"Kapan kamu keluarnya?" Salma segera menghampiri kekasihnya itu.

Aksa menunduk, menatap hidung Salma yang sedikit berkeringat karena cuaca panas. Tatapannya melembut. "Aku tadi sengaja ngumpet sebentar. Nggak tega lihat saingan cintaku hancur lebur ditolak kamu, jadi aku kasih dia sedikit ruang buat menyelamatkan harga diri."

Salma tertawa. "Narsis banget sih!" Ia memukul pelan lengan Aksa, gerakan yang tanpa sadar terlihat sangat manja.

"Harus dong. Pacarku ini kan mempesona, banyak yang naksir, tapi akhirnya jatuh cintanya sama aku." Aksa menggenggam tangan Salma erat.

Naya yang berdiri di samping mereka reflek menutup mata. Duh, tolong hargai jomblo di sekitar kalian!

Malam itu, Salma mengajak Naya dan Aksa makan di sebuah restoran Prancis mewah. Tanpa disangka, mereka berpapasan dengan Seno Tanudjaja, ayah Salma, yang baru selesai menjamu rekan bisnisnya.

"Salma? Kok ada di sini?" Seno langsung melihat putrinya.

"Malam, Pah," sapa Salma patuh, lalu memperkenalkan teman-temannya. "Kenalin, ini Naya Wardhana, dan ini... Aksa Abhimana."

Tatapan Seno langsung menajam saat mendengar nama Aksa. Ia sering mendengar cerita buruk tentang Aksa dari mulut Manda—preman sekolah, tukang bolos. Tapi pemuda di hadapannya ini... berbeda.

Aksa tersenyum sopan, tenang, dan berwibawa di bawah tatapan mengintimidasi seorang pengusaha sukses. "Selamat malam, Om Seno."

Seno menyipitkan mata. Insting bisnisnya mengatakan pemuda ini bukan orang sembarangan. Anak ini punya aura pemimpin, batin Seno.

"Malam," jawab Seno singkat. Ia berbasa-basi sebentar dengan Naya yang ternyata anak pejabat kementerian, lalu kembali melirik Aksa. "Rumahmu di mana? Mau Om antar sekalian?"

"Terima kasih, Om. Tapi saya bisa pulang sendiri. Om dan Salma hati-hati di jalan," tolak Aksa sopan namun tegas, menunjukkan kemandirian.

Seno akhirnya menyeret Salma masuk ke mobil. Begitu pintu tertutup, Seno langsung menginterogasi. "Gadis kecil Papa, itu pacar kamu? Yakin dia cuma siswa biasa?"

"Menurut Papa gimana?"

Seno menghela napas panjang. "Salma, dengerin Papa. Kalau Aksa terus-terusan ngaku dia cuma anak orang biasa, mending kamu hati-hati. Auranya beda. Papa sudah makan garam lebih banyak dari nasi yang kamu makan. Jangan sampai kamu tertipu."

"Makasih ya, Pah, udah khawatir. Tapi Salma percaya sama pilihan Salma. Aksa nggak pernah bohongin Salma kok." Salma menyandarkan kepalanya di bahu ayahnya. Di kehidupan lalu dia buta, tapi kali ini matanya sudah terbuka lebar.

Sementara itu, di rumah besar keluarga Tanudjaja, Manda sedang uring-uringan. Rumah sepi, orang tua dan Salma belum pulang. Bi Surti yang mencoba menghibur malah tanpa sengaja memuji perubahan positif Salma, membuat Manda semakin panas.

Manda naik ke kamarnya dan langsung menelepon seseorang.

"Gimana persiapannya?" suaranya dingin menusuk.

"Beres, Bos. Besok satu sekolah bakal lihat Salma Tanudjaja sebagai pencuri soal ujian," jawab suara di seberang sana.

Manda tersenyum sinis, genggamannya pada ponsel mengerat. "Bagus. Begitu label 'pencuri' nempel di jidat Salma, satu Jakarta bakal tahu betapa memalukannya dia. Aku mau lihat, apa Papa masih mau mewariskan bisnis ke anak kriminal."

Setelah menutup telepon, Manda menatap tumpukan buku di mejanya dengan frustrasi. Ia benci belajar. Ia benci fakta bahwa Salma bisa pintar tanpa usaha keras, sementara dia harus mati-matian—atau curang—demi nilai bagus.

Menyontek terus... rasanya kecerdasanku sendiri sedang mengejekku! Kenapa aku harus kalah dari Salma dalam segala hal?!

Manda menyapu buku-bukunya hingga jatuh berantakan.

Keesokan paginya, suasana di meja makan cukup hangat. Manda sudah kembali memakai topeng gadis manisnya, tersenyum cerah menyambut Salma dan Seno.

"Hari ini mulai ujian semester, kan?" tanya Seno sambil mengoles selai ke rotinya.

"Iya, Pah," jawab Manda antusias. "Papa tenang aja, Manda sudah siap. Manda nggak bakal ngecewain Papa."

"Bagus. Kalau nilainya bagus, Papa kasih hadiah," janji Seno. Ia menoleh ke Salma. "Kamu gimana, Sal? Sudah siap?"

Salma mencibirkan bibir, pura-pura malas sambil mengaduk susunya. "Papa kan tahu nilai Salma segitu-gitu aja. Siap nggak siap ya sama aja."

"Pah, Salma kan emang nggak terlalu minat belajar. Jangan dipaksa dong," Manda buru-buru menyela dengan nada sok bijak, tapi matanya memancarkan kelicikan. "Papa janji ya, mau nilainya bagus atau jelek, jangan marahin Salma. Kasihan dia."

"Kenapa Papa harus marah?" tanya Salma santai, menatap Manda lurus-lurus. "Dan kenapa Kakak yakin banget nilaiku bakal jelek?"

"Salma, Kakak bukan maksud gitu. Kakak cuma nggak mau suasana rumah jadi nggak enak kayak dulu," kilah Manda dengan wajah memelas.

"Sudah, jangan ribut," potong Seno. "Salma, ingat janji kamu. Papa nggak minta kamu langsung juara satu, tapi harus ada kemajuan. Masa kalah jauh terus sama Manda. Manda itu kan ranking sepuluh besar."

"Pah..." Salma merengek manja, "Papa kok banding-bandingin aku sama Kak Manda terus sih. Belum tentu dia bisa ngalahin aku kali ini."

Mendengar itu, mata Manda berbinar licik. Ini kesempatan emas untuk menjatuhkan Salma lebih dalam lagi setelah rencananya nanti berhasil.

Manda tersenyum manis, tapi nada suaranya penuh tantangan. "Salma, kamu yakin banget? Kalau ternyata kamu kalah dari Kakak, gimana?"

1
sahabat pena
aksa terlalu lambat.. sdh tau ada barang bukti bukan di serahkan ke kantor polisi atau di viral kan. jd di manfaat kan sama rival nya pak rahmat kan? untuk menjatuhkan pak rahmat
mom SRA
pagi thoor
INeeTha: Pagi kaksk🙏🙏🙏
total 1 replies
kriwil
harusnya manda yang kejebak sama laki laki lain atau sama riko sekalian biar hancur nya tambah seru
Kembae e Kucir
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sribundanya Gifran
lanjut thor
kriwil
apa di sekolahan ini ga ada guru dan kepala sekolah ,sampai tentang soal ujian di bobol maling yang maju hanya sosok ketua osis 😄
mom SRA
pagi thor
kriwil
seno itu dapat anak pungut sezan dari mana ya😄
kriwil
awal mula seno mungut siluman ular itu knp ya
mom SRA
mpm thor
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Diah Susanti
thor, buat tanudjaja, kalo si manda cuma anak pungut, biar dia merasakan dibully 1 sekolahan.
mom SRA
malem thor
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Pawon Ana
ealah moduse kang Aksa, lancar kayak jalan tol bebas hambatan
penampilan cupu ternyata suhu 😂
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Diah Susanti
ini apa hubungannya dengan rahasia manda? apa karena cucu orang hebat makanya mudah dapat info? 🤔🤔🤔🤔
Diah Susanti
padahal bolu pisang enak lho, aq suka tak bisa bikinnya/Grin//Grin//Grin/
mom SRA
seru critanya.... semangat thoor
tutiana
hadirrrr, suka huruf s ya Thor,
darin sinta,salsa,ini salma
semangat Thor ⚘️⚘️⚘️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!