NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: CINTA YANG MENJADI RACUN

BAB 11: CINTA YANG MENJADI RACUN

Seminggu setelah Tara dikirim ke rumah sakit jiwa, Mansion Raisinghania berubah menjadi tempat yang asing. Kegaduhan dan teriakan histeris yang biasanya memenuhi lorong-lorong rumah itu berganti dengan kesunyian yang elegan. Namun, bagi Deep, kesunyian itu justru menyiksa. Setiap kali ia menutup mata, ia melihat wajah Tara yang memohon, namun setiap kali ia membukanya, ia melihat Anjali—sosok yang kini menjadi satu-satunya pelipur lara sekaligus candu baginya.

Aarohi memainkan perannya dengan sangat rapi. Ia tidak datang ke mansion setiap hari. Ia tahu bahwa untuk membuat pria seperti Deep terobsesi, ia harus menciptakan jarak. Ia ingin Deep merasa haus akan kehadirannya.

Malam itu, Deep mengundang Anjali ke sebuah makan malam privat di balkon lantai atas mansion. Angin malam Shimla berhembus lembut, membawa aroma pinus dan bunga melati. Meja makan kecil itu dihiasi lilin-lilin tinggi yang cahayanya menari-nari di wajah Anjali.

"Kau tampak melamun, Deep," suara Aarohi memecah keheningan. Ia menyesap red wine dengan gerakan yang sangat anggun, matanya menatap Deep dengan binar yang sengaja dibuat lembut.

Deep meletakkan gelasnya, menatap Anjali dengan tatapan yang intens. "Aku hanya sedang berpikir betapa anehnya takdir ini. Sebulan yang lalu, hidupku dipenuhi dengan kekacauan dan pengkhianatan. Dan sekarang... aku merasa seolah-olah aku telah menemukan pusat dari duniaku kembali."

Deep berdiri, berjalan mendekati Anjali dan berlutut di depannya—sebuah posisi yang sangat kontras dengan harga dirinya yang setinggi langit. Ia mengambil tangan Aarohi, mencium buku jarinya dengan penuh pengabdian.

"Anjali, aku tahu ini mungkin terdengar terlalu cepat. Tapi aku tidak bisa membayangkan satu hari pun tanpamu di sisiku. Kau bukan hanya mitra bisnisku, kau adalah cahayaku di tengah kegelapan yang diciptakan Tara."

Aarohi merasakan mual yang luar biasa di perutnya saat bibir Deep menyentuh kulitnya. Kenangan saat Deep menciumnya di malam pernikahan mereka, sesaat sebelum ia menyerahkannya ke polisi, melintas seperti kilatan petir yang menyakitkan. Namun, ia memaksakan sebuah senyuman haru. Air mata palsu mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Deep... tapi bagaimana dengan Tara? Dia masih istrimu secara hukum," bisik Aarohi, suaranya bergetar dengan nada keraguan yang dibuat-buat.

"Proses perceraian sudah dimulai. Dia sudah tidak ada lagi dalam hidupku. Dia sudah mati bagiku," tegas Deep. Ia mengeluarkan sebuah kotak beludru hitam dari saku jasnya. Saat dibuka, sebuah cincin berlian biru yang sangat besar berkilau terkena cahaya lilin. "Menikahlah denganku, Anjali. Jadilah Nyonya Raisinghania yang baru. Aku akan memberikan seluruh duniaku padamu."

Aarohi menatap cincin itu. Berlian biru, batinnya. Dulu kau memberiku berlian putih kecil yang murah, dan sekarang kau memberiku ini karena kau mengira aku adalah wanita kaya dari London.

"Ya, Deep. Aku mau," jawab Aarohi pelan.

Saat Deep memeluknya dengan erat, Aarohi menyandarkan kepalanya di bahu Deep. Matanya menatap tajam ke arah kegelapan hutan di bawah mansion. Di balik pelukan itu, wajahnya tidak menunjukkan cinta sedikit pun. Bibirnya membentuk garis lurus yang dingin.

"Pernikahan ini akan menjadi pemakamanmu, Deep," gumamnya dalam hati.

Keesokan harinya, berita tentang pertunangan Deep Raj Singh dengan pengusaha misterius Anjali Khanna meledak di seluruh media Shimla. Namun, di sebuah ruangan putih yang dingin di pinggiran kota, seseorang sedang mengamuk.

Tara, yang mengenakan baju pasien rumah sakit jiwa, melemparkan nampan makanannya ke dinding saat melihat berita itu di televisi kecil di sudut ruangan.

"Dia bukan Anjali! Dia Aarohi! Kenapa tidak ada yang percaya padaku?!" teriak Tara histeris. Rambutnya yang dulu tertata rapi kini kusut dan kotor. Kukunya patah karena terus mencoba mencakar dinding.

Seorang perawat masuk dan segera menahan tangan Tara. "Tenang, Nyonya! Anda hanya sedang berhalusinasi!"

"Aku tidak berhalusinasi! Lihat matanya! Tatapan itu... tatapan itu adalah tatapan kematian!" Tara tertawa gila, tawanya menggema di seluruh koridor rumah sakit jiwa yang sepi. "Deep, kau sedang memeluk mautmu sendiri. Dan saat kau menyadarinya, semuanya sudah terlambat."

Sementara itu, Aarohi kembali ke apartemennya untuk bertemu dengan Abhimanyu. Pria tua itu sedang duduk sambil memeriksa beberapa dokumen hukum.

"Dia sudah melamarku, Abhimanyu," kata Aarohi sambil melemparkan tasnya ke sofa. "Pernikahan akan diadakan bulan depan."

Abhimanyu mendongak, matanya yang tajam menatap Aarohi. "Kau harus berhati-hati. Deep mungkin terlihat terobsesi, tapi dia tidak bodoh. Dia akan mulai melakukan pemeriksaan latar belakang yang lebih dalam sebelum hari pernikahan. Pastikan semua saksi kita di London sudah siap."

"Jangan khawatir. Aku sudah mengatur semuanya," jawab Aarohi. Ia berjalan menuju papan tulis rahasianya dan mencoret foto pernikahan Deep dan Tara dengan spidol merah. "Setelah pernikahan ini, aku akan memiliki akses penuh ke rekening pribadinya dan brankas rahasia di bawah ruang kerja. Itulah tempat di mana dia menyimpan bukti-bukti kejahatan lamanya—bukti yang akan menjebloskannya ke penjara seumur hidup."

"Dan bagaimana dengan hatinya?" tanya Abhimanyu.

Aarohi terdiam sejenak. Ia memikirkan bagaimana Deep menatapnya tadi malam. "Aku akan mematahkan hatinya tepat di depan matanya sendiri. Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya dikhianati oleh orang yang paling dia cintai di dunia ini. Aku ingin dia merasakan apa yang kurasakan di penjara setiap malam."

Aarohi mengambil sebuah foto lama dirinya saat masih menjadi gadis lugu di panti asuhan. Ia menyulut api pada ujung foto itu dan membiarkannya terbakar hingga menjadi abu.

"Aarohi yang lama sudah benar-benar mati, Abhimanyu. Yang ada sekarang hanyalah senjata yang diciptakan untuk menghancurkan Deep Raj Singh. Dan aku tidak akan berhenti sampai tidak ada sepeser pun harta atau satu tetes pun kehormatan yang tersisa padanya."

Malam itu, di tengah kemewahan apartemennya, Aarohi mulai merencanakan detail "pernikahan maut" tersebut. Ia tidak hanya menginginkan harta Deep, ia menginginkan jiwanya. Dan di tahun 2026 ini, di kota Shimla yang dingin, sebuah drama pembalasan dendam terbesar baru saja memasuki babak akhirnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!